Rouge Dior Lipstick Review: Classic Matte & Mysterious Matte

Halo.. sepertinya sudah lama saya tidak mengulas seputar lipstik. Masih banyak lipstik yang ingin saya review, tapi kadang-kadang belum mood untuk menulis atau tidak sempat (kayak sibuk aja, hehe..).

Kali ini saya akan mengulas lipstik matte keluaran Dior. Sama seperti Chanel, YSL, dan sebagainya, merek yang satu ini memang tergolong high-end. Kosmetik Dior dan produk kecantikannya juga sebenarnya sudah ada sejak lama.

rouge dior lipstick (7)

Saya masih ingat dulu waktu saya masih kecil, ibu saya sering memakai kosmetik keluaran merek tersebut. Tapi kemudian namanya seperti meredup (atau mungkin di Jakarta saja yang tidak ada ya, I don’t know). Begitu kosmetik (khususnya lipstik menjadi makin tren), muncul lagi deh koleksi Dior dan tentu produknya pun lebih beragam.

Waktu di Jakarta, saya nggak begitu tertarik untuk membeli lipstik Dior. Alasannya, tentu karena mahal dan saya merasa pilihan warnanya kurang menarik (beda dengan YSL yang sepertinya punya pilihan warna lipstik yang berbeda). Tapi begitu di Wina, saya memiliki “privilege” untuk membeli lipstik ini dengan harga miring di bawah harga retail (tenang saja, barangnya asli, kok, bukan KW or replika).

Jadilah saya membeli dua lipstik jenis matte dari Dior ini. Kenapa jenis matte? Karena memang saya paling suka lipstik jenis matte dibanding jenis creamy apalagi glossy. Alasan kedua, karena ketika saya beli, produk tersebut tergolong baru.

Ada dua warna yang menjadi pilihan saya, yaitu No. 772 Classic Matte dan No. 897 Mysterious Matte.

Classic Matte merupakan warna “rosy pink” yang natural. Ini merupakan warna universal yang menurut saya bisa dipakai oleh siapa saja, apa pun warna kulit mereka. Saya pun sudah beberapa kali merekomendasikan warna lipstik ini ke beberapa teman saya.. and they all love it! Ada teman saya merasa warna lipstik ini lebih ke cokelat, namun di bibir saya warnanya lebih cenderung pink.

rouge dior lipstick classic matte
Rouge Dior Lipstick No. 772 Classic Matte

Mysterious Matte merupakan warna “berry pink” yang juga cocok untuk siapa saja. Bagi saya yang memiliki warna kecokelatan, warna ini membuat penampilan wajah saya lebih segar (karena saya nggak suka dengan lipstik yang justru membuat wajah saya tampak kusam).

rouge dior lipstick mysterious matte
Rouge Dior Lipstick No. 897 Mysterios Matte

Untuk formulanya, saya lebih suka formula lipstik Dior ini ketimbang Chanel, yang menurut saya setelah dipakai beberapa lama akan terasa kering. Lipstik matte Dior ini memiliki tekstur matte yang nyaman dan nggak bikin bibir kering. Warnanya pun cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam warnanya masih melekat di bibir.

Jika dilihat dari packaging-nya, menurut saya koleksi Rouge Dior Lipstick ini cenderung biasa, jika dibandingkan dengan lipstik high-end lainnya. But then again, yang penting kan isinya bukan cuma kemasannya.

Secara keseluruhan saya beri nilai lipstik ini: 9/10.

(PS: Di foto swatch lipstik ini saya memberi watermark @bluestellar_ yang merupakan akun Instagram baru saya, yang isinya tentang lipstik, lipstik, dan lipstik 😀 akun ini sekaligus jadi pengingat buat saya, kalau saya sudah punya beberapa lipstik dengan warna serupa dan mungkin bisa menjadi referensi buat siapa saja yang mau beli lipstik warna tertentu. Silakan dicek jika tertarik).

MAC Lipstensity Review (Smoked Almond, Lobster, Ambrosial)

September 2016 lalu, MAC meluncurkan rangkaian lipstik baru yang dinamakan Liptensity. Warna lipstik yang ditawarkan lebih intens dan pekat, namun teksturnya sendiri creamy dan bukan matte.

