Berry Pink Eyes Feat. Urban Decay Born to Run Palette

Saya lagi suka banget, nih, sama eyeshadow palette dari Urban Decay, yaitu Born to Run. Sebenarnya punya eyeshadow palette ini sudah lama dan saya punya beberapa palette tapi memang jarang (atau malah ga pernah ya) me-review eyeshadow palette (padahal pengen juga, sih).

Urban Decay – Born to Run

Anyway, eyeshadow palette ini menurut saya cocok banget buat orang-orang yang suka dengan eyeshadow natural, tapi ingin juga sesekali mencoba warna-warna terang lainnya tanpa terkesan berlebihan.

Jadi menurut saya, warna-warna terang, seperti biru, hijau, bahkan pink di eyeshadow palette ini tetap wearable bahkan untuk dipakai sehari-hari (saat ke kantor or jalan-jalan bareng teman).

Saya sendiri pun tidak menyangka bakalan suka (atau merasa percaya diri) memakai eyeshadow berwarna pink berry/fuchsia.

Untuk makeup saya ini, saya menggunakan warna Wildheart di bagian kelopak, Hell Ride untuk di bagian crease (lipatan kelopak) sekaligus untuk membaurkan warna Wildheart. Lalu untuk di outer corner, saya memakai warna Punk. Warna tersebut dan warna Hell Ride juga saya pakai di bagian bawah mata. Untuk highlight, saya memakai warna Stranded.

Daftar produk yang saya gunakan untuk makeup ini:

EYESHADOW: Urban Decay Born to Run Palette

EYELINER: Urban Decay 24/7 Glide-on Pencil in “Alkaline”

MASCARA: Essence I ❤️ Extreme waterproof

BROWS: NYX Precision Brow Pencil in Charcoal

FACE: Smashbox Camera Ready CC Cream, MAC Select Moisture Cover Concealer, Chanel Le Beiges Healthy Glow Sheer Powder, Essence Matt Touch Blush in Berry Me Up, Benefit Hoola Bronzer, Essence Baked Highlighter

LIPSTICK: Essence Velvet Matte in 04 Hungry Pink

Untuk mini tutorialnya bisa dicek di akun Instagram saya @bluestellar_

MAC Smarticle Lipstick Review + Lip Swatches

Belum lama ini MAC Cosmetics meluncurkan tiga MAC Girls eyeshadow palette. Seri MAC Girls ini sebenarnya sudah ada beberapa, tapi karena saya merasa sudah punya terlalu banyak eyeshadow palette, jadi saya tidak terlalu tertarik.

Nah, tiga eyeshadow palette terbarunya ini diluncurkan bersamaan dengan koleksi lipstik dan lipglass yang warnanya saling melengkapi. Tiga seri eyeshadow palette itu adalah, Smarty Pants, Raver Girl, dan Pretty Punk. Satu-satunya yang menarik bagi saya adalah koleksi lipstik dalam seri Smarty Pants, yaitu lipstik bernama Smarticle.

Packaging lipstik ini agak sedikit berbeda dari lipstik MAC pada umumnya yang berwarna hitam polos. Packaging lipstik ini memiliki motif dengan nuansa hitam-putih, serta ada tulisan Smarty Pants di tube dan tutupnya.

Akhir-akhir ini saya memang lagi suka banget dengan warna lipstik burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat warna ini saya langsung tertarik. Apalagi saya belum pernah melihat MAC mengeluarkan warna seperti ini.

MAC Smarticle dideskripsikan sebagai warna “burnt brick red”, tapi di bibir saya warnanya lebih ke arah oranye ketimbang warna merah.

MAC Smarticle on my lips

Saya juga coba bandingkan dengan warna lipstik serupa yang ada di koleksi saya. Jika dibandingkan denga Fenty Beauty – Freckle Fiesta, warnanya memang mirip, tapi menurut saya warna Freckle Fiesta sedikit lebih terang. Begitu pula jika dibandingkan dengan Ofra – Miami Fever yang warnanya lebih muda dan lebih muted.

MAC – Smarticle ini saya beri nilai 9/10, karena saya suka warna dan formula matte-nya yang nyaman.

Cek juga akun Instagram saya @bluestellar_ untuk berbagai macam lipstick swatches dan mini reviews dari produk makeup lainnya.

