Why Do You Need Lip Liner and How to Use It

Dulu, saya sebenarnya tidak percaya dengan fungsi lip liner. Bagi saya lip liner hanyalah pemborosan dan membuat dandanan jadi lebih rumit. Apalagi pas tahun 1990an dulu sempat ada tren memakai lip liner yang warnanya lebih tua (warna hitam ya kalau nggak salah?) dan saya nggak suka banget melihatnya.

Setelah kecanduan nonton video para beauty guru di YouTube, saya pun akhirnya mendapat pencerahan tentang fungsi lip liner sesungguhnya. Akhirnya, koleksi lip liner saya bertambah banyak dan kadang (saat tidak malas) saya pun menggunakan lip liner untuk mendapatkan polesan lipstik yang lebih maksimal.

Mau tahu apa saja fungsi lip liner?

1. Lebih rapi saat memakai lipstik

Ada beberapa jenis lipstik yang saat dipakai warnanya malah bleeding atau bleber ke mana-mana. Biasanya lipstik jenis creamy susah dipakai, karena sering keluar dari garis bibir. Untuk mengatasinya, bisa memakai lip liner. Jadi garisi dulu bibir, baru pakai lipstik supaya tampilannya rapi. Selain itu, lipstik dalam warna-warna bold, seperti merah atau warna gelap lainnya, akan terlihat lebih rapi jika pakai lip liner terlebih dulu.

2. Membuat warna lipstik jadi lebih pekat dan tahan lama

Dengan memilih warna lip liner yang senada dengan warna lipstik, maka warna lipstik pun jadi lebih pekat. Selain itu, lip liner juga bisa membuat lipstik lebih tahan lama. Caranya dengan tidak hanya menggarisi pinggir bibir saja, tapi juga mengaplikasikan lip liner di keseluruhan bibir. Baru setelah itu ditumpuk dengan lipstik.

3. Meratakan warna bibir

Nah, ini salah satu alasan saya suka pakai lip liner. Warna bibir saya tidak rata (gelap di pinggir dan warna pink-kemerahan di dalam). Saya paling nggak suka ketika pakai lipstik warnanya jadi nggak rata, karena ada perbedaan warna bibir saya itu. Jadilah saya akali dengan memakai lip liner yang warnanya senada bibir, sehingga hasilnya warna lipstik di bibir terlihat lebih oke.

4. Pengganti lipstik

Lip liner juga bisa menjadi pengganti lipstik. Caranya, ya, cukup garisi bibir lalu sapukan lip liner di keseluruhan bibir. Tapi cara ini nggak pernah saya pakai, sih, karena saya tetap suka memakai lip liner + lipstik dan bukan lip liner sendiri.

5. Menonjolkan warna tertentu

Ada beberapa lipstik yang merupakan pencampuran dua warna atau bahkan lebih. Misalnya saja ada lipstik dengan perpaduan warna pink-coral, red-orang, peach-pink, atau pink-brown. Nah, kalau kita mau menonjolkan satu warna tertentu saja, bisa menggunakan lip liner yang dengan warna tersebut. Misalnya, pilih lip liner dengan warna nude pink untuk lipstik warna pink-coral atau pink-brown. Hasilnya, warna pink akan lebih intens, tapi masih ada sedikit warna lainnya. Semoga penjelasan saya mudah dipahami, ya.. hehe. Soalnya saya suka banget eksperimen dengan cara ini, terutama ketika memakai lipstik yang warnanya kurang keluar di bibir saya.

Setelah tahu beberapa fungsinya, sekarang saya akan bicara aturan tentang memakai lip liner (ini menurut saya, ya, kalau ada yang tidak setuju, maaf saja.. hehe)

  • Jangan pernah memakai lip liner dengan warna lebih tua

Kalau nggak ingin kembali ke tren lip liner gelap di era 1990an, maka jangan memakai lip liner yang lebih tua untuk menggarisi pinggir bibir saja. Pilih lip liner warna senada atau warna yang setingkat lebih tua masih oke buat saya. Kalaupun ingin membuat warna bibir ombre (seperti yang lagi tren), sebaiknya warnai juga bibirnya sedikit, jadi bukan hanya di garis bibirnya saja.