Kalau di website-nya, rangkaian lipstik ini dideskripsikan sebagai berikut:

A brilliant new Lipstick formula that pushes the boundaries of colour. Each Lipstick holds intense amounts of pigment, resulting in extreme colour intensity, clarity and vibrancy. This luxurious gelled base melts on contact, providing fully saturated colour with a satin finish in one stroke.

Ada 24 warna MAC Lipstensity, dari warna-warna nude, cokelat, pink, merah, hingga warna-warna unik, seperti abu-abu, biru, dan hitam.

Pilihan pertama saya jatuh pada warna Smoked Almond. Saya sebenarnya selalu merasa kesulitan mencari warna nude, karena biasanya nude bisa menjadi sangat pucat sementara saya ingin nude yang agak berwarna (if that makes any sense) supaya wajah saya nggak ikutan pucat.

Smoked Almond ini didefinisikan sebagai warna “bright rosebrown”. Kalau saya sendiri melihatnya warna cokelat muda yang hangat dengan sedikit campuran warna peach. Di bibir saya, warna ini sangat pas untuk tampilan sederhana, terutama saat saya lagi nggak kepengen pakai lipstik warna mencolok. And I think this is the perfect nude/neutral lipstick for me.

Lalu, saya juga punya Ambrosial, yang didefinisikan sebagai warna “bright plum pink“. Benar saja jika disebut “bright”, karena warnanya memang terang banget di bibir. Entah kenapa di bibir saya warna plum-nya tidak begitu kelihatan, lebih ke warna bright fuchsia. Tapi saya memang selalu suka lipstik dengan campuran warna pink dan ungu seperti ini.

Terakhir, warna yang saya miliki adalah Lobster. Sebenarnya saya ingin mengoleksi beberapa warna lainnya, tapi saya bingung memilih yang mana. Akhirnya pilihan saya jatuh ke warna yang didefinisikan sebagai “burnt orange” ini, dengan anggapan saya tidak memiliki cukup banyak lipstik oranye. Saya malah melihat warna ini sebagai bright orange, karena memang warnanya sangat terang.

mac-lipstensity-swatches-on-lips

Secara keseluruhan, saya suka rangkaian MAC Lipstensity ini, karena pigmentasinya warnanya yang bagus dan pilihan warnanya yang beragam. Teksturnya yang creamy juga nyaman banget di bibir dan nggak bikin bibir kering. Tentu saja, karena bukan lipstik matte, lipstik ini mudah banget nempel di mana-mana dan ketahanannya nggak lebih dari 5 jam. Rangkaian lipstik ini saya beri nilai 8/10.

 

NYX Soft Matte Lip Cream New Shades Review

Saya merasa bersalah nggak pernah membicarakan tentang NYX Soft Matte Lip Cream (SMLC) di blog saya, padahal liquid lipstick yang satu ini merupakan salah satu favorit saya. Bahkan bisa dibilang, pertama kalinya saya berkenalan dengan liquid lipstick ya dengan NYX SMLC. Warna pertama yang saya beli adalah Antwerp, lalu saya beli warna Prague, Monte Carlo, Addis Ababa, dan Ibiza.

Berhubung baru-baru ini saya borong beberapa warna baru NYX SMLC, jadi saya pikir sekalian saja review warna-warnanya sebelum saya kelupaan lagi.

Sebenarnya warna-warna baru NYX SMLC ini sudah ada sejak awal tahun ini. Ada 12 warna baru, mulai dari berbagai macam nuansa cokelat hingga warna biru. Jadi total ada sekitar 34 warna NYX SMLC digabung dengan warna-warna lama yang semuanya dinamakan berdasarkan nama kota di dunia (sayangnya tidak ada Jakarta dan Vienna).

Ada empat warna yang saya beli, yaitu Rome, Budapest, Paris, dan Seoul.

nyx-smlc-new-colors-on-my-lips

 

Rome dideskripsikan sebagai warna “warm nude with red undertone“. Warnanya cukup natural di bibir saya. Nude tapi tidak terlihat pucat. Ini merupakan warna yang saya rekomendasikan untuk mereka yang suka warna-warna natural.

