MAC Smarticle Lipstick Review + Lip Swatches

Belum lama ini MAC Cosmetics meluncurkan tiga MAC Girls eyeshadow palette. Seri MAC Girls ini sebenarnya sudah ada beberapa, tapi karena saya merasa sudah punya terlalu banyak eyeshadow palette, jadi saya tidak terlalu tertarik.

Nah, tiga eyeshadow palette terbarunya ini diluncurkan bersamaan dengan koleksi lipstik dan lipglass yang warnanya saling melengkapi. Tiga seri eyeshadow palette itu adalah, Smarty Pants, Raver Girl, dan Pretty Punk. Satu-satunya yang menarik bagi saya adalah koleksi lipstik dalam seri Smarty Pants, yaitu lipstik bernama Smarticle.

Packaging lipstik ini agak sedikit berbeda dari lipstik MAC pada umumnya yang berwarna hitam polos. Packaging lipstik ini memiliki motif dengan nuansa hitam-putih, serta ada tulisan Smarty Pants di tube dan tutupnya.

Akhir-akhir ini saya memang lagi suka banget dengan warna lipstik burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat warna ini saya langsung tertarik. Apalagi saya belum pernah melihat MAC mengeluarkan warna seperti ini.

MAC Smarticle dideskripsikan sebagai warna “burnt brick red”, tapi di bibir saya warnanya lebih ke arah oranye ketimbang warna merah.

MAC Smarticle on my lips

Saya juga coba bandingkan dengan warna lipstik serupa yang ada di koleksi saya. Jika dibandingkan denga Fenty Beauty – Freckle Fiesta, warnanya memang mirip, tapi menurut saya warna Freckle Fiesta sedikit lebih terang. Begitu pula jika dibandingkan dengan Ofra – Miami Fever yang warnanya lebih muda dan lebih muted.

MAC – Smarticle ini saya beri nilai 9/10, karena saya suka warna dan formula matte-nya yang nyaman.

Cek juga akun Instagram saya @bluestellar_ untuk berbagai macam lipstick swatches dan mini reviews dari produk makeup lainnya.

My Favorite Lipsticks for Fall 2018

Hey.. musim gugur telah tiba (bahkan sudah mau bergeser ke musim dingin). Saatnya mengganti warna lipstik dari warna-warna terang ala musim panas, ke warna-warna yang lebih gelap.

Musim gugur merupakan musim favorit saya, ketika warna-warna daun berubah dari hijau menjadi kuning, cokelat, merah, dan oranye. Makanya kebanyakan lipstik yang saya pilih kali ini memiliki nuansa warna-warna tersebut.

Ini dia beberapa lipstik yang sering saya pakai di musim gugur kali ini.

MAC – Smarticle (dari koleksi MAC Girls Smarty Pants)

Saya lagi suka banget warna-warna burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat lipstik ini nggak pikir panjang langsung saja saya beli. Meski di website MAC dideskripsikan sebagai “burnt brick red“, saya melihat warnanya lebih ke arah oranye daripada merah.

YSL Tatouage Couture – No. 08 Black Red Code

Saya sudah punya liquid lipstick ini sejak tahun lalu. Selain suka formulanya, saya juga suka warna “deep burgundy” yang pas banget dengan suasana musim gugur. Saya juga pernah membuat review liquid lipstick ini di blog saya plus swatches-nya.

Chanel Rouge Allure Velvet – Rouge Vie

Sebenarnya lipstik ini pernah jadi salah satu lipstik favorit saya dua tahun lalu. Sekarang, saya jadi suka lagi memakainya. Untuk formulanya sendiri, saya merasa Chanel Rouge Allure Velvet agak terasa kering (khususnya untuk warna-warna muda), tapi entah kenapa untuk warna-warna yang agak gelap seperti Rouge Vie ini justru formulanya lebih nyaman dan tahan lama.

