Berry Pink Eyes Feat. Urban Decay Born to Run Palette

Saya lagi suka banget, nih, sama eyeshadow palette dari Urban Decay, yaitu Born to Run. Sebenarnya punya eyeshadow palette ini sudah lama dan saya punya beberapa palette tapi memang jarang (atau malah ga pernah ya) me-review eyeshadow palette (padahal pengen juga, sih).

Urban Decay – Born to Run

Anyway, eyeshadow palette ini menurut saya cocok banget buat orang-orang yang suka dengan eyeshadow natural, tapi ingin juga sesekali mencoba warna-warna terang lainnya tanpa terkesan berlebihan.

Jadi menurut saya, warna-warna terang, seperti biru, hijau, bahkan pink di eyeshadow palette ini tetap wearable bahkan untuk dipakai sehari-hari (saat ke kantor or jalan-jalan bareng teman).

Saya sendiri pun tidak menyangka bakalan suka (atau merasa percaya diri) memakai eyeshadow berwarna pink berry/fuchsia.

Untuk makeup saya ini, saya menggunakan warna Wildheart di bagian kelopak, Hell Ride untuk di bagian crease (lipatan kelopak) sekaligus untuk membaurkan warna Wildheart. Lalu untuk di outer corner, saya memakai warna Punk. Warna tersebut dan warna Hell Ride juga saya pakai di bagian bawah mata. Untuk highlight, saya memakai warna Stranded.

Daftar produk yang saya gunakan untuk makeup ini:

EYESHADOW: Urban Decay Born to Run Palette

EYELINER: Urban Decay 24/7 Glide-on Pencil in “Alkaline”

MASCARA: Essence I ❤️ Extreme waterproof

BROWS: NYX Precision Brow Pencil in Charcoal

FACE: Smashbox Camera Ready CC Cream, MAC Select Moisture Cover Concealer, Chanel Le Beiges Healthy Glow Sheer Powder, Essence Matt Touch Blush in Berry Me Up, Benefit Hoola Bronzer, Essence Baked Highlighter

LIPSTICK: Essence Velvet Matte in 04 Hungry Pink

Untuk mini tutorialnya bisa dicek di akun Instagram saya @bluestellar_

MAC Smarticle Lipstick Review + Lip Swatches

Belum lama ini MAC Cosmetics meluncurkan tiga MAC Girls eyeshadow palette. Seri MAC Girls ini sebenarnya sudah ada beberapa, tapi karena saya merasa sudah punya terlalu banyak eyeshadow palette, jadi saya tidak terlalu tertarik.

Nah, tiga eyeshadow palette terbarunya ini diluncurkan bersamaan dengan koleksi lipstik dan lipglass yang warnanya saling melengkapi. Tiga seri eyeshadow palette itu adalah, Smarty Pants, Raver Girl, dan Pretty Punk. Satu-satunya yang menarik bagi saya adalah koleksi lipstik dalam seri Smarty Pants, yaitu lipstik bernama Smarticle.

Packaging lipstik ini agak sedikit berbeda dari lipstik MAC pada umumnya yang berwarna hitam polos. Packaging lipstik ini memiliki motif dengan nuansa hitam-putih, serta ada tulisan Smarty Pants di tube dan tutupnya.

Akhir-akhir ini saya memang lagi suka banget dengan warna lipstik burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat warna ini saya langsung tertarik. Apalagi saya belum pernah melihat MAC mengeluarkan warna seperti ini.

MAC Smarticle dideskripsikan sebagai warna “burnt brick red”, tapi di bibir saya warnanya lebih ke arah oranye ketimbang warna merah.

MAC Smarticle on my lips

Saya juga coba bandingkan dengan warna lipstik serupa yang ada di koleksi saya. Jika dibandingkan denga Fenty Beauty – Freckle Fiesta, warnanya memang mirip, tapi menurut saya warna Freckle Fiesta sedikit lebih terang. Begitu pula jika dibandingkan dengan Ofra – Miami Fever yang warnanya lebih muda dan lebih muted.

MAC – Smarticle ini saya beri nilai 9/10, karena saya suka warna dan formula matte-nya yang nyaman.

