My Favorite Lipsticks for Fall 2018

Hey.. musim gugur telah tiba (bahkan sudah mau bergeser ke musim dingin). Saatnya mengganti warna lipstik dari warna-warna terang ala musim panas, ke warna-warna yang lebih gelap.

Musim gugur merupakan musim favorit saya, ketika warna-warna daun berubah dari hijau menjadi kuning, cokelat, merah, dan oranye. Makanya kebanyakan lipstik yang saya pilih kali ini memiliki nuansa warna-warna tersebut.

Ini dia beberapa lipstik yang sering saya pakai di musim gugur kali ini.

MAC – Smarticle (dari koleksi MAC Girls Smarty Pants)

Saya lagi suka banget warna-warna burnt orange/terracotta, makanya begitu lihat lipstik ini nggak pikir panjang langsung saja saya beli. Meski di website MAC dideskripsikan sebagai “burnt brick red“, saya melihat warnanya lebih ke arah oranye daripada merah.

YSL Tatouage Couture – No. 08 Black Red Code

Saya sudah punya liquid lipstick ini sejak tahun lalu. Selain suka formulanya, saya juga suka warna “deep burgundy” yang pas banget dengan suasana musim gugur. Saya juga pernah membuat review liquid lipstick ini di blog saya plus swatches-nya.

Chanel Rouge Allure Velvet – Rouge Vie

Sebenarnya lipstik ini pernah jadi salah satu lipstik favorit saya dua tahun lalu. Sekarang, saya jadi suka lagi memakainya. Untuk formulanya sendiri, saya merasa Chanel Rouge Allure Velvet agak terasa kering (khususnya untuk warna-warna muda), tapi entah kenapa untuk warna-warna yang agak gelap seperti Rouge Vie ini justru formulanya lebih nyaman dan tahan lama.

MAC – Rebel

Lipstik yang satu ini katanya salah satu “best seller” dari MAC, karena warnanya bisa terlihat berbeda di tiap orang. Warnanya dideskripsikan sebagai “midtonal cream plum“. Meski warna ungunya kelihatan, menurut saya lipstik ini tetap wearable bahkan untuk orang yang nggak suka lipstik warna ungu. Tekstur satin-nya juga nyaman banget di bibir.

Shiseido VisionAiry Gel Lipstick – Shizuka Red

Shiseido baru saja mengeluarkan beberapa koleksi lipstik yang keren-keren banget, menurut saya. Salah satunya adalah gel lipstik ini yang teksturnya creamy banget, ringan di bibir, sedikit slippery memang tapi sangat sangat pigmented. Meski creamy, setelah beberapa jam warnanya jadi nempel banget di bibir, terlihat matte, dan tahan lama. Pilihan saya jatuh ke warna Shizuka Red, yang didefinisikan sebagai “cranberry“. Tapi entah kenapa kalau di swatch di tangan, warnanya seperti warna brick red dengan unsur warna cokelat oranye, sedangkan saat di swatch di bibir warnanya lebih ke arah maroon. Either way, warna ini cantik banget, unik, dan cocok untuk musim gugur.

Essence Velvet Matte Lipstick – No. 04 Hungry Pink

Lipstik yang satu ini lagi sering banget saya pakai (dan satu-satunya warna pink di daftar lipstik favorit musim gugur saya tahun ini). Sebenarnya warna No. 10 Greedy Coffee mungkin lebih cocok untuk musim gugur, tapi entah kenapa saya lebih suka warna Hungry Pink. Warna mauve pink yang feminin ini menurut saya cocok untuk dipakai sepanjang tahun.

Smashbox Always On Liquid Lipstick – Out Loud

Tidak banyak review soal liquid lipstick ini, padahal liquid lipstick keluaran Smashbox ini formulanya enak banget. Matte, tapi nggak bikin bibir kering. Warna Out Loud didefisikan sebagai “deep orange” dan warna ini benar-benar mengingatkan saya akan warna-warna daun di musim gugur.

Nars Powermatte Lip Pigment – Warm Leatherette

Saya biasanya nggak suka liquid lipstick yang tahan lama banget, karena biasanya begitu dipakai lebih dari 6 jam pasti akan terasa kering. Tapi tidak dengan liquid lipstick dari Nars ini. Setelah dipakai lebih dari 6 jam bahkan setelah makan dan minum, liquid lipstick ini masih nempel banget di bibir. Anehnya, nggak terasa kering sama sekali. Saya memang pakai lip balm sebelumnya, jadi walaupun hasilnya matte, rasanya tetap nyaman. Warm Leatherette ini didefinisikan sebagai warna “rich berry pink“. Nars memang selalu mengeluarkan koleksi lipstik dan makeup kualitas tinggi (harganya juga mahal, sih), saya pun tak pernah kecewa setiap membeli produk dari brand ini. Jadi, ya, kalau mau lipstik high-end yang bagus, wajib banget coba Nars. Nggak cuma liquid lipsticknya, karena Audacious Lipstick-nya juga favorit saya.