Budapest adalah warna “deep mauve with red undertone“. Ini merupakan warna favorit saya dibanding tiga warna lainnya yang saya beli. Warna-warna earthy seperti ini, menurut saya, merupakan warna yang jadi favorit di akhir tahun ini (dan sepertinya akan terus jadi favorit hingga awal tahun depan).

Paris merupakan warna “hot pink”. Saya beli karena saya suka kota Paris (guilty!). Warnanya sendiri menurut saya lebih ke arah fuchsia, sementara warna Addis Ababa yang dideskripsikan sebagai “bright fuchsia” malah lebih cocok jika disebut sebagai “hot pink”. But then again, it’s just my opinion.

Seoul adalah warna “violet“. Bisa dibilang lipstik warna violet adalah kelemahan saya (hehe..). Jadi saya harus banget punya warna Seoul ini di koleksi saya. Warna violet ini sangat wearable, karena menurut saya tidak terlalu ungu. Dibanding warna lainnya, saya merasa warna ini agak sheer dan tidak terlalu pekat seperti yang lainnya, which is a downside, karena saya ingin warna ini terlihat lebih opaque.

Di bawah ini saya membandingkan warna-warna NYX Soft Matte Lip Cream dengan beberapa lipstik yang saya miliki. Seperti dapat dilihat, warna Paris mirip banget dengan MAC Girl About Town, hanya formulanya saja yang berbeda. Sedangkan Budapest memiliki warna undertone lebih merah dibanding Wardah Choco Town dan MAC Del Rio.

nyx-smlc-new-color-3

nyx-smlc-new-color-4

Secara keseluruhan saya suka koleksi ini dan saya suka karena NYX menambah banyak warna-warna baru (yang tentunya bikin saya bingung ingin memilih yang mana). Saya beri nilai 9/10 untuk NYX Soft Matte Lip Cream.. I love the formula, the range of colors, and it’s really affordable.

NYX Full Throttle Lipstick – Trickster (Review)

I always love NYX Cosmetics! Sejak kemunculan brand ini di Indonesia, saya selalu mengoleksi beberapa varian lipstiknya, dari yang matte, butter lipstick, soft matte lip cream (one of my favorite liquid lipstick, meski nggak pernah saya bikin review-nya di sini.. hehe), hingga butter gloss-nya.

NYX merupakan brand asal AS yang punya kualitas bagus dengan harga terjangkau. Ada pula beberapa warna yang bisa menjadi dupe dari lipstik high-end. Jadi buat yang nggak mau mengeluarkan uang banyak untuk lipstik bagus bisa cek beberapa produk NYX.

Selain lipstik, banyak juga, kok, produk NYX lainnya yang oke, seperti blush, bedak, primer, pensil alis, dan lain-lainnya. Saya punya beberapa, but I won’t talk about that right now, karena sebagai pencinta lipstik ulasan blog saya kali ini ya seputar lipstik lagi.

Baru-baru ini, NYX membuka toko pertamanya di Wina. Telat banget ya, dibanding Jakarta. Memang, sih, produknya sudah ada online dan di beberapa toko kecantikan seperti Douglas (toko kosmetik mirip kayak Sephora, tapi mereknya lebih banyak yang high-end).

Walaupun telat, koleksinya memuaskan banget. Dibanding Jakarta, yang kadang koleksi warnanya nggak lengkap, toko NYX di sini lengkap banget. Semua produk terbarunya pun ada (termasuk warna-warna baru NYX soft matte lip cream yang saya incar).

Setelah melihat-lihat koleksi lip cream, tiba-tiba saya melihat ada koleksi NYX Full Throttle Lipstick yang diklaim sebagai waterproof lipstick (hmm.. tempting). Warna pertama yang saya swipe di tangan adalah Trickster. I always have a thing with violet lipstick.

nyx-trickster-1

Saat saya swipe di tangan, teksturnya terasa berbeda. Lembut, tapi matte. Jadilah saya beli juga.. dan the best part is, harganya hanya €6.90 atau sekitar Rp103.500.