Cek juga akun Instagram saya @bluestellar_ untuk berbagai macam lipstick swatches dan mini reviews dari produk makeup lainnya.

My Favorite Lipsticks for Fall 2018

Hey.. musim gugur telah tiba (bahkan sudah mau bergeser ke musim dingin). Saatnya mengganti warna lipstik dari warna-warna terang ala musim panas, ke warna-warna yang lebih gelap.

Musim gugur merupakan musim favorit saya, ketika warna-warna daun berubah dari hijau menjadi kuning, cokelat, merah, dan oranye. Makanya kebanyakan lipstik yang saya pilih kali ini memiliki nuansa warna-warna tersebut.

Ini dia beberapa lipstik yang sering saya pakai di musim gugur kali ini.

MAC – Smarticle (dari koleksi MAC Girls Smarty Pants)

Saya lagi suka banget warna-warna burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat lipstik ini nggak pikir panjang langsung saja saya beli. Meski di website MAC dideskripsikan sebagai “burnt brick red“, saya melihat warnanya lebih ke arah oranye daripada merah.

YSL Tatouage Couture – No. 08 Black Red Code

Saya sudah punya liquid lipstick ini sejak tahun lalu. Selain suka formulanya, saya juga suka warna “deep burgundy” yang pas banget dengan suasana musim gugur. Saya juga pernah membuat review liquid lipstick ini di blog saya plus swatches-nya.

Chanel Rouge Allure Velvet – Rouge Vie

Sebenarnya lipstik ini pernah jadi salah satu lipstik favorit saya dua tahun lalu. Sekarang, saya jadi suka lagi memakainya. Untuk formulanya sendiri, saya merasa Chanel Rouge Allure Velvet agak terasa kering (khususnya untuk warna-warna muda), tapi entah kenapa untuk warna-warna yang agak gelap seperti Rouge Vie ini justru formulanya lebih nyaman dan tahan lama.

MAC – Rebel

Lipstik yang satu ini katanya salah satu “best seller” dari MAC, karena warnanya bisa terlihat berbeda di tiap orang. Warnanya dideskripsikan sebagai “midtonal cream plum“. Meski warna ungunya kelihatan, menurut saya lipstik ini tetap wearable bahkan untuk orang yang nggak suka lipstik warna ungu. Tekstur satin-nya juga nyaman banget di bibir.

Shiseido VisionAiry Gel Lipstick – Shizuka Red

Shiseido baru saja mengeluarkan beberapa koleksi lipstik yang keren-keren banget, menurut saya. Salah satunya adalah gel lipstik ini yang teksturnya creamy banget, ringan di bibir, sedikit slippery memang tapi sangat sangat pigmented. Meski creamy, setelah beberapa jam warnanya jadi nempel banget di bibir, terlihat matte, dan tahan lama. Pilihan saya jatuh ke warna Shizuka Red, yang didefinisikan sebagai “cranberry“. Tapi entah kenapa kalau di swatch di tangan, warnanya seperti warna brick red dengan unsur warna cokelat oranye, sedangkan saat di swatch di bibir warnanya lebih ke arah maroon. Either way, warna ini cantik banget, unik, dan cocok untuk musim gugur.

Essence Velvet Matte Lipstick – No. 04 Hungry Pink

Lipstik yang satu ini lagi sering banget saya pakai (dan satu-satunya warna pink di daftar lipstik favorit musim gugur saya tahun ini). Sebenarnya warna No. 10 Greedy Coffee mungkin lebih cocok untuk musim gugur, tapi entah kenapa saya lebih suka warna Hungry Pink. Warna mauve pink yang feminin ini menurut saya cocok untuk dipakai sepanjang tahun.

Smashbox Always On Liquid Lipstick – Out Loud

Tidak banyak review soal liquid lipstick ini, padahal liquid lipstick keluaran Smashbox ini formulanya enak banget. Matte, tapi nggak bikin bibir kering. Warna Out Loud didefisikan sebagai “deep orange” dan warna ini benar-benar mengingatkan saya akan warna-warna daun di musim gugur.

