Berry Pink Eyes Feat. Urban Decay Born to Run Palette

Saya lagi suka banget, nih, sama eyeshadow palette dari Urban Decay, yaitu Born to Run. Sebenarnya punya eyeshadow palette ini sudah lama dan saya punya beberapa palette tapi memang jarang (atau malah ga pernah ya) me-review eyeshadow palette (padahal pengen juga, sih).

Urban Decay – Born to Run

Anyway, eyeshadow palette ini menurut saya cocok banget buat orang-orang yang suka dengan eyeshadow natural, tapi ingin juga sesekali mencoba warna-warna terang lainnya tanpa terkesan berlebihan.

Jadi menurut saya, warna-warna terang, seperti biru, hijau, bahkan pink di eyeshadow palette ini tetap wearable bahkan untuk dipakai sehari-hari (saat ke kantor or jalan-jalan bareng teman).

Saya sendiri pun tidak menyangka bakalan suka (atau merasa percaya diri) memakai eyeshadow berwarna pink berry/fuchsia.

Untuk makeup saya ini, saya menggunakan warna Wildheart di bagian kelopak, Hell Ride untuk di bagian crease (lipatan kelopak) sekaligus untuk membaurkan warna Wildheart. Lalu untuk di outer corner, saya memakai warna Punk. Warna tersebut dan warna Hell Ride juga saya pakai di bagian bawah mata. Untuk highlight, saya memakai warna Stranded.

Daftar produk yang saya gunakan untuk makeup ini:

EYESHADOW: Urban Decay Born to Run Palette

EYELINER: Urban Decay 24/7 Glide-on Pencil in “Alkaline”

MASCARA: Essence I ❤️ Extreme waterproof

BROWS: NYX Precision Brow Pencil in Charcoal

FACE: Smashbox Camera Ready CC Cream, MAC Select Moisture Cover Concealer, Chanel Le Beiges Healthy Glow Sheer Powder, Essence Matt Touch Blush in Berry Me Up, Benefit Hoola Bronzer, Essence Baked Highlighter

LIPSTICK: Essence Velvet Matte in 04 Hungry Pink

Untuk mini tutorialnya bisa dicek di akun Instagram saya @bluestellar_

My Favorite Lipsticks for Fall 2018

Hey.. musim gugur telah tiba (bahkan sudah mau bergeser ke musim dingin). Saatnya mengganti warna lipstik dari warna-warna terang ala musim panas, ke warna-warna yang lebih gelap.

Musim gugur merupakan musim favorit saya, ketika warna-warna daun berubah dari hijau menjadi kuning, cokelat, merah, dan oranye. Makanya kebanyakan lipstik yang saya pilih kali ini memiliki nuansa warna-warna tersebut.

Ini dia beberapa lipstik yang sering saya pakai di musim gugur kali ini.

MAC – Smarticle (dari koleksi MAC Girls Smarty Pants)

Saya lagi suka banget warna-warna burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat lipstik ini nggak pikir panjang langsung saja saya beli. Meski di website MAC dideskripsikan sebagai “burnt brick red“, saya melihat warnanya lebih ke arah oranye daripada merah.

YSL Tatouage Couture – No. 08 Black Red Code

Saya sudah punya liquid lipstick ini sejak tahun lalu. Selain suka formulanya, saya juga suka warna “deep burgundy” yang pas banget dengan suasana musim gugur. Saya juga pernah membuat review liquid lipstick ini di blog saya plus swatches-nya.

Chanel Rouge Allure Velvet – Rouge Vie

Sebenarnya lipstik ini pernah jadi salah satu lipstik favorit saya dua tahun lalu. Sekarang, saya jadi suka lagi memakainya. Untuk formulanya sendiri, saya merasa Chanel Rouge Allure Velvet agak terasa kering (khususnya untuk warna-warna muda), tapi entah kenapa untuk warna-warna yang agak gelap seperti Rouge Vie ini justru formulanya lebih nyaman dan tahan lama.

MAC – Rebel

Lipstik yang satu ini katanya salah satu “best seller” dari MAC, karena warnanya bisa terlihat berbeda di tiap orang. Warnanya dideskripsikan sebagai “midtonal cream plum“. Meski warna ungunya kelihatan, menurut saya lipstik ini tetap wearable bahkan untuk orang yang nggak suka lipstik warna ungu. Tekstur satin-nya juga nyaman banget di bibir.

