Favorite Fall Lipsticks 2017

Hello, saya sepertinya sudah membiarkan blog ini terbengkalai selama dua bulan lebih. Oops.. my bad. Akhir-akhir ini saya memang lagi suka bikin vlog dan kebetulan juga ibu saya sedang berkunjung ke Wina, jadi kami memang beberapa kali pergi keluar kota. Silakan cek YouTube channel saya jika tertarik 🙂

Oke, sekarang saya akan membahas tentang lipstik lagi.. yeah! Tak terasa sudah masuk ke musim gugur lagi dan ini merupakan musim gugur kedua saya di Austria. I always love autumn… dan suasana musim gugur selalu membuat saya ingin pakai warna lipstik dengan nuansa musim gugur (warna kecokelatan, oranye, dan merah).

fall lipsticks 2017 (2)

Kalau dilihat-lihat warna lipstik favorit saya kali ini memang serupa dan senada, serta tidak ada sama sekali warna nude. Yaa.. karena saya tidak begitu suka warna nude. Sering kali lipstik warna nude malah membuat wajah saya tampak pucat dan saya juga lebih sering memilih memakai lipstik warna intens tanpa riasan wajah tebal.

Ini dia 6 lipstik (termasuk liquid lipstik) yang jadi favorit saya di musim gugur kali ini.

MAC – Chili

Sepertinya bukan rahasia lagi kalau lipstik matte dari MAC merupakan salah satu lipstik favorit saya. Warna Chili ini juga merupakan salah satu warna favorit saya. Chili dideskripsikan sebagai warna “brownish orange-red”. Menurut saya, ini merupakan warna yang cocok banget buat orang-orang yang memiliki warm skintone seperti saya. Perpaduan warna oranye dan merahnya sangat unik, sekaligus bisa membuat warna kulit tampak cerah. Kadang-kadang warnanya tampak lebih merah, tapi kadang bisa terlihat oranye kecokelatan. Selain itu tekstur matte-nya nyaman banget, creamy, dan tahan lama.

mac chili

Urban Decay Vice Lipstick – Moshpit

Setiap kali saya membeli Urban Decay Vice Lipstick, saya tidak pernah menyesal. Moshpit dideskripsikan sebagai warna “berry plum” dengan tekstur cream. Meski teksturnya cream, lipstik ini sangat opaque, nyaman di bibir, nggak bikin bibir kering, dan warnanya tahan lama. Awalnya saya pikir warna lipstik ini gelap banget, tapi ternyata nggak terlalu, kok. It is dark, but not too dark. Warnanya sangat wearable dan nggak akan bikin kita terlihat gothic.

urban decay moshpit

Sephora Cream Lip Stain – No.25 Coral Sunset

Sejak saya berkenalan dengan liquid lipstick dari Sephora ini saya langsung jatuh cinta! Hasilnya dry matte, tapi sama sekali nggak bikin bibir kering. Pilihan warnanya banyak, bagus-bagus, dan harganya cukup terjangkau (tidak semahal liquid lipstick dari MAC, tapi kualitasnya hampir sama.. atau bahkan lebih bagus). Warna yang saya pilih adalah Coral Sunset. Dari namanya saja sudah ketebak ya warnanya seperti apa, campuran antara oranye dan cokelat yang bagus banget. Memang agak mirip dengan MAC Chili, tapi warna Chili lebih ke arah merah sementara Coral Sunset lebih ke arah burnt orange.

sephora coral sunset

Rollover Reaction – Maxwell

Sudah sejak lama saya ingin mencoba liquid lipstick lokal asli dari Indonesia. Sayangnya, saya selalu kehabisan saat ingin membeli di website-nya. Ternyata.. sepupu saya membelikan ini dan menitipkan untuk dibawa ke Austria, huaaa terharu. Pas banget pula warnanya memang yang saya mau. Warna ini dideskripsikan sebagai “brown-ish red”. Di bibir saya, sih, lebih kentara warna cokelatnya ya. Namun yang bikin saya kagum adalah formula liquid lipstick ini yang nyaman banget di bibir, nggak kalah dengan lipstik-lipstik buatan luar negeri. Teksturnya mirip mousse, jadi agak kental, tapi saat dipakai di bibir agak sheer, sehingga harus dipakai beberapa kali agar warnanya pekat. Liquid lipstick ini sama sekali nggak bikin bibir kering, cukup tahan lama, dan meninggalkan stain setelah beberapa jam. Suka banget dengan produk ini!