Nars Powermatte Lip Pigment – Warm Leatherette

Saya biasanya nggak suka liquid lipstick yang tahan lama banget, karena biasanya begitu dipakai lebih dari 6 jam pasti akan terasa kering. Tapi tidak dengan liquid lipstick dari Nars ini. Setelah dipakai lebih dari 6 jam bahkan setelah makan dan minum, liquid lipstick ini masih nempel banget di bibir. Anehnya, nggak terasa kering sama sekali. Saya memang pakai lip balm sebelumnya, jadi walaupun hasilnya matte, rasanya tetap nyaman. Warm Leatherette ini didefinisikan sebagai warna “rich berry pink“. Nars memang selalu mengeluarkan koleksi lipstik dan makeup kualitas tinggi (harganya juga mahal, sih), saya pun tak pernah kecewa setiap membeli produk dari brand ini. Jadi, ya, kalau mau lipstik high-end yang bagus, wajib banget coba Nars. Nggak cuma liquid lipsticknya, karena Audacious Lipstick-nya juga favorit saya.

Kalau mau lihat berbagai macam swatches lipstick, cek saja akun Instagram saya @bluestellar_

Essence Velvet Matte Lipstick Review

Kali ini saya akan me-review lipstik matte keluaran drugstore, yaitu Essence Velvet Matte Lipstick.

Kalau dilihat dari tulisan terakhir saya ternyata sudah lama juga ya nggak ngisi blog. Kayaknya saya jadi lebih sering mengisi Instagram dibanding blog, padahal ide banyak tapi keinginan menulisnya, kok, seperti tidak ada.

Anyway, akhir-akhir ini saya lagi sering hunting produk-produk drugstore yang harganya terjangkau banget, tapi kualitasnya oke. Memang, sih, produk drugstore kadang punya beberapa kekurangan, tapi tiba-tiba suka aja tuh nemu yang bagus.

Nah, salah satu produk yang menurut saya kualitasnya bagus ini adalah velvet matte lipstick dari Essence ini. Buat yang nggak tahu, Essence ini adalah produk kosmetik dari Jerman, satu perusahaan dengan Catrice dan L.O.V.

Kalau dari packagingnya, saya melihat Essence ini lebih untuk remaja atau mereka yang baru pertama kali coba makeup (habis packagingnya lucu-lucu banget dan banyak warna). Ditambah lagi harganya yang murah (banget!). Contoh, lipstik saja kisaran harganya €2.50 sampai €3, bedak dan foundation harganya di bawah €5, maskara sekitar €3, murah kan? Yah, walaupun saya bukan remaja dan nggak pertama kali pake makeup juga, tapi nggak apa-apa juga lah pakai Essence.. hehe.

Saya sebenarnya sudah pernah mencoba lipstick Matt Matt dari Essence, tapi menurut saya tekstur matte-nya terlalu kering. Makanya begitu saya coba yang Velvet Matte ini, wow.. teksturnya creamy tapi lama-lama jadi matte dan tetap nyaman di bibir bahkan setelah beberapa jam.

Kalau di website-nya, deskripsi lipstik Velvet Matte seperti ini:

The innovative texture unites matte colour with a pleasant feeling on the lips. Thanks to the high pigmentation, the lipstick has a strong colour-dispersion, while the creamy texture offers semi-matte results without drying out the lips.

  • Matte finish
  • Feels pleasant on the lips
  • Strong colour-dispersion

Oh iya, satu lagi, warnanya memang opaque banget, jadi benar-benar menutupi warna asli bibir. Hal ini penting banget terutama buat saya yang warna bibirnya two-tone gitu dan bagian pinggirnya lebih gelap. Jadi kalau pakai lipstik ini warnanya rata menutupi semua bagian bibir.

Saya punya tiga warna, yaitu:

No. 04 Hungry Pink (warna mauve pink yang cantik banget–dan ternyata saya nggak pernah punya warna yang menyerupai warna ini di koleksi saya)

No. 06 Unredsistible (warna bright reddish pink–yang secara instan bikin wajah kelihatan lebih cerah)

No. 10 Greedy Coffee (warna warm brown–warna cokelat yang dijamin nggak akan bikin kulit terlihat kusam)

Saya beri nilai 9.5/10 untuk koleksi ini, karena formulanya dan harganya yang oke banget!