Shiseido VisionAiry Gel Lipstick – Shizuka Red

Shiseido baru saja mengeluarkan beberapa koleksi lipstik yang keren-keren banget, menurut saya. Salah satunya adalah gel lipstik ini yang teksturnya creamy banget, ringan di bibir, sedikit slippery memang tapi sangat sangat pigmented. Meski creamy, setelah beberapa jam warnanya jadi nempel banget di bibir, terlihat matte, dan tahan lama. Pilihan saya jatuh ke warna Shizuka Red, yang didefinisikan sebagai “cranberry“. Tapi entah kenapa kalau di swatch di tangan, warnanya seperti warna brick red dengan unsur warna cokelat oranye, sedangkan saat di swatch di bibir warnanya lebih ke arah maroon. Either way, warna ini cantik banget, unik, dan cocok untuk musim gugur.

Essence Velvet Matte Lipstick – No. 04 Hungry Pink

Lipstik yang satu ini lagi sering banget saya pakai (dan satu-satunya warna pink di daftar lipstik favorit musim gugur saya tahun ini). Sebenarnya warna No. 10 Greedy Coffee mungkin lebih cocok untuk musim gugur, tapi entah kenapa saya lebih suka warna Hungry Pink. Warna mauve pink yang feminin ini menurut saya cocok untuk dipakai sepanjang tahun.

Smashbox Always On Liquid Lipstick – Out Loud

Tidak banyak review soal liquid lipstick ini, padahal liquid lipstick keluaran Smashbox ini formulanya enak banget. Matte, tapi nggak bikin bibir kering. Warna Out Loud didefisikan sebagai “deep orange” dan warna ini benar-benar mengingatkan saya akan warna-warna daun di musim gugur.

Nars Powermatte Lip Pigment – Warm Leatherette

Saya biasanya nggak suka liquid lipstick yang tahan lama banget, karena biasanya begitu dipakai lebih dari 6 jam pasti akan terasa kering. Tapi tidak dengan liquid lipstick dari Nars ini. Setelah dipakai lebih dari 6 jam bahkan setelah makan dan minum, liquid lipstick ini masih nempel banget di bibir. Anehnya, nggak terasa kering sama sekali. Saya memang pakai lip balm sebelumnya, jadi walaupun hasilnya matte, rasanya tetap nyaman. Warm Leatherette ini didefinisikan sebagai warna “rich berry pink“. Nars memang selalu mengeluarkan koleksi lipstik dan makeup kualitas tinggi (harganya juga mahal, sih), saya pun tak pernah kecewa setiap membeli produk dari brand ini. Jadi, ya, kalau mau lipstik high-end yang bagus, wajib banget coba Nars. Nggak cuma liquid lipsticknya, karena Audacious Lipstick-nya juga favorit saya.

Kalau mau lihat berbagai macam swatches lipstick, cek saja akun Instagram saya @bluestellar_

My Favorite Lipsticks for Spring/Summer 2018

Spring sudah datang.. sebenarnya datangnya sudah lama, sih, hehe. Malah cuaca di Wina sekarang sudah mulai agak panas, jadi tampaknya summer sudah di depan mata nih.

Supaya nggak ketelatan, saya mau share beberapa lipstik pilihan saya untuk spring/summer tahun ini.

Art Deco – Rosewood

Art Deco Cosmetics merupakan brand kosmetik asal Jerman. Masih termasuk drugstore makeup karena harga-harga kosmetiknya cukup terjangkau. Menurut saya, sih, harganya tengah-tengah lah, tidak tergolong mahal alias high-end, tapi tidak bisa dibilang murah banget. Menurut saya kualitasnya sesuai dengan harganya (meski saya baru mencoba produk lipstiknya saja).

Ada beberapa lipstik Art Deco yang saya miliki, tapi favorit saya adalah warna Rosewood ini. Teksturnya matte tapi nyaman banget dan cukup tahan lama. Rosewood ini kalau saya coba deskripsikan adalah warna mid-tone rosy pink, jadi warnanya tidak tergolong nude tapi juga bukan warna terang. It’s an easy everyday color. Jadi buat orang yang nggak suka dengan warna ngejreng dan punya medium skin tone seperti saya, pasti akan suka dengan warna ini.