rollover reaction maxwell

NYX Liquid Suede Metallic Matte – Biker Babe

Awalnya saya sempat ragu dengan warna metallic. Tapi beberapa tahun terakhir setelah liquid lipstick jadi tren, muncul juga tren liquid lipstick dengan warna metallic matte. Saya pun penasaran dengan koleksi terbaru NYX yang baru diluncurkan pertengahan 2017 kemarin. Saya pun kaget ternyata produk ini melebihi ekspektasi saya. Teksturnya nyaman banget di bibir dan ternyata warna metallic matte itu keren juga ya. Saya pilih warna Biker Babe yang dideskripsikan sebagai warna “burgundy”. Warnanya cukup vampy dan saya pikir cocok banget untuk musim gugur.

nyx biker babe

Estee Lauder Pure Color Envy Matte – Raw Edge

Dibandingkan dengan warna-warna lipstik sebelumnya, warna lipstik yang satu ini cenderung netral. Di bibir saya, lipstik ini tampak memiliki perpaduan warna cokelat dan pink, sehingga bisa dipakai kapan saja dan dipadankan dengan riasan mata warna apa pun. Saya baru pertama kali membeli lipstik Estee Lauder Pure Color Envy Matte ini, and I’ve gotta say, I really like it. Tekstur matte-nya nyaman banget dan nggak bikin bibir kering. Saya jadi penasaran banget dengan warna-warna lainnya, karena ada beberapa warna bold yang sangat menarik (menurut saya).

estee lauder raw edge

Berikut ini swatches lipstik-lipstik tersebut di tangan saya.

fall lipsticks 2017 (3)fall lipsticks 2017 (4)fall lipsticks 2017 (5)

Oke.. itu dia enam lipstik yang lagi sering saya pakai akhir-akhir ini, untuk menyesuaikan dengan warna-warna dedaunan musim gugur di Wina, hehe. Semoga terhibur dengan isi blog ini.. dan semoga nggak bosan dengan pembahasan soal lipstik 😄<<<<<<<<<<<
<<<<<<

Advertisements

Bright Bold Lipsticks for Summer

I hope it's not too late to talk about summer lipsticks! 

I always love bright and bold lipsticks.. makanya summer tuh pas banget, deh, buat saya pakai lipstik warna-warna terang.

summer lipsticks 2017 (1)

Oke, ini dia beberapa lipstik warna terang yang menjadi favorit saya di musim panas 2017.

Anastasia Beverly Hills liquid lipstick – Madison

Lipstik pilihan pertama saya adalah liquid lipstick dari Anastasia Beverly Hills (ABH). Sudah sejak lama saya penasaran dengan liquid lipstick ini dan akhirnya saya mendapatkannya dari kakak saya di US beberapa minggu lalu. Langsung saja liquid lipstick ini jadi favorit saya!

Suka banget sama warnanya yang bold, formulanya yang nyaman banget di bibir, dan tahan lama. Well, setelah makan makanan yang berminyak, memang warnanya akan pudar, tapi pengaplikasian ulangnya mudah dan bibir pun nggak kering, so big thumbs up for this one!

ABH Madison

Madison ini warnanya dideskripsikan sebagai "vibrant plum magenta". Kalau saya bilang, warnanya mirip-mirip dengan MAC Flat Out Fabulous, salah satu lipstik MAC favorit saya. Jadi warna ini (menurut saya) cocok banget untuk warna kulit saya. Di sebagian orang, warna ini mungkin terlihat lebih ungu, sementara di bibir saya warnanya pink-nya justru lebih kentara. Either way, this is such a gorgeous color!

MAC – Men Love Mystery

I loooooove purple lipsticks! Koleksi lipstik warna ungu saya juga sudah cukup banyak. Menurut saya, warna ini juga cocok banget dipakai saat summer, terutama warna ungu seperti ini.

MAC Men Love Mystery

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "Lavender Violet" dan di bibir saya warnanya memang tidak terlalu terang atau ngejreng, namun tetap menjadi warna yang stand out.