My Favorite Lipsticks for Spring/Summer 2018

Spring sudah datang.. sebenarnya datangnya sudah lama, sih, hehe. Malah cuaca di Wina sekarang sudah mulai agak panas, jadi tampaknya summer sudah di depan mata nih.

Supaya nggak ketelatan, saya mau share beberapa lipstik pilihan saya untuk spring/summer tahun ini.

Art Deco – Rosewood

Art Deco Cosmetics merupakan brand kosmetik asal Jerman. Masih termasuk drugstore makeup karena harga-harga kosmetiknya cukup terjangkau. Menurut saya, sih, harganya tengah-tengah lah, tidak tergolong mahal alias high-end, tapi tidak bisa dibilang murah banget. Menurut saya kualitasnya sesuai dengan harganya (meski saya baru mencoba produk lipstiknya saja).

Ada beberapa lipstik Art Deco yang saya miliki, tapi favorit saya adalah warna Rosewood ini. Teksturnya matte tapi nyaman banget dan cukup tahan lama. Rosewood ini kalau saya coba deskripsikan adalah warna mid-tone rosy pink, jadi warnanya tidak tergolong nude tapi juga bukan warna terang. It’s an easy everyday color. Jadi buat orang yang nggak suka dengan warna ngejreng dan punya medium skin tone seperti saya, pasti akan suka dengan warna ini.

Marc Jacobs Le Marc Lip Crème – Strawberry Girl

Sudah lama sebenarnya saya tertarik dengan lipstik keluaran Marc Jacobs ini, tapi saya bingung ingin pilih warna apa. Akhirnya beberapa minggu lalu, saat ke Jerman dan menemukan Sephora saya pun memutuskan untuk membeli lipstik ini.

Pilihan saya jatuh ke warna Strawberry Girl, yang saya deskripsikan sebagai warm pink coral. Warnanya cantik banget! Cocok untuk suasana spring/summer. Selain itu, formulanya yang creamy nyaman banget dan cukup melembapkan. Ketahanannya juga oke, karena setelah makan dan minum, warnanya masih tetap nempel. Saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa warna coral yang saya miliki dan tidak ada satu pun yang warnanya mirip. Yes..! Nggak nyesal, deh, pilih warna ini.

L’Oreal x Balmain – Confession

Satu lagi warna lipstik dengan nuansa coral, tapi kali ini warnanya tampak lebih nude di bibir saya. Mungkin di bibir orang yang kulitnya lebih putih dari saya, warnanya tidak akan terlihat nude.

Saya juga coba membandingkan dengan beberapa lipstik nude serupa yang saya miliki dan warna ini cukup unik. I love this lipstick, karena formulanya yang nyaman di bibir, creamy meski teksturnya matte, dan cukup tahan lama.

Estee Lauder – Stronger

Kayaknya kurang seru kalau koleksi lipstik spring/summer tanpa warna pink keunguan favorit saya. Saya melihat koleksi lipstik Estee Lauder makin berkembang, karena makin banyak warna-warna bold yang keren banget.

Soal formula matte-nya juga nyaman di bibir dan sama sekali nggak bikin bibir jadi kering. Ketahanan lipstik ini di bibir juga oke banget, bahkan setelah makan dan minum, warnanya masih tampak jelas di bibir.

Maybelline x Gigi Hadid – Khair

Kalau soal lipstik matte keluaran drugstore, sudah pasti pilihan saya jatuh ke Maybelline. Saya selalu merasa cocok dengan formula matte dari lipstik Maybelline yang lembut, creamy, serta tahan lama (banget!).

Lipstik ini merupakan kolaborasi antara Maybelline dan Gigi Hadid. Saya memilih warna Khair, warna merah-oranye yang pas banget untuk spring/summer. Saya suka menggabungkan lipstik ini dengan lip liner dalam warna Austyn (juga dari koleksi Maybelline x Gigi Hadid) yang warnanya oranye terang. Dengan cara ini, warna bibir saya akan terlihat lebih intens warna oranye-nya.