Marc Jacobs Le Marc Lip Crème – Strawberry Girl

Sudah lama sebenarnya saya tertarik dengan lipstik keluaran Marc Jacobs ini, tapi saya bingung ingin pilih warna apa. Akhirnya beberapa minggu lalu, saat ke Jerman dan menemukan Sephora saya pun memutuskan untuk membeli lipstik ini.

Pilihan saya jatuh ke warna Strawberry Girl, yang saya deskripsikan sebagai warm pink coral. Warnanya cantik banget! Cocok untuk suasana spring/summer. Selain itu, formulanya yang creamy nyaman banget dan cukup melembapkan. Ketahanannya juga oke, karena setelah makan dan minum, warnanya masih tetap nempel. Saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa warna coral yang saya miliki dan tidak ada satu pun yang warnanya mirip. Yes..! Nggak nyesal, deh, pilih warna ini.

L’Oreal x Balmain – Confession

Satu lagi warna lipstik dengan nuansa coral, tapi kali ini warnanya tampak lebih nude di bibir saya. Mungkin di bibir orang yang kulitnya lebih putih dari saya, warnanya tidak akan terlihat nude.

Saya juga coba membandingkan dengan beberapa lipstik nude serupa yang saya miliki dan warna ini cukup unik. I love this lipstick, karena formulanya yang nyaman di bibir, creamy meski teksturnya matte, dan cukup tahan lama.

Estee Lauder – Stronger

Kayaknya kurang seru kalau koleksi lipstik spring/summer tanpa warna pink keunguan favorit saya. Saya melihat koleksi lipstik Estee Lauder makin berkembang, karena makin banyak warna-warna bold yang keren banget.

Soal formula matte-nya juga nyaman di bibir dan sama sekali nggak bikin bibir jadi kering. Ketahanan lipstik ini di bibir juga oke banget, bahkan setelah makan dan minum, warnanya masih tampak jelas di bibir.

Maybelline x Gigi Hadid – Khair

Kalau soal lipstik matte keluaran drugstore, sudah pasti pilihan saya jatuh ke Maybelline. Saya selalu merasa cocok dengan formula matte dari lipstik Maybelline yang lembut, creamy, serta tahan lama (banget!).

Lipstik ini merupakan kolaborasi antara Maybelline dan Gigi Hadid. Saya memilih warna Khair, warna merah-oranye yang pas banget untuk spring/summer. Saya suka menggabungkan lipstik ini dengan lip liner dalam warna Austyn (juga dari koleksi Maybelline x Gigi Hadid) yang warnanya oranye terang. Dengan cara ini, warna bibir saya akan terlihat lebih intens warna oranye-nya.

Too Faced Melted Matte – It’s Happening

Hanya satu liquid lipstick yang masuk jadi favorit saya musim ini, yaitu Too Faced Melted Matte dalam warna It’s Happening (a bright magenta color).

Kalau suka pakai lipstik warna ngejreng, harus banget coba warna ini. Warnanya bold, intense, super pigmented, and super long wearing. Suka banget, deh, sama liquid lipstick yang satu ini.

MAC x Nicopanda – Toung ‘N’ Chic

Oke, oke.. warna plum seharusnya memang nggak masuk hitungan saat spring/summer ya. Tapi masalahnya saya lagi suka banget sama lipstik ini dan akhir-akhir ini lagi sering saya pakai.

Toung ‘N’ Chic merupakan warna plum yang sebenarnya menurut saya nggak terlalu gelap (nggak terkesan gothic atau vampy gitu), jadi masih oke untuk dipakai sehari-hari dan akan sangat cocok untuk dipakai saat pesta. Selain warnanya keren, saya juga suka banget formula matte-nya yang enak banget, bahkan terasa seperti nggak pakai lipstik. Ketika saya pikir warnanya sudah hilang pun, eh ternyata masih ada. Saatnya warnanya memudar, pengaplikasian ulangnya juga gampang dan nggak bikin bibir kering.