MAC – Rebel

Lipstik yang satu ini katanya salah satu “best seller” dari MAC, karena warnanya bisa terlihat berbeda di tiap orang. Warnanya dideskripsikan sebagai “midtonal cream plum“. Meski warna ungunya kelihatan, menurut saya lipstik ini tetap wearable bahkan untuk orang yang nggak suka lipstik warna ungu. Tekstur satin-nya juga nyaman banget di bibir.

Shiseido VisionAiry Gel Lipstick – Shizuka Red

Shiseido baru saja mengeluarkan beberapa koleksi lipstik yang keren-keren banget, menurut saya. Salah satunya adalah gel lipstik ini yang teksturnya creamy banget, ringan di bibir, sedikit slippery memang tapi sangat sangat pigmented. Meski creamy, setelah beberapa jam warnanya jadi nempel banget di bibir, terlihat matte, dan tahan lama. Pilihan saya jatuh ke warna Shizuka Red, yang didefinisikan sebagai “cranberry“. Tapi entah kenapa kalau di swatch di tangan, warnanya seperti warna brick red dengan unsur warna cokelat oranye, sedangkan saat di swatch di bibir warnanya lebih ke arah maroon. Either way, warna ini cantik banget, unik, dan cocok untuk musim gugur.

Essence Velvet Matte Lipstick – No. 04 Hungry Pink

Lipstik yang satu ini lagi sering banget saya pakai (dan satu-satunya warna pink di daftar lipstik favorit musim gugur saya tahun ini). Sebenarnya warna No. 10 Greedy Coffee mungkin lebih cocok untuk musim gugur, tapi entah kenapa saya lebih suka warna Hungry Pink. Warna mauve pink yang feminin ini menurut saya cocok untuk dipakai sepanjang tahun.

Smashbox Always On Liquid Lipstick – Out Loud

Tidak banyak review soal liquid lipstick ini, padahal liquid lipstick keluaran Smashbox ini formulanya enak banget. Matte, tapi nggak bikin bibir kering. Warna Out Loud didefisikan sebagai “deep orange” dan warna ini benar-benar mengingatkan saya akan warna-warna daun di musim gugur.

Nars Powermatte Lip Pigment – Warm Leatherette

Saya biasanya nggak suka liquid lipstick yang tahan lama banget, karena biasanya begitu dipakai lebih dari 6 jam pasti akan terasa kering. Tapi tidak dengan liquid lipstick dari Nars ini. Setelah dipakai lebih dari 6 jam bahkan setelah makan dan minum, liquid lipstick ini masih nempel banget di bibir. Anehnya, nggak terasa kering sama sekali. Saya memang pakai lip balm sebelumnya, jadi walaupun hasilnya matte, rasanya tetap nyaman. Warm Leatherette ini didefinisikan sebagai warna “rich berry pink“. Nars memang selalu mengeluarkan koleksi lipstik dan makeup kualitas tinggi (harganya juga mahal, sih), saya pun tak pernah kecewa setiap membeli produk dari brand ini. Jadi, ya, kalau mau lipstik high-end yang bagus, wajib banget coba Nars. Nggak cuma liquid lipsticknya, karena Audacious Lipstick-nya juga favorit saya.

Kalau mau lihat berbagai macam swatches lipstick, cek saja akun Instagram saya @bluestellar_

Essence Velvet Matte Lipstick Review

Kali ini saya akan me-review lipstik matte keluaran drugstore, yaitu Essence Velvet Matte Lipstick.

Kalau dilihat dari tulisan terakhir saya ternyata sudah lama juga ya nggak ngisi blog. Kayaknya saya jadi lebih sering mengisi Instagram dibanding blog, padahal ide banyak tapi keinginan menulisnya, kok, seperti tidak ada.

Anyway, akhir-akhir ini saya lagi sering hunting produk-produk drugstore yang harganya terjangkau banget, tapi kualitasnya oke. Memang, sih, produk drugstore kadang punya beberapa kekurangan, tapi tiba-tiba suka aja tuh nemu yang bagus.

Nah, salah satu produk yang menurut saya kualitasnya bagus ini adalah velvet matte lipstick dari Essence ini. Buat yang nggak tahu, Essence ini adalah produk kosmetik dari Jerman, satu perusahaan dengan Catrice dan L.O.V.

