My Current Skincare Routine

Sudah sejak lama sebenarnya saya mau sharing seputar produk perawatan kulit yang saya pakai. Dulu, saya nggak pernah mau gonta-ganti produk. Setia banget sama 3-step skincare dari Clinique. Namun sejak di Wina, saya jadi penasaran mencoba berbagai macam produk, mulai dari produk drugstore hingga yang high-end (alias agak mahal).

Oke, langsung saja ya, saya cerita beberapa produk perawatan kulit (khususnya wajah) yang sedang saya pakai saat ini.

skincare routine andhina (1)

Neutrogena Hydro Boost Cleanser Water Gel

Pertama kali sampai di Wina akhir Agustus 2016 lalu, saya langsung membeli produk pembersih wajah Neutrogena (tapi beda jenis dengan yang ini.. namanya saya lupa). Saya sudah tahu soal brand Neutrogena ini memang punya banyak macam-macam produk perawatan kulit yang berkualitas, meski dijual di drugstore. Jangan salah, drugstore itu memang gudangnya macam-macam perawatan kulit yang bagus dengan harga terjangkau.

Nah, setelah pembersih itu habis, saya beli produk terbaru Neutrogena yang ini, deh, dari seri Hydro Boost yang katanya cocok untuk kulit kering. Karena kulit saya cenderung kering dan saya ingin mencari pembersih yang nggak bikin kulit terasa makin kering, saya pilih Hydro Boost Cleanser Water Gel ini.

What I love about this product adalah… kulit saya terasa bersih sesudah memakainya, tapi nggak terkesan kesat atau kulit terasa ditarik. Benar-benar nyaman dipakainya dan tidak menimbulkan iritasi. Saya biasanya hanya menggunakan sedikit saja (satu kali pump) dan itu sudah cukup untuk membersihkan wajah serta bagian leher.

Clinique Pep-start Hydrorush Moisturizer SPF 20

Saya memilih pelembap yang satu ini, karena memiliki kandungan SPF 20. Saat Summer seperti sekarang ini, Wina memang panas banget dan matahari juga cukup terik. Karena saya malas memakai moisturizer dan sunscreen secara terpisah, saya lebih memilih moisturizer yang mengandung SPF seperti punya Clinique ini.

Janjinya, moisturizer ini menjaga kelembapan kulit sepanjang hari. Memang, sih, saya merasa kulit saya tetap lembap dan saya juga nyaman memakainya. Tidak ada masalah iritasi atau jerawat. Jadi buat mereka yang suka pelembap yang praktis, saya sarankan pakai Clinique Pep-start Hydrorush ini. Sebenarnya ada beberapa jenis produk dari rangkaian Clinique Pep-start, termasuk pembersih dan primer. Namun bagi saya, produk yang menarik perhatian hanya si moisturizer ini.

Lancome Hydra Zen Nuit

Pakai pelembap di siang hari saja nggak cukup. Saat malam hari, ketika tubuh beristirahat dan kulit berregenerasi, kita juga perlu krim malam. Sebenarnya saya sudah lama memakai krim malam dari Lancome ini. Bahkan krim ini sangat membantu kulit saya sepanjang Winter kemarin (di mana kulit terasa sangat kering).

Saya suka banget efek dingin saat memakai krim ini dan sangat melembapkan tanpa membuat kulit terlihat berminyak. Saat pagi hari, kulit terasa lebih segar dan tetap lembap. Sayangnya, krim ini sudah hampir habis (hiks). Mungkin saya akan membelinya lagi nanti, tapi setelah habis saya ingin coba produk krim malam lainnya dulu.

L’Occitane Immortelle Precious Serum

Di usia kepala 3 seperti saya, kayaknya penting banget masukin serum ke dalam rangkaian perawatan kulit sehari-hari. Masalah kulit saya semakin banyak saja, sepertinya, mulai dari garis keriput tipis, noda hitam di pipi, warna nggak merata, dan kering.

