Bright Bold Lipsticks for Summer

I hope it's not too late to talk about summer lipsticks! 

I always love bright and bold lipsticks.. makanya summer tuh pas banget, deh, buat saya pakai lipstik warna-warna terang.

summer lipsticks 2017 (1)

Oke, ini dia beberapa lipstik warna terang yang menjadi favorit saya di musim panas 2017.

Anastasia Beverly Hills liquid lipstick – Madison

Lipstik pilihan pertama saya adalah liquid lipstick dari Anastasia Beverly Hills (ABH). Sudah sejak lama saya penasaran dengan liquid lipstick ini dan akhirnya saya mendapatkannya dari kakak saya di US beberapa minggu lalu. Langsung saja liquid lipstick ini jadi favorit saya!

Suka banget sama warnanya yang bold, formulanya yang nyaman banget di bibir, dan tahan lama. Well, setelah makan makanan yang berminyak, memang warnanya akan pudar, tapi pengaplikasian ulangnya mudah dan bibir pun nggak kering, so big thumbs up for this one!

ABH Madison

Madison ini warnanya dideskripsikan sebagai "vibrant plum magenta". Kalau saya bilang, warnanya mirip-mirip dengan MAC Flat Out Fabulous, salah satu lipstik MAC favorit saya. Jadi warna ini (menurut saya) cocok banget untuk warna kulit saya. Di sebagian orang, warna ini mungkin terlihat lebih ungu, sementara di bibir saya warnanya pink-nya justru lebih kentara. Either way, this is such a gorgeous color!

MAC – Men Love Mystery

I loooooove purple lipsticks! Koleksi lipstik warna ungu saya juga sudah cukup banyak. Menurut saya, warna ini juga cocok banget dipakai saat summer, terutama warna ungu seperti ini.

MAC Men Love Mystery

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "Lavender Violet" dan di bibir saya warnanya memang tidak terlalu terang atau ngejreng, namun tetap menjadi warna yang stand out.

YSL Rouge Pur Couture The Mats No.215 Lust For Pink

Saya juga suka banget mengoleksi lipstik warna pink. Dari warna pink pucat, pink terang, hingga pink keunguan, semuanya ada.

Lipstik matte dari YSL ini merupakan salah satu favorit saya, karena formulanya yang nyaman banget di bibir. Hasil matte-nya memang terlihat sedikit creamy, jadi bukan dry matte kayak lipstik retro matte dari MAC.

YSL Lust For Pink

Warna Lust for Pink ini merupakan warna "cool fuchsia", yang kayaknya mirip-mirip dengan beberapa lipstik di koleksi saya. Ah well, saya suka banget formulanya. Makanya begitu ketemu warna pink yang pas, langsung saya beli, deh, hehe

Smashbox Be Legendary Lipstick – Matte Fireball

Saya baru-baru ini membeli produk lipstick dari Smashbox dan nggak menyangka kalau kualitasnya oke juga. Seri Be Legendary Lipstick ini sebenarnya hadir dalam dua formula, yaitu cream dan matte. Warnanya pun banyaaaaak banget. Sayangnya di toko kosmetik di Wina, saya hanya menemukan beberapa warna saja.

Awalnya saya nggak yakin memakai warna oranye terang, tapi kayaknya saat summer memang pas banget pakai lipstik warna seperti ini.

Smashbox Fireball

Fireball dideskripsikan sebagai warna "bright red orange", yang sebenarnya mirip dengan warna MAC Lady Danger. Namun menurut saya, Fireball sedikit lebih intens warnanya. Selain itu, formula matte-nya pun nyaman banget dan tahan lama. Sepertinya ini merupakan lipstik favorit saya saat ini, karena saya juga cukup sering memakainya.

Selain itu, warna red-orange seperti ini benar-benar ampuh membuat wajah saya terlihat lebih cerah.