My Favorite Lipsticks for Fall 2018

Hey.. musim gugur telah tiba (bahkan sudah mau bergeser ke musim dingin). Saatnya mengganti warna lipstik dari warna-warna terang ala musim panas, ke warna-warna yang lebih gelap.

Musim gugur merupakan musim favorit saya, ketika warna-warna daun berubah dari hijau menjadi kuning, cokelat, merah, dan oranye. Makanya kebanyakan lipstik yang saya pilih kali ini memiliki nuansa warna-warna tersebut.

Ini dia beberapa lipstik yang sering saya pakai di musim gugur kali ini.

MAC – Smarticle (dari koleksi MAC Girls Smarty Pants)

Saya lagi suka banget warna-warna burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat lipstik ini nggak pikir panjang langsung saja saya beli. Meski di website MAC dideskripsikan sebagai “burnt brick red“, saya melihat warnanya lebih ke arah oranye daripada merah.

YSL Tatouage Couture – No. 08 Black Red Code

Saya sudah punya liquid lipstick ini sejak tahun lalu. Selain suka formulanya, saya juga suka warna “deep burgundy” yang pas banget dengan suasana musim gugur. Saya juga pernah membuat review liquid lipstick ini di blog saya plus swatches-nya.

Chanel Rouge Allure Velvet – Rouge Vie

Sebenarnya lipstik ini pernah jadi salah satu lipstik favorit saya dua tahun lalu. Sekarang, saya jadi suka lagi memakainya. Untuk formulanya sendiri, saya merasa Chanel Rouge Allure Velvet agak terasa kering (khususnya untuk warna-warna muda), tapi entah kenapa untuk warna-warna yang agak gelap seperti Rouge Vie ini justru formulanya lebih nyaman dan tahan lama.

MAC – Rebel

Lipstik yang satu ini katanya salah satu “best seller” dari MAC, karena warnanya bisa terlihat berbeda di tiap orang. Warnanya dideskripsikan sebagai “midtonal cream plum“. Meski warna ungunya kelihatan, menurut saya lipstik ini tetap wearable bahkan untuk orang yang nggak suka lipstik warna ungu. Tekstur satin-nya juga nyaman banget di bibir.

Shiseido VisionAiry Gel Lipstick – Shizuka Red

Shiseido baru saja mengeluarkan beberapa koleksi lipstik yang keren-keren banget, menurut saya. Salah satunya adalah gel lipstik ini yang teksturnya creamy banget, ringan di bibir, sedikit slippery memang tapi sangat sangat pigmented. Meski creamy, setelah beberapa jam warnanya jadi nempel banget di bibir, terlihat matte, dan tahan lama. Pilihan saya jatuh ke warna Shizuka Red, yang didefinisikan sebagai “cranberry“. Tapi entah kenapa kalau di swatch di tangan, warnanya seperti warna brick red dengan unsur warna cokelat oranye, sedangkan saat di swatch di bibir warnanya lebih ke arah maroon. Either way, warna ini cantik banget, unik, dan cocok untuk musim gugur.

Essence Velvet Matte Lipstick – No. 04 Hungry Pink

Lipstik yang satu ini lagi sering banget saya pakai (dan satu-satunya warna pink di daftar lipstik favorit musim gugur saya tahun ini). Sebenarnya warna No. 10 Greedy Coffee mungkin lebih cocok untuk musim gugur, tapi entah kenapa saya lebih suka warna Hungry Pink. Warna mauve pink yang feminin ini menurut saya cocok untuk dipakai sepanjang tahun.

Smashbox Always On Liquid Lipstick – Out Loud

Tidak banyak review soal liquid lipstick ini, padahal liquid lipstick keluaran Smashbox ini formulanya enak banget. Matte, tapi nggak bikin bibir kering. Warna Out Loud didefisikan sebagai “deep orange” dan warna ini benar-benar mengingatkan saya akan warna-warna daun di musim gugur.

Nars Powermatte Lip Pigment – Warm Leatherette

Saya biasanya nggak suka liquid lipstick yang tahan lama banget, karena biasanya begitu dipakai lebih dari 6 jam pasti akan terasa kering. Tapi tidak dengan liquid lipstick dari Nars ini. Setelah dipakai lebih dari 6 jam bahkan setelah makan dan minum, liquid lipstick ini masih nempel banget di bibir. Anehnya, nggak terasa kering sama sekali. Saya memang pakai lip balm sebelumnya, jadi walaupun hasilnya matte, rasanya tetap nyaman. Warm Leatherette ini didefinisikan sebagai warna “rich berry pink“. Nars memang selalu mengeluarkan koleksi lipstik dan makeup kualitas tinggi (harganya juga mahal, sih), saya pun tak pernah kecewa setiap membeli produk dari brand ini. Jadi, ya, kalau mau lipstik high-end yang bagus, wajib banget coba Nars. Nggak cuma liquid lipsticknya, karena Audacious Lipstick-nya juga favorit saya.

