My Favorite Lipsticks for Spring/Summer 2018

Spring sudah datang.. sebenarnya datangnya sudah lama, sih, hehe. Malah cuaca di Wina sekarang sudah mulai agak panas, jadi tampaknya summer sudah di depan mata nih.

Supaya nggak ketelatan, saya mau share beberapa lipstik pilihan saya untuk spring/summer tahun ini.

Art Deco – Rosewood

Art Deco Cosmetics merupakan brand kosmetik asal Jerman. Masih termasuk drugstore makeup karena harga-harga kosmetiknya cukup terjangkau. Menurut saya, sih, harganya tengah-tengah lah, tidak tergolong mahal alias high-end, tapi tidak bisa dibilang murah banget. Menurut saya kualitasnya sesuai dengan harganya (meski saya baru mencoba produk lipstiknya saja).

Ada beberapa lipstik Art Deco yang saya miliki, tapi favorit saya adalah warna Rosewood ini. Teksturnya matte tapi nyaman banget dan cukup tahan lama. Rosewood ini kalau saya coba deskripsikan adalah warna mid-tone rosy pink, jadi warnanya tidak tergolong nude tapi juga bukan warna terang. It’s an easy everyday color. Jadi buat orang yang nggak suka dengan warna ngejreng dan punya medium skin tone seperti saya, pasti akan suka dengan warna ini.

Marc Jacobs Le Marc Lip Crème – Strawberry Girl

Sudah lama sebenarnya saya tertarik dengan lipstik keluaran Marc Jacobs ini, tapi saya bingung ingin pilih warna apa. Akhirnya beberapa minggu lalu, saat ke Jerman dan menemukan Sephora saya pun memutuskan untuk membeli lipstik ini.

Pilihan saya jatuh ke warna Strawberry Girl, yang saya deskripsikan sebagai warm pink coral. Warnanya cantik banget! Cocok untuk suasana spring/summer. Selain itu, formulanya yang creamy nyaman banget dan cukup melembapkan. Ketahanannya juga oke, karena setelah makan dan minum, warnanya masih tetap nempel. Saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa warna coral yang saya miliki dan tidak ada satu pun yang warnanya mirip. Yes..! Nggak nyesal, deh, pilih warna ini.

L’Oreal x Balmain – Confession

Satu lagi warna lipstik dengan nuansa coral, tapi kali ini warnanya tampak lebih nude di bibir saya. Mungkin di bibir orang yang kulitnya lebih putih dari saya, warnanya tidak akan terlihat nude.

Saya juga coba membandingkan dengan beberapa lipstik nude serupa yang saya miliki dan warna ini cukup unik. I love this lipstick, karena formulanya yang nyaman di bibir, creamy meski teksturnya matte, dan cukup tahan lama.

Estee Lauder – Stronger

Kayaknya kurang seru kalau koleksi lipstik spring/summer tanpa warna pink keunguan favorit saya. Saya melihat koleksi lipstik Estee Lauder makin berkembang, karena makin banyak warna-warna bold yang keren banget.

Soal formula matte-nya juga nyaman di bibir dan sama sekali nggak bikin bibir jadi kering. Ketahanan lipstik ini di bibir juga oke banget, bahkan setelah makan dan minum, warnanya masih tampak jelas di bibir.

Maybelline x Gigi Hadid – Khair

Kalau soal lipstik matte keluaran drugstore, sudah pasti pilihan saya jatuh ke Maybelline. Saya selalu merasa cocok dengan formula matte dari lipstik Maybelline yang lembut, creamy, serta tahan lama (banget!).

Lipstik ini merupakan kolaborasi antara Maybelline dan Gigi Hadid. Saya memilih warna Khair, warna merah-oranye yang pas banget untuk spring/summer. Saya suka menggabungkan lipstik ini dengan lip liner dalam warna Austyn (juga dari koleksi Maybelline x Gigi Hadid) yang warnanya oranye terang. Dengan cara ini, warna bibir saya akan terlihat lebih intens warna oranye-nya.

Too Faced Melted Matte – It’s Happening

Hanya satu liquid lipstick yang masuk jadi favorit saya musim ini, yaitu Too Faced Melted Matte dalam warna It’s Happening (a bright magenta color).