  • Jangan menggarisi bibir secara berlebihan

Bibir penuh dan seksi memang jadi tren. Makanya, kan, Kylie Jenner yang tadinya punya bibir super tipis, tiba-tiba bibirnya membesar. Dulu dia sempat berkilah kalau itu hanya trik makeup dan dia memakai lip liner melebihi garis bibirnya. Ternyata itu semua bohong, saudara-saudara! Akhirnya dia ngaku, kan, kalau dia pakai lip filler atau menginjeksi bibirnya hingga bengkak kayak disengat tawon.

Makanya, kalau ada yang bilang pakai lip liner melewati garis bibir agar bibir kelihatan lebih seksi, menurut saya, sih, jangan. Karena hasilnya nanti malah kayak bibir Joker. Benar-benar tidak menarik.

Memakai lip liner pas di garis bibir, kemudian menumpuknya dengan lipstik, menurut saya sudah cukup membuat tampilan bibir terlihat lebih penuh, kok.

lipliner2

Lip liner favorit saya

Setelah mencoba beberapa merek lip liner atau lip pencil, saya punya beberapa merek yang jadi favorit.

NYX

Merek yang satu ini memang punya beberapa beauty products dengan kualitas oke dan harga terjangkau. Ada dua macam lip liner yang dijual di NYX (Indonesia), yaitu lip pencil dan retractable lip liner.

Untuk produk lip pencil, menurut saya kualitasnya beda-beda tergantung warnanya. Misalnya, saya punya warna fuchsia yang teksturnya creamy dan gampang dipakai. Tapi warna lainnya, yaitu warna coral, malah rasanya kaku dan susah dipulaskan.

Favorit saya sebenarnya yang jenis retractable lip liner dalam warna nude dan nude pink. Selain nggak perlu repot-repot menyerut pensilnya, lip liner dalam dua warna itu bisa dipakai untuk warna lipstik apa pun. Saya biasanya pakai lip liner tersebut untuk meratakan warna bibir.

Mavala

Merek yang satu ini bisa ditemukan di drugstore, seperti Guardian, dan harganya cukup terjangkau. Teksturnya creamy dan pigmentasinya bagus. Sayangnya saya cuma punya satu warna, yaitu warna fuchsia atau magenta (saya lupa), karena variasi warnanya terbatas.

MAC

MAC juga (yang saya tahu) punya dua jenis lip pencil, yaitu MAC Lip Pencil dan MAC Pro Longwear Lip Pencil. Saya pribadi merasa MAC Lip Pencil sudah memiliki kualitas yang sangat bagus.

Ada dua MAC Lip Pencil yang saya punya, yaitu Chiccory dan Soar. Chiccory bisa saya kombinasikan dengan MAC Retro, MAC Chili, atau bahkan MAC Kinda Sexy. Sedangkan Soar bisa dikombinasikan dengan MAC Brave.

Urban Decay

Nah, ini juga lip liner favorit saya, bahkan saya punya empat lip liner dari Urban Decay. Saya punya warna Anarchy, 1993, Bittersweet, dan Bad Blood. Teksturnya creamy, mudah dipakai, pigmentasinya bagus, dan bisa bikin warna lipstik jadi tahan lebih lama.

Tips Tambahan:

Oh iya, hampir lupa. Untuk lip pencil, biasanya harus diserut seperti pensil untuk menulis. Tapi jangan samakan lip pencil dengan pensil yang sebenarnya, ya. Jadi jangan gunakan serutan pensil untuk menyerut lip pencil. Saya pernah mencobanya dan akhirnya lip pencil saya jadi rusak, sering patah, dan akhirnya cepat habis, deh. Baiknya, sih, memang membeli serutan khusus untuk lip pencil itu. Bisa dibeli di berbagai counter kosmetik, harganya sekitar Rp50.000an kalau tidak salah. Sedangkan untuk lip pencil dari MAC katanya, sih, hanya bisa diserut dengan serutan keluaran MAC. Harganya nggak terlalu mahal, kok, sekitar Rp70.000 saja.