YSL Rouge Pur Couture The Mats No.215 Lust For Pink

Saya juga suka banget mengoleksi lipstik warna pink. Dari warna pink pucat, pink terang, hingga pink keunguan, semuanya ada.

Lipstik matte dari YSL ini merupakan salah satu favorit saya, karena formulanya yang nyaman banget di bibir. Hasil matte-nya memang terlihat sedikit creamy, jadi bukan dry matte kayak lipstik retro matte dari MAC.

YSL Lust For Pink

Warna Lust for Pink ini merupakan warna "cool fuchsia", yang kayaknya mirip-mirip dengan beberapa lipstik di koleksi saya. Ah well, saya suka banget formulanya. Makanya begitu ketemu warna pink yang pas, langsung saya beli, deh, hehe

Smashbox Be Legendary Lipstick – Matte Fireball

Saya baru-baru ini membeli produk lipstick dari Smashbox dan nggak menyangka kalau kualitasnya oke juga. Seri Be Legendary Lipstick ini sebenarnya hadir dalam dua formula, yaitu cream dan matte. Warnanya pun banyaaaaak banget. Sayangnya di toko kosmetik di Wina, saya hanya menemukan beberapa warna saja.

Awalnya saya nggak yakin memakai warna oranye terang, tapi kayaknya saat summer memang pas banget pakai lipstik warna seperti ini.

Smashbox Fireball

Fireball dideskripsikan sebagai warna "bright red orange", yang sebenarnya mirip dengan warna MAC Lady Danger. Namun menurut saya, Fireball sedikit lebih intens warnanya. Selain itu, formula matte-nya pun nyaman banget dan tahan lama. Sepertinya ini merupakan lipstik favorit saya saat ini, karena saya juga cukup sering memakainya.

Selain itu, warna red-orange seperti ini benar-benar ampuh membuat wajah saya terlihat lebih cerah.

MAC – Si, Si, Me! (Fruity Juicy Collection)

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi limited edition yang dirilis MAC musim panas tahun ini. Ada beberapa warna, mulai dari nude hingga warna yang agak gelap, yaitu warna Si, Si, Me! yang saya beli ini.

MAC Si Si Me

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "deep violet", namun di bibir saya warnanya justru terlihat seperti "deep berry". Warnanya memang bagus banget dan formulanya yang satin terasa lebih nyaman dibanding matte yang kadang-kadang terasa kering di bibir.

Estee Lauder Pure Color Love lipstick – Shock & Awe

Saya sebenarnya tidak pernah tertarik dengan lipstik keluaran Estee Lauder, karena image dari brand ini seperti untuk ibu-ibu (iya, sih, saya ibu-ibu, tapi brand ini merupakan brand kesayangan ibu saya, jadi ibu-ibunya lebih mature gitu).

Namun kayaknya brand ini ingin memudakan diri (terlihat dengan pemilihan modelnya) dan produk-produk makeup-nya pun dibuat lebih modern.

Contohnya, ya, koleksi Pure Color Love lipstick ini, yang terdiri dari beberapa formula, yaitu matte, cream, dan metalik. Saya memilih warna Shock & Awe, karena saya suka dengan warnanya yang bold. Sayangnya juga, pilihan warna koleksi ini sangat terbatas di sini (hiks!), padahal di US pilihan warnanya jauh lebih banyak.

Estee Lauder Shock & Awe

Shock & Awe di bibir saya seperti perpaduan warna pink dan merah yang intens. Warna ini cocok banget buat mereka yang ingin coba warna merah, tapi belum berani memakai warna "true red". Nah, lipstik perpaduan warna pink-merah ini bisa jadi pilihan.

Nars Audacious lipstick – Angela

Lipstik Nars yang satu ini bisa dibilang formula lipstik favorit saya. Teksturnya creamy, namun setelah beberapa saat bisa menjadi matte. Pigmentasinya oke banget dan tahan lama.

Nars Angela

Warna Angela dideskripsikan sebagai warna "pink orchid". Warnanya sangat terang, nyaris neon, dan perpaduan pink-ungu yang sangat feminin. Lipstik ini wajib banget saya pakai saat summer.

