Wardah Longlasting Lipstick Review (Stylish Mocca & Lustrous Red)

Oh.. It’s Wardah lipsticks again. Sebenarnya rangkaian Longlasting Lipstick dari Wardah ini keluar sebelum seri Intense Matte Lipstick yang juga pernah saya tulis di blog ini. Namun saya baru-baru ini mendapat kiriman lipstik tersebut dari mama saya. Entah kenapa mama mengirimi saya lipstik ini dan awalnya saya pun merasa tidak tertarik dengan warnanya. Setelah saya coba, hmm.. ternyata warnanya bagus juga!

Mirip dengan seri Wardah Intense Matte Lipstick, seri Longlasting Lipstick ini juga merupakan lipstik jenis matte. Lipstik ini juga diklaim memiliki kandungan jojoba oil, sehingga nggak bikin bibir kering, meskipun jenisnya matte.

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-2

Mari bicara soal warna pertama yang saya miliki, yaitu No.10 Stylish Mocca. I love this color! Like I said in some of my posts about lipsticks, warna-warna kecokelatan atau earthy colors, sepertinya akan jadi warna yang masih terus diminati. Warna ini kalau menurut saya adalah warna terracotta yang cantik. Pas banget dengan warna kulit saya, tidak terlalu cokelat, dan punya sedikit unsur warna oranye gelap. Warnanya juga mengingatkan saya akan warna MAC Retro. Jadi jika ingin punya warna mirip dengan harga jauh lebih murah, bisa memilih lipstik Wardah ini.

Sementara itu, warna berikutnya adalah No. 12 Lustrous Red. Jika dilihat di foto, warnanya seperti tidak berbeda jauh dengan Stylish Mocca. Jadi warnanya merahnya nggak bisa dibilang true red, ada sedikit campuran warna cokelat dan oranye di dalamnya. Saya juga suka dengan warna ini, karena berbeda dengan lipstik warna merah saya lainnya. Saya coba bandingkan dengan beberapa lipstik merah milik saya dan tidak ada warna yang benar-benar mirip.

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-4

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-1

Untuk formula, bisa dibilang mirip-mirip dengan Intense Matte Lipstick, yaitu matte dan nyaman di bibir. Namun saya nggak bisa bilang lipstik ini melembapkan, karena setelah lebih dari 5 jam, bibir saya terasa agak kering. Saya tidak tahu apakah karena bibir saya atau formulanya atau karena memang udara yang sangat sangat dingin di Wina ini bisa membuat segala macam jadi kering (termasuk bibir dan kulit saya).

Secara keseluruhan saya beri nilai 8,5/10 untuk seri lipstik ini. Saya suka banget pilihan warnanya yang menarik dan pigmentasinya yang bagus. Sekali swipe saja, warnanya sudah sangat pekat di bibir.

Advertisements

Urban Lips in Broadway from Beauty Box Indonesia

Jujur saja, saya jarang membeli lipstik lokal (maaf!), tapi beberapa bulan lalu saya menemukan lipstik buatan Indonesia yang menurut saya kualitasnya bagus.

Beauty Box Indonesia merilis rangkaian lipstik yang dinamakan Urban Lips. Kemasannya dibuat sleek dalam tube warna hitam dan kotak kardus berwarna silver dengan gambar siluet kota New York. Selain itu, nama-nama warnanya pun mengambil nama beberapa daerah di sana, seperti Brooklyn, Manhattan, Bronx, dan lainnya.

Saya melihat rangkaian warnanya memang menarik, tapi ada beberapa yang sepertinya mirip dengan lipstik yang sudah saya miliki. Warna Bond, misalnya, berwarna hot pink. Saya sudah terlalu banyak warna pink, fuchsia, dan beragam jenis bold bright pink. Jadilah pilihan saya jatuh ke warna Broadway (yang kebetulan juga menjadi daerah favorit saya di New York), warna merah gelap jika dilihat di tubenya.

Setelah saya pakai, ternyata warnanya bagus banget. Jika dideskripsikan warnanya itu deep burgundy (menurut saya ya…). Cocok banget untuk rainy season seperti sekarang (karena di Indonesia tidak ada fall-winter, hehe). Warnanya sangat bold dan cocok untuk warna kulit saya. Selain itu, yang menarik adalah teksturnya yang nyaman.

Beauty Box mempromosikan rangkaian lipstik ini sebagai lipstik dengan tekstur satin to matte finish. Benar saja, rasanya di bibir nyaman dan setelah beberapa lama teksturnya terlihat matte. Setelah beberapa jam, warnanya tetap nempel meski saya sudah makan. Untuk mengaplikasikannya kembali juga tidak sulit, karena teksturnya yang lembut itu.