Selamat bereksperimen dengan lip liner/pencil!

 

 

How to Clean Your BB Cushion Puff

Saya ini memang suka banget sama produk BB cream dan baru-baru ini mulai menggunakan Laneige BB Cushion untuk riasan sehari-hari. Soal review produknya mungkin saya ceritakan di posting yang berbeda (bocorannya, sih, produk ini oke banget, hehe).

Setelah beberapa kali pemakaian, pastinya puff atau sponge si BB Cushion ini jadi kotor. Mirip lah dengan puff yang biasa kita pakai untuk compact powder.

Makanya, saya pun mencoba membersihkan puff-nya dengan cara biasa, yaitu menggunakan sampo bayi dan air hangat. Ternyata gagal total!

Saya mulai cari-cari tipsnya di Google. Ada yang menyarankan pakai cleansing oil. Ahh, ribet banget. Itu mah cara lain supaya kita ngeluarin duit.

Akhirnya saya menemukan video tutorial cara membersihkan puff tersebut di Youtube. Caranya gampang, murah, dan efektif.

Pertama, basahkan puff dengan air. Bisa disiram di bawah air keran.

Kedua, gunakan sabun batang (apa saja yang biasa buat mandi) lalu gosok-gosokkan ke bagian puff yang kotor. Tekan-tekan puff-nya supaya semua kotoran keluar. Nanti juga akan kelihatan sisa-sisa BB cream yang menempel di sabun batang.

Ketiga, bilas puff hingga bersih sambil terus diperas supaya kotoran dan busa sabun hilang. Jadi, deh, seperti baru.

laneige bb puff

Sebaiknya, sih, rutin membersihkan puff atau sponge yang biasa kita pakai untuk makeup, setidaknya seminggu sekali. Cara ini supaya bakteri dan kotoran nggak menumpuk di puff atau sponge, dan tentunya nggak nempel juga di kulit kita.

Favorite Facial Cleansing Products (at the Moment)

Sebagai pencinta makeup, saya tentu saja tidak melupakan perawatan kulit. Bagaimanapun juga, riasan wajah memerlukan kanvas (alias kulit) yang bagus. Itulah kenapa produk pembersih makeup dan wajah sangat penting, tidak hanya untuk mereka yang secara rutin menggunakan makeup tapi juga untuk siapa saja.

Kali ini saya akan membicarakan seputar pembersih makeup dan wajah favorit saya, sekaligus langkah-langkah yang diperlukan untuk membersihkan wajah. Salah satu dosa besar para pengguna makeup adalah tidak membersihkan wajah mereka setelah seharian makeup. Jangan pula tidur dengan makeup masih melekat di wajah, karena bisa menutup pori-pori dan akhirnya menyebabkan bakteri di wajah.

Sephora Instant Eye Makeup Remover, The Body Shop Camomile Waterproof Eye & Lip Makeup Remover, Camomile Silky Cleansing Oil, Wardah Olive Oil
Sephora Instant Eye Makeup Remover, The Body Shop Camomile Waterproof Eye & Lip Makeup Remover, Camomile Silky Cleansing Oil, Wardah Olive Oil

Eye makeup remover

Sebagai pemilik mata yang mudah berminyak, saya lebih suka menggunakan eyeliner dan maskara  dengan kandungan waterproof. Kelebihannya, tentu produk ini lebih tahan lama bahkan ketika dipakai seharian. Namun kekurangannya, produk waterproof susah sekali dihapus.

Untuk itu, saya membutuhkan produk penghapus makeup khusus kosmetik waterproof. Saat ini saya suka sekali memakai produk Sephora Instant Eye Makeup Remover dan The Body Shop Camomile Waterproof Eye & Lip Make-up Remover.