Kalau suka pakai lipstik warna ngejreng, harus banget coba warna ini. Warnanya bold, intense, super pigmented, and super long wearing. Suka banget, deh, sama liquid lipstick yang satu ini.

MAC x Nicopanda – Toung ‘N’ Chic

Oke, oke.. warna plum seharusnya memang nggak masuk hitungan saat spring/summer ya. Tapi masalahnya saya lagi suka banget sama lipstik ini dan akhir-akhir ini lagi sering saya pakai.

Toung ‘N’ Chic merupakan warna plum yang sebenarnya menurut saya nggak terlalu gelap (nggak terkesan gothic atau vampy gitu), jadi masih oke untuk dipakai sehari-hari dan akan sangat cocok untuk dipakai saat pesta. Selain warnanya keren, saya juga suka banget formula matte-nya yang enak banget, bahkan terasa seperti nggak pakai lipstik. Ketika saya pikir warnanya sudah hilang pun, eh ternyata masih ada. Saatnya warnanya memudar, pengaplikasian ulangnya juga gampang dan nggak bikin bibir kering.

Oke itu dia pilihan lipstik saya untuk spring/summer kali ini. Saya nggak swatch lipstik-lipstik ini di bibir, karena sudah banyak swatches-nya di Instagram saya.

Silakan cek saja @bluestellar_

Thanks for reading this blog ❤️

Advertisements

Rouge Dior Lipstick Review: Classic Matte & Mysterious Matte

Halo.. sepertinya sudah lama saya tidak mengulas seputar lipstik. Masih banyak lipstik yang ingin saya review, tapi kadang-kadang belum mood untuk menulis atau tidak sempat (kayak sibuk aja, hehe..).

Kali ini saya akan mengulas lipstik matte keluaran Dior. Sama seperti Chanel, YSL, dan sebagainya, merek yang satu ini memang tergolong high-end. Kosmetik Dior dan produk kecantikannya juga sebenarnya sudah ada sejak lama.

rouge dior lipstick (7)

Saya masih ingat dulu waktu saya masih kecil, ibu saya sering memakai kosmetik keluaran merek tersebut. Tapi kemudian namanya seperti meredup (atau mungkin di Jakarta saja yang tidak ada ya, I don’t know). Begitu kosmetik (khususnya lipstik menjadi makin tren), muncul lagi deh koleksi Dior dan tentu produknya pun lebih beragam.

Waktu di Jakarta, saya nggak begitu tertarik untuk membeli lipstik Dior. Alasannya, tentu karena mahal dan saya merasa pilihan warnanya kurang menarik (beda dengan YSL yang sepertinya punya pilihan warna lipstik yang berbeda). Tapi begitu di Wina, saya memiliki “privilege” untuk membeli lipstik ini dengan harga miring di bawah harga retail (tenang saja, barangnya asli, kok, bukan KW or replika).

Jadilah saya membeli dua lipstik jenis matte dari Dior ini. Kenapa jenis matte? Karena memang saya paling suka lipstik jenis matte dibanding jenis creamy apalagi glossy. Alasan kedua, karena ketika saya beli, produk tersebut tergolong baru.

Ada dua warna yang menjadi pilihan saya, yaitu No. 772 Classic Matte dan No. 897 Mysterious Matte.

Classic Matte merupakan warna “rosy pink” yang natural. Ini merupakan warna universal yang menurut saya bisa dipakai oleh siapa saja, apa pun warna kulit mereka. Saya pun sudah beberapa kali merekomendasikan warna lipstik ini ke beberapa teman saya.. and they all love it! Ada teman saya merasa warna lipstik ini lebih ke cokelat, namun di bibir saya warnanya lebih cenderung pink.

rouge dior lipstick classic matte
Rouge Dior Lipstick No. 772 Classic Matte

Mysterious Matte merupakan warna “berry pink” yang juga cocok untuk siapa saja. Bagi saya yang memiliki warna kecokelatan, warna ini membuat penampilan wajah saya lebih segar (karena saya nggak suka dengan lipstik yang justru membuat wajah saya tampak kusam).

rouge dior lipstick mysterious matte
Rouge Dior Lipstick No. 897 Mysterios Matte

Untuk formulanya, saya lebih suka formula lipstik Dior ini ketimbang Chanel, yang menurut saya setelah dipakai beberapa lama akan terasa kering. Lipstik matte Dior ini memiliki tekstur matte yang nyaman dan nggak bikin bibir kering. Warnanya pun cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam warnanya masih melekat di bibir.