Oke itu dia pilihan lipstik saya untuk spring/summer kali ini. Saya nggak swatch lipstik-lipstik ini di bibir, karena sudah banyak swatches-nya di Instagram saya.

Silakan cek saja @bluestellar_

Thanks for reading this blog ❤️

Bright Bold Lipsticks for Summer

I hope it's not too late to talk about summer lipsticks! 

I always love bright and bold lipsticks.. makanya summer tuh pas banget, deh, buat saya pakai lipstik warna-warna terang.

summer lipsticks 2017 (1)

Oke, ini dia beberapa lipstik warna terang yang menjadi favorit saya di musim panas 2017.

Anastasia Beverly Hills liquid lipstick – Madison

Lipstik pilihan pertama saya adalah liquid lipstick dari Anastasia Beverly Hills (ABH). Sudah sejak lama saya penasaran dengan liquid lipstick ini dan akhirnya saya mendapatkannya dari kakak saya di US beberapa minggu lalu. Langsung saja liquid lipstick ini jadi favorit saya!

Suka banget sama warnanya yang bold, formulanya yang nyaman banget di bibir, dan tahan lama. Well, setelah makan makanan yang berminyak, memang warnanya akan pudar, tapi pengaplikasian ulangnya mudah dan bibir pun nggak kering, so big thumbs up for this one!

ABH Madison

Madison ini warnanya dideskripsikan sebagai "vibrant plum magenta". Kalau saya bilang, warnanya mirip-mirip dengan MAC Flat Out Fabulous, salah satu lipstik MAC favorit saya. Jadi warna ini (menurut saya) cocok banget untuk warna kulit saya. Di sebagian orang, warna ini mungkin terlihat lebih ungu, sementara di bibir saya warnanya pink-nya justru lebih kentara. Either way, this is such a gorgeous color!

MAC – Men Love Mystery

I loooooove purple lipsticks! Koleksi lipstik warna ungu saya juga sudah cukup banyak. Menurut saya, warna ini juga cocok banget dipakai saat summer, terutama warna ungu seperti ini.

MAC Men Love Mystery

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "Lavender Violet" dan di bibir saya warnanya memang tidak terlalu terang atau ngejreng, namun tetap menjadi warna yang stand out.

YSL Rouge Pur Couture The Mats No.215 Lust For Pink

Saya juga suka banget mengoleksi lipstik warna pink. Dari warna pink pucat, pink terang, hingga pink keunguan, semuanya ada.

Lipstik matte dari YSL ini merupakan salah satu favorit saya, karena formulanya yang nyaman banget di bibir. Hasil matte-nya memang terlihat sedikit creamy, jadi bukan dry matte kayak lipstik retro matte dari MAC.

YSL Lust For Pink

Warna Lust for Pink ini merupakan warna "cool fuchsia", yang kayaknya mirip-mirip dengan beberapa lipstik di koleksi saya. Ah well, saya suka banget formulanya. Makanya begitu ketemu warna pink yang pas, langsung saya beli, deh, hehe

Smashbox Be Legendary Lipstick – Matte Fireball

Saya baru-baru ini membeli produk lipstick dari Smashbox dan nggak menyangka kalau kualitasnya oke juga. Seri Be Legendary Lipstick ini sebenarnya hadir dalam dua formula, yaitu cream dan matte. Warnanya pun banyaaaaak banget. Sayangnya di toko kosmetik di Wina, saya hanya menemukan beberapa warna saja.

Awalnya saya nggak yakin memakai warna oranye terang, tapi kayaknya saat summer memang pas banget pakai lipstik warna seperti ini.

Smashbox Fireball

Fireball dideskripsikan sebagai warna "bright red orange", yang sebenarnya mirip dengan warna MAC Lady Danger. Namun menurut saya, Fireball sedikit lebih intens warnanya. Selain itu, formula matte-nya pun nyaman banget dan tahan lama. Sepertinya ini merupakan lipstik favorit saya saat ini, karena saya juga cukup sering memakainya.

Selain itu, warna red-orange seperti ini benar-benar ampuh membuat wajah saya terlihat lebih cerah.