MAC – Si, Si, Me! (Fruity Juicy Collection)

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi limited edition yang dirilis MAC musim panas tahun ini. Ada beberapa warna, mulai dari nude hingga warna yang agak gelap, yaitu warna Si, Si, Me! yang saya beli ini.

MAC Si Si Me

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "deep violet", namun di bibir saya warnanya justru terlihat seperti "deep berry". Warnanya memang bagus banget dan formulanya yang satin terasa lebih nyaman dibanding matte yang kadang-kadang terasa kering di bibir.

Estee Lauder Pure Color Love lipstick – Shock & Awe

Saya sebenarnya tidak pernah tertarik dengan lipstik keluaran Estee Lauder, karena image dari brand ini seperti untuk ibu-ibu (iya, sih, saya ibu-ibu, tapi brand ini merupakan brand kesayangan ibu saya, jadi ibu-ibunya lebih mature gitu).

Namun kayaknya brand ini ingin memudakan diri (terlihat dengan pemilihan modelnya) dan produk-produk makeup-nya pun dibuat lebih modern.

Contohnya, ya, koleksi Pure Color Love lipstick ini, yang terdiri dari beberapa formula, yaitu matte, cream, dan metalik. Saya memilih warna Shock & Awe, karena saya suka dengan warnanya yang bold. Sayangnya juga, pilihan warna koleksi ini sangat terbatas di sini (hiks!), padahal di US pilihan warnanya jauh lebih banyak.

Estee Lauder Shock & Awe

Shock & Awe di bibir saya seperti perpaduan warna pink dan merah yang intens. Warna ini cocok banget buat mereka yang ingin coba warna merah, tapi belum berani memakai warna "true red". Nah, lipstik perpaduan warna pink-merah ini bisa jadi pilihan.

Nars Audacious lipstick – Angela

Lipstik Nars yang satu ini bisa dibilang formula lipstik favorit saya. Teksturnya creamy, namun setelah beberapa saat bisa menjadi matte. Pigmentasinya oke banget dan tahan lama.

Nars Angela

Warna Angela dideskripsikan sebagai warna "pink orchid". Warnanya sangat terang, nyaris neon, dan perpaduan pink-ungu yang sangat feminin. Lipstik ini wajib banget saya pakai saat summer.

Kalau kamu sendiri, lipstik apa yang jadi favorit saat Summer?

Maybelline Matte Lipsticks: My Favorite Drugstore Lipstick!

I always love matte lipsticks.. tapi kadang lipstik seperti ini bisa bikin bibir kering, terutama saat cuaca dingin dan kering seperti di Wina sekarang ini. Walaupun sudah pakai lip balm, bibir bisa saja terasa sangat kering dan akhirnya kulit bibir mengelupas–very unacttractive indeed.

img_4844

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang koleksi matte lipstick dari Maybelline ini. Saya pertama kali membelinya pada awal tahun 2015, saat itu Maybelline meluncurkan 10 warna baru yang semuanya matte. Formulanya disebut creamy matte dan dari sejumlah beauty vlogger yang mengulasnya, mereka semua merekomendasikan lipstik ini. Tentu saja saya penasaran, dong.

Sayangnya, lipstik tersebut tidak keluar di Indonesia dan hanya di AS serta Kanada. Sebal kan, kenapa, sih, rangkaian lipstik Maybelline yang bagus nggak keluar di Indonesia? Jadilah saya beli online, via toko di Instagram, dan itu pun harus PO alias nunggu lama.