Too Faced Melted Matte – It’s Happening

Hanya satu liquid lipstick yang masuk jadi favorit saya musim ini, yaitu Too Faced Melted Matte dalam warna It’s Happening (a bright magenta color).

Kalau suka pakai lipstik warna ngejreng, harus banget coba warna ini. Warnanya bold, intense, super pigmented, and super long wearing. Suka banget, deh, sama liquid lipstick yang satu ini.

MAC x Nicopanda – Toung ‘N’ Chic

Oke, oke.. warna plum seharusnya memang nggak masuk hitungan saat spring/summer ya. Tapi masalahnya saya lagi suka banget sama lipstik ini dan akhir-akhir ini lagi sering saya pakai.

Toung ‘N’ Chic merupakan warna plum yang sebenarnya menurut saya nggak terlalu gelap (nggak terkesan gothic atau vampy gitu), jadi masih oke untuk dipakai sehari-hari dan akan sangat cocok untuk dipakai saat pesta. Selain warnanya keren, saya juga suka banget formula matte-nya yang enak banget, bahkan terasa seperti nggak pakai lipstik. Ketika saya pikir warnanya sudah hilang pun, eh ternyata masih ada. Saatnya warnanya memudar, pengaplikasian ulangnya juga gampang dan nggak bikin bibir kering.

Oke itu dia pilihan lipstik saya untuk spring/summer kali ini. Saya nggak swatch lipstik-lipstik ini di bibir, karena sudah banyak swatches-nya di Instagram saya.

Silakan cek saja @bluestellar_

Thanks for reading this blog ❤️

YSL Tatouage Couture Liquid Matte Lip Stain Review

Halo, saya kembali lagi dengan review lipstik. Kali ini saya akan mengulas tentang lipstik terbaru keluaran YSL (Yves Saint Laurent), salah satu merek kosmetik high-end favorit saya.

Dari dulu saya memang selalu suka dengan produk-produk lipstik keluaran YSL. Alasannya, mereka punya formula yang nyaman banget di bibir, pilihan warnanya pun bagus-bagus, meski range warnanya nggak sebanyak MAC, tetap saja mereka punya pilihan warna yang oke banget.

Nah, sekarang mereka mengeluarkan liquid lipstick yang mereka sebut liquid matte lip stain atau nama panjangnya YSL Tatouage Couture Liquid Matte Lip Stain.

YSL Tatouage Couture Lip Stain (3)

Deskripsi produk ini di situsnya:

A lightweight lip stain with a revolutionary formula for ultra-matte, high impact color and a lightweight, naked-lip feel.

This formula gives lips matte tattoo-like color that is lightweight and non-drying, making it ultra-comfortable to wear. The high-pigment color dries instantly, stays fresh, and moves with your lips for up to eight hours of wear. The exclusive liner-like applicator allows for precision outlining and filling in—creating perfectly defined lips every time. The color never feathers or spills over the lip line.

Tekstur matte-nya memang beda dengan liquid lipstick kebanyakan, karena terasa “satin” alias lembut dan nyaman di bibir, meski begitu warnanya tahan lama (banget!).

Ada dua warna yang saya miliki (padahal ada beberapa warna yang saya taksir, hehe). Saya memilih warna No. 8 Black Red Code dan No. 19 Fuchsia Intime.

Black Red Code didefinisikan sebagai warna “deep burgundy“. Saat mencoba beberapa warna, saya jatuh cinta dengan warna merah gelap ini, yang secara instan bikin wajah saya tampak lebih cerah. (Memang buat orang-orang yang kulitnya agak cokelat seperti saya, lebih baik pakai warna yang “bold” supaya kulit tidak terlihat kusam).