Jujur, sebenarnya saya salah beli produk Sephora ini, karena yang saya inginkan justru yang untuk waterproof makeup. Jadi, supaya nggak salah, lihat saja warnanya, yang warnanya biru semua itu untuk makeup biasa, sedangkan untuk yang waterproof terlihat cairan warna biru dan minyak yang terpisah.

Nah, Sephora Instant Eye Makeup Remover ini hanya bisa digunakan untuk riasan mata yang tidak waterproof, seperti eyeliner pensil dan eye shadow, sedangkan yang waterproof lebih baik pakai pembersih dari The Body Shop.

Untuk menggunakannya, saya memakai kapas, tuangkan produk secukupnya, lalu tempelkan di area mata. Diamkan selama beberapa detik, lalu sapukan dari arah dalam mata ke arah luar. Sapukan dengan satu arah dan jangan kucek-kucek mata, karena area mata memiliki tekstur kulit yang lembut.

Jika riasan mata masih juga membandel, biasanya saya akan beralih ke olive oil keluaran Wardah. Menurut saya, olive oil atau minyak zaitun lebih natural dibandingkan baby oil. Olive oil pun tidak akan terasa perih di mata. Biasanya, saya oleskan sedikit minyak zaitun di bagian bulu mata (karena maskara waterproof paling sulit dibersihkan), kemudian saya diamkan beberapa saat, baru dihapus dengan menggunakan kapas. Saya juga biasa meneteskan sedikit olive oil di cotton bud dan gunakan untuk menghapus eyeliner yang masih menempel di dekat lash line (atau garis bulu mata).

Cleansing milk or cleansing oil

Untuk menghapus riasan pada wajah, saya biasa menggunakan cleansing milk, gel, atau oil. Favorit saya untuk produk pembersih adalah Skinfood Green Tea Milk Cleansing Gel. Masalah saya dengan susu pembersih, yaitu saya sering merasa kulit terasa perih, tapi tidak dengan produk keluaran Skinfood ini. Ini merupakan botol ketiga. Ada dua varian dari produk ini, yaitu Cleansing Milk dan Green Tea. Saya pada akhirnya lebih menyukai varian Green Tea, karena rasanya lebih segar di kulit.

Cara menggunakannya, oleskan cleansing milk ke seluruh wajah, lalu pijat-pijat wajah dengan gerakan memutar untuk mengangkat riasan wajah. Selanjutnya saya menggunakan tisu atau handuk basah untuk membersihkan wajah. Saya tidak suka memakai kapas, karena seratnya bisa dengan mudah menempel di wajah.

Berbeda dengan pembersih satu lagi yang menjadi favorit saya, yaitu The Body Shop Camomile Silky Cleansing Oil. Saya suka menggunakan produk ini saat saya tidak memakai riasan yang terlalu tebal (misalnya, hanya BB Cream atau hanya memakai bedak saja).

Menurut saya, produk ini tidak cukup membersihkan saat saya memakai makeup yang cukup tebal (meskipun saya juga tidak pernah berdandan ekstra tebal). Cara menggunakannya, cukup sapukan cleansing oil ke seluruh wajah, pijat-pijat, kemudian ambil sedikit air dan sapukan kembali ke wajah. Dengan memberikan sedikit air, minyak akan terlihat sedikit berbusa, baru setelah itu dibilas dengan air.

Skinfood Green Tea Milk Cleansing Gel, Clinique Liquid Facial Soap, Clinique Clarifying Lotion
Skinfood Green Tea Milk Cleansing Gel, Clinique Liquid Facial Soap, Clinique Clarifying Lotion

Facial wash

Terakhir dan tak kalah penting, saya selalu menyudahi proses pembersihan ini dengan sabun pencuci wajah. Menurut saya, tidak cukup jika hanya menggunakan cleansing milk atau oil, karena saya ingin wajah saya benar-benar bersih. Saya selalu menggunakan Clinique 3-step, yang terdiri dari Liquid Facial Soap, Clarifying Lotion, dan terakhir Moisturizer.