Begitu akhirnya lipstik itu ada di tangan, ya ampun senangnya saya. Lipstiknya benar-benar sesuai dengan bayangan saya. Tekstur creamy matte yang nyaman, tahan lama, dan ada wangi lembut seperti kue yang saya suka. Beda dengan beberapa lipstik Maybelline di Indonesia yang wanginya menyengat kayak permen karet.

img_4843

Dua warna yang saya beli adalah Touch of Spice dan Mesmerizing Magenta. Warna Touch of Spice ini merupakan warna favorit saya. Warna ini keluar pas zamannya warna mauve, plum, dan cokelat sepertinya mulai jadi favorit untuk warna lipstik. Nah, Touch of Spice itu perpaduan semua warna itu. Pas banget dan saya rasa bakal cocok dipakai oleh siapa saja.

maybelline-touch-of-spice

Sedangkan warna Mesmerizing Magenta tentu saja saya pilih, because I have a thing with fuchsia/magenta lipsticks. Saya juga suka warna ini. Warna magenta terang yang bikin wajah saya lebih cerah–seriously! Dan lagi, lipstik ini benar-benar tahan lama, bahkan setelah saya makan, masih ada sisa warnanya di bibir.

maybelline-mesmerizing-magenta

Mungkin karena lipstik ini cukup sukses (I don’t know, saya cuma berspekulasi), Maybelline mengeluarkan lagi warna-warna baru (yang lagi-lagi tentu saja tidak dirilis di Indonesia). Ketika saya pindah ke Austria, saya tentunya berharap rangkaian creamy matte ini bisa saya dapatkan di drugstore di sini. Well, saya nggak sepenuhnya benar.

Saya memang menemukan beberapa warna, tapi tidak banyak (huhu..). Sepertinya Maybelline memang membedakan koleksinya berdasarkan pasar, apakah itu pasar Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Anyway, saya menemukan dua warna yang saya suka, yaitu Clay Crush dan Red Sunset.

Warna Red Sunset saya beli waktu saya pergi ke Frankfurt. Jangan tertipu dengan namanya, karena warnanya sama sekali bukan merah. Warnanya pink terang dengan sedikit coral (sepertinya). This color is very bright, but it looks good against my skin.

maybelline-red-sunset

Selanjutnya adalah warna Clay Crush. Saya membelinya gara-gara saya melihat video salah satu vlogger yang bilang kalau warna nude ini bakal cocok untuk mereka yang memiliki kulit cokelat. Jadilah saya coba dan ternyata benar. Saya memang nggak terlalu suka warna nude, tapi warna ini sepertinya warna nude yang cocok untuk saya. Warnanya tidak membuat muka saya pucat, karena masih ada sedikit warna peach dan cokelat di dalamnya. Kalau warna Velvet Teddy dari MAC bagi saya terlalu nude, maka warna Clay Crush ini lebih cocok untuk saya.

maybelline-clay-crush

Nah, dua warna terakhir adalah koleksi terbaru dari Maybelline. Baru ada di drugstore di sini dan ditulisnya New Collection. Bukan dari seri creamy matte, tapi disebutnya Inti-matte nudes.

Saya langsung tertarik dengan warna Brown Sugar. Iya, akhir-akhir ini entah kenapa lagi suka lipstik warna cokelat. Saya melihatnya sebagai warna cokelat dengan campuran sedikit warna abu-abu, namun tidak membuat wajah saya jadi kusam–and I love it! Saya dulu beranggapan bahwa lipstik cokelat akan membuat kulit wajah saya terlihat gelap, tapi terbukti saya salah. Warna lipstik cokelat seperti ini ternyata juga cocok di kulit saya.

maybelline-brown-sugar

Terakhir adalah warna Smoky Rose. Sebenarnya saya sempat kepikiran ingin membeli warna Mehr dari MAC, yang lebih pink daripada Brave (karena Brave di bibir saya terlihat pucat). Tapi saya agak ragu dengan tekstur matte-nya yang terasa kering di bibir (nggak semua lipstik matte dari MAC formulanya terasa sama di bibir, ada yang kering, ada juga yang nyaman dipakai).