Kalau kamu sendiri, lipstik apa yang jadi favorit saat Summer?

Rouge Dior Lipstick Review: Classic Matte & Mysterious Matte

Halo.. sepertinya sudah lama saya tidak mengulas seputar lipstik. Masih banyak lipstik yang ingin saya review, tapi kadang-kadang belum mood untuk menulis atau tidak sempat (kayak sibuk aja, hehe..).

Kali ini saya akan mengulas lipstik matte keluaran Dior. Sama seperti Chanel, YSL, dan sebagainya, merek yang satu ini memang tergolong high-end. Kosmetik Dior dan produk kecantikannya juga sebenarnya sudah ada sejak lama.

rouge dior lipstick (7)

Saya masih ingat dulu waktu saya masih kecil, ibu saya sering memakai kosmetik keluaran merek tersebut. Tapi kemudian namanya seperti meredup (atau mungkin di Jakarta saja yang tidak ada ya, I don’t know). Begitu kosmetik (khususnya lipstik menjadi makin tren), muncul lagi deh koleksi Dior dan tentu produknya pun lebih beragam.

Waktu di Jakarta, saya nggak begitu tertarik untuk membeli lipstik Dior. Alasannya, tentu karena mahal dan saya merasa pilihan warnanya kurang menarik (beda dengan YSL yang sepertinya punya pilihan warna lipstik yang berbeda). Tapi begitu di Wina, saya memiliki “privilege” untuk membeli lipstik ini dengan harga miring di bawah harga retail (tenang saja, barangnya asli, kok, bukan KW or replika).

Jadilah saya membeli dua lipstik jenis matte dari Dior ini. Kenapa jenis matte? Karena memang saya paling suka lipstik jenis matte dibanding jenis creamy apalagi glossy. Alasan kedua, karena ketika saya beli, produk tersebut tergolong baru.

Ada dua warna yang menjadi pilihan saya, yaitu No. 772 Classic Matte dan No. 897 Mysterious Matte.

Classic Matte merupakan warna “rosy pink” yang natural. Ini merupakan warna universal yang menurut saya bisa dipakai oleh siapa saja, apa pun warna kulit mereka. Saya pun sudah beberapa kali merekomendasikan warna lipstik ini ke beberapa teman saya.. and they all love it! Ada teman saya merasa warna lipstik ini lebih ke cokelat, namun di bibir saya warnanya lebih cenderung pink.

rouge dior lipstick classic matte
Rouge Dior Lipstick No. 772 Classic Matte

Mysterious Matte merupakan warna “berry pink” yang juga cocok untuk siapa saja. Bagi saya yang memiliki warna kecokelatan, warna ini membuat penampilan wajah saya lebih segar (karena saya nggak suka dengan lipstik yang justru membuat wajah saya tampak kusam).

rouge dior lipstick mysterious matte
Rouge Dior Lipstick No. 897 Mysterios Matte

Untuk formulanya, saya lebih suka formula lipstik Dior ini ketimbang Chanel, yang menurut saya setelah dipakai beberapa lama akan terasa kering. Lipstik matte Dior ini memiliki tekstur matte yang nyaman dan nggak bikin bibir kering. Warnanya pun cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam warnanya masih melekat di bibir.

Jika dilihat dari packaging-nya, menurut saya koleksi Rouge Dior Lipstick ini cenderung biasa, jika dibandingkan dengan lipstik high-end lainnya. But then again, yang penting kan isinya bukan cuma kemasannya.

Secara keseluruhan saya beri nilai lipstik ini: 9/10.

(PS: Di foto swatch lipstik ini saya memberi watermark @bluestellar_ yang merupakan akun Instagram baru saya, yang isinya tentang lipstik, lipstik, dan lipstik 😀 akun ini sekaligus jadi pengingat buat saya, kalau saya sudah punya beberapa lipstik dengan warna serupa dan mungkin bisa menjadi referensi buat siapa saja yang mau beli lipstik warna tertentu. Silakan dicek jika tertarik).