MAC – Si, Si, Me! (Fruity Juicy Collection)

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi limited edition yang dirilis MAC musim panas tahun ini. Ada beberapa warna, mulai dari nude hingga warna yang agak gelap, yaitu warna Si, Si, Me! yang saya beli ini.

MAC Si Si Me

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "deep violet", namun di bibir saya warnanya justru terlihat seperti "deep berry". Warnanya memang bagus banget dan formulanya yang satin terasa lebih nyaman dibanding matte yang kadang-kadang terasa kering di bibir.

Estee Lauder Pure Color Love lipstick – Shock & Awe

Saya sebenarnya tidak pernah tertarik dengan lipstik keluaran Estee Lauder, karena image dari brand ini seperti untuk ibu-ibu (iya, sih, saya ibu-ibu, tapi brand ini merupakan brand kesayangan ibu saya, jadi ibu-ibunya lebih mature gitu).

Namun kayaknya brand ini ingin memudakan diri (terlihat dengan pemilihan modelnya) dan produk-produk makeup-nya pun dibuat lebih modern.

Contohnya, ya, koleksi Pure Color Love lipstick ini, yang terdiri dari beberapa formula, yaitu matte, cream, dan metalik. Saya memilih warna Shock & Awe, karena saya suka dengan warnanya yang bold. Sayangnya juga, pilihan warna koleksi ini sangat terbatas di sini (hiks!), padahal di US pilihan warnanya jauh lebih banyak.

Estee Lauder Shock & Awe

Shock & Awe di bibir saya seperti perpaduan warna pink dan merah yang intens. Warna ini cocok banget buat mereka yang ingin coba warna merah, tapi belum berani memakai warna "true red". Nah, lipstik perpaduan warna pink-merah ini bisa jadi pilihan.

Nars Audacious lipstick – Angela

Lipstik Nars yang satu ini bisa dibilang formula lipstik favorit saya. Teksturnya creamy, namun setelah beberapa saat bisa menjadi matte. Pigmentasinya oke banget dan tahan lama.

Nars Angela

Warna Angela dideskripsikan sebagai warna "pink orchid". Warnanya sangat terang, nyaris neon, dan perpaduan pink-ungu yang sangat feminin. Lipstik ini wajib banget saya pakai saat summer.

Kalau kamu sendiri, lipstik apa yang jadi favorit saat Summer?

Maybelline Matte Lipsticks: My Favorite Drugstore Lipstick!

I always love matte lipsticks.. tapi kadang lipstik seperti ini bisa bikin bibir kering, terutama saat cuaca dingin dan kering seperti di Wina sekarang ini. Walaupun sudah pakai lip balm, bibir bisa saja terasa sangat kering dan akhirnya kulit bibir mengelupas–very unacttractive indeed.

img_4844

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang koleksi matte lipstick dari Maybelline ini. Saya pertama kali membelinya pada awal tahun 2015, saat itu Maybelline meluncurkan 10 warna baru yang semuanya matte. Formulanya disebut creamy matte dan dari sejumlah beauty vlogger yang mengulasnya, mereka semua merekomendasikan lipstik ini. Tentu saja saya penasaran, dong.

Sayangnya, lipstik tersebut tidak keluar di Indonesia dan hanya di AS serta Kanada. Sebal kan, kenapa, sih, rangkaian lipstik Maybelline yang bagus nggak keluar di Indonesia? Jadilah saya beli online, via toko di Instagram, dan itu pun harus PO alias nunggu lama.

Begitu akhirnya lipstik itu ada di tangan, ya ampun senangnya saya. Lipstiknya benar-benar sesuai dengan bayangan saya. Tekstur creamy matte yang nyaman, tahan lama, dan ada wangi lembut seperti kue yang saya suka. Beda dengan beberapa lipstik Maybelline di Indonesia yang wanginya menyengat kayak permen karet.

img_4843

Dua warna yang saya beli adalah Touch of Spice dan Mesmerizing Magenta. Warna Touch of Spice ini merupakan warna favorit saya. Warna ini keluar pas zamannya warna mauve, plum, dan cokelat sepertinya mulai jadi favorit untuk warna lipstik. Nah, Touch of Spice itu perpaduan semua warna itu. Pas banget dan saya rasa bakal cocok dipakai oleh siapa saja.