Untung saja saya nggak jadi beli Mehr, karena saya melihat warna Smoky Rose ini agak mirip. Well, saya tidak pernah membandingkannya, sih, tapi warna Smoky Rose merupakan warna pink muda yang saya cari-cari. Soft pink blue pink, dan yang pasti nggak bikin muka saya pucat. (Update: setelah saya bandingkan dengan MAC Mehr, ternyata warnanya memang mirip, tapi Mehr memiliki sedikit warna cokelat dibanding Smoky Rose)

maybelline-smoky-rose

Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk lipstik ini. Formulanya nyaman dipakai, tahan lama, matte, pilihan warnanya banyak (sayang tidak semuanya masuk ke Austria, I mean come on…), dan harganya di bawah 10 euro.

So, what do you think? Which one is your favorite?

NYX Full Throttle Lipstick – Trickster (Review)

I always love NYX Cosmetics! Sejak kemunculan brand ini di Indonesia, saya selalu mengoleksi beberapa varian lipstiknya, dari yang matte, butter lipstick, soft matte lip cream (one of my favorite liquid lipstick, meski nggak pernah saya bikin review-nya di sini.. hehe), hingga butter gloss-nya.

NYX merupakan brand asal AS yang punya kualitas bagus dengan harga terjangkau. Ada pula beberapa warna yang bisa menjadi dupe dari lipstik high-end. Jadi buat yang nggak mau mengeluarkan uang banyak untuk lipstik bagus bisa cek beberapa produk NYX.

Selain lipstik, banyak juga, kok, produk NYX lainnya yang oke, seperti blush, bedak, primer, pensil alis, dan lain-lainnya. Saya punya beberapa, but I won’t talk about that right now, karena sebagai pencinta lipstik ulasan blog saya kali ini ya seputar lipstik lagi.

Baru-baru ini, NYX membuka toko pertamanya di Wina. Telat banget ya, dibanding Jakarta. Memang, sih, produknya sudah ada online dan di beberapa toko kecantikan seperti Douglas (toko kosmetik mirip kayak Sephora, tapi mereknya lebih banyak yang high-end).

Walaupun telat, koleksinya memuaskan banget. Dibanding Jakarta, yang kadang koleksi warnanya nggak lengkap, toko NYX di sini lengkap banget. Semua produk terbarunya pun ada (termasuk warna-warna baru NYX soft matte lip cream yang saya incar).

Setelah melihat-lihat koleksi lip cream, tiba-tiba saya melihat ada koleksi NYX Full Throttle Lipstick yang diklaim sebagai waterproof lipstick (hmm.. tempting). Warna pertama yang saya swipe di tangan adalah Trickster. I always have a thing with violet lipstick.

nyx-trickster-1

Saat saya swipe di tangan, teksturnya terasa berbeda. Lembut, tapi matte. Jadilah saya beli juga.. dan the best part is, harganya hanya €6.90 atau sekitar Rp103.500.

Menurut informasi di website NYX, varian lipstik ini punya 12 warna berbeda, dari nude, bright pink, deep red wine, hingga black purple. Full Throttle Lipstick juga didefinisikan sebagai berikut ini:

It’s the color addict’s ultimate fix and a makeup artist’s dream: Our new waterproof Full Throttle Lipstick covers your lips with super-saturated matte color and features a unique bullet with a beveled edge for lining, filling and perfecting your pout to your heart’s desire.

nyx-trickster-2

Bentuk lipstiknya ramping dan ujungnya agak kotak. Unik, sih, tapi lipstik ramping kayak gini memang agak ringkih, jadi jangan dikeluarkan terlalu banyak atau dipakai dengan cara ditekan karena bisa patah (and you definitely don’t want that).

Warna Trickster ini dideskripsikan sebagai warna “Bright violet mauve“. Saya suka banget warnanya, karena ini merupakan tipe warna violet yang pas banget untuk kulit saya.

nyx-trickster-on-my-lips

Teksturnya juga lembut banget di bibir, beda dengan lipstik matte yang kadang terkesan “heavy” di bibir. Warnanya juga cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam. Setelah makan, biasanya warnanya agak sedikit pudar, namun stain-nya masih tetap ada. Saya beri nilai lipstik ini 8/10.