Dulu saya selalu menggunakan sabun batangan dari Clinique, tapi sejak mereka merilis sabun dalam bentuk cair, saya lebih memilih produk ini. Memang, sih, lebih boros dan mahal, tapi rasanya lebih lembut di kulit, sementara sabun batangan bisa membuat kulit terasa kencang dan kering.

Setelah membersihkan wajah dengan sabun pembersih, keringkan wajah, dan dalam keadaan lembap gunakan Clarifying Lotion yang berfungsi sebagai toner untuk menyegarkan wajah. Baru setelah itu, saya menggunakan moisturizer untuk menjaga kelembapan wajah.

Menurut saya, selalu akhiri pembersihan wajah dengan pelembap, baik itu pelembap harian ataupun krim untuk malam hari. Hal ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, terutama setelah kulit seharian tertutup makeup atau diterpa kotoran dan debu.

How to Choose the Perfect Decoration for Your Wedding

Tampilan dekorasi di SMESCO dengan gebyok cokelat, hiasan daun, bunga peach-pink-putih, dan taman kecil di depan
Tampilan dekorasi di SMESCO dengan gebyok cokelat, hiasan daun, bunga peach-pink-putih, dan taman kecil di depan

Heyho.. Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin berbagi tip seputar pernikahan berdasarkan pengalaman saya, tapi sepertinya menulis di blog selalu saja tertunda.

Salah satu hal yang ingin saya bahas adalah tentang cara memilih dekorasi yang tepat untuk pernikahan. Saat masih menyiapkan pernikahan, saya makin jeli ketika datang ke pernikahan orang lain. Satu hal yang paling saya lihat adalah dekorasi. Kadang saya tidak melihat adanya kesatuan warna, atau bunga yang diperlihatkan tampak layu, dan lain sebagainya.

Karena saya tipe orang yang sangat memperhatikan detail, saya pun ingin agar dekorasi pernikahan saya terlihat cantik hingga ke detailnya (astaga.. saya bicara seperti bridezilla, hehe). Anyway, ada beberapa hal (menurut saya) yang perlu diperhatikan saat memilih dekorasi pernikahan.

1. Pilih warna utama

Pertama, tentukan tema warna pernikahan. Pada pernikahan saya tahun lalu, saya memilih warna gold sebagai tema besar. Walaupun saya pencinta warna biru, saya tidak menganggap biru sebagai warna untuk pernikahan. Sebaliknya, gold terkesan mewah, megah, dan glamor, sehingga cocok untuk pernikahan (terutama untuk pernikahan tradisional).

Setelah memilih gold sebagai tema besar, tentunya baju saya akan berwarna gold. Kemudian untuk dekorasi, saya memilih kombinasi warna gold, cokelat cappuccino, dan broken white untuk hiasan kain. Tiga warna itu merupakan tiga warna turunan dari gold yang akan serasi dengan cokelat. Jangan lupa untuk berikan satu warna pucat/natural, contohnya putih, untuk menambah gradasi. Jika gold digunakan untuk semua warna dekorasi, tentunya akan terlihat berlebihan, bukan?

Jika memungkinkan, lihat juga suasana gedung. Apa warna karpetnya? Apakah sudah sesuai dengan pemilihan warna kita? Untungnya, di SMESCO (tempat saya menggelar pernikahan), karpetnya berwarna gold dan merah–cocok.

2. Sesuaikan dengan pemilihan bunga

Dekorasi dari jarak lebih dekat
Dekorasi dari jarak lebih dekat

Untuk bunga, saya juga memilih warna yang tidak terlalu ramai. Ada beberapa orang yang mencampurkan semua warna, mulai dari merah, pink, putih, kuning, hingga biru. Akibatnya, dekorasi jadi terlihat ramai.