Kalau dari packagingnya, saya melihat Essence ini lebih untuk remaja atau mereka yang baru pertama kali coba makeup (habis packagingnya lucu-lucu banget dan banyak warna). Ditambah lagi harganya yang murah (banget!). Contoh, lipstik saja kisaran harganya €2.50 sampai €3, bedak dan foundation harganya di bawah €5, maskara sekitar €3, murah kan? Yah, walaupun saya bukan remaja dan nggak pertama kali pake makeup juga, tapi nggak apa-apa juga lah pakai Essence.. hehe.

Saya sebenarnya sudah pernah mencoba lipstick Matt Matt dari Essence, tapi menurut saya tekstur matte-nya terlalu kering. Makanya begitu saya coba yang Velvet Matte ini, wow.. teksturnya creamy tapi lama-lama jadi matte dan tetap nyaman di bibir bahkan setelah beberapa jam.

Kalau di website-nya, deskripsi lipstik Velvet Matte seperti ini:

The innovative texture unites matte colour with a pleasant feeling on the lips. Thanks to the high pigmentation, the lipstick has a strong colour-dispersion, while the creamy texture offers semi-matte results without drying out the lips.

  • Matte finish
  • Feels pleasant on the lips
  • Strong colour-dispersion

Oh iya, satu lagi, warnanya memang opaque banget, jadi benar-benar menutupi warna asli bibir. Hal ini penting banget terutama buat saya yang warna bibirnya two-tone gitu dan bagian pinggirnya lebih gelap. Jadi kalau pakai lipstik ini warnanya rata menutupi semua bagian bibir.

Saya punya tiga warna, yaitu:

No. 04 Hungry Pink (warna mauve pink yang cantik banget–dan ternyata saya nggak pernah punya warna yang menyerupai warna ini di koleksi saya)

No. 06 Unredsistible (warna bright reddish pink–yang secara instan bikin wajah kelihatan lebih cerah)

No. 10 Greedy Coffee (warna warm brown–warna cokelat yang dijamin nggak akan bikin kulit terlihat kusam)

Saya beri nilai 9.5/10 untuk koleksi ini, karena formulanya dan harganya yang oke banget!

My Favorite Lipsticks for Spring/Summer 2018

Spring sudah datang.. sebenarnya datangnya sudah lama, sih, hehe. Malah cuaca di Wina sekarang sudah mulai agak panas, jadi tampaknya summer sudah di depan mata nih.

Supaya nggak ketelatan, saya mau share beberapa lipstik pilihan saya untuk spring/summer tahun ini.

Art Deco – Rosewood

Art Deco Cosmetics merupakan brand kosmetik asal Jerman. Masih termasuk drugstore makeup karena harga-harga kosmetiknya cukup terjangkau. Menurut saya, sih, harganya tengah-tengah lah, tidak tergolong mahal alias high-end, tapi tidak bisa dibilang murah banget. Menurut saya kualitasnya sesuai dengan harganya (meski saya baru mencoba produk lipstiknya saja).

Ada beberapa lipstik Art Deco yang saya miliki, tapi favorit saya adalah warna Rosewood ini. Teksturnya matte tapi nyaman banget dan cukup tahan lama. Rosewood ini kalau saya coba deskripsikan adalah warna mid-tone rosy pink, jadi warnanya tidak tergolong nude tapi juga bukan warna terang. It’s an easy everyday color. Jadi buat orang yang nggak suka dengan warna ngejreng dan punya medium skin tone seperti saya, pasti akan suka dengan warna ini.

Marc Jacobs Le Marc Lip Crème – Strawberry Girl

Sudah lama sebenarnya saya tertarik dengan lipstik keluaran Marc Jacobs ini, tapi saya bingung ingin pilih warna apa. Akhirnya beberapa minggu lalu, saat ke Jerman dan menemukan Sephora saya pun memutuskan untuk membeli lipstik ini.