Kalau mau lihat berbagai macam swatches lipstick, cek saja akun Instagram saya @bluestellar_

Chanel Rouge Coco Stylo 212 Recit (Review)

Huwoo.. lipstik baru lagi. Entah lagi dapat pencerahan apa tiba-tiba suami membelikan saya ini, hehe. Katanya buat dibikin review di blog. Baiklah kalau begitu, langsung saya tulis, deh.

Perkenalan dulu deh sama koleksi terbarunya Chanel ini. Well, nggak baru-baru amat, sih, karena sebenarnya diluncurkan pada Spring 2016 kemarin. Ah well, masih dalam satu tahun yang sama toh, jadi bisa dianggap baru juga.

Kalau menurut deskripsi di website Chanel, Rouge Coco Stylo ini perpaduan antara lipstik dan perawatan untuk bibir.

chanel-rouge-coco-stylo-212-1

The intensity of a lipstick, the shine of a lipgloss and the comfort of a lip balm — all in one creamy yet lightweight formula. This innovative formula is enriched with nourishing Apple Seed Extract and hydrating Jojoba Oil and Coconut Oil. Silk Powder, Beeswax and special ingredients help visibly smooth, plump and add brilliant 3D shine to the lips. A spectrum of eight irresistible shades features pinks, reds, nudes and corals. In a convenient, twist-up ‘stylo’ form to write your colour signature.

Kalau lipstik matte, saya sudah punya terlalu banyak, jadi lipstik yang glossy dan lembap merupakan sesuatu yang jarang saya gunakan. Namun saat udara dingin sepertinya lipstik dengan kandungan moisturizer kayak gini memang sangat penting.

Ada 8 pilihan warna untuk koleksi Rouge Coco Stylo ini, yaitu:

  • Conte (202): baby pink
  • Article (204): bright warm tangerine
  • Histoire (206): bright coral
  • Roman (208): bright fuchsia pink
  • Recit (212): reddish plum
  • Message (214): warm raspberry pink
  • Lettre (216): soft rose pink
  • Script (218): nude pink-brown

Saya memilih warna Recit, karena melihat bahwa warna itu yang cocok untuk warna kulit saya. Saya juga naksir warna Roman dan Message, tapi takutnya sudah banyak lipstik saya yang warnanya mirip-mirip seperti itu. Lagipula saya pikir warna Recit ini juga akan cocok dipakai saat musim gugur.

chanel-rouge-coco-stylo-212-3

Oke, sekarang saya review soal formulanya. Saat dipulaskan memang terasa ringan, glossy, nyaman di bibir dan melembapkan, tapi warnanya tetap opaque. Karena teksturnya yang bukan matte, makanya lipstik ini cepat pudar. Setelah makan mungkin masih ada stain, tapi setelah beberapa jam kemudian warnanya cepat hilang.

chanel-rouge-coco-stylo-212-4

Selain itu, hati-hati saat memutar lipstik stylo ini, karena teksturnya yang creamy lipstiknya gampang sekali tercungkil atau bahkan patah (hiii.. tragedi banget itu).

Satu hal yang paling saya suka adalah packagingnya yang sleek, mirip seperti bolpen. Memang kalau lipstik high-end selalu menang di kemasan yang mewah. Secara keseluruhan saya beri lipstik ini nilai 8,5/10. 

Chanel Rouge Allure Velvet in L’Eclatante and La Malicieuse (Reviews & Swatches)

IMG_0796
Chanel Boutique – Plaza Indonesia, Jakarta
Chanel (finally) opens their first makeup boutique in Jakarta…tepatnya di Plaza Indonesia. Saya sebelumnya punya dua lipstik Chanel, dibelikan oleh Yudo saat dia pergi ke New York sekitar 1,5 tahun yang lalu. Dua lipstik itu adalah Chanel Rouge Allure Velvet dalam warna La Diva dan L’exuberante. Teksturnya matte, namun sesuai dengan namanya, tetap terasa lembut di bibir dan tidak sekering lipstik matte lainnya.

Ketika Chanel membuka butiknya ini beberapa waktu lalu, saya langsung penasaran ingin ke sana. Tadinya saya ingin membeli lipstik dengan tekstur yang berbeda, tapi entah kenapa pilihan saya kembali jatuh ke Rouge Allure Velvet yang teksturnya matte itu.

Dua lipstik yang bikin saya jatuh hati adalah L’Eclatante (dari koleksi Spring 2013) dan La Malicieuse (dari koleksi Spring 2014).