Oh iya, saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa lipstik milik saya. Ternyata warnanya mirip banget dengan lipstik YSL Rouge Pur Couture N°58 Mauve Nihiliste, tapi lipstik YSL ini teksturnya lebih creamy dan sedikit mengilap. Sedangkan MAC Invite Intrigue (warna Limited Edition dari koleksi Blue Nectar) warnanya lebih pink dan Urban Decay Bittersweet warnanya lebih ungu, teksturnya lebih matte, dan lebih pekat.

nyx-comparison-dupe

 

La Vie en Rose Lipstick Collection from L’Oreal Paris–Perfect for Pink Lipstick Lovers!

L’Oreal baru saja meluncurkan varian lipstik terbaru yang dinamakan La Vie en Rose. Setelah merilis rangkaian lipstik nude dan red, kini giliran lipstik dengan nuansa warna pink–so I’m very excited about this.

I know.. Saya punya banyak sekali lipstik warna pink. Meski orang bilang warna lipstik saya sama-sama saja, menurut saya, sih, beda kok… Beda tipis, hehe.

Bicara soal rangkaian lipstik ini, L’Oreal mengklaim pilihan warna lipstiknya akan cocok dengan perempuan Indonesia. Memang, sih, untuk cewek dengan kulit sawo matang yang punya tone hangat, biasanya akan kesulitan menemukan warna pink yang tepat. Itu karena pink sendiri memiliki tone dingin. Jadi nggak semua warna pink bisa cocok di kulit orang Indonesia.

Ada enam warna lipstik yang terdapat di rangkaian ini. Kalau saya lihat di beberapa review, varian warna yang diluncurkan di sini berbeda dengan di negara-negara lain. Jadi pilihan warnanya memang benar-benar disesuaikan dengan konsumen di sini.

Warna lipstik ini juga terinspirasi dari enam global brand ambassador L’Oreal, yaitu Eva Longoria, Aishwarya Rai, Blake Lively, Liya Kebede, Doutzen Kroes, dan Jennifer Lopez.

 

From left to right: Eva’s pink (Nymphea), Aishwarya’s pink (Iris), Blake’s pink (Primrose), Liya’s pink (Fuchsia), Doutzen’s pink (Camelia), JLo’s pink (Rose Lotus)

Eva’s pink
dinamakan Nymphea, yaitu warna pink dengan campuran peach kecokelatan (this is an everyday pink lipstick, very feminine).

Aishwarya’s pink dinamakan Iris, yaitu warna pink dengan campuran soft beige.

Blake’s pink dinamakan Primrose, yaitu warna bright coral pink (I love how bright this lipstick, but still very wearable.. and it makes my face look brighter).

Liya’s pink dinamakan Fuchsia, yaitu warna dark pink. (It’s a bright fuchsia, but still very wearable for daytime look).

Doutzen’s pink dinamakan Camelia, yaitu warna pink lilac yang menyala.

JLo’s pink dinamakan Rose Lotus, yaitu warna purplish pink alias pink keunguan (it looks very dark in the tube, but the color is a really nice combination of purple and pink, the darker version of Liya’s pink/fuchsia).

Saat pertama kali dipakai, saya merasa warnanya agak sheer. Masalah utama yang saya miliki adalah warna bibir yang agak gelap di garis terluarnya. Nah, untuk menutupinya saya perlu beberapa kali sapuan lipstik ini, terutama untuk yang warna muda. Meskipun harus disapukan berulang-ulang, pigmentasinya tetap bagus, hasilnya matte, dan tahan lama (bahkan setelah beberapa jam, makan, dan minum, warnanya tetap nempel di bibir). Khusus untuk warna JLo alias Rose Lotus, warnanya lebih pekat, mungkin karena warnanya paling gelap di antara yang lain.

Lipstik ini memiliki formula yang sama dengan lipstick Color Riche dari L’Oreal. Meski dibilang matte, teksturnya beda dengan Moist Matte-nya L’Oreal, padahal tekstur itu yang menurut saya paling nyaman di bibir.