Kalau mau lihat berbagai macam swatches lipstick, cek saja akun Instagram saya @bluestellar_

Essence Velvet Matte Lipstick Review

Kali ini saya akan me-review lipstik matte keluaran drugstore, yaitu Essence Velvet Matte Lipstick.

Kalau dilihat dari tulisan terakhir saya ternyata sudah lama juga ya nggak ngisi blog. Kayaknya saya jadi lebih sering mengisi Instagram dibanding blog, padahal ide banyak tapi keinginan menulisnya, kok, seperti tidak ada.

Anyway, akhir-akhir ini saya lagi sering hunting produk-produk drugstore yang harganya terjangkau banget, tapi kualitasnya oke. Memang, sih, produk drugstore kadang punya beberapa kekurangan, tapi tiba-tiba suka aja tuh nemu yang bagus.

Nah, salah satu produk yang menurut saya kualitasnya bagus ini adalah velvet matte lipstick dari Essence ini. Buat yang nggak tahu, Essence ini adalah produk kosmetik dari Jerman, satu perusahaan dengan Catrice dan L.O.V.

Kalau dari packagingnya, saya melihat Essence ini lebih untuk remaja atau mereka yang baru pertama kali coba makeup (habis packagingnya lucu-lucu banget dan banyak warna). Ditambah lagi harganya yang murah (banget!). Contoh, lipstik saja kisaran harganya €2.50 sampai €3, bedak dan foundation harganya di bawah €5, maskara sekitar €3, murah kan? Yah, walaupun saya bukan remaja dan nggak pertama kali pake makeup juga, tapi nggak apa-apa juga lah pakai Essence.. hehe.

Saya sebenarnya sudah pernah mencoba lipstick Matt Matt dari Essence, tapi menurut saya tekstur matte-nya terlalu kering. Makanya begitu saya coba yang Velvet Matte ini, wow.. teksturnya creamy tapi lama-lama jadi matte dan tetap nyaman di bibir bahkan setelah beberapa jam.

Kalau di website-nya, deskripsi lipstik Velvet Matte seperti ini:

The innovative texture unites matte colour with a pleasant feeling on the lips. Thanks to the high pigmentation, the lipstick has a strong colour-dispersion, while the creamy texture offers semi-matte results without drying out the lips.

  • Matte finish
  • Feels pleasant on the lips
  • Strong colour-dispersion

Oh iya, satu lagi, warnanya memang opaque banget, jadi benar-benar menutupi warna asli bibir. Hal ini penting banget terutama buat saya yang warna bibirnya two-tone gitu dan bagian pinggirnya lebih gelap. Jadi kalau pakai lipstik ini warnanya rata menutupi semua bagian bibir.

Saya punya tiga warna, yaitu:

No. 04 Hungry Pink (warna mauve pink yang cantik banget–dan ternyata saya nggak pernah punya warna yang menyerupai warna ini di koleksi saya)

No. 06 Unredsistible (warna bright reddish pink–yang secara instan bikin wajah kelihatan lebih cerah)

No. 10 Greedy Coffee (warna warm brown–warna cokelat yang dijamin nggak akan bikin kulit terlihat kusam)

Saya beri nilai 9.5/10 untuk koleksi ini, karena formulanya dan harganya yang oke banget!

CoverGirl x Katy Perry Lipsticks Review – Cosmo Kitty, Cat Call, Catoure, Kitty Purry

Ahhh.. Sudah sejak lama saya ingin menulis review lipstik ini. Sejak awal kemunculannya, saya langsung mengabari kakak saya yang tinggal di US untuk membelinya, karena kakak saya kebetulan akan pulang ke Jakarta.

CoverGirl sendiri sayangnya tidak ada di Indonesia, padahal produk-produknya lumayan oke dan karena termasuk produk drugstore harganya terjangkau banget. Salah satu lipstik fuchsia pertama saya keluaran CoverGirl namanya Spelbound, dan itu salah satu lipstik fuchsia favorit saya.