Pilihan saya jatuh ke warna Strawberry Girl, yang saya deskripsikan sebagai warm pink coral. Warnanya cantik banget! Cocok untuk suasana spring/summer. Selain itu, formulanya yang creamy nyaman banget dan cukup melembapkan. Ketahanannya juga oke, karena setelah makan dan minum, warnanya masih tetap nempel. Saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa warna coral yang saya miliki dan tidak ada satu pun yang warnanya mirip. Yes..! Nggak nyesal, deh, pilih warna ini.

L’Oreal x Balmain – Confession

Satu lagi warna lipstik dengan nuansa coral, tapi kali ini warnanya tampak lebih nude di bibir saya. Mungkin di bibir orang yang kulitnya lebih putih dari saya, warnanya tidak akan terlihat nude.

Saya juga coba membandingkan dengan beberapa lipstik nude serupa yang saya miliki dan warna ini cukup unik. I love this lipstick, karena formulanya yang nyaman di bibir, creamy meski teksturnya matte, dan cukup tahan lama.

Estee Lauder – Stronger

Kayaknya kurang seru kalau koleksi lipstik spring/summer tanpa warna pink keunguan favorit saya. Saya melihat koleksi lipstik Estee Lauder makin berkembang, karena makin banyak warna-warna bold yang keren banget.

Soal formula matte-nya juga nyaman di bibir dan sama sekali nggak bikin bibir jadi kering. Ketahanan lipstik ini di bibir juga oke banget, bahkan setelah makan dan minum, warnanya masih tampak jelas di bibir.

Maybelline x Gigi Hadid – Khair

Kalau soal lipstik matte keluaran drugstore, sudah pasti pilihan saya jatuh ke Maybelline. Saya selalu merasa cocok dengan formula matte dari lipstik Maybelline yang lembut, creamy, serta tahan lama (banget!).

Lipstik ini merupakan kolaborasi antara Maybelline dan Gigi Hadid. Saya memilih warna Khair, warna merah-oranye yang pas banget untuk spring/summer. Saya suka menggabungkan lipstik ini dengan lip liner dalam warna Austyn (juga dari koleksi Maybelline x Gigi Hadid) yang warnanya oranye terang. Dengan cara ini, warna bibir saya akan terlihat lebih intens warna oranye-nya.

Too Faced Melted Matte – It’s Happening

Hanya satu liquid lipstick yang masuk jadi favorit saya musim ini, yaitu Too Faced Melted Matte dalam warna It’s Happening (a bright magenta color).

Kalau suka pakai lipstik warna ngejreng, harus banget coba warna ini. Warnanya bold, intense, super pigmented, and super long wearing. Suka banget, deh, sama liquid lipstick yang satu ini.

MAC x Nicopanda – Toung ‘N’ Chic

Oke, oke.. warna plum seharusnya memang nggak masuk hitungan saat spring/summer ya. Tapi masalahnya saya lagi suka banget sama lipstik ini dan akhir-akhir ini lagi sering saya pakai.

Toung ‘N’ Chic merupakan warna plum yang sebenarnya menurut saya nggak terlalu gelap (nggak terkesan gothic atau vampy gitu), jadi masih oke untuk dipakai sehari-hari dan akan sangat cocok untuk dipakai saat pesta. Selain warnanya keren, saya juga suka banget formula matte-nya yang enak banget, bahkan terasa seperti nggak pakai lipstik. Ketika saya pikir warnanya sudah hilang pun, eh ternyata masih ada. Saatnya warnanya memudar, pengaplikasian ulangnya juga gampang dan nggak bikin bibir kering.

Oke itu dia pilihan lipstik saya untuk spring/summer kali ini. Saya nggak swatch lipstik-lipstik ini di bibir, karena sudah banyak swatches-nya di Instagram saya.

Silakan cek saja @bluestellar_

Thanks for reading this blog ❤️

Rouge Dior Lipstick Review: Classic Matte & Mysterious Matte

Halo.. sepertinya sudah lama saya tidak mengulas seputar lipstik. Masih banyak lipstik yang ingin saya review, tapi kadang-kadang belum mood untuk menulis atau tidak sempat (kayak sibuk aja, hehe..).