Sementara untuk koleksi La Vie en Rose ini, khusus untuk yang warnanya agak muda, setelah beberapa jam jadi membuat garis-garis kering di bibir saya tampak jelas. Namun lagi-lagi, untuk warna yang lebih gelap tidak ada masalah. Justru tampilannya lebih tahan lama dan terlihat lebih matte.

Warna favorit saya sudah pasti JLo’s pink, karena warna pink-keunguan memang warna saya banget! Tapi saya juga suka Blake’s pink yang bikin wajah saya terlihat segar.

 

Left: JLo’s pink – Rose Lotus, Right: Blake’s pink – Primrose

IMG_1657
Doutzen’s pink (Camelia) on my lips
Saya memberi nilai 7/10 untuk formula dan teksturnya, serta nilai 9/10 untuk pilihan warnanya.. Cause I love all the colors! Dan memang benar, semuanya cocok untuk skintone cewek Indonesia.

My Matte Pink Lipstick Collection + Swatches

Have I told you how I love pink lipsticks? Sepertinya belum ya.. Padahal saya punya banyak sekali lipstik warna pink, meski sebagian besar adalah fuchsia atau percampuran antara pink-fuchsia.

Anyway… Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit review tentang lipstik pink saya yang semuanya memiliki tekstur matte (yang merupakan tekstur lipstik favorit saya tentunya). Lima lipstik ini saya anggap benar-benar pink (atau porsi warna pinknya lebih banyak), jadi saya tidak memasukkan koleksi lipstik fuchsia.

So here goes…

matte pink lipstick

Chanel Rouge Allure Velvet – La Diva (44)

Lipstik ini dideskripsikan sebagai “electric pink”. Menurut saya, lipstik ini memiliki warna pink yang terang, cool/blue undertone, dan memang memiliki sedikit campuran warna ungu/fuchsia, hanya sedikit. Teksturnya memang agak beda dengan lipstik matte lainnya. Sesuai dengan namanya, yaitu “velvet”, teksturnya terasa lembut tapi tampilannya tetap matte dan tahan lama. Namun sama seperti lipstik matte lainnya, akan lebih baik jika memakai lip balm sebelum mengaplikasikan lipstik ini. Satu hal lagi, karena lipstik ini masuk ke kategori high-end lipstick, maka packaging-nya pun dibuat mewah. Selain itu cara dibukanya pun cukup unik, tinggal ditekan dan tube lipstiknya langsung muncul.

MAC – Pink Pigeon

Lipstik ini sebenarnya sudah pernah saya review. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “bright cleanest pink”. Warnanya sangat terang, neon (tapi tidak seterang MAC Candy Yum Yum), blue undertone, dan jika dilihat dari foto di bawah warnanya lebih fuchsia ketimbang La Diva. Teksturnya matte dan lipstik MAC jenis ini selalu tahan lama. Hanya saja setelah dipakai lebih dari 6 jam, bibir saya mulai terlihat kering. Jadi untuk pengaplikasian ulang harus menghapus lipstiknya dulu hingga bersih, pakai lip balm, dan baru deh diaplikasikan lagi.

Nars – Carthage

Satu lagi lipstik high-end yang saya punya. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “hot pink”. Warnanya juga pink terang dengan cool undertone, tapi jika berdasarkan foto swatch di bawah, pigmentasinya tidak seperti MAC. Warna pinknya pun lebih pink, less fuchsia, less bluish. Tekstur lipstik ini dinamakan “pure matte” jadi teksturnya sangat matte, less creamy. Jadi akan terasa kering di bibir dan pengaplikasiannya pun lebih susah. Tapi tenang saja, karena hasilnya tetap bagus, terutama bagi mereka yang memang menyukai lipstik matte. Kekurangannya menurut saya hanya satu, harganya cukup mahal (sekitar $27) untuk lipstik yang ukurannya kecil dan ramping ini.