IMG_0801

L’Eclatante merupakan warna “vibrant pink“. Warnanya memang muda, tapi cukup terang. Warna ini, menurut saya, juga terkesan girly. Saya suka dengan warnanya yang cocok untuk dipakai sehari-hari.

La Malicieuse memiliki warna merah-pink, yang menurut saya seperti warna “strawberry red“. Buat yang nggak suka warna lipstik terlalu merah, mungkin bisa mencoba warna lipstik seperti ini. Entah kenapa di beberapa review menyebut warna ini memiliki campuran warna coral, sementara di bibir saya hanya terlihat perpaduan warna merah-pink yang terang.

IMG_1301
Swatches on my hand

IMG_1300
Swatches on my lips (Left: La Malicieuse, Right: L’Eclatante)
Untuk tekstur, keduanya terasa nyaman di bibir, hasil matte, dan cukup tahan lama. Setelah 5-6 jam atau setelah makan, warnanya akan menjadi stain di bibir. Namun untuk L’Eclatante, mungkin karena warnanya yang muda, akan menonjolkan garis-garis bibir yang kering. Jadi jika diminta untuk memilih salah satu di antara keduanya, La Malicieuse akan jadi pilihan saya.

Harga lipstik ini Rp490.000 (lebih murah Rp5.000 dibanding lipstik YSL, hehe..). I know.. I know.. It’s pricey, tapi ya namanya juga Chanel. Apalagi kebanyakan high-end lipsticks ini selalu menang di packaging. Sama seperti packaging lipstik satu ini yang sangat unik. Cara membukanya harus ditekan di bagian bawah. Dengan kemasan seperti ini, nggak perlu takut tutup lipstiknya terbuka di dalam tas dan akhirnya berantakan. Very classy indeed..

Rating: 8/10

 

My Matte Pink Lipstick Collection + Swatches

Have I told you how I love pink lipsticks? Sepertinya belum ya.. Padahal saya punya banyak sekali lipstik warna pink, meski sebagian besar adalah fuchsia atau percampuran antara pink-fuchsia.

Anyway… Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit review tentang lipstik pink saya yang semuanya memiliki tekstur matte (yang merupakan tekstur lipstik favorit saya tentunya). Lima lipstik ini saya anggap benar-benar pink (atau porsi warna pinknya lebih banyak), jadi saya tidak memasukkan koleksi lipstik fuchsia.

So here goes…

matte pink lipstick

Chanel Rouge Allure Velvet – La Diva (44)

Lipstik ini dideskripsikan sebagai “electric pink”. Menurut saya, lipstik ini memiliki warna pink yang terang, cool/blue undertone, dan memang memiliki sedikit campuran warna ungu/fuchsia, hanya sedikit. Teksturnya memang agak beda dengan lipstik matte lainnya. Sesuai dengan namanya, yaitu “velvet”, teksturnya terasa lembut tapi tampilannya tetap matte dan tahan lama. Namun sama seperti lipstik matte lainnya, akan lebih baik jika memakai lip balm sebelum mengaplikasikan lipstik ini. Satu hal lagi, karena lipstik ini masuk ke kategori high-end lipstick, maka packaging-nya pun dibuat mewah. Selain itu cara dibukanya pun cukup unik, tinggal ditekan dan tube lipstiknya langsung muncul.

MAC – Pink Pigeon

Lipstik ini sebenarnya sudah pernah saya review. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “bright cleanest pink”. Warnanya sangat terang, neon (tapi tidak seterang MAC Candy Yum Yum), blue undertone, dan jika dilihat dari foto di bawah warnanya lebih fuchsia ketimbang La Diva. Teksturnya matte dan lipstik MAC jenis ini selalu tahan lama. Hanya saja setelah dipakai lebih dari 6 jam, bibir saya mulai terlihat kering. Jadi untuk pengaplikasian ulang harus menghapus lipstiknya dulu hingga bersih, pakai lip balm, dan baru deh diaplikasikan lagi.

Nars – Carthage

Satu lagi lipstik high-end yang saya punya. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “hot pink”. Warnanya juga pink terang dengan cool undertone, tapi jika berdasarkan foto swatch di bawah, pigmentasinya tidak seperti MAC. Warna pinknya pun lebih pink, less fuchsia, less bluish. Tekstur lipstik ini dinamakan “pure matte” jadi teksturnya sangat matte, less creamy. Jadi akan terasa kering di bibir dan pengaplikasiannya pun lebih susah. Tapi tenang saja, karena hasilnya tetap bagus, terutama bagi mereka yang memang menyukai lipstik matte. Kekurangannya menurut saya hanya satu, harganya cukup mahal (sekitar $27) untuk lipstik yang ukurannya kecil dan ramping ini.