Kali ini saya akan mengulas lipstik matte keluaran Dior. Sama seperti Chanel, YSL, dan sebagainya, merek yang satu ini memang tergolong high-end. Kosmetik Dior dan produk kecantikannya juga sebenarnya sudah ada sejak lama.

rouge dior lipstick (7)

Saya masih ingat dulu waktu saya masih kecil, ibu saya sering memakai kosmetik keluaran merek tersebut. Tapi kemudian namanya seperti meredup (atau mungkin di Jakarta saja yang tidak ada ya, I don’t know). Begitu kosmetik (khususnya lipstik menjadi makin tren), muncul lagi deh koleksi Dior dan tentu produknya pun lebih beragam.

Waktu di Jakarta, saya nggak begitu tertarik untuk membeli lipstik Dior. Alasannya, tentu karena mahal dan saya merasa pilihan warnanya kurang menarik (beda dengan YSL yang sepertinya punya pilihan warna lipstik yang berbeda). Tapi begitu di Wina, saya memiliki “privilege” untuk membeli lipstik ini dengan harga miring di bawah harga retail (tenang saja, barangnya asli, kok, bukan KW or replika).

Jadilah saya membeli dua lipstik jenis matte dari Dior ini. Kenapa jenis matte? Karena memang saya paling suka lipstik jenis matte dibanding jenis creamy apalagi glossy. Alasan kedua, karena ketika saya beli, produk tersebut tergolong baru.

Ada dua warna yang menjadi pilihan saya, yaitu No. 772 Classic Matte dan No. 897 Mysterious Matte.

Classic Matte merupakan warna “rosy pink” yang natural. Ini merupakan warna universal yang menurut saya bisa dipakai oleh siapa saja, apa pun warna kulit mereka. Saya pun sudah beberapa kali merekomendasikan warna lipstik ini ke beberapa teman saya.. and they all love it! Ada teman saya merasa warna lipstik ini lebih ke cokelat, namun di bibir saya warnanya lebih cenderung pink.

rouge dior lipstick classic matte
Rouge Dior Lipstick No. 772 Classic Matte

Mysterious Matte merupakan warna “berry pink” yang juga cocok untuk siapa saja. Bagi saya yang memiliki warna kecokelatan, warna ini membuat penampilan wajah saya lebih segar (karena saya nggak suka dengan lipstik yang justru membuat wajah saya tampak kusam).

rouge dior lipstick mysterious matte
Rouge Dior Lipstick No. 897 Mysterios Matte

Untuk formulanya, saya lebih suka formula lipstik Dior ini ketimbang Chanel, yang menurut saya setelah dipakai beberapa lama akan terasa kering. Lipstik matte Dior ini memiliki tekstur matte yang nyaman dan nggak bikin bibir kering. Warnanya pun cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam warnanya masih melekat di bibir.

Jika dilihat dari packaging-nya, menurut saya koleksi Rouge Dior Lipstick ini cenderung biasa, jika dibandingkan dengan lipstik high-end lainnya. But then again, yang penting kan isinya bukan cuma kemasannya.

Secara keseluruhan saya beri nilai lipstik ini: 9/10.

(PS: Di foto swatch lipstik ini saya memberi watermark @bluestellar_ yang merupakan akun Instagram baru saya, yang isinya tentang lipstik, lipstik, dan lipstik 😀 akun ini sekaligus jadi pengingat buat saya, kalau saya sudah punya beberapa lipstik dengan warna serupa dan mungkin bisa menjadi referensi buat siapa saja yang mau beli lipstik warna tertentu. Silakan dicek jika tertarik).

Maybelline Matte Lipsticks: My Favorite Drugstore Lipstick!