Karena itu, untuk menyelaraskan warna, saya memilih bunga mawar dengan warna putih, peach, dan pink. Warna itu akan cukup lembut dan berpadu dengan warna hijau dalam hiasan gebyok cokelat. Jadi, lagi-lagi ada keselarasan antara warna bunga, hiasan kain, dan dekorasi secara keseluruhan.

Kadang, pemilihan warna bunga yang sederhana akan terlihat lebih mewah dan eksklusif. Misalnya saja, dengan perpaduan bunga putih dan warna hijau daun, akan terlihat lebih cantik ketimbang mencampurkan berbagai macam bunga untuk dekorasi. Think..less color is more awesome!

3. Jangan lupa bicarakan dengan pihak catering

dekorasi3
Dekorasi dari catering, taplak off white dan skirting warna gold

 

Biasanya, pihak dekorasi akan bertanggung jawab atas semua jenis dekorasi di acara pernikahan, kecuali dekorasi di meja catering.

Untuk itu, kita sebagai calon pengantin juga harus mengkomunikasikan tema besar dari acara pernikahan kita ke pihak catering. Pastikan warna bunga dan warna skirting mereka senada dengan warna dari pihak dekorasi. Jika memungkinkan, minta mereka menghubungi pihak dekorasi agar lebih mudah berkoordinasi.

Untungnya, ketika pernikahan saya, catering dari Caterindo dan dekorasi dari Aarya Decoration sudah cukup sering kerja sama. Jadi mereka sangat profesional dalam hal ini.

4. Undangan yang senada

Menurut saran saya, tema atau warna yang telah ditentukan untuk dekorasi, juga hadir di undangan. Misalnya, saya memilih undangan berwarna gold karena itu adalah tema besar pernikahan saya. Mungkin bagi sebagian orang tidak penting, tapi bagi saya “matching” itu penting.

5. Tidak usah ragu untuk cerewet

Last but not least, tidak usah ragu untuk cerewet ke pihak dekorasi. Kita bayar mahal, jadi kita juga harus dapat servis yang oke, dong.

Sebisa mungkin lakukan survei ke acara-acara pernikahan yang memakai jasa vendor dekorasi yang kita pilih. Cek seperti apa dekorasinya. Jika bagus, katakan Anda ingin seperti itu. Jika buruk, maka dokumentasikan dan katakan pada pihak dekorasi.

Dengan Aarya Decoration ini, saya sempat ke salah satu pernikahan yang menurut saya dekorasinya buruk. Bunganya layu, cat di pot terlihat mengelupas, dan warna gebyok yang pudar.

Saya pun selalu mengingatkan mereka, jangan sampai ada bunga layu, jangan sampai ada hiasan yang terlihat rusak, dan lain sebagainya. Intinya, ingatkan mereka bahwa kita adalah bridezilla yang sangat memperhatikan detail. Hasilnya, saya puas dengan hasil dekorasi mereka. Flawless!

Tambahan Tip: pemilihan warna untuk tema pernikahan

Seperti tadi saya bilang, saya suka warna gold karena terkesan mewah, yang menurut saya sangat cocok untuk pesta pernikahan di malam hari. Warna gold ini akan cocok dipasangkan dengan merah maroon, cokelat, cokelat muda, beige, atau kuning.

Warna lainnya, yaitu perak, juga terkesan mewah. Tapi perak lebih cocok dipakai untuk pesta siang hari. Warna perak cocok dipasangkan dengan warna-warna dingin lainnya, seperti ungu, lavender, pink pastel, dan lainnya.

Saran saya, lakukan gradasi warna untuk dekorasi, dengan menggunakan warna turunan, warna senada, dan warna netral. Cara ini juga bisa dilakukan untuk pemilihan baju seragam keluarga (jika memang mau).  Semoga saran ini bermanfaat.