YSL Tatouage Black Red Code

Fuchsia Intime didefinisikan sebagai warna “true fuchsia“. If you read my blog, than you know that I have a soft spot for fuchsia lipstick and that I have several fuchsia lipstick from YSL. (Read this and this) Makanya ketika mencoba warna ini, saya pikir, “Aduh, saya sudah punya terlalu banyak warna fuchsia.” Tapi di sisi lain, “Aduh, warna ini bagussss banget di kulit saya.” Dan akhirnya saya beli lah warna ini, hahaha…

YSL Tatouage Fuchsia Intime

Ada beberapa kelebihan dari liquid lipstick ini. Pertama, formulanya yang unik dan nyaman di bibir. Teksturnya memang cair banget, jadi saat pertama diaplikasikan tampak glossy di bibir. Setelah beberapa menit, tampilannya berubah menjadi satin-matte. Memang, sih, masih agak transfer (saat makan dan minum), tapi warnanya menjadi stain di bibir dan benar, mirip seperti tato.

Kedua, aplikatornya yang berbeda dengan aplikator liquid lipstick kebanyakan. Bentuk aplikator ini memudahkan pengaplikasian lipstik di bibir dan sesuai dengan teksturnya yang cair.

YSL Tatouage Couture Lip Stain (2)

Kelemahannya, tentu saja harganya yang mahal. Di sini, kisaran harganya antara €34-35, tergantung beli di mana.

Untuk yang suka koleksi, bolehlah coba liquid lipstick yang satu ini. Saya memberi nilai 9/10 untuk liquid lipstick keluaran YSL ini.

 

 

Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick – Mother & Lolita II (Review & Swatches)

Saya sebenarnya agak telat berkenalan dengan liquid lipstick dari Kat Von D ini. Awalnya, saya agak skeptis, sih, meskipun banyak juga yang memuji liquid lipstick ini. Saya pikir, ah palingan sama saja seperti liquid lipstick lainnya. Ternyata saya salah….

Rangkaian liquid lipstick dari Kat Von D ini sebenarnya punya banyak pilihan warna (sampai saya bingung mau pilih yang mana). Akhirnya saya pilih warna Mother dan Lolita II.

kat von d mother lolita ii

Mother dideskripsikan sebagai “dusty mauve pink“, namun saya melihatnya sebagai warna “cool pink” yang tidak tergolong terang, tapi juga bukan warna pucat. Jadi pink-nya berada di tengah-tengah dan menurut saya, tipe warna seperti ini yang bisa membuat kita terlihat “dandan” namun tidak berlebihan.

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (5)

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (4)
Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick – Mother

What I love about this color is…. I don’t have the same color in my collection. Padahal saya punya banyaaaaak banget lipstik pink, tapi ternyata tidak ada warna yang benar-benar mirip dengan warna Mother ini. So, I’m happy with my choice!

Sementara warna Lolita II dideskripsikan sebagai warna “terracotta nude“. Awalnya saya pikir warna ini akan tampak nude di bibir saya, tapi ternyata nggak sama sekali. Pas banget, memang warna ini yang saya cari-cari dan belum ada di koleksi saya. Warnanya juga cocok banget di kulit saya yang agak kecokelatan.

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (6)

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (3)
Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick – Lolita II

Selain pilihan warnanya yang banyak, ada beberapa hal yang saya suka dari liquid lipstick ini. Pertama, formulanya yang nyaman di bibir. Teksturnya agak cair dan setelah diaplikasikan di bibir akan terlihat sangat matte. Meski begitu, bibir saya tidak terasa kering (tapi tetap, ya, harus banget pakai lip balm sebelum pakai lipstik ini).

Kedua, liquid lipstick ini juga tahan lama. Setelah 6 jam dan makan-minum, warnanya memang agak memudar, namun stain-nya tetap ada. Hal terpenting lainnya, setelah warnanya agak pudar, pengaplikasian ulangnya pun tetap nyaman dan nggak bikin terasa kering.

Sayangnya, Kat Von D ini tidak ada di Austria (hiks!). Jadi saya harus ke Sephora di Praha untuk membelinya. Harganya sekitar €20, yang menurut saya cukup oke dengan kualitas lipstik seperti itu.

Untuk liquid lipstick ini, saya beri nilai 9/10.

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (2)

 

*For more swatches, head on to my second Instagram account @bluestellar_