Jika dilihat dari packaging-nya, menurut saya koleksi Rouge Dior Lipstick ini cenderung biasa, jika dibandingkan dengan lipstik high-end lainnya. But then again, yang penting kan isinya bukan cuma kemasannya.

Secara keseluruhan saya beri nilai lipstik ini: 9/10.

(PS: Di foto swatch lipstik ini saya memberi watermark @bluestellar_ yang merupakan akun Instagram baru saya, yang isinya tentang lipstik, lipstik, dan lipstik 😀 akun ini sekaligus jadi pengingat buat saya, kalau saya sudah punya beberapa lipstik dengan warna serupa dan mungkin bisa menjadi referensi buat siapa saja yang mau beli lipstik warna tertentu. Silakan dicek jika tertarik).

Maybelline Matte Lipsticks: My Favorite Drugstore Lipstick!

I always love matte lipsticks.. tapi kadang lipstik seperti ini bisa bikin bibir kering, terutama saat cuaca dingin dan kering seperti di Wina sekarang ini. Walaupun sudah pakai lip balm, bibir bisa saja terasa sangat kering dan akhirnya kulit bibir mengelupas–very unacttractive indeed.

img_4844

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang koleksi matte lipstick dari Maybelline ini. Saya pertama kali membelinya pada awal tahun 2015, saat itu Maybelline meluncurkan 10 warna baru yang semuanya matte. Formulanya disebut creamy matte dan dari sejumlah beauty vlogger yang mengulasnya, mereka semua merekomendasikan lipstik ini. Tentu saja saya penasaran, dong.

Sayangnya, lipstik tersebut tidak keluar di Indonesia dan hanya di AS serta Kanada. Sebal kan, kenapa, sih, rangkaian lipstik Maybelline yang bagus nggak keluar di Indonesia? Jadilah saya beli online, via toko di Instagram, dan itu pun harus PO alias nunggu lama.

Begitu akhirnya lipstik itu ada di tangan, ya ampun senangnya saya. Lipstiknya benar-benar sesuai dengan bayangan saya. Tekstur creamy matte yang nyaman, tahan lama, dan ada wangi lembut seperti kue yang saya suka. Beda dengan beberapa lipstik Maybelline di Indonesia yang wanginya menyengat kayak permen karet.

img_4843

Dua warna yang saya beli adalah Touch of Spice dan Mesmerizing Magenta. Warna Touch of Spice ini merupakan warna favorit saya. Warna ini keluar pas zamannya warna mauve, plum, dan cokelat sepertinya mulai jadi favorit untuk warna lipstik. Nah, Touch of Spice itu perpaduan semua warna itu. Pas banget dan saya rasa bakal cocok dipakai oleh siapa saja.

maybelline-touch-of-spice

Sedangkan warna Mesmerizing Magenta tentu saja saya pilih, because I have a thing with fuchsia/magenta lipsticks. Saya juga suka warna ini. Warna magenta terang yang bikin wajah saya lebih cerah–seriously! Dan lagi, lipstik ini benar-benar tahan lama, bahkan setelah saya makan, masih ada sisa warnanya di bibir.

maybelline-mesmerizing-magenta

Mungkin karena lipstik ini cukup sukses (I don’t know, saya cuma berspekulasi), Maybelline mengeluarkan lagi warna-warna baru (yang lagi-lagi tentu saja tidak dirilis di Indonesia). Ketika saya pindah ke Austria, saya tentunya berharap rangkaian creamy matte ini bisa saya dapatkan di drugstore di sini. Well, saya nggak sepenuhnya benar.

Saya memang menemukan beberapa warna, tapi tidak banyak (huhu..). Sepertinya Maybelline memang membedakan koleksinya berdasarkan pasar, apakah itu pasar Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Anyway, saya menemukan dua warna yang saya suka, yaitu Clay Crush dan Red Sunset.