Saya pilih serum ini karena punya kandungan anti-aging yang sudah dipatenkan, yaitu ekstrak bunga Immortelle, yang dikenal sebagai bunga yang kekal, bahkan setelah dikeringkan warna dan bentuknya tetap sama. Minyak yang diekstrak dari bunga tersebut juga katanya memiliki kandungan anti-radikal bebas dan anti-kerut.

Saya suka dengan serum ini yang mudah banget meresap ke dalam kulit dan membuat kulit terasa lebih lembap. Sayangnya, baru sekitar beberapa bulan memakainya, Alanna menumpahkan hampir semua isi serum tersebut (huhuhu). Jadi sekarang sedang saya hemat-hemat pemakaiannya, sampai saya membeli serum yang baru.

Origins Ginzing Refreshing Eye Cream

Masalah lingkaran hitam pada mata kayaknya hampir dimiliki semua orang, termasuk saya. Makanya, saya juga memasukkan produk krim mata ke dalam perawatan kulit sehari-hari saya.

Saat Winter kemarin, kulit di area mata saya sempat terasa kering dan perih. Mungkin karena setiap habis cuci muka, saya selalu melewatkan pemberian pelembap di area mata. Saya sempat coba beberapa produk krim mata, tapi akhirnya malah terasa perih. Akhirnya, saya menemukan salah satu remedy paling pas, yaitu Vaseline Petroleum Jelly, yang saya oleskan tipis-tipis di area mata. Setelah rasa perihnya hilang, saya pakai krim mata dari Biotherm yang punya efek mendinginkan.

Setelah krim dari Biotherm itu habis, saya beralih ke krim mata milik Origins ini. Saya tertarik karena krim ini menawarkan efek mencerahkan dan mengempiskan kantung mata. Kandungannya terdiri dari Panax Ginseng dan Ekstrak Magnolia untuk menyegarkan bagian mata sekaligus mengurangi kesan mata lelah.

Selain itu, krim ini juga tidak mengandung Paraben, Phthalate, Propylene Glycol, Mineral Oil, Pewangi Sintetis, Paraffin, dan kandungan lainnya yang berbahaya.

Untuk memakainya, saya hanya perlu sedikit saja untuk disapukan di bagian bawah dan atas mata. So far, saya menyukainya karena nyaman dipakai dan mata saya terasa terjaga kelembapannya. Nggak ada lagi, deh, kulit mata kering dan iritasi.

L’Oreal Detox Pure Clay Mask

Terakhir, adalah produk masker yang biasanya saya pakai setiap 2-3 hari sekali (kalau tidak lupa, hehe..). Masker yang terbuat dari Pure Clay dan Charcoal ini katanya bisa mendetoksifikasi kulit, membuatnya tampak lebih cerah, mengangkat kotoran dari pori-pori kulit, dan memperbaiki warna kulit wajah agar lebih merata.

Saya memang suka hasilnya setiap kali memakai masker ini. Cukup dengan 10 menit saja, wajah saya terasa lebih bersih dan segar. Masker ini juga terasa nyaman di kulit, karena kadang ada beberapa masker yang justru membuat kulit terasa perih atau iritasi. Nilai plusnya lagi, masker ini harganya cukup terjangkau karena dijual di drugstore.

Sekian sharing saya seputar produk perawatan kulit. Jika perawatan yang ini sudah habis semua, saya akan lanjut hunting produk perawatan kulit lainnya. Menurut saya, nggak usah takut untuk mencoba beberapa produk perawatan kulit, karena kita harus menyesuaikan kondisi kulit dengan produk yang kita pakai. Saat kulit terasa kering, cari produk dengan ekstra pelembap. Begitupula saat kulit sedang berjerawat, saya lebih memilih produk perawatan bebas minyak.

Jika ada yang mau sharing seputar produk yang dipakai, silakan tulis di kolom comment yaa.. terima kasih 😀

 

 

La Vie en Rose Lipstick Collection from L’Oreal Paris–Perfect for Pink Lipstick Lovers!

L’Oreal baru saja meluncurkan varian lipstik terbaru yang dinamakan La Vie en Rose. Setelah merilis rangkaian lipstik nude dan red, kini giliran lipstik dengan nuansa warna pink–so I’m very excited about this.