Oke, kembali ke kolaborasi CoverGirl dan Katy Perry. Saya sendiri bukan fans berat Katy, tapi saya memang suka musiknya dan I love the fact that she’s a cat lover–like me! Makanya pas lihat nama-nama warna lipstiknya yang punya unsur kucing, saya pun langsung tertarik.

Katy Kat Matte lipstik ini katanya punya tekstur demi-matte alias lipstik matte yang tetap lembut dan creamy. Kalau soal ketahanan, menurut saya sih tergantung warna.

Berdasarkan beberapa review yang saya baca, ada yang bilang formulanya kurang bagus tapi ada juga yang bilang bagus. Kalau saya sendiri suka dengan formulanya, cocok di bibir saya, dan nggak bikin kering. Tapi ada teman saya yang bibirnya cenderung lebih kering bilang bahwa dia nggak cocok dengan formulanya, karena membuat bibirnya kelihatan pecah-pecah. Ah well.. Ternyata memang cocok-cocokkan ya sama formulanya.

Ada 12 warna dalam rangkaian lipstik ini, yaitu:

  1. Sphnyx
  2. Kitty Purry
  3. Pink Paws
  4. Purrsian Pink
  5. Magenta Minx
  6. Cat Call
  7. Crimson Cat
  8. Catoure
  9. Coral Cat
  10. Maroon Meow
  11. Cosmo Kitty
  12. Perry Panther

Saya cuma punya empat warna: Kitty Purry, Cosmo Kitty, Catoure, dan Cat Call.

covergirl x katy perry lipstick

Saya memilih warna Kitty Purry karena namanya yang lucu, yaitu nama kucing milik Katy Perry. Padahal, sih, membaca deskripsi warnanya saya merasa bahwa warna ini kurang cocok dengan warna bibir saya yang agak gelap.

Benar saja, di bibir saya warnanya jadi terlihat pucat. Mirip dengan warna MAC Brave kalau menurut saya. Warna nude pink dengan sedikit campuran warna lilac. Untuk memakainya, biasanya saya campurkan dengan lip liner yang warnanya agak lebih gelap tone-nya.

Cosmo Kitty merupakan warna favorit saya. Akhir-akhir ini saya memang suka banget sama lipstik warna ungu. I don’t know why! Mungkin karena sudah punya terlalu banyak lipstik pink dan fuchsia, akhirnya saya beralih ke lipstik warna ungu.

Cosmo Kitty merupakan warna vibrant purple, yang menurut saya pas banget di kulit saya yang agak sawo matang ini. Cuma satu kekurangan warna ini, yaitu setelah makan makanan yang berminyak, warnanya agak memudar sebagian saja, di bibir bagian bawah. Akhirnya, warna bibir saya jadi two-tone gitu, di atas ungu bawahnya pink..haha.

Catoure, menurut saya, adalah warna yang cukup unik, yakni mauve brown. Tahu sendiri warna kecokelatan lagi tren tahun ini, jadilah saya memilih warna tersebut. Walaupun di bibir saya kadang terlihat seperti warna peach-cokelat. Warna lipstik ini cocok buat sehari-hari atau buat mereka yang nggak terlalu suka warna terlalu ngejreng.

Cat Call merupakan warna bright pink, yang di bibir saya terlihat seperti warna pink terang dengan unsur warna merah. Dibanding warna-warna yang lain, warna ini merupakan warna yang paling tahan lama di bibir saya.

covergirl x katy perry swatches

Saya tidak tahu kenapa ada beberapa teman saya yang nggak cocok dengan formulanya, tapi ada juga yang suka banget dengan lipstik ini. Bagi saya sendiri, saya suka formulanya yang tidak super-matte, tapi lebih ke creamy matte. Untuk warna Catoure, saya melihat warnanya sedikit shiny.

Soal ketahanan, memang tidak terlalu lama, tidak seperti lipstik-lipstik matte lainnya. Setelah saya pakai, lipstiknya bisa tahan 4-5 jam, tanpa makan dan minum. Kalau sudah makan, kayaknya harus dipulas ulang. Namun untuk yang Cat Call, warnanya lebih tahan lama walaupun sudah makan dan minum.

Overall, saya memberi nilai 8/10 untuk rangkaian lipstik ini.