maybelline-touch-of-spice

Sedangkan warna Mesmerizing Magenta tentu saja saya pilih, because I have a thing with fuchsia/magenta lipsticks. Saya juga suka warna ini. Warna magenta terang yang bikin wajah saya lebih cerah–seriously! Dan lagi, lipstik ini benar-benar tahan lama, bahkan setelah saya makan, masih ada sisa warnanya di bibir.

maybelline-mesmerizing-magenta

Mungkin karena lipstik ini cukup sukses (I don’t know, saya cuma berspekulasi), Maybelline mengeluarkan lagi warna-warna baru (yang lagi-lagi tentu saja tidak dirilis di Indonesia). Ketika saya pindah ke Austria, saya tentunya berharap rangkaian creamy matte ini bisa saya dapatkan di drugstore di sini. Well, saya nggak sepenuhnya benar.

Saya memang menemukan beberapa warna, tapi tidak banyak (huhu..). Sepertinya Maybelline memang membedakan koleksinya berdasarkan pasar, apakah itu pasar Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Anyway, saya menemukan dua warna yang saya suka, yaitu Clay Crush dan Red Sunset.

Warna Red Sunset saya beli waktu saya pergi ke Frankfurt. Jangan tertipu dengan namanya, karena warnanya sama sekali bukan merah. Warnanya pink terang dengan sedikit coral (sepertinya). This color is very bright, but it looks good against my skin.

maybelline-red-sunset

Selanjutnya adalah warna Clay Crush. Saya membelinya gara-gara saya melihat video salah satu vlogger yang bilang kalau warna nude ini bakal cocok untuk mereka yang memiliki kulit cokelat. Jadilah saya coba dan ternyata benar. Saya memang nggak terlalu suka warna nude, tapi warna ini sepertinya warna nude yang cocok untuk saya. Warnanya tidak membuat muka saya pucat, karena masih ada sedikit warna peach dan cokelat di dalamnya. Kalau warna Velvet Teddy dari MAC bagi saya terlalu nude, maka warna Clay Crush ini lebih cocok untuk saya.

maybelline-clay-crush

Nah, dua warna terakhir adalah koleksi terbaru dari Maybelline. Baru ada di drugstore di sini dan ditulisnya New Collection. Bukan dari seri creamy matte, tapi disebutnya Inti-matte nudes.

Saya langsung tertarik dengan warna Brown Sugar. Iya, akhir-akhir ini entah kenapa lagi suka lipstik warna cokelat. Saya melihatnya sebagai warna cokelat dengan campuran sedikit warna abu-abu, namun tidak membuat wajah saya jadi kusam–and I love it! Saya dulu beranggapan bahwa lipstik cokelat akan membuat kulit wajah saya terlihat gelap, tapi terbukti saya salah. Warna lipstik cokelat seperti ini ternyata juga cocok di kulit saya.

maybelline-brown-sugar

Terakhir adalah warna Smoky Rose. Sebenarnya saya sempat kepikiran ingin membeli warna Mehr dari MAC, yang lebih pink daripada Brave (karena Brave di bibir saya terlihat pucat). Tapi saya agak ragu dengan tekstur matte-nya yang terasa kering di bibir (nggak semua lipstik matte dari MAC formulanya terasa sama di bibir, ada yang kering, ada juga yang nyaman dipakai).

Untung saja saya nggak jadi beli Mehr, karena saya melihat warna Smoky Rose ini agak mirip. Well, saya tidak pernah membandingkannya, sih, tapi warna Smoky Rose merupakan warna pink muda yang saya cari-cari. Soft pink blue pink, dan yang pasti nggak bikin muka saya pucat. (Update: setelah saya bandingkan dengan MAC Mehr, ternyata warnanya memang mirip, tapi Mehr memiliki sedikit warna cokelat dibanding Smoky Rose)

maybelline-smoky-rose

Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk lipstik ini. Formulanya nyaman dipakai, tahan lama, matte, pilihan warnanya banyak (sayang tidak semuanya masuk ke Austria, I mean come on…), dan harganya di bawah 10 euro.

So, what do you think? Which one is your favorite?