Warna Red Sunset saya beli waktu saya pergi ke Frankfurt. Jangan tertipu dengan namanya, karena warnanya sama sekali bukan merah. Warnanya pink terang dengan sedikit coral (sepertinya). This color is very bright, but it looks good against my skin.

maybelline-red-sunset

Selanjutnya adalah warna Clay Crush. Saya membelinya gara-gara saya melihat video salah satu vlogger yang bilang kalau warna nude ini bakal cocok untuk mereka yang memiliki kulit cokelat. Jadilah saya coba dan ternyata benar. Saya memang nggak terlalu suka warna nude, tapi warna ini sepertinya warna nude yang cocok untuk saya. Warnanya tidak membuat muka saya pucat, karena masih ada sedikit warna peach dan cokelat di dalamnya. Kalau warna Velvet Teddy dari MAC bagi saya terlalu nude, maka warna Clay Crush ini lebih cocok untuk saya.

maybelline-clay-crush

Nah, dua warna terakhir adalah koleksi terbaru dari Maybelline. Baru ada di drugstore di sini dan ditulisnya New Collection. Bukan dari seri creamy matte, tapi disebutnya Inti-matte nudes.

Saya langsung tertarik dengan warna Brown Sugar. Iya, akhir-akhir ini entah kenapa lagi suka lipstik warna cokelat. Saya melihatnya sebagai warna cokelat dengan campuran sedikit warna abu-abu, namun tidak membuat wajah saya jadi kusam–and I love it! Saya dulu beranggapan bahwa lipstik cokelat akan membuat kulit wajah saya terlihat gelap, tapi terbukti saya salah. Warna lipstik cokelat seperti ini ternyata juga cocok di kulit saya.

maybelline-brown-sugar

Terakhir adalah warna Smoky Rose. Sebenarnya saya sempat kepikiran ingin membeli warna Mehr dari MAC, yang lebih pink daripada Brave (karena Brave di bibir saya terlihat pucat). Tapi saya agak ragu dengan tekstur matte-nya yang terasa kering di bibir (nggak semua lipstik matte dari MAC formulanya terasa sama di bibir, ada yang kering, ada juga yang nyaman dipakai).

Untung saja saya nggak jadi beli Mehr, karena saya melihat warna Smoky Rose ini agak mirip. Well, saya tidak pernah membandingkannya, sih, tapi warna Smoky Rose merupakan warna pink muda yang saya cari-cari. Soft pink blue pink, dan yang pasti nggak bikin muka saya pucat. (Update: setelah saya bandingkan dengan MAC Mehr, ternyata warnanya memang mirip, tapi Mehr memiliki sedikit warna cokelat dibanding Smoky Rose)

maybelline-smoky-rose

Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk lipstik ini. Formulanya nyaman dipakai, tahan lama, matte, pilihan warnanya banyak (sayang tidak semuanya masuk ke Austria, I mean come on…), dan harganya di bawah 10 euro.

So, what do you think? Which one is your favorite?

Cek juga Instagram saya @bluestellar_

Urban Decay Opens Its First Flagship Store in Indonesia (Also Some Reviews on The Matte Revolution Lipsticks)

urban decay indonesia
Urban Decay store at Kota Kasablanka, Jakarta
Kamis malam beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saya mendapat email yang mengundang saya untuk datang ke acara pembukaan toko Urban Decay pertama di Indonesia. Whaaattt??? Akhirnya Urban Decay masuk juga ke Indonesia. Brand asal Amerika ini merupakan salah satu brand yang saya harapkan masuk ke sini. Saya sendiri suka banget dengan produk eyeliner, lip pencil, dan tentu saja eyeshadow palette UD yang paling terkenal, yaitu seri Naked Palette. Kebetulan saya cuma punya Naked 3, yang nuansanya warnanya rose gold.

Anehnya (iya.. anehnya) saya tidak punya satu pun lipstik Urban Decay. Sebenarnya, karena saya belum menemukan warna yang sreg di hati (hehe..). Selain itu, dulu Urban Decay hanya punya lipstik jenis cream, tapi sekarang sudah ada yang matte (bahkan Urban Decay baru-baru ini meluncurkan 100 warna baru, yang belum di ada di Indonesia tentunya).

Nah, ketika Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (which is one of my favorite artist and style icon), saya pun menitip kakak saya di US untuk dibelikan salah satu lipstik kolaborasinya. Tapi karena kakak saya baru akan ke Jakarta Juli nanti, jadi ya.. lipstiknya belum ada di tangan saya.