I always love matte lipsticks.. tapi kadang lipstik seperti ini bisa bikin bibir kering, terutama saat cuaca dingin dan kering seperti di Wina sekarang ini. Walaupun sudah pakai lip balm, bibir bisa saja terasa sangat kering dan akhirnya kulit bibir mengelupas–very unacttractive indeed.

img_4844

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang koleksi matte lipstick dari Maybelline ini. Saya pertama kali membelinya pada awal tahun 2015, saat itu Maybelline meluncurkan 10 warna baru yang semuanya matte. Formulanya disebut creamy matte dan dari sejumlah beauty vlogger yang mengulasnya, mereka semua merekomendasikan lipstik ini. Tentu saja saya penasaran, dong.

Sayangnya, lipstik tersebut tidak keluar di Indonesia dan hanya di AS serta Kanada. Sebal kan, kenapa, sih, rangkaian lipstik Maybelline yang bagus nggak keluar di Indonesia? Jadilah saya beli online, via toko di Instagram, dan itu pun harus PO alias nunggu lama.

Begitu akhirnya lipstik itu ada di tangan, ya ampun senangnya saya. Lipstiknya benar-benar sesuai dengan bayangan saya. Tekstur creamy matte yang nyaman, tahan lama, dan ada wangi lembut seperti kue yang saya suka. Beda dengan beberapa lipstik Maybelline di Indonesia yang wanginya menyengat kayak permen karet.

img_4843

Dua warna yang saya beli adalah Touch of Spice dan Mesmerizing Magenta. Warna Touch of Spice ini merupakan warna favorit saya. Warna ini keluar pas zamannya warna mauve, plum, dan cokelat sepertinya mulai jadi favorit untuk warna lipstik. Nah, Touch of Spice itu perpaduan semua warna itu. Pas banget dan saya rasa bakal cocok dipakai oleh siapa saja.

maybelline-touch-of-spice

Sedangkan warna Mesmerizing Magenta tentu saja saya pilih, because I have a thing with fuchsia/magenta lipsticks. Saya juga suka warna ini. Warna magenta terang yang bikin wajah saya lebih cerah–seriously! Dan lagi, lipstik ini benar-benar tahan lama, bahkan setelah saya makan, masih ada sisa warnanya di bibir.

maybelline-mesmerizing-magenta

Mungkin karena lipstik ini cukup sukses (I don’t know, saya cuma berspekulasi), Maybelline mengeluarkan lagi warna-warna baru (yang lagi-lagi tentu saja tidak dirilis di Indonesia). Ketika saya pindah ke Austria, saya tentunya berharap rangkaian creamy matte ini bisa saya dapatkan di drugstore di sini. Well, saya nggak sepenuhnya benar.

Saya memang menemukan beberapa warna, tapi tidak banyak (huhu..). Sepertinya Maybelline memang membedakan koleksinya berdasarkan pasar, apakah itu pasar Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Anyway, saya menemukan dua warna yang saya suka, yaitu Clay Crush dan Red Sunset.

Warna Red Sunset saya beli waktu saya pergi ke Frankfurt. Jangan tertipu dengan namanya, karena warnanya sama sekali bukan merah. Warnanya pink terang dengan sedikit coral (sepertinya). This color is very bright, but it looks good against my skin.

maybelline-red-sunset

Selanjutnya adalah warna Clay Crush. Saya membelinya gara-gara saya melihat video salah satu vlogger yang bilang kalau warna nude ini bakal cocok untuk mereka yang memiliki kulit cokelat. Jadilah saya coba dan ternyata benar. Saya memang nggak terlalu suka warna nude, tapi warna ini sepertinya warna nude yang cocok untuk saya. Warnanya tidak membuat muka saya pucat, karena masih ada sedikit warna peach dan cokelat di dalamnya. Kalau warna Velvet Teddy dari MAC bagi saya terlalu nude, maka warna Clay Crush ini lebih cocok untuk saya.

maybelline-clay-crush

Nah, dua warna terakhir adalah koleksi terbaru dari Maybelline. Baru ada di drugstore di sini dan ditulisnya New Collection. Bukan dari seri creamy matte, tapi disebutnya Inti-matte nudes.