NYX – Shocking Pink

Sesuai dengan namanya, lipstik ini memang memiliki warna pink yang sangat terang, almost neon. Jika diperhatikan warnanya mirip dengan La Diva, tapi NYX Shocking Pink ini lebih bluish alias blue undertone-nya lebih banyak. Teksturnya creamy matte, jadi terasa nyaman saat diaplikasikan ke bibir. Selain tahan lama, lipstik ini pun memiliki harga yang cukup terjangkau dibanding tiga lipstik sebelumnya. Kalau nggak salah harga retailnya saat ini Rp110.000 (correct me of i’m wrong, karena saya juga sudah cukup lama membeli lipstik ini). NYX pun terkenal sebagai merek kosmetik dengan harga terjangkau dan berkualitas bagus, terutama untuk koleksi lipstiknya. Jadi kalau ingin cari lipstik matte dengan harga murah, koleksi lipstik matte dari NYX bisa jadi pilihan (apalagi mereka punya range warna yang nggak kalah keren dari MAC).

Maybelline – Pop of Pink

Saya jarang banget punya warna nude pink. Bahkan warna pink yang muda pun tetap terlihat cukup berwarna dan tidak terlalu nude. Mungkin karena warna kulit saya yang berwarna dan bibirnya saya pun agak gelap, jadi saya tidak bisa benar-benar memakai lipstik berwarna nude. Setelah lama tidak melirik counter Maybelline (karena mereka jarang memiliki lipstik matte), baru-baru ini saya justru menemukan banyak lipstik matte dengan warna-warna menarik. Lipstik ini masuk dalam koleksi Color Show Creamy Matte. Teksturnya memang creamy, mudah diaplikasikan, terasa nyaman di bibir, dan lebih penting lagi nyaman di kantong, karena harganya hanya Rp 37.000. What??? Lipstik dengan kualitas seperti ini bisa didapat dengan harga kurang dari Rp 50.000–shocking! Saya suka dengan warnanya yang sangat feminin, natural, dan cocok untuk dipakai sehari-hari. Lipstik ini juga punya wangi seperti permen karet. Saya, sih, tidak bermasalah, tapi untuk mereka yang tidak menyukai lipstik dengan wangi menyengat mungkin tidak akan menyukainya.

Here are the swatches…

Chanel La Diva, MAC Pink Pigeon, Nars Carthage, NYX Shocking Pink, Maybelline Pop of Pink

My Version of MLBB (My Lips But Better) Lipstick

Meski saya pencinta lipstik warna terang, kadang-kadang saya juga butuh lipstik warna nude atau pucat. Tapi karena tidak suka warna yang terlalu pucat, maka pilihan lainnya adalah lipstik yang warnanya serupa atau mirip dengan warna bibir asli.

Bibir saya tanpa lipstik terlihat pink di bagian tengah dan agak gelap di pinggir. I don’t know, padahal saya bukan perokok. Anyway, karena bibir saya punya dua warna, maka saya memerlukan lipstik yang pigmentasinya bagus. Lipstik dengan warna sheer atau transparan tidak akan terlihat menarik di bibir saya, sayangnya.

MLBB (my-lips-but-better) lipstick yang saya suka, memiliki warna yang agak gelap dari bibir asli saya. Tetap terlihat natural, tapi tidak akanmembuat wajah saya pucat. Ini dia tiga lipstik yang saya pilih.

Bobbi Brown lip color in Carnation

Bobbi Brown Lip Color - Carnation
Bobbi Brown Lip Color – Carnation
Teksturnya soft matte, jadi pigmentasinya bagus dan terasa nyaman di bibir. Rasanya juga lembap, karena memiliki kandungan vitamin C dan E, plus beeswax. A little pricey, but worthy. Warnanya nude peach dengan sedikit pink.