Menurut informasi di website NYX, varian lipstik ini punya 12 warna berbeda, dari nude, bright pink, deep red wine, hingga black purple. Full Throttle Lipstick juga didefinisikan sebagai berikut ini:

It’s the color addict’s ultimate fix and a makeup artist’s dream: Our new waterproof Full Throttle Lipstick covers your lips with super-saturated matte color and features a unique bullet with a beveled edge for lining, filling and perfecting your pout to your heart’s desire.

nyx-trickster-2

Bentuk lipstiknya ramping dan ujungnya agak kotak. Unik, sih, tapi lipstik ramping kayak gini memang agak ringkih, jadi jangan dikeluarkan terlalu banyak atau dipakai dengan cara ditekan karena bisa patah (and you definitely don’t want that).

Warna Trickster ini dideskripsikan sebagai warna “Bright violet mauve“. Saya suka banget warnanya, karena ini merupakan tipe warna violet yang pas banget untuk kulit saya.

nyx-trickster-on-my-lips

Teksturnya juga lembut banget di bibir, beda dengan lipstik matte yang kadang terkesan “heavy” di bibir. Warnanya juga cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam. Setelah makan, biasanya warnanya agak sedikit pudar, namun stain-nya masih tetap ada. Saya beri nilai lipstik ini 8/10.

Oh iya, saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa lipstik milik saya. Ternyata warnanya mirip banget dengan lipstik YSL Rouge Pur Couture N°58 Mauve Nihiliste, tapi lipstik YSL ini teksturnya lebih creamy dan sedikit mengilap. Sedangkan MAC Invite Intrigue (warna Limited Edition dari koleksi Blue Nectar) warnanya lebih pink dan Urban Decay Bittersweet warnanya lebih ungu, teksturnya lebih matte, dan lebih pekat.

nyx-comparison-dupe

 

Chanel Rouge Coco Stylo 212 Recit (Review)

Huwoo.. lipstik baru lagi. Entah lagi dapat pencerahan apa tiba-tiba suami membelikan saya ini, hehe. Katanya buat dibikin review di blog. Baiklah kalau begitu, langsung saya tulis, deh.

Perkenalan dulu deh sama koleksi terbarunya Chanel ini. Well, nggak baru-baru amat, sih, karena sebenarnya diluncurkan pada Spring 2016 kemarin. Ah well, masih dalam satu tahun yang sama toh, jadi bisa dianggap baru juga.

Kalau menurut deskripsi di website Chanel, Rouge Coco Stylo ini perpaduan antara lipstik dan perawatan untuk bibir.

chanel-rouge-coco-stylo-212-1

The intensity of a lipstick, the shine of a lipgloss and the comfort of a lip balm — all in one creamy yet lightweight formula. This innovative formula is enriched with nourishing Apple Seed Extract and hydrating Jojoba Oil and Coconut Oil. Silk Powder, Beeswax and special ingredients help visibly smooth, plump and add brilliant 3D shine to the lips. A spectrum of eight irresistible shades features pinks, reds, nudes and corals. In a convenient, twist-up ‘stylo’ form to write your colour signature.

Kalau lipstik matte, saya sudah punya terlalu banyak, jadi lipstik yang glossy dan lembap merupakan sesuatu yang jarang saya gunakan. Namun saat udara dingin sepertinya lipstik dengan kandungan moisturizer kayak gini memang sangat penting.

Ada 8 pilihan warna untuk koleksi Rouge Coco Stylo ini, yaitu:

  • Conte (202): baby pink
  • Article (204): bright warm tangerine
  • Histoire (206): bright coral
  • Roman (208): bright fuchsia pink
  • Recit (212): reddish plum
  • Message (214): warm raspberry pink
  • Lettre (216): soft rose pink
  • Script (218): nude pink-brown

Saya memilih warna Recit, karena melihat bahwa warna itu yang cocok untuk warna kulit saya. Saya juga naksir warna Roman dan Message, tapi takutnya sudah banyak lipstik saya yang warnanya mirip-mirip seperti itu. Lagipula saya pikir warna Recit ini juga akan cocok dipakai saat musim gugur.

chanel-rouge-coco-stylo-212-3

Oke, sekarang saya review soal formulanya. Saat dipulaskan memang terasa ringan, glossy, nyaman di bibir dan melembapkan, tapi warnanya tetap opaque. Karena teksturnya yang bukan matte, makanya lipstik ini cepat pudar. Setelah makan mungkin masih ada stain, tapi setelah beberapa jam kemudian warnanya cepat hilang.

chanel-rouge-coco-stylo-212-4

Selain itu, hati-hati saat memutar lipstik stylo ini, karena teksturnya yang creamy lipstiknya gampang sekali tercungkil atau bahkan patah (hiii.. tragedi banget itu).