Cek juga Instagram saya @bluestellar_

NYX Full Throttle Lipstick – Trickster (Review)

I always love NYX Cosmetics! Sejak kemunculan brand ini di Indonesia, saya selalu mengoleksi beberapa varian lipstiknya, dari yang matte, butter lipstick, soft matte lip cream (one of my favorite liquid lipstick, meski nggak pernah saya bikin review-nya di sini.. hehe), hingga butter gloss-nya.

NYX merupakan brand asal AS yang punya kualitas bagus dengan harga terjangkau. Ada pula beberapa warna yang bisa menjadi dupe dari lipstik high-end. Jadi buat yang nggak mau mengeluarkan uang banyak untuk lipstik bagus bisa cek beberapa produk NYX.

Selain lipstik, banyak juga, kok, produk NYX lainnya yang oke, seperti blush, bedak, primer, pensil alis, dan lain-lainnya. Saya punya beberapa, but I won’t talk about that right now, karena sebagai pencinta lipstik ulasan blog saya kali ini ya seputar lipstik lagi.

Baru-baru ini, NYX membuka toko pertamanya di Wina. Telat banget ya, dibanding Jakarta. Memang, sih, produknya sudah ada online dan di beberapa toko kecantikan seperti Douglas (toko kosmetik mirip kayak Sephora, tapi mereknya lebih banyak yang high-end).

Walaupun telat, koleksinya memuaskan banget. Dibanding Jakarta, yang kadang koleksi warnanya nggak lengkap, toko NYX di sini lengkap banget. Semua produk terbarunya pun ada (termasuk warna-warna baru NYX soft matte lip cream yang saya incar).

Setelah melihat-lihat koleksi lip cream, tiba-tiba saya melihat ada koleksi NYX Full Throttle Lipstick yang diklaim sebagai waterproof lipstick (hmm.. tempting). Warna pertama yang saya swipe di tangan adalah Trickster. I always have a thing with violet lipstick.

nyx-trickster-1

Saat saya swipe di tangan, teksturnya terasa berbeda. Lembut, tapi matte. Jadilah saya beli juga.. dan the best part is, harganya hanya €6.90 atau sekitar Rp103.500.

Menurut informasi di website NYX, varian lipstik ini punya 12 warna berbeda, dari nude, bright pink, deep red wine, hingga black purple. Full Throttle Lipstick juga didefinisikan sebagai berikut ini:

It’s the color addict’s ultimate fix and a makeup artist’s dream: Our new waterproof Full Throttle Lipstick covers your lips with super-saturated matte color and features a unique bullet with a beveled edge for lining, filling and perfecting your pout to your heart’s desire.

nyx-trickster-2

Bentuk lipstiknya ramping dan ujungnya agak kotak. Unik, sih, tapi lipstik ramping kayak gini memang agak ringkih, jadi jangan dikeluarkan terlalu banyak atau dipakai dengan cara ditekan karena bisa patah (and you definitely don’t want that).

Warna Trickster ini dideskripsikan sebagai warna “Bright violet mauve“. Saya suka banget warnanya, karena ini merupakan tipe warna violet yang pas banget untuk kulit saya.

nyx-trickster-on-my-lips

Teksturnya juga lembut banget di bibir, beda dengan lipstik matte yang kadang terkesan “heavy” di bibir. Warnanya juga cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam. Setelah makan, biasanya warnanya agak sedikit pudar, namun stain-nya masih tetap ada. Saya beri nilai lipstik ini 8/10.

Oh iya, saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa lipstik milik saya. Ternyata warnanya mirip banget dengan lipstik YSL Rouge Pur Couture N°58 Mauve Nihiliste, tapi lipstik YSL ini teksturnya lebih creamy dan sedikit mengilap. Sedangkan MAC Invite Intrigue (warna Limited Edition dari koleksi Blue Nectar) warnanya lebih pink dan Urban Decay Bittersweet warnanya lebih ungu, teksturnya lebih matte, dan lebih pekat.

nyx-comparison-dupe

 

La Vie en Rose Lipstick Collection from L’Oreal Paris–Perfect for Pink Lipstick Lovers!