Revlon Colorburst lipstick in Soft Rose

Revlon Colorburst Lipstick - Mauve and Soft Rose
Revlon Colorburst Lipstick – Mauve and Soft Rose
Suatu hari saya pergi liputan launching kampanye baru Revlon, Love is On, dan dapat voucher belanja. Jadilah saya beli 3 lipstik, satu untuk mama dan dua untuk saya. Dua-duanya merupakan warna natural.

Saya bicara dulu tentang teksturnya. Colorburst Lipstick ini punya tekstur yang sangat creamy, pigmentasinya juga bagus. Soft rose sendiri memiliki warna rosy pink dengan brown undertone, yangterlihat sangat natural. Menurut saya, akan sangat cocok untuk pemilik kulit terang  atau bahkan warna kulit sawo matang dan sedikit gelap.

Revlon Colorburst lipstick in Mauve

Warnanya cantik banget. It’s medium-deep pink, dengan sedikit ungu. Hasilnya tetap natural di bibir, tapi memberi warna di wajah.

Saya pikir lipstik ini sangat bagus, selain pigmentasinya bagus, teksturnya nyaman di bibir, lembap, dan harganya sangat terjangkau. Tapi karena teksturnya creamy, lipstik ini gampang menempel di gelas ata bahkan baju. Setelah makan atau minum, warnanya akan memudar, namun tetap akan terlihat warnanya sedikit di bibir.

Lip swatches (top to bottom clockwise): My bare lips, Revlon Soft Rose, Revlon Mauve, Bobbi Brown Carnation
Lip swatches (top to bottom clockwise): My bare lips, Revlon Soft Rose, Revlon Mauve, Bobbi Brown Carnation

MAC Pink Pigeon – Beautiful Bright Pink Lipstick

Saya punya banyak sekali pink lipstick, dan saya tidak suka warna pink yang biasa. Saya lebih cenderung suka warna pink terang, pink fuchsia, pink kemerahan, atau pink keunguan. Intinya, warna pink itu harus terlihat terang atau memiliki campuran warna lainnya.

MAC matte lipstick - Pink Pigeon
MAC matte lipstick – Pink Pigeon
Sebagai pencinta lipstik matte keluaran MAC, saya pun tertarik memiliki lipstik pink yang benar-benar terang. Pilihan saya jatuh antara Pink Pigeon atau Candy Yum Yum. Dua warna ini cukup sulit dicari di Jakarta dan sering kali stoknya habis tanpa tahu kapan akan muncul lagi.

Saya melihat Candy Yum Yum sebagai pink neon yang saya pikir mungkin saya tidak berani memakainya. Padahal sebenarnya, warna ini sangat unik karena bisa dipakai oleh semua cewek apa pun warna kulitnya. Karena saya tak mau pink yang terlalu neon, akhirnya pilihan saya jatuh ke Pink Pigeon yang sama terangnya, tapi less neon (if that make any sense).

Look at that gorgeous color!
Look at that gorgeous color!
Jika dideskripsikan Pink Pigeon ini merupakan warna true pink, blue based, dan mengarah ke fuchsia (tapi belum sampai sana, sih). Warna pinknya sangat terang, tapi tetap oke dipakai sehari-hari. Jenisnya matte dan sama seperti lipstik MAC matte lainnya, lipstik ini terasa creamy di bibir serta mudah diaplikasikan.

Plusnya lagi, warna ini tahan lama. Saya memakainya sejak jam 9 pagi, kemudian makan siang di jam 12, warna ini tetap menempel di bibir. Pada sore hari mungkin bibir akan terasa kering, tapi cukup aplikasikan lip balm dan tambah lagi sedikit lipstik, warnanya tetap terlihat bagus.

 

My lip swatch (MAC – Pink Pigeon)
Lipstik ini saya beri nilai: 7/10 (karena setelah beberapa jam, bibir saya jadi terlihat kering dan tak menarik).

*Oke…sekarang saya jadi ingin beli MAC Candy Yum Yum. Should I buy one? (lipstick hoarder alert!)