10 Life Lessons From How I Met Your Mother

how i met your mother

Bisa dibilang, How I Met Your Mother adalah salah satu serial televisi favorit saya, yang bahkan setelah ditonton berulang-ulang tetap saja akan tertawa. Banyak yang bilang sitcom yang satu ini serupa dengan Friends, serial tv yang terkenal di era 90’s. Mereka sama-sama menampilkan sekelompok orang yang saling berteman, tapi kemudian ada beberapa di antara mereka yang akhirnya menikah. Setting lokasinya pun sama, yaitu New York.

Tapi kalau diminta memilih, saya akan lebih suka HIMYM. Kenapa? Karena serial ini lebih banyak menampilkan ‘keanehan’, lelucon yang bahkan terlalu absurd, yang mungkin hanya orang-orang ‘aneh’ seperti saya yang menyukainya.. Haha!

Anyway, cerita perjalanan Ted Mosby (Josh Radnor) menemukan istrinya atau ibu dari anak-anaknya ini, menurut saya sangat sweet. Suatu perjalanan yang mungkin juga dirasakan semua orang, karena untuk menemukan yang namanya ‘true love‘ itu tidak selalu mudah. Di sini, Ted berteman dengan Marshall Eriksen (Jason Segel) yang menikah dengan Lily Aldrin (Alyson Hannigan). Ted sempat jatuh cinta dengan Robin Scherbatsky (Cobie Smulders), yang ternyata justru lebih mencintai Barney Stinson (Neil Patrick Harris), the ultimate womanizer dan menurut saya karakter paling kuat di cerita ini (plus paling aneh!).

Saking menariknya serial ini, kita juga bisa menarik beberapa pelajaran hidup dari sini. Berikut ini saya ambil beberapa poinnya dari situs All Women Stalk.

1. If it’s meant to be, it will be

Sepanjang cerita di serial tv ini, kita akan dipertontonkan bagaimana Ted berusaha menemukan ‘the love of his life’ dan akhirnya menikah. Tapi bahkan setelah memasuki season 8, dia masih belum juga menemukannya dan kita para penonton pun belum bisa melihat seperti apa wujud istri Ted itu (baru pada di akhir season 8 akhirnya diperlihatkan sosok ‘The Mother’ itu). Jadi intinya, kalau memang harus terjadi, maka akan terjadi. Kadang sekeras apa pun kita berusaha mencari, kalau tidak ketemu, ya tidak ketemu. Mungkin memang seharusnya cinta yang menemukan kita, bukan sebaliknya.

2. Long distance relationships hardly ever work

Bukan berarti pacaran jarak jauh tidak bisa berhasil, tapi biasanya memang sulit. Sama seperti di serial ini ketika Ted menjalin hubungan dengan Victoria. Pada akhirnya mereka tidak bisa mempertahankannya, bahkan Ted sempat berpesan akan hal ini kepada anak-anaknya.

3. Nothing good ever happens after 2 A.M

Ini masih berkaitan dengan hubungan Ted dan Victoria saat mereka sedang pacaran jarak jauh. Ted merasa hubungannya makin berantakan, kemudian Robin (yang tiba-tiba punya perasaan pada Ted) mengundangnya setelah pukul 2 pagi untuk ‘membuat jus’. Ketika Ted tiba di apartemen Robin, dia malah mengatakan telah putus dengan Victoria (padahal belum). Salahnya, ketika Ted ke kamar mandi, Robin sedang memegang handphone milik Ted dan Victoria menelepon. Intinya, pada malam itu (tepatnya setelah pukul 2 pagi), Ted membuat keputusan buruk yang akhirnya membuat dia kehilangan Victoria dan Robin.

4. Things you may not have liked before may not be that bad later on

Di season pertama, Ted memiliki kemeja lama yang tidak pernah disukainya, tapi selang enam tahun kemudian dia malah suka. Dia kemudian juga menyukai Bourbon, sesuatu yang dia pikir tidak akan pernah disukai. Jadi seiringnya waktu, Ted pun menyadari seleranya mulai berubah, termasuk ketika dia mulai kencan dengan perempuan yang mungkin dulunya dia anggap tidak menarik. Sama seperti Ted, selera kita bisa juga berubah, kok, dalam segala hal. Sesuatu yang menurut kita tidak menarik, bisa saja terlihat berbeda setelah beberapa waktu dan akhirnya kita menyadari, it’s not that bad.