Saya langsung tertarik dengan warna Brown Sugar. Iya, akhir-akhir ini entah kenapa lagi suka lipstik warna cokelat. Saya melihatnya sebagai warna cokelat dengan campuran sedikit warna abu-abu, namun tidak membuat wajah saya jadi kusam–and I love it! Saya dulu beranggapan bahwa lipstik cokelat akan membuat kulit wajah saya terlihat gelap, tapi terbukti saya salah. Warna lipstik cokelat seperti ini ternyata juga cocok di kulit saya.

maybelline-brown-sugar

Terakhir adalah warna Smoky Rose. Sebenarnya saya sempat kepikiran ingin membeli warna Mehr dari MAC, yang lebih pink daripada Brave (karena Brave di bibir saya terlihat pucat). Tapi saya agak ragu dengan tekstur matte-nya yang terasa kering di bibir (nggak semua lipstik matte dari MAC formulanya terasa sama di bibir, ada yang kering, ada juga yang nyaman dipakai).

Untung saja saya nggak jadi beli Mehr, karena saya melihat warna Smoky Rose ini agak mirip. Well, saya tidak pernah membandingkannya, sih, tapi warna Smoky Rose merupakan warna pink muda yang saya cari-cari. Soft pink blue pink, dan yang pasti nggak bikin muka saya pucat. (Update: setelah saya bandingkan dengan MAC Mehr, ternyata warnanya memang mirip, tapi Mehr memiliki sedikit warna cokelat dibanding Smoky Rose)

maybelline-smoky-rose

Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk lipstik ini. Formulanya nyaman dipakai, tahan lama, matte, pilihan warnanya banyak (sayang tidak semuanya masuk ke Austria, I mean come on…), dan harganya di bawah 10 euro.

So, what do you think? Which one is your favorite?

Cek juga Instagram saya @bluestellar_

Urban Decay Opens Its First Flagship Store in Indonesia (Also Some Reviews on The Matte Revolution Lipsticks)

urban decay indonesia
Urban Decay store at Kota Kasablanka, Jakarta
Kamis malam beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saya mendapat email yang mengundang saya untuk datang ke acara pembukaan toko Urban Decay pertama di Indonesia. Whaaattt??? Akhirnya Urban Decay masuk juga ke Indonesia. Brand asal Amerika ini merupakan salah satu brand yang saya harapkan masuk ke sini. Saya sendiri suka banget dengan produk eyeliner, lip pencil, dan tentu saja eyeshadow palette UD yang paling terkenal, yaitu seri Naked Palette. Kebetulan saya cuma punya Naked 3, yang nuansanya warnanya rose gold.

Anehnya (iya.. anehnya) saya tidak punya satu pun lipstik Urban Decay. Sebenarnya, karena saya belum menemukan warna yang sreg di hati (hehe..). Selain itu, dulu Urban Decay hanya punya lipstik jenis cream, tapi sekarang sudah ada yang matte (bahkan Urban Decay baru-baru ini meluncurkan 100 warna baru, yang belum di ada di Indonesia tentunya).

Nah, ketika Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (which is one of my favorite artist and style icon), saya pun menitip kakak saya di US untuk dibelikan salah satu lipstik kolaborasinya. Tapi karena kakak saya baru akan ke Jakarta Juli nanti, jadi ya.. lipstiknya belum ada di tangan saya.

Jadi, kembali lagi ke toko Urban Decay pertama di Jakarta, Indonesia. Ternyata toko ini terletak di Kota Kasablanka, yang kebetulan sangat dekat dengan tempat saya tinggal (yippee). Saya pikir, tadinya Urban Decay ini akan gabung bersama Sephora, ternyata dia malah punya toko sendiri–huwooww.

Setelah merayu-rayu Yudo untuk mentraktir saya lipstik (hehe) akhirnya weekend kemarin saya menyempatkan diri ke sana.

Tokonya memang nggak terlalu besar, tapi lumayan laahh. Apalagi koleksi andalan Urban Decay ternyata cukup lengkap, mulai dari eyeshadow palette seri Naked 1,2,3 hingga Smoky, eyeliner, lip liner, eyeshadow primer, setting spray, Urban Decay x Gwen Stefani, hingga koleksi lipstik matte revolution.