Satu hal yang paling saya suka adalah packagingnya yang sleek, mirip seperti bolpen. Memang kalau lipstik high-end selalu menang di kemasan yang mewah. Secara keseluruhan saya beri lipstik ini nilai 8,5/10. 

My Top 10 Fall Lipsticks 2016

Finally… I can talk about fall! Haha.. karena biasanya di Indonesia kan cuma ada dua musim, musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan kalau kita mengikuti tren di negara barat yang punya empat musim, kita jadi mengenal tren berdasarkan musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Personally, saya suka banget musim gugur alias fall alias autumn. Musim ini udaranya mulai sejuk (nggak panas dan belum terlalu dingin), warna-warna daunnya cantik (mulai dari kuning, oranye, hingga merah kecokelatan, koleksi busananya pun lebih menarik (scarf, boots, dan coat sudah mulai bisa dipakai, nih..).

Nggak cuma warna busana saja yang mengikuti musim, warna lipstik juga. Untuk musim gugur kali ini, ada beberapa  warna lipstik yang menjadi pilihan saya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
My top 10 fall lipsticks 2016
1. Maybelline Creamy Matte Lipstick – Touch of Spice

I love love love this lipstick from Maybelline. I think this one is the best matte formula from Maybelline. Sayangnya, rangkaian koleksi creamy matte ini nggak masuk ke Indonesia dan saya pun harus membelinya secara online.

Touch of Spice merupakan warna rosy plum dengan sedikit unsur warna cokelat yang cantik. Warnanya pas banget untuk sehari-hari dan menurut saya pas banget buat fall (walaupun masih cocok juga sih dipakai saat spring atau summer).

Oh iyaa.. lipstik ini juga tahan lama. It lasts all day (even after heavy eating) and still feels comfortable on my lips. 

2. Essence Matt Matt Matt Lipstick – 03 Wow Effect

Lipstik yang satu ini baru saja saya beli setelah sampai di Wina. Selain suka lihat-lihat counter kosmetik, saya juga suka banget ke drugstore untuk melihat berbagai macam kosmetik drugstore dengan harga terjangkau.

Salah satu merek yang sepertinya cukup oke (kualitas bagus dan harga murah) adalah Essence. Saya memilih rangkaian lipstik matte-nya, yang kayaknya juga belum lama ini diluncurkan. 

Dengan harga di bawah €3, lipstik ini oke banget. Warnanya memang tidak terlalu opaque, tapi saya suka warna mauvy pink ini yang pas banget di bibir saya.

3. MAC Matte Lipstick – Velvet Teddy

Kadang-kadang saya pengen juga pakai lipstik warna nude, jadilah pilihan saya jatuh ke Velvet Teddy ini, salah satu warna lipstik yang jadi favorit di kalangan pencinta lipstik MAC.

Buat mereka yang berkulit putih dengan bibir pucat, pasti warna lipstik yang dideskripsikan sebagai “deep-tone beige” ini bakal terlihat jelas. Tapi di bibir saya yang agak gelap, warnanya jadi beige muda yang sangat pucat. Saya biasanya mengakali dengan memakai lip liner. Pilihan saya antara MAC lip pencil Chiccory atau Whirl, supaya warnanya lebih keluar.

4. MAC Satin Lipstick – Del Rio

Satu lagi lipstik MAC yang menurut saya cocok untuk suasana musim gugur adalah Del Rio. Lipstik ini memiliki perpaduan warna plum dan cokelat, jadi berbeda dengan Retro (yang lebih peach) dan Whirl (yang lebih pink), walaupun ketiganya sama-sama punya unsur warna cokelat.

Del Rio menurut saya lebih gelap dibanding Retro dan Whirl, tapi tetap wearable. Lipstik ini memiliki formula satin yang nyaman di bibir, bahkan menurut saya lebih nyaman dibanding matte dan warnanya sama pekatnya.