Jadi, kembali lagi ke toko Urban Decay pertama di Jakarta, Indonesia. Ternyata toko ini terletak di Kota Kasablanka, yang kebetulan sangat dekat dengan tempat saya tinggal (yippee). Saya pikir, tadinya Urban Decay ini akan gabung bersama Sephora, ternyata dia malah punya toko sendiri–huwooww.

Setelah merayu-rayu Yudo untuk mentraktir saya lipstik (hehe) akhirnya weekend kemarin saya menyempatkan diri ke sana.

Tokonya memang nggak terlalu besar, tapi lumayan laahh. Apalagi koleksi andalan Urban Decay ternyata cukup lengkap, mulai dari eyeshadow palette seri Naked 1,2,3 hingga Smoky, eyeliner, lip liner, eyeshadow primer, setting spray, Urban Decay x Gwen Stefani, hingga koleksi lipstik matte revolution.

Karena saya pencinta lipstik (dan belum pernah punya lipstik keluaran Urban Decay) jadilah saya memilih-milih warna lipstik yang kira-kira menarik. Seperti biasa kalau datang ke counter kosmetik, tangan saya habis dicorat-coret berbagai warna lipstik.

Setelah mencoba beberapa warna lipstik UD x Gwen, saya tidak menemukan yang saya sukai. (Yang saya suka sebenarnya warna Rock Steady, tapi itu sudah dibeliin sama Teteh). Akhirnya, saya mencoba beberapa warna lipstik seri Matte Revolution.

Seri yang satu ini disebut juga comfort matte, karena tekstur matte-nya memang sangat nyaman, creamy, mudah dioleskan ke bibir, dan nggak terasa kering.

Ada sembilan warna untuk seri ini, yaitu Stark Naked (nude), 1993 (brown), Bittersweet (ungu), Menace (fuchsia), Bad Blood (deep red), Tilt (orange), Blackmail (berry gelap cenderung hitam), After Dark (berry pink), dan Temper (orange-red).

urbandecay 1993 after dark
Urban Decay Matte Revolution Lipstick: After Dark & 1993
Saya langsung tertarik dengan 1993, karena memang lipstik warna cokelat yang pernah tren di era 90s sekarang kembali lagi. Warna cokelatnya tidak nude, tidak juga terlalu gelap. Malah kalau di bibir saya (yang kebetulan agak gelap di pinggir) warnanya seperti darker nude. Warna cokelatnya hampir mirip dengan MAC Whirl, tapi 1993 lebih cokelat–and I love it!

Setelahnya, saya coba Menace, tapi entah kenapa formulanya terasa berbeda dibanding lipstik yang lainnya. Menace terasa kering di bibir dan susah dipulaskan, teksturnya mirip dengan tektur lipstik Retro Matte dari MAC.

urban decay after dark
Urban Decay – After Dark

urban decay 1993
Urban Decay 1993
Kemudian saya coba After Dark. Dari beberapa review yang saya baca, warna ini banyak jadi pilihan (selain tentu saja 1993). Saya pikir warnanya berry pink dengan tone yang agak merah, ternyata di bibir saya malah jadi ungu gelap yang bagus banget. Mungkin karena lipstik ini juga unik, ada warna violet iridescent, sehingga saat dipakai di bibir yang gelap seperti saya, warnanya jadi lebih ke ungu, ketimbang berry pink.

urban decay 1993, after dark, swatch
Urban Decay 1993 & After Dark (swatches on my hand)

Urban Decay 1993, After Dark, swatch on my lips
Urban Decay 1993 & After Dark (on my lips)
Akhirnya, saya belilah dua lipstik itu (eh, Yudo yang beliin sih, hehe). Di toko harga retailnya Rp330.000, sementara kalau di US harganya sekitar US$22, jadi yaa lebih pasti mahalan beli di Jakarta.

Menurut saya, Matte Revolution ini memang seri lipstik yang memang nyaman di bibir. Untuk 1993, warnanya tidak terlalu tahan lama, mungkin sekitar 4-5 jam. Setelah makan yang berminyak, warnanya mulai pudar terutama di bagian dalam bibir. Warna After Dark agak bertahan lama, karena meski setelah makan masih ada stain di bibir. Namun untuk pemakaian kembali nggak akan bikin bibir kering.