Karena saya pencinta lipstik (dan belum pernah punya lipstik keluaran Urban Decay) jadilah saya memilih-milih warna lipstik yang kira-kira menarik. Seperti biasa kalau datang ke counter kosmetik, tangan saya habis dicorat-coret berbagai warna lipstik.

Setelah mencoba beberapa warna lipstik UD x Gwen, saya tidak menemukan yang saya sukai. (Yang saya suka sebenarnya warna Rock Steady, tapi itu sudah dibeliin sama Teteh). Akhirnya, saya mencoba beberapa warna lipstik seri Matte Revolution.

Seri yang satu ini disebut juga comfort matte, karena tekstur matte-nya memang sangat nyaman, creamy, mudah dioleskan ke bibir, dan nggak terasa kering.

Ada sembilan warna untuk seri ini, yaitu Stark Naked (nude), 1993 (brown), Bittersweet (ungu), Menace (fuchsia), Bad Blood (deep red), Tilt (orange), Blackmail (berry gelap cenderung hitam), After Dark (berry pink), dan Temper (orange-red).

urbandecay 1993 after dark
Urban Decay Matte Revolution Lipstick: After Dark & 1993
Saya langsung tertarik dengan 1993, karena memang lipstik warna cokelat yang pernah tren di era 90s sekarang kembali lagi. Warna cokelatnya tidak nude, tidak juga terlalu gelap. Malah kalau di bibir saya (yang kebetulan agak gelap di pinggir) warnanya seperti darker nude. Warna cokelatnya hampir mirip dengan MAC Whirl, tapi 1993 lebih cokelat–and I love it!

Setelahnya, saya coba Menace, tapi entah kenapa formulanya terasa berbeda dibanding lipstik yang lainnya. Menace terasa kering di bibir dan susah dipulaskan, teksturnya mirip dengan tektur lipstik Retro Matte dari MAC.

urban decay after dark
Urban Decay – After Dark

urban decay 1993
Urban Decay 1993
Kemudian saya coba After Dark. Dari beberapa review yang saya baca, warna ini banyak jadi pilihan (selain tentu saja 1993). Saya pikir warnanya berry pink dengan tone yang agak merah, ternyata di bibir saya malah jadi ungu gelap yang bagus banget. Mungkin karena lipstik ini juga unik, ada warna violet iridescent, sehingga saat dipakai di bibir yang gelap seperti saya, warnanya jadi lebih ke ungu, ketimbang berry pink.

urban decay 1993, after dark, swatch
Urban Decay 1993 & After Dark (swatches on my hand)

Urban Decay 1993, After Dark, swatch on my lips
Urban Decay 1993 & After Dark (on my lips)
Akhirnya, saya belilah dua lipstik itu (eh, Yudo yang beliin sih, hehe). Di toko harga retailnya Rp330.000, sementara kalau di US harganya sekitar US$22, jadi yaa lebih pasti mahalan beli di Jakarta.

Menurut saya, Matte Revolution ini memang seri lipstik yang memang nyaman di bibir. Untuk 1993, warnanya tidak terlalu tahan lama, mungkin sekitar 4-5 jam. Setelah makan yang berminyak, warnanya mulai pudar terutama di bagian dalam bibir. Warna After Dark agak bertahan lama, karena meski setelah makan masih ada stain di bibir. Namun untuk pemakaian kembali nggak akan bikin bibir kering.

Untuk lipstik ini saya beri nilai 9/10, karena saya suka packaging, formula, dan warnanya, tapi saya  mengharapkan rangkaian warna yang lebih banyak lagi.

Ssstt.. setelah saya tanya-tanya dengan penjaga tokonya, Urban Decay Vice Lipstick (seri terbaru yang punya 100 warna dan 6 formula itu) bakal tersedia di toko pada bulan Juli nanti setelah Lebaran. Asyiiikk…habis dapat salam tempel bisa langsung belanja 🙂