5. Ofra Cosmetics Liquid Lipstick – Miami Fever

Ini dia salah satu liquid lipstick favorit saya. Memang, sih, saya tidak pernah membicarakannya di blog ini (karena kebanyakan yang mau ditulis tapi waktunya nggak ada, hiks). Makanya sekalian saja saya tulis di sini review soal Ofra Cosmetics ini.

Tekstur liquid lipstick dari Ofra ini menurut saya adalah yang paling nyaman di antara semua liquid lipstick yang pernah saya coba. Teksturnya kayak mousse dan sama sekali nggak bikin bibir kering, tapi warnanya tahan lama banget!

Saat saya pakai liquid lipstick ini, warnanya nggak hilang bahkan setelah saya makan steak berlumurkan butter dan kentang goreng dan setelahnya saya bersihkan bibir pakai tisu. Mama saya saja sampai bingung, kok lipstik saya masih utuh seperti tak tersentuh (hehe).

Warna Miami Fever ini dideskripsikan sebagai warna burnt terracotta. Warna ini diciptakan berkat kerja sama Ofra bareng Kathleen Lights (seorang YouTuber/Beauty Vlogger yang cukup terkenal). Warnanya memang unik banget dan saya suka karena warnanya mengingatkan saya dengan warna dedaunan di musim gugur.


6. YSL Rouge Pur Couture – 04 Rouge Vermillon

Apakah saya pernah bilang bahwa tekstur lipstik YSL Rouge Pur Couture merupakan yang paling nyaman? Jika belum, saya akan bilang sekarang. Saya memang suka banget dengan lipstik YSL, karena formulanya nyaman, tahan lama, nggak bikin bibir kering, dan pilihan warnanya banyak.

Salah satu lipstik YSL Rouge Pur Couture yang jadi favorit saya adalah warna Rouge Vermillon. Memang sepertinya warna ini jarang dibicarakan, ya nggak seheboh warna Rosy Coral, Le Fuchsia, atau seikonik warna Le Rouge.

Namun menurut saya, warna Rouge Vermillon ini cantik banget. Di bibir saya, warnanya terlihat seperti warna merah raspberry. Warna merah yang nggak ‘ngejreng’, sangat wearable untuk daytime, tapi tetap terkesan bold.

7. Chanel Rouge Allure Velvet – 58 Rouge Vie

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi Chanel Fall 2016, Le Rouge Collection N°1. Ada beberapa warna lipstik, dari merah oranye hingga cokelat gelap. Pilihan saya jatuh ke warna Rouge Vie, yang dalam website Temptalia dideskripsikan sebagai “muted medium-dark reddened plum”. Namun di bibir saya tidak kelihatan warna plum-nya, yang ada hanya warna merah dengan unsur warna cokelat.

Saya suka dengan Chanel Rouge Allure Velvet, karena teksturnya yang nyaman di bibir. Sayangnya, saya juga punya masalah dengan lipstik ini, karena setelah beberapa jam dipakai bibir akan terasa kering. Jadi perlu ekstra lip balm saat pakai lipstik ini. With that said, I still love this color and I think it’s perfect for fall.

8. Urban Decay x Gwen Stefani – Rock Steady

Saat tahu Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (salah satu penyanyi favorit saya..and I love her style) saya pun langsung mengontak kakak saya di US untuk membeli lipstik ini (karena waktu itu Urban Decay belum masuk ke Indonesia).

Warna Rock Steady ini menurut saya warna yang paling bagus di antara koleksi UD x Gwen. Warna lipstik ini dideskripsikan sebagai warna “deep wine red” dengan tekstur cream. Bagi pemilik kulit sawo matang atau kecokelatan seperti saya, wajib punya deh warna merah gelap seperti ini. 

Selain itu, tekstur cream-nya juga sangat nyaman. Memang, sih, mudah bleeding alias pas dipakai bisa keluar dari garis bibir dan sangat transferable alias gampang nempel di gelas atau tangan. Tapi tetap saja warnanya sangat sangat tahan lama dan tetap nyaman di bibir.

9. Urban Decay Matte Revolution Lipstick – Afterdark

Another one from Urban Decay, kali ini dari rangkaian lipstik Matte Revolution. Meski matte, tekstur lipstik ini sangat nyaman di bibir. Saya suka banget warna ini yang memiliki percampuran warna dark purple and pink berry.