Wardah Longlasting Lipstick Review (Stylish Mocca & Lustrous Red)

Oh.. It’s Wardah lipsticks again. Sebenarnya rangkaian Longlasting Lipstick dari Wardah ini keluar sebelum seri Intense Matte Lipstick yang juga pernah saya tulis di blog ini. Namun saya baru-baru ini mendapat kiriman lipstik tersebut dari mama saya. Entah kenapa mama mengirimi saya lipstik ini dan awalnya saya pun merasa tidak tertarik dengan warnanya. Setelah saya coba, hmm.. ternyata warnanya bagus juga!

Mirip dengan seri Wardah Intense Matte Lipstick, seri Longlasting Lipstick ini juga merupakan lipstik jenis matte. Lipstik ini juga diklaim memiliki kandungan jojoba oil, sehingga nggak bikin bibir kering, meskipun jenisnya matte.

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-2

Mari bicara soal warna pertama yang saya miliki, yaitu No.10 Stylish Mocca. I love this color! Like I said in some of my posts about lipsticks, warna-warna kecokelatan atau earthy colors, sepertinya akan jadi warna yang masih terus diminati. Warna ini kalau menurut saya adalah warna terracotta yang cantik. Pas banget dengan warna kulit saya, tidak terlalu cokelat, dan punya sedikit unsur warna oranye gelap. Warnanya juga mengingatkan saya akan warna MAC Retro. Jadi jika ingin punya warna mirip dengan harga jauh lebih murah, bisa memilih lipstik Wardah ini.

Sementara itu, warna berikutnya adalah No. 12 Lustrous Red. Jika dilihat di foto, warnanya seperti tidak berbeda jauh dengan Stylish Mocca. Jadi warnanya merahnya nggak bisa dibilang true red, ada sedikit campuran warna cokelat dan oranye di dalamnya. Saya juga suka dengan warna ini, karena berbeda dengan lipstik warna merah saya lainnya. Saya coba bandingkan dengan beberapa lipstik merah milik saya dan tidak ada warna yang benar-benar mirip.

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-4

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-1

Untuk formula, bisa dibilang mirip-mirip dengan Intense Matte Lipstick, yaitu matte dan nyaman di bibir. Namun saya nggak bisa bilang lipstik ini melembapkan, karena setelah lebih dari 5 jam, bibir saya terasa agak kering. Saya tidak tahu apakah karena bibir saya atau formulanya atau karena memang udara yang sangat sangat dingin di Wina ini bisa membuat segala macam jadi kering (termasuk bibir dan kulit saya).

Secara keseluruhan saya beri nilai 8,5/10 untuk seri lipstik ini. Saya suka banget pilihan warnanya yang menarik dan pigmentasinya yang bagus. Sekali swipe saja, warnanya sudah sangat pekat di bibir.

MAC Lipstensity Review (Smoked Almond, Lobster, Ambrosial)

September 2016 lalu, MAC meluncurkan rangkaian lipstik baru yang dinamakan Liptensity. Warna lipstik yang ditawarkan lebih intens dan pekat, namun teksturnya sendiri creamy dan bukan matte.

Kalau di website-nya, rangkaian lipstik ini dideskripsikan sebagai berikut:

A brilliant new Lipstick formula that pushes the boundaries of colour. Each Lipstick holds intense amounts of pigment, resulting in extreme colour intensity, clarity and vibrancy. This luxurious gelled base melts on contact, providing fully saturated colour with a satin finish in one stroke.

Ada 24 warna MAC Lipstensity, dari warna-warna nude, cokelat, pink, merah, hingga warna-warna unik, seperti abu-abu, biru, dan hitam.

Pilihan pertama saya jatuh pada warna Smoked Almond. Saya sebenarnya selalu merasa kesulitan mencari warna nude, karena biasanya nude bisa menjadi sangat pucat sementara saya ingin nude yang agak berwarna (if that makes any sense) supaya wajah saya nggak ikutan pucat.

Smoked Almond ini didefinisikan sebagai warna “bright rosebrown”. Kalau saya sendiri melihatnya warna cokelat muda yang hangat dengan sedikit campuran warna peach. Di bibir saya, warna ini sangat pas untuk tampilan sederhana, terutama saat saya lagi nggak kepengen pakai lipstik warna mencolok. And I think this is the perfect nude/neutral lipstick for me.