ColourPop Ultra Matte Liquid Lipstick (Review): Bumble, Cheap Thrills, Bad Habit

There’s just so many liquid lipsticks out there…. Merek lipstik juga, kok, rasanya makin banyak ya. Toko-toko di Instagram makin berjamur, semuanya menawarkan beragam macam lipstik, liquid lipstick, lip tint, dan apalah segala segala macam makeup yang membuat hati ini lemah ingin berbelanja (hehehe..)

Makanya jangan heran kalau blog saya sebagian besar isinya review soal lipstik. Ini semua karena saya punya banyak banget. Dari yang tadinya cuma satu, jadi lima, sepuluh, dua puluh, dan sekarang sudah tidak terhitung lagi.

Orang-orang terdekat saya selalu bingung. Buat apa, sih, lipstik sebanyak itu? Emangnya buat dimakan? Daripada mubazir (kalau misalnya lipstiknya nggak sampai habis terpakai) jadilah hobi belanja lipstik saya kombinasikan dengan hobi menulis, yang hasilnya review di blog ini… (Ih, panjang banget ya pembukaannya).

Langsung saja, deh, cerita soal si ColourPop Cosmetics ini. Sebenarnya sudah sejak lama saya naksir dengan produk Lippie Stix dari mereka. Warnanya beragam dan harganya tergolong murah, kurang dari $10 di US. Tapi saya akhirnya baru mulai belanja produk mereka belum lama ini. Itu pun produk yang saya beli adalah Ultra Matte Lip, liquid lipstik jenis matte (mereka juga punya yang jenisnya satin).

colourpop ultra matte 3

Warnanya macam-macam banget dan kayaknya mereka terus update warna, yang bikin saya bingung mau milih yang mana. Akhirnya saya pilih tiga warna, yaitu Bumble (yang katanya, sih, warna best seller), Cheap Thrills (hanya karena saya lagi suka lagunya Sia feat. Sean Paul berjudul sama), dan Bad Habit (mungkin ini karena saya merasa belanja lipstik adalah ‘kebiasaan buruk’ saya, hihi).

colourpop ultra matte 2

Bumble didefinisikan sebagai “dusty warm terracota“. Awalnya saya nggak yakin dengan warna ini, tapi setelah dipakai saya jadi tahu kenapa warna ini jadi best seller. Di kulit saya, warna ini bagus banget. Kayaknya, sih, di setiap orang tampilannya pun bisa terlihat berbeda, but I think this colour will make your skintone look warmer. I love love love it…

Cheap Thrills didefinisikan sebagai “dusty lilac“. Saya melihatnya sebagai dusty lavender. Saya pilih warna ini karena unik dan saya pernah lihat ada YouTube vlogger yang pakai hasilnya bagus banget. Pas saya pakaiiiii… kok warnanya jadi abu-abu??? huhuhu… Akhirnya saya akalin dengan memakai lip liner warna pink-keunguan. Hasilnya mendingan, sih, tapi saya masih belum berani untuk pakai sehari-hari (pakainya di kamar sambil selfie).

Bad Habit didefinisikan sebagai “dusty mauve pink“. Kalau di bibir saya, warnanya malah jadi warna berry. I don’t know.. mungkin saya juga kurang pandai mendefinisikan warna. Tapi warna ini baguuuss juga, kok, dan bikin wajah saya terlihat makin cerah.

colourpop ultra matte 4
Swatches: ColourPop Bumble, Cheap Thrills, Bad Habit
colourpop ultra matte bumble
ColourPop Ultra Matte Lip – Bumble on my lips
Oke, sekarang bicara soal formula. Menurut saya, formulanya oke, hasilnya benar-benar matte tapi nggak flaky. Saya memang memakai lip balm dulu sebelum pakai liquid lipstick ini, jadi sepanjang hari rasanya nyaman banget. Warnanya juga tahan lama, saya pernah pakai lebih dari lima jam dan setelah makan-minum, warnanya masih ada. Memang kalau makan yang berminyak, warna di bibir bagian dalam akan sedikit memudar.

Overall, saya suka dengan produk ini. Saya kasih nilai 9/10 untuk pilihan warna yang beragam, formula yang nyaman, tahan lama, pigmentasi bagus, dan harga terjangkau. I love ColourPop!

Sariayu Duo Lip Color 07: Beautiful Peachy Brown

Lagi iseng-iseng masuk ke toko Sariayu Martha Tilaar, saya jadi tertarik mencoba beberapa lipstik. Tahu sendiri, deh, saya nggak bisa yang namanya ke mall nggak mampir ke counter kosmetik dan oles-oles lipstik di tangan, hehe.. Suprisingly, warna-warnanya beragam dan cantik-cantik.