5. The front porch test

Jenis tes ini dilakukan Lily untuk menentukan orang yang akan menjadi teman hidupnya. Jika dia bisa membayangkan bersama dengan orang itu hingga hari tua mereka, duduk-duduk di teras, sambil membayangkan kehidupan yang lampau, maka dia adalah orang yang tepat. Ini juga salah satu cara yang bisa kita lakukan saat akan mengambil keputusan besar. Coba bayangkan ketika tua nanti, akankah ketika bahagia dengan pilihan sekarang?

6. Clubs are terrible

Ketika di awal usia 20-an mungkin club menjadi tempat yang terlihat ‘asyik’, tapi seiring bertambah dewasa nyatanya club bukan lagi tempat hang out yang menyenangkan bersama teman. Hal ini juga yang diceritakan dalam serial HIMYM, di mana ketika Ted dan Robin pergi ke club, mereka malah tersiksa dengan suara musik yang keras, susah berkomunikasi, bahkan untuk memesan minuman sekalipun.

7. Brunch is for couples and families, but not alone

Brunch merupakan waktu makan yang sering dibicarakan di serial ini, terutama oleh Marshall yang sering melakukannya bersama Lily. Namun ketika mereka putus, Marshall masih tetap ingin melakukan kebiasaan brunch tersebut. Tapi, ketika dia datang sendiri, dirinya malah ditertawakan pelayan resto. Kemudian akhirnya dia mengajak sahabatnya, Brad, untuk brunch bareng. Akhirnya, mereka malah jadi terlihat seperti sepasang kekasih. Hmm.. mungkin dua pria melakukan brunch terlihat aneh, tapi saya sering kok menikmati brunch berdua saja dengan sahabat perempuan saya.

8. Always consider the crazy/hot scale

Skala ini diciptakan oleh Barney, yang mengatakan bahwa seorang cewek boleh ‘gila’ asalkan dia sama seksinya (atau bahkan sangat seksi). Kegilaan seseorang mungkin dibutuhkan untuk membuat hubungan terasa menyenangkan. Tapi jangan sampai, deh, bertemu seseorang yang sangat ‘gila’ seperti ketika Marshall bertemu Chloe dan Ted berpacaran dengan Jeanette. Saya rasa skalanya Barney ini sama seperti skala yang biasa dibuat oleh cewek (setidaknya saya dan teman-teman). Seorang cowok dimaklumi brengsek, jika dia sangat ganteng. Jika tidak, please talk to my hand.. hehe.

9. Body language will tell about a person’s availability

Ini merupakan cara yang bisa kita lakukan untuk melihat apakah seseorang single atau tidak. Sama seperti ketika, kakak tiri Barney, James, yang saat diajak hang out malah terlihat sibuk sendiri. Dia sibuk dengan ponselnya, sibuk mengirimkan pesan singkat, bahkan menolak saat diajak berkenalan dengan orang lain. Saat kita pergi bersama teman-teman, perhatikan saja sikap mereka. Ketika yang lainnya sibuk bersosialisasi (atau tebar pesona), sementara ada satu orang yang sibuk dengan ponselnya dan tidak mempedulikan keadaan sekitar, maka dia sudah tidak available.

10. The olive theory

Saya selalu menyukai hubungan antara Lily dan Marshall, karena mereka sepertinya bisa melengkapi satu sama lain. Sama halnya dengan the olive theory, yang merupakan salah satu konsep menarik dari serial ini. Teori ini mengatakan ketika satu orang menyukai olive, sementara yang lainnya tidak, maka mereka berada dalam hubungan yang seimbang dan memang ditakdirkan untuk bersama. Mungkin terkesan aneh, tapi konsep ini sepertinya menjelaskan tentang bagaimana perbedaan justru terlihat menarik. Opposites atrract, right..