I know.. Saya punya banyak sekali lipstik warna pink. Meski orang bilang warna lipstik saya sama-sama saja, menurut saya, sih, beda kok… Beda tipis, hehe.

Bicara soal rangkaian lipstik ini, L’Oreal mengklaim pilihan warna lipstiknya akan cocok dengan perempuan Indonesia. Memang, sih, untuk cewek dengan kulit sawo matang yang punya tone hangat, biasanya akan kesulitan menemukan warna pink yang tepat. Itu karena pink sendiri memiliki tone dingin. Jadi nggak semua warna pink bisa cocok di kulit orang Indonesia.

Ada enam warna lipstik yang terdapat di rangkaian ini. Kalau saya lihat di beberapa review, varian warna yang diluncurkan di sini berbeda dengan di negara-negara lain. Jadi pilihan warnanya memang benar-benar disesuaikan dengan konsumen di sini.

Warna lipstik ini juga terinspirasi dari enam global brand ambassador L’Oreal, yaitu Eva Longoria, Aishwarya Rai, Blake Lively, Liya Kebede, Doutzen Kroes, dan Jennifer Lopez.

 

From left to right: Eva’s pink (Nymphea), Aishwarya’s pink (Iris), Blake’s pink (Primrose), Liya’s pink (Fuchsia), Doutzen’s pink (Camelia), JLo’s pink (Rose Lotus)

Eva’s pink
dinamakan Nymphea, yaitu warna pink dengan campuran peach kecokelatan (this is an everyday pink lipstick, very feminine).

Aishwarya’s pink dinamakan Iris, yaitu warna pink dengan campuran soft beige.

Blake’s pink dinamakan Primrose, yaitu warna bright coral pink (I love how bright this lipstick, but still very wearable.. and it makes my face look brighter).

Liya’s pink dinamakan Fuchsia, yaitu warna dark pink. (It’s a bright fuchsia, but still very wearable for daytime look).

Doutzen’s pink dinamakan Camelia, yaitu warna pink lilac yang menyala.

JLo’s pink dinamakan Rose Lotus, yaitu warna purplish pink alias pink keunguan (it looks very dark in the tube, but the color is a really nice combination of purple and pink, the darker version of Liya’s pink/fuchsia).

Saat pertama kali dipakai, saya merasa warnanya agak sheer. Masalah utama yang saya miliki adalah warna bibir yang agak gelap di garis terluarnya. Nah, untuk menutupinya saya perlu beberapa kali sapuan lipstik ini, terutama untuk yang warna muda. Meskipun harus disapukan berulang-ulang, pigmentasinya tetap bagus, hasilnya matte, dan tahan lama (bahkan setelah beberapa jam, makan, dan minum, warnanya tetap nempel di bibir). Khusus untuk warna JLo alias Rose Lotus, warnanya lebih pekat, mungkin karena warnanya paling gelap di antara yang lain.

Lipstik ini memiliki formula yang sama dengan lipstick Color Riche dari L’Oreal. Meski dibilang matte, teksturnya beda dengan Moist Matte-nya L’Oreal, padahal tekstur itu yang menurut saya paling nyaman di bibir.

Sementara untuk koleksi La Vie en Rose ini, khusus untuk yang warnanya agak muda, setelah beberapa jam jadi membuat garis-garis kering di bibir saya tampak jelas. Namun lagi-lagi, untuk warna yang lebih gelap tidak ada masalah. Justru tampilannya lebih tahan lama dan terlihat lebih matte.

Warna favorit saya sudah pasti JLo’s pink, karena warna pink-keunguan memang warna saya banget! Tapi saya juga suka Blake’s pink yang bikin wajah saya terlihat segar.

 

Left: JLo’s pink – Rose Lotus, Right: Blake’s pink – Primrose

IMG_1657
Doutzen’s pink (Camelia) on my lips
Saya memberi nilai 7/10 untuk formula dan teksturnya, serta nilai 9/10 untuk pilihan warnanya.. Cause I love all the colors! Dan memang benar, semuanya cocok untuk skintone cewek Indonesia.