Harga lipstik ini Rp180.000, agak pricey untuk lipstik buatan lokal, tapi tentu jauh lebih murah dibanding dengan lipstik-lipstik lainnya keluaran brand luar negeri. Jadi dengan harga segitu dan kualitas yang bagus, these lipsticks are worth to buy.

Rating: 8/10

 

Urban Lips – Broadway

Lip swatch (Urban Lips – Broadway)

 

MAC Lady Danger: Bright Orangey-Red Lipstick to Brighten Up Your Day

Saya biasanya tidak tertarik dengan lipstik warna oranye, karena saya pikir warna tersebut bisa membuat gigi saya terlihat lebih kuning. Tapiii… akhirnya saya menemukan warna yang tepat untuk saya. It’s orange-red!

Oke, saya tahu kalau MAC Lady Danger dideskripsikan sebagai “vivid bright coral-red (with a matte finish)“. Saya tidak pernah tertarik untuk mencobanya, meski review tentang lipstik ini cukup bagus. Bahkan banyak pula yang mengatakan bahwa this is a must have MAC lipstick! Dan benar saja…

Saya sepertinya belum pernah memiliki warna seperti ini dalam koleksi saya, karena sebagian besar lipstik saya berwarna pink, fuchsia, dan merah. Saat disapukan ke bibir, lipstik ini terasa lembut meski hasilnya matte dan tahan lama.

It’s a really bright orange-red that brighten up my complexion. Terutama untuk cewek yang memiliki kulit berwarna kecokelatan seperti saya, warna ini akan terlihat bagus.

Satu lagi, warna lipstik ini tidak membuat gigi saya terlihat kuning, so that’s another good thing. Lalu, meski teksturnya matte, tapi lipstik ini tidak membuat garis kering di bibir saya, berbeda dengan lipstik matte dalam warna-warna nude atau warna yang lebih muda.

Setelah 4-5 jam dipakai atau setelah makan, warnanya agak memudar sedikit di bagian dalam bibir, karena bagian tersebut biasanya lebih basah. Namun untuk mengaplikasikannya kembali tetap mudah, padahal saya tidak memakai lip balm.

Secara keseluruhan, I love love this lipstick. 

Rating: 9/10

 

MAC Lady Danger on my lips

MAC Lady Danger – Look at that gorgeous color

Note: Kemasan lipstik Lady Danger saya ini merupakan kemasan dari edisi Magic of the Night yang diluncurkan pada 2015 lalu. Tapi ini warna permanen, jadi tetap bisa didapat dalam bentuk kemasan lipstik MAC yang biasa, yaitu berwarna hitam.

How I Love My (Matte) Red Lipstick

20140520-083556-30956129.jpg
Relentlessly Red, Ruby Woo, Russian Red

Red lipstick looks best in matte. Itu dia kenapa saya hanya membeli lipstik merah dalam jenis matte.

Awalnya saya tidak berani memakai lipstik merah, karena takut terkesan ‘tua’. Sampai akhirnya saya berkenalan dengan Russian Red dari MAC. It’s a bluish red, yang artinya bisa membuat gigi kita terlihat lebih putih saat memakainya (tidak percaya? Coba saja.. Hehe). Plusnya lagi, warna ini dijamin cocok untuk semua jenis kulit, baik yang putih, cokelat, maupun gelap.

Banyak orang yang juga suka warna Ruby Woo dari MAC. Tapi saya lebih suka Russian Red, teksturnya lebih lembut dan warnanya cocok di kulit saya. Bisa dibilang, ini adalah lipstik andalan saya setiap kali pesta atau bahkan kalau lagi malas dandan tapi nggak mau terlihat pucat.

Sementara Ruby Woo warnanya lebih terang dan teksturnya lebih kering, karena memang lipstik ini jenis retro matte, yang katanya sih lebih kering dibanding matte.

Koleksi lipstik merah matte saya pun bertambah sekarang. Saya jatuh cinta sama warna Relentlessly Red, lagi-lagi dari MAC. Saya pikir lipstik matte dari MAC punya tekstur terbaik (bukan pesan sponsor).

This one is a pinkish red or red with pink undertone, yang pasti sih perpaduan warna pink dan merah dengan sedikit coral. Lagi-lagi, saya pikir MAC punya perpaduan warna lipstik yang bagus dan beda dengan warna lipstik merek lainnya.

Relentlessly Red also come in a retro matte finish. Tapi tidak sekering Ruby Woo. Kadang kalau memakai Ruby Woo, saya harus pakai ekstra lip balm supaya sedikit lebih mudah disapukan ke bibir. Sementara Relentlessly Red, meski punya tekstur kering, tetap mudah dipakai.

20140520-083829-31109262.jpg
Relentlessly Red (left) Russian Red (right).. Can u see the difference? ๐Ÿ˜€
20140520-083828-31108945.jpg
The swatches