Maaf kalau di foto swatch di bawah, warnanya jadi tidak kelihatan jelas. Tapi saya sudah pernah me-review lipstik Matte Revolution ini, jadi bisa lihat lebih jelas warna lipstiknya saat dipulaskan di bibir saya.

10. Lancome L’absolu Rouge Definition – 393 Le Prune

Fall kurang lengkap tanpa vampy lipstick.  Well, sebenarnya warna Le Prune ini nggak vampy banget, sih, tapi paling gelap di antara semuanya.

Buat yang pengen mencoba lipstik warna gelap, tapi nggak mau terlalu gelap nyaris hitam bisa mencoba warna plum gelap dari Lancome ini. Saya juga pernah membuat review tentang koleksi Lancome L’absolu Rouge Definition ini kalau mau tahu lebih banyak tentang tekstur dan formulanya.


Okay… I think that’s all. Hope you all enjoy reading this. And tell me, what’s your favorite lipstick for fall?

xoxo

Wardah Intense Matte Lipstick Review – Easy Brownie and Choco Town

Lipstik keluaran terbaru dari Wardah ini sepertinya sedang menjadi pembicaraan hangat (at least di antara para beauty enthusiast seperti saya). Sebagai pencinta lipstik, saya pun nggak mau ketinggalan, dong. Saya juga nggak mau membatasi diri saya dengan mengulas lipstik dari brand luar saja, kalau memang ada brand dalam negeri yang berkualitas tentu saya akan memberikan apresiasi yang tinggi.

Wardah Intense Matte Lipstick ini katanya, sih, mirip dengan varian Longlasting Lipstick, tapi formulanya diperbarui dan packagingnya pun diubah. Namun saya melihat hanya packaging kartonnya saja yang diubah, tube lipstiknya sendiri masih sama.

Wardah Intense Matte Lipstick

Saya suka dengan packaging barunya yang terkesan lebih stylist, lengkap dengan warna menarik sesuai sama warna lipstiknya.

Dua warna yang saya pilih bernuansa cokelat, karena hanya dua warna ini yang menarik perhatian saya. 

Saya sudah terlalu banyak memiliki lipstik warna pink dan merah, cokelat juga ada sih beberapa, tapi kan saya penasaran dengan lipstik Wardah ini.

Warna No.05 Easy Brownie merupakan warna cokelat muda dengan sedikit unsur warna peach. Ini merupakan warna natural yang pasti cocok dipakai sama cewek kulit sawo matang (seperti saya dan seperti cewek-cewek Indonesia pada umumnya).

Wardah Intense Matte Lipstick No.05 Easy Brownie

Sementara warna No.11 Choco Town merupakan warna cokelat yang lebih gelap dengan unsur warna merah. Sekilas saya melihat warnanya mirip dengan warna MAC Del Rio, jadi saya coba bandingkan warnanya di tangan.

Wardah Intense Matte Lipstick No.11 Choco Town

MAC Del Rio terlihat sedikit lebih gelap, tapi kalau dipulaskan di bibir warnanya mirip banget. Saya juga coba bandingkan MAC Retro dengan Easy Brownie, karena dua-duanya punya unsur warna peach. Namun dari hasil swatch kelihatan kalau warna Retro lebih gelap dibanding Easy Brownie.

Perbandingan warna lipstik Wardah dan MAC

Pertama kali dipulaskan, lipstik ini terasa nyaman di bibir. Dipakainya sama sekali nggak seret, jadi tekstur matte-nya memang lebih creamy. Soal ketahanan juga lumayan, sekitar 5-6 jam, asal nggak makan makanan yang berminyak.

Secara keseluruhan saya suka banget sama rangkaian lipstik ini, terutama formula dan pilihan warnanya. Semoga nantinya akan ada tambahan warna-warna lainnya yang lebih seru, seperti ungu misalnya.. Hehe. Saya beri nilai 8,5/10 untuk lipstik yang harganya Rp46.000 ini.

Oh iya, lipstik ini bisa dibeli di beberapa dept. store, drugstore, atau di toko online yang menyediakan beragam produk makeup. Jadi gampang banget deh kalau mau beli..