Untuk lipstik ini saya beri nilai 9/10, karena saya suka packaging, formula, dan warnanya, tapi saya  mengharapkan rangkaian warna yang lebih banyak lagi.

Ssstt.. setelah saya tanya-tanya dengan penjaga tokonya, Urban Decay Vice Lipstick (seri terbaru yang punya 100 warna dan 6 formula itu) bakal tersedia di toko pada bulan Juli nanti setelah Lebaran. Asyiiikk…habis dapat salam tempel bisa langsung belanja 🙂

 

Purbasari Matte Lipstick No. 86 – Topaz (Review)

Lipstik matte keluaran Purbasari ini memang sering dibicarakan, bahkan sempat menjadi salah satu “lipstik yang paling dicari” beberapa waktu lalu. Namun entah kenapa, saya nggak pernah tertarik untuk membelinya. Bukan karena ini merek lipstik lokal, tapi saya kurang begitu yakin saja dengan produknya.

Ketika saya cerita tentang lipstik ke mama saya, dia bilang, “Jangan cuma beli lipstik merek luar aja, dong. Kalau memang pencinta lipstik harusnya punya dari berbagai merek dan harga.”

Okay, challenge accepted!

Akhirnya, saya membeli lipstik Purbasari itu di Guardian dengan harga Rp35.900 saja. Kalau saya lihat di beberapa blog, harganya sepertinya beragam tergantung kita beli di mana.

Sebelum membelinya pun saya harus browsing dulu warnanya, karena lipstik ini dijualnya di dekat kasir, tidak ada mbak-mbak beauty advisor yang membantu kita, tidak punya tester, tidak ada tulisan warna di kemasannya, yang ada hanya angka–susah juga ya..

Saya memutuskan untuk membeli lipstik No. 86 – Topaz (yang setelah saya buka kemasannya, baru deh ada nama warnanya di bawah tube lipstik).

Kesan pertama saya, memang harga nggak bisa bohong, ya. Kemasannya terlihat ringkih, tapi saya, sih, sudah tahu kalau lipstik drugstore atau lipstik dengan harga di bawah Rp100.000 biasanya punya kemasan yang lebih rapuh. Ketika saya buka tubenya, ada sisa-sisa lipstik yang menempel di tutupnya dan bentuk lipstiknya juga tidak rapi.

purbasari lipstick matte no.86
Purbasari Lipstick Color Matte No. 86 – Topaz
Saya coba sapukan ke bibir dan rasanya sangat kering. Memang teksturnya creamy, tapi tetap rasanya kering di bibir (padahal di kemasannya ada klaim bahwa lipstik ini “melembabkan bibir”). Selain itu, saya juga kesulitan memakainya, malah jadi berantakan ke mana-mana.

Oke, sepertinya kesan pertama kurang baik. Saya coba lagi memakainya hari ini. Kali ini saya memakai pelembap bibir lebih dulu dan menggunakan pensil bibir warna natural dari Make Up For Ever supaya lebih rapi. Tetap saja susah memakai lipstik Purbasari ini ke bibir (hiks!). Mungkin lebih baik jika menggunakan lip brush (tapi, kok, ya repot banget.. saya, kan, suka lipstik yang pemakaiannya praktis).

purbasari lipstick matte no.86 topaz
Purbasari Matte Lipstick No. 86 – Topaz lip swatch.. Lihat saja betapa keringnya bibir saya, ouch!
Anyway, Topaz ini memiliki warna yang sebenarnya cukup bagus. Warnanya itu cokelat kemerahan dengan sedikit warna oranye (atau merah kecokelatan.. tapi lebih banyak cokelatnya menurut saya). Warnanya lebih gelap dari MAC Retro milik saya, tapi tone warnanya senada.

Sayang saja, warna lipstik yang bagus tidak didukung dengan formula yang oke, karena tekstur matte-nya sama sekali tidak nyaman. I’m so sorry Purbasari dan para penggemar lipstik ini, I’m just not a fan.

Saya rasa seharusnya formula matte-nya diperbaiki lagi. Banyak, kok, lipstik dengan harga terjangkau yang punya formula lebih nyaman. You can do better than this, Purbasari!(soalnya dulu saya suka dengan produk lulurnya.. hehe).