L’Oreal baru saja meluncurkan varian lipstik terbaru yang dinamakan La Vie en Rose. Setelah merilis rangkaian lipstik nude dan red, kini giliran lipstik dengan nuansa warna pink–so I’m very excited about this.

I know.. Saya punya banyak sekali lipstik warna pink. Meski orang bilang warna lipstik saya sama-sama saja, menurut saya, sih, beda kok… Beda tipis, hehe.

Bicara soal rangkaian lipstik ini, L’Oreal mengklaim pilihan warna lipstiknya akan cocok dengan perempuan Indonesia. Memang, sih, untuk cewek dengan kulit sawo matang yang punya tone hangat, biasanya akan kesulitan menemukan warna pink yang tepat. Itu karena pink sendiri memiliki tone dingin. Jadi nggak semua warna pink bisa cocok di kulit orang Indonesia.

Ada enam warna lipstik yang terdapat di rangkaian ini. Kalau saya lihat di beberapa review, varian warna yang diluncurkan di sini berbeda dengan di negara-negara lain. Jadi pilihan warnanya memang benar-benar disesuaikan dengan konsumen di sini.

Warna lipstik ini juga terinspirasi dari enam global brand ambassador L’Oreal, yaitu Eva Longoria, Aishwarya Rai, Blake Lively, Liya Kebede, Doutzen Kroes, dan Jennifer Lopez.

 

From left to right: Eva’s pink (Nymphea), Aishwarya’s pink (Iris), Blake’s pink (Primrose), Liya’s pink (Fuchsia), Doutzen’s pink (Camelia), JLo’s pink (Rose Lotus)

Eva’s pink
dinamakan Nymphea, yaitu warna pink dengan campuran peach kecokelatan (this is an everyday pink lipstick, very feminine).

Aishwarya’s pink dinamakan Iris, yaitu warna pink dengan campuran soft beige.

Blake’s pink dinamakan Primrose, yaitu warna bright coral pink (I love how bright this lipstick, but still very wearable.. and it makes my face look brighter).

Liya’s pink dinamakan Fuchsia, yaitu warna dark pink. (It’s a bright fuchsia, but still very wearable for daytime look).

Doutzen’s pink dinamakan Camelia, yaitu warna pink lilac yang menyala.

JLo’s pink dinamakan Rose Lotus, yaitu warna purplish pink alias pink keunguan (it looks very dark in the tube, but the color is a really nice combination of purple and pink, the darker version of Liya’s pink/fuchsia).

Saat pertama kali dipakai, saya merasa warnanya agak sheer. Masalah utama yang saya miliki adalah warna bibir yang agak gelap di garis terluarnya. Nah, untuk menutupinya saya perlu beberapa kali sapuan lipstik ini, terutama untuk yang warna muda. Meskipun harus disapukan berulang-ulang, pigmentasinya tetap bagus, hasilnya matte, dan tahan lama (bahkan setelah beberapa jam, makan, dan minum, warnanya tetap nempel di bibir). Khusus untuk warna JLo alias Rose Lotus, warnanya lebih pekat, mungkin karena warnanya paling gelap di antara yang lain.

Lipstik ini memiliki formula yang sama dengan lipstick Color Riche dari L’Oreal. Meski dibilang matte, teksturnya beda dengan Moist Matte-nya L’Oreal, padahal tekstur itu yang menurut saya paling nyaman di bibir.

Sementara untuk koleksi La Vie en Rose ini, khusus untuk yang warnanya agak muda, setelah beberapa jam jadi membuat garis-garis kering di bibir saya tampak jelas. Namun lagi-lagi, untuk warna yang lebih gelap tidak ada masalah. Justru tampilannya lebih tahan lama dan terlihat lebih matte.

Warna favorit saya sudah pasti JLo’s pink, karena warna pink-keunguan memang warna saya banget! Tapi saya juga suka Blake’s pink yang bikin wajah saya terlihat segar.

 

Left: JLo’s pink – Rose Lotus, Right: Blake’s pink – Primrose

IMG_1657
Doutzen’s pink (Camelia) on my lips
Saya memberi nilai 7/10 untuk formula dan teksturnya, serta nilai 9/10 untuk pilihan warnanya.. Cause I love all the colors! Dan memang benar, semuanya cocok untuk skintone cewek Indonesia.