Lalu, saya juga punya Ambrosial, yang didefinisikan sebagai warna “bright plum pink“. Benar saja jika disebut “bright”, karena warnanya memang terang banget di bibir. Entah kenapa di bibir saya warna plum-nya tidak begitu kelihatan, lebih ke warna bright fuchsia. Tapi saya memang selalu suka lipstik dengan campuran warna pink dan ungu seperti ini.

Terakhir, warna yang saya miliki adalah Lobster. Sebenarnya saya ingin mengoleksi beberapa warna lainnya, tapi saya bingung memilih yang mana. Akhirnya pilihan saya jatuh ke warna yang didefinisikan sebagai “burnt orange” ini, dengan anggapan saya tidak memiliki cukup banyak lipstik oranye. Saya malah melihat warna ini sebagai bright orange, karena memang warnanya sangat terang.

mac-lipstensity-swatches-on-lips

Secara keseluruhan, saya suka rangkaian MAC Lipstensity ini, karena pigmentasinya warnanya yang bagus dan pilihan warnanya yang beragam. Teksturnya yang creamy juga nyaman banget di bibir dan nggak bikin bibir kering. Tentu saja, karena bukan lipstik matte, lipstik ini mudah banget nempel di mana-mana dan ketahanannya nggak lebih dari 5 jam. Rangkaian lipstik ini saya beri nilai 8/10.

 

NYX Full Throttle Lipstick – Trickster (Review)

I always love NYX Cosmetics! Sejak kemunculan brand ini di Indonesia, saya selalu mengoleksi beberapa varian lipstiknya, dari yang matte, butter lipstick, soft matte lip cream (one of my favorite liquid lipstick, meski nggak pernah saya bikin review-nya di sini.. hehe), hingga butter gloss-nya.

NYX merupakan brand asal AS yang punya kualitas bagus dengan harga terjangkau. Ada pula beberapa warna yang bisa menjadi dupe dari lipstik high-end. Jadi buat yang nggak mau mengeluarkan uang banyak untuk lipstik bagus bisa cek beberapa produk NYX.

Selain lipstik, banyak juga, kok, produk NYX lainnya yang oke, seperti blush, bedak, primer, pensil alis, dan lain-lainnya. Saya punya beberapa, but I won’t talk about that right now, karena sebagai pencinta lipstik ulasan blog saya kali ini ya seputar lipstik lagi.

Baru-baru ini, NYX membuka toko pertamanya di Wina. Telat banget ya, dibanding Jakarta. Memang, sih, produknya sudah ada online dan di beberapa toko kecantikan seperti Douglas (toko kosmetik mirip kayak Sephora, tapi mereknya lebih banyak yang high-end).

Walaupun telat, koleksinya memuaskan banget. Dibanding Jakarta, yang kadang koleksi warnanya nggak lengkap, toko NYX di sini lengkap banget. Semua produk terbarunya pun ada (termasuk warna-warna baru NYX soft matte lip cream yang saya incar).

Setelah melihat-lihat koleksi lip cream, tiba-tiba saya melihat ada koleksi NYX Full Throttle Lipstick yang diklaim sebagai waterproof lipstick (hmm.. tempting). Warna pertama yang saya swipe di tangan adalah Trickster. I always have a thing with violet lipstick.

nyx-trickster-1

Saat saya swipe di tangan, teksturnya terasa berbeda. Lembut, tapi matte. Jadilah saya beli juga.. dan the best part is, harganya hanya €6.90 atau sekitar Rp103.500.

Menurut informasi di website NYX, varian lipstik ini punya 12 warna berbeda, dari nude, bright pink, deep red wine, hingga black purple. Full Throttle Lipstick juga didefinisikan sebagai berikut ini:

It’s the color addict’s ultimate fix and a makeup artist’s dream: Our new waterproof Full Throttle Lipstick covers your lips with super-saturated matte color and features a unique bullet with a beveled edge for lining, filling and perfecting your pout to your heart’s desire.

nyx-trickster-2

Bentuk lipstiknya ramping dan ujungnya agak kotak. Unik, sih, tapi lipstik ramping kayak gini memang agak ringkih, jadi jangan dikeluarkan terlalu banyak atau dipakai dengan cara ditekan karena bisa patah (and you definitely don’t want that).