Untuk warna saya beri nilai 8/10, tapi untuk keseluruhan lipstik rasanya saya beri nilai 5/10. Tekstur lipstiknya terlalu kering dan terasa ‘berat’ di bibir.

 

Just Can’t Get Enough of Lancome L’Absolu Rouge Definition Lipsticks

Dulu, setiap kali ke counter Lancome, saya selalu bertanya, “Ada lipstik matte nggak?” dan selalu dijawab, “nggak ada”. Makanya ketika akhirnya Lancome merilis rangkaian lipstik matte, tentu saja saya langsung ingin mencobanya.

Dari hanya membeli satu, saya malah ketagihan untuk membelinya lagi dan lagi (Oh no, am I addicted?).

Rangkaian lipstik ini punya banyak pilihan warna, mulai dari warna pink natural, merah terang, fuchsia, hingga ungu gelap.

Ini adalah penjelasan mengenai rangkaian lipstik ini di website resminya.

L’Absolu Rouge Définition masters the art of highly saturated lip color for perfectly defined lips. This lipstick offers bold color, smooth application, precise application with a demi-matte finish.

Tekstur lipstiknya matte, terasa ringan dan nyaman di bibir, serta tahan lama. Saya bisa memakai lipstik ini lebih dari lima jam. Setelah makan dan minum pun, warnanya masih tetap melekat dan meski sedikit berkurang, warna stain-nya tampak merata di seluruh bagian bibir. Ada sedikit aroma wax, yang sebenarnya saya kurang suka, tapi karena secara keseluruhan tekstur dan warnanya bagus, saya tak keberatan dengan aroma itu.

Packaging-nya berwarna hitam yang sleek, dengan simbol bunga Lancome di bagian tutupnya serta garis emas yang terkesan mewah. Tutupnya pun dilengkapi magnet, sehingga tak perlu takut lipstik akan terbuka dengan sendirinya saat dimasukkan ke dalam tas. Satu hal yang saya tidak suka dari packaging lipstik ini adalah penulisan nama lipstik yang tidak lengkap, yaitu hanya nomornya saja. Padahal akan lebih membantu jika pada bagian bawah lipstik juga disertakan nama warnanya.

Saya sendiri memiliki lima warna yang berbeda, yaitu #195 Le Carmin, #280 Le Bois De Rose, #285 Le Sepia, #385 Le Violet, dan #393 Le Prune.

Lancome-labsolu-rouge-definition-aw
Lancome L’Absolu Rouge Definition in Le Carmin, Le Bois de Rose, Le Sepia, Le Violet, and Le Prune

Lancome-labsolu-rouge-definition-swatch

#195 Le Carmin, merupakan warna merah terang yang dipakai Penelope Cruz dalam iklannya. Warna merah klasik yang sepertinya harus, kudu, wajib, dimiliki oleh semua perempuan pencinta lipstik. Warna merah ini menurut saya juga sangat mirip dengan warna MAC Russian Redmy all time favorite.

#280 Le Bois De Rose, merupakan warna rosy pink yang natural. Saya juga melihat sedikit warna mauve di dalamnya. Warna ini cukup muted, sehingga cocok dipakai sehari-hari.

#285 Le Sepia, merupakan warna merah dengan brown undertone, yang menurut saya juga cocok untuk dipakai sehari-hari atau saat ke kantor. Buat mereka yang tak ingin warna merah yang terlalu ngejreng, bisa mencoba warna ini.

#385 Le Violet, merupakan warna pencampuran pink dan ungu yang sangat cantik. You know how much I love this kind of color? Warna ini pun mirip dengan warna lipstik MAC favorit saya yang lainnya, yaitu Flat Out Fabulous.

#393 Le Prune, merupakan warna plum gelap yang cantik. Ada satu lagi warna ungu gelap dari rangkaian lipstik ini, yaitu #294 Le Pourpre, tapi saya merasa warnanya terlalu gelap jadi saya lebih menyukai Le Prune.

IMG_6549
Lancome L’Absolu Rouge Definition No.195 Le Carmin on my lips

Harga lipstik ini memang cukup mahal, yaitu seharga Rp450.000. Tentu saja karena Lancome merupakan high-end beauty brand. Tapi secara keseluruhan, lipstik Lancome merupakan salah satu lipstik high-end favorit, setelah YSL tentunya.. hehe.