Sebenarnya, menurut saya Sariayu merupakan produk lokal yang memiliki kualitas bagus. Saya masih ingat, kok, pertama kali saya berkenalan dengan lipstik itu saat SMP atau SMA, saya pakai lipstik merek Belia, keluaran dari Martha Tilaar juga.

Martha Tilaar sendiri punya beberapa brand dengan segmentasi yang beda-beda. Misalnya, PAC harganya sedikit mahal dan memang cocok buat mereka yang profesinya makeup artist, atau Sariayu yang harganya lebih terjangkau, dan ada Caring Colours juga yang produk makeup-nya juga punya kandung skincare. Saya juga dulu pernah pakai bedaknya, kalau nggak salah zaman masih kuliah dan awal-awal kerja dulu.

Nggak cuma makeup tentunya, karena berbagai macam produk kecantikan dan perawatan kulit juga ada di sini. Pokoknya lengkap banget.

Nah, setelah melihat deretan lipstik dengan warna-warna cantik dan packaging yang menarik itu, saya berniat membeli lipstik dari seri Reog, tapi ternyata kosong.. huhu.

Akhirnya, si mbak di toko Sariayu menyarankan koleksi terbaru Sariayu Duo Lip Color yang diambil dari Seri Krakatau trend 2016. Saya sebenarnya sudah sering mendengar tentang produk ini dari beberapa beauty blogger, tapi nggak terlalu tertarik karena saya lihat warnanya mirip-mirip.

Saya coba warna DLC 08 dan DLC 07, tapi akhirnya pilihan saya jatuh ke DLC 07. Sayangnya, di toko Sariayu itu lampunya berwarna kuning, jadi saya kurang jelas melihat warna apa sebenarnya si DLC 07 ini. Setelah akhirnya ke luar ruangan, barulah saya sadar DLC 07 itu adalah warna peachy brown yang natural alias bisa dipakai sehari-hari.

sariayu duo lip color 07 - swatch
Sariayu Duo Lip Color 07 on my lips
Warnanya pun cocok banget sama warna kulit saya, bahkan sepertinya bisa juga masuk ke daftar lipstik MLBB (my lips but better) saya. Iyalah ya, salah satu kelebihan produk lokal pastinya pilihan warnanya pun bakal cocok sama kulit perempuan Indonesia yang cenderung kecokelatan dengan yellow undertone.

Oh iya, Sariayu Duo Lip Color ini punya dua sisi berbeda. Satu matte dan yang satu lagi glossy. Untuk bagian matte-nya, teksturnya nyaman banget di bibir, pigmentasinya juga bagus, dan cukup tahan lama. Setelah makan memang agak memudar, tapi stain-nya masih cukup jelas, kok. Jadi menurut saya, produk lipstik ini pantas untuk direkomendasikan.

Sedangkan yang glossy, kayaknya sih bakal jarang saya pakai. Tapi lumayan juga, karena kalau bibir terasa agak kering, cukup disapukan tipis-tipis saja, jadi bibirnya terasa lembap lagi, tanpa terlihat terlalu glossy.

Hanya saja, ada hal yang saya kurang suka, sih. Kebanyakan produk lipstik Sariayu (termasuk duo lip color ini) hanya menuliskan nomor saja di packagingnya. Padahal, kan, nama warna lebih mudah diingat.

Terus, saya juga baca beberapa review yang komplain dengan packaging plastik di produk ini. Kalau plastiknya dilepas, tulisan Matte dan Glossy-nya pun hilang. Untungnya, sebelum saya keluar dari toko Sariayu itu, si mbaknya mengingatkan, nanti tube-nya diputar saja, plastiknya jangan dicopot. Ahh.. ternyata itu maksud dia, supaya tulisan Matte dan Glossy-nya tidak ikut terkelupas. Repot juga, kan, kalau nanti kita mau pakai yang matte, eh… tau-taunya malah glossy.

Saya beli produk ini seharga Rp79.000. Sebenarnya, harga aslinya di toko Rp99.000, tapi tadi sedang diskon. Yippee…

Untuk produk Sariayu Duo Lip Color ini saya beri nilai 8/10, karena tekstur, pilihan warna, dan pigmentasinya bagus, ditambah harganya yang di bawah Rp100.000.