Warna Trickster ini dideskripsikan sebagai warna “Bright violet mauve“. Saya suka banget warnanya, karena ini merupakan tipe warna violet yang pas banget untuk kulit saya.

nyx-trickster-on-my-lips

Teksturnya juga lembut banget di bibir, beda dengan lipstik matte yang kadang terkesan “heavy” di bibir. Warnanya juga cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam. Setelah makan, biasanya warnanya agak sedikit pudar, namun stain-nya masih tetap ada. Saya beri nilai lipstik ini 8/10.

Oh iya, saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa lipstik milik saya. Ternyata warnanya mirip banget dengan lipstik YSL Rouge Pur Couture N°58 Mauve Nihiliste, tapi lipstik YSL ini teksturnya lebih creamy dan sedikit mengilap. Sedangkan MAC Invite Intrigue (warna Limited Edition dari koleksi Blue Nectar) warnanya lebih pink dan Urban Decay Bittersweet warnanya lebih ungu, teksturnya lebih matte, dan lebih pekat.

nyx-comparison-dupe

 

Chanel Rouge Coco Stylo 212 Recit (Review)

Huwoo.. lipstik baru lagi. Entah lagi dapat pencerahan apa tiba-tiba suami membelikan saya ini, hehe. Katanya buat dibikin review di blog. Baiklah kalau begitu, langsung saya tulis, deh.

Perkenalan dulu deh sama koleksi terbarunya Chanel ini. Well, nggak baru-baru amat, sih, karena sebenarnya diluncurkan pada Spring 2016 kemarin. Ah well, masih dalam satu tahun yang sama toh, jadi bisa dianggap baru juga.

Kalau menurut deskripsi di website Chanel, Rouge Coco Stylo ini perpaduan antara lipstik dan perawatan untuk bibir.

chanel-rouge-coco-stylo-212-1

The intensity of a lipstick, the shine of a lipgloss and the comfort of a lip balm — all in one creamy yet lightweight formula. This innovative formula is enriched with nourishing Apple Seed Extract and hydrating Jojoba Oil and Coconut Oil. Silk Powder, Beeswax and special ingredients help visibly smooth, plump and add brilliant 3D shine to the lips. A spectrum of eight irresistible shades features pinks, reds, nudes and corals. In a convenient, twist-up ‘stylo’ form to write your colour signature.

Kalau lipstik matte, saya sudah punya terlalu banyak, jadi lipstik yang glossy dan lembap merupakan sesuatu yang jarang saya gunakan. Namun saat udara dingin sepertinya lipstik dengan kandungan moisturizer kayak gini memang sangat penting.

Ada 8 pilihan warna untuk koleksi Rouge Coco Stylo ini, yaitu:

  • Conte (202): baby pink
  • Article (204): bright warm tangerine
  • Histoire (206): bright coral
  • Roman (208): bright fuchsia pink
  • Recit (212): reddish plum
  • Message (214): warm raspberry pink
  • Lettre (216): soft rose pink
  • Script (218): nude pink-brown

Saya memilih warna Recit, karena melihat bahwa warna itu yang cocok untuk warna kulit saya. Saya juga naksir warna Roman dan Message, tapi takutnya sudah banyak lipstik saya yang warnanya mirip-mirip seperti itu. Lagipula saya pikir warna Recit ini juga akan cocok dipakai saat musim gugur.

chanel-rouge-coco-stylo-212-3

Oke, sekarang saya review soal formulanya. Saat dipulaskan memang terasa ringan, glossy, nyaman di bibir dan melembapkan, tapi warnanya tetap opaque. Karena teksturnya yang bukan matte, makanya lipstik ini cepat pudar. Setelah makan mungkin masih ada stain, tapi setelah beberapa jam kemudian warnanya cepat hilang.

chanel-rouge-coco-stylo-212-4

Selain itu, hati-hati saat memutar lipstik stylo ini, karena teksturnya yang creamy lipstiknya gampang sekali tercungkil atau bahkan patah (hiii.. tragedi banget itu).

Satu hal yang paling saya suka adalah packagingnya yang sleek, mirip seperti bolpen. Memang kalau lipstik high-end selalu menang di kemasan yang mewah. Secara keseluruhan saya beri lipstik ini nilai 8,5/10.