Rating: 9/10 (I love the creamy matte texture, and the variety of the colors)

Selain bisa dibeli di counter Lancome langsung, lipstik ini juga bisa dibeli secara online lewat Sephora.co.id. It is so easy.. Saya sendiri kadang suka membeli lipstik atau produk makeup secara online, terutama untuk barang-barang yang sering habis atau sulit dicari.

 

 

Bourjois Rouge Edition Velvet – Matte and Lightweight Liquid Lipsticks (Reviews & Swatches)

Saya pertama kali berkenalan dengan Bourjois Rouge Edition Velvet ini sekitar 1,5 tahun yang lalu (kalau tidak salah), ketika liquid lipstick belum mewabah (iyaa segitunya..) seperti sekarang ini. Waktu itu saya sedang iseng ke counter Bourjois dan menemukan produk ini. Warna yang pertama saya beli adalah 06 Pink Pong (of course) warna fuchsia yang sangat terang.

It’s a vibrant fuchsia.. Really beautiful color.. Dan tentunya saya sangat suka. Meski teksturnya matte, rasanya tetap velvety alias lembut dan nyaman di bibir. Setelah beberapa jam dan makan, warnanya masih tetap nempel. Memang, sih, ada beberapa bagian yang mulai hilang warnanya, tapi kalau dibiarkan dan tidak dihapus dengan makeup remover sepertinya warnanya bisa tahan seharian.

Setelahnya saya beli dua warna lagi, yaitu 02 Frambourjoise dan 05 Ole Flamingo. Namun entah kenapa, saya kurang sreg dengan warna ini, jadilah saya jual saja ke teman. Ketika saya balik lagi ke counter untuk mencari warna lainnya, mendadak produk ini tidak bisa ditemukan di mana pun. Baru deh semua orang heboh membicarakan liquid lipstick ini dan betapa barang ini diburu para penggemar lipstik.

Saya pernah mencoba untuk memesan lipstik ini di toko Instagram. Sudah DP, sudah nunggu lama, eh tahu-tahunya barang yang saya pesan tidak ada. Karena kesal, saya tidak pernah lagi mencari lipstik ini. Baru beberapa hari yang lalu, saya menemukannya kembali.. Woohoo.. Akhirnya saya langsung borong saja (hehe.. Guilty!).

Waktu pertama kali beli, harganya Rp180.000, sekarang jadi Rp188.000. Nggak beda jauh lah.. Sementara di toko online harganya bisa mencapai Rp250.000. Saat pergi ke Paris, saya pernah hampir membelinya, tapi kok kalau dihitung harganya jadi lebih mahal (mungkin karena kurs euro yang lumayan tinggi).

Akhirnya saya membeli warna 01 Personne ne rouge!, 04 Peach Club, 08 Grand Cru, dan yang katanya warna baru 12 Beau Brun.

Personne ne rouge! merupakan warna true red, sedangkan Peach Club warnanya peachy towards orange. Lalu Grand Cru merupakan warna burgundy red dan Beau Brun menurut saya adalah warna yang unik. Di bibir saya warnanya rosy dengan brown undertone. It matches my lip, so to me this is the perfect neutral shade. Namun warna ini tidak bisa dibilang nude (meski saat difoto terlihat muda, aslinya sih lebih gelap sedikit).

Oh iya, saya juga melihat ada beberapa perbedaan tekstur. Misalnya saja, Peach Club saat dipakai di bibir tampak lebih sheer, meskipun warnanya lebih terang dibanding warna di tube-nya. Lalu Grand Cru juga agak sheer, jadi harus dioles beberapa kali untuk menghasilkan warna yang pekat. Sementara Beau Brun teksturnya lebih kental dan creamy. Saya tidak tahu mengapa ada perbedaan semacam itu, tapi hasilnya akan tetap matte dan tahan lama di bibir, kok.

Kalau bisa memilih, warna favorit saya adalah Pink Pong dan Beau Brun. Apa saya ingin warna lainnya? Ya.. tentu saja, karena saya masih mengincar warna Plum Plum Girl yang menurut review di blog lain bagus banget warnanya.

Rating: 8/10

 

Swatches on my hand (from left to right): Personne Ne Rouge, Peach Club, Pink Pong, Grand Cru, Beau Brun