NYX – Shocking Pink

Sesuai dengan namanya, lipstik ini memang memiliki warna pink yang sangat terang, almost neon. Jika diperhatikan warnanya mirip dengan La Diva, tapi NYX Shocking Pink ini lebih bluish alias blue undertone-nya lebih banyak. Teksturnya creamy matte, jadi terasa nyaman saat diaplikasikan ke bibir. Selain tahan lama, lipstik ini pun memiliki harga yang cukup terjangkau dibanding tiga lipstik sebelumnya. Kalau nggak salah harga retailnya saat ini Rp110.000 (correct me of i’m wrong, karena saya juga sudah cukup lama membeli lipstik ini). NYX pun terkenal sebagai merek kosmetik dengan harga terjangkau dan berkualitas bagus, terutama untuk koleksi lipstiknya. Jadi kalau ingin cari lipstik matte dengan harga murah, koleksi lipstik matte dari NYX bisa jadi pilihan (apalagi mereka punya range warna yang nggak kalah keren dari MAC).

Maybelline – Pop of Pink

Saya jarang banget punya warna nude pink. Bahkan warna pink yang muda pun tetap terlihat cukup berwarna dan tidak terlalu nude. Mungkin karena warna kulit saya yang berwarna dan bibirnya saya pun agak gelap, jadi saya tidak bisa benar-benar memakai lipstik berwarna nude. Setelah lama tidak melirik counter Maybelline (karena mereka jarang memiliki lipstik matte), baru-baru ini saya justru menemukan banyak lipstik matte dengan warna-warna menarik. Lipstik ini masuk dalam koleksi Color Show Creamy Matte. Teksturnya memang creamy, mudah diaplikasikan, terasa nyaman di bibir, dan lebih penting lagi nyaman di kantong, karena harganya hanya Rp 37.000. What??? Lipstik dengan kualitas seperti ini bisa didapat dengan harga kurang dari Rp 50.000–shocking! Saya suka dengan warnanya yang sangat feminin, natural, dan cocok untuk dipakai sehari-hari. Lipstik ini juga punya wangi seperti permen karet. Saya, sih, tidak bermasalah, tapi untuk mereka yang tidak menyukai lipstik dengan wangi menyengat mungkin tidak akan menyukainya.

Here are the swatches…

Chanel La Diva, MAC Pink Pigeon, Nars Carthage, NYX Shocking Pink, Maybelline Pop of Pink

Best of the Haute Couture Spring/Summer 2015

Pekan busana couture atau Paris Haute Couture Fashion Week baru saja usai digelar. Pekan mode yang berlangsung sejak Minggu, 25 Januari 2015 hingga Kamis, 29 Januari 2015 itu menghadirkan koleksi dari sejumlah desainer papan atas.

Berbeda dengan koleksi busana ready-to-wear, koleksi busana haute couture merupakan tipe busana high-end yang mengedepankan detail rumit. Jahitan tangan dan penggunaan bahan yang eksklusif juga merupakan ciri dari busana ini.

Berikut ini adalah tujuh koleksi terbaik di peragaan busana haute couture yang digelar di Paris, Prancis, musim Spring Summer 2015.

1. Armani Prive

Armani Prive - haute couture Spring/Summer 2015
Armani Prive – haute couture Spring/Summer 2015

Desainer Giorgio Armani kembali menampilkan keahliannya dalam merancang busana yang kaya akan detail. Bambu, yang menjadi inspirasi koleksi ini, hadir dalam motif, model celana, ikat pinggang obi, lengan kimono, hingga deretan gaun cantik.

Koleksi gaunnya sangat elegan dengan permainan detail manik-manik yang lembut. Sementara model plunging necklines atau belahan dada yang rendah, menambah kesan seksi dalam koleksinya.

Bisa dipastikan, koleksi Armani Prive ini akan menjadi favorit para selebriti untuk dipakai di ajang karpet merah.

2. Atelier Versace

Versace - haute couture Spring/Summer 2015
Versace – haute couture Spring/Summer 2015

Donatella Versace mendapat kehormatan untuk membuka pekan mode couture tahun ini. Rancangannya pun meneriakkan kesan seksi, yang merupakan ciri khas rumah mode asal Italia tersebut.

Versace menampilkan gaun dengan potongan pas badan, yang memiliki detail cut out atau panel dengan garis meliuk berbahan transparan.

Lekukan tubuh tampaknya menjadi fokus pada koleksi Versace kali ini. Tak hanya itu, karena peragaan busana tersebut juga membawa kembali beberapa model senior, seperti Amber Valetta dan Eva Herzigova, yang membuktikan tubuh seksi bisa dimiliki wanita segala usia.

3. Elie Saab

Elie Saab - haute couture Spring/Summer 2015
Elie Saab – haute couture Spring/Summer 2015

Desainer asal Lebanon, Elie Saab, membawa keindahan negeri dongeng dalam koleksi busana couture-nya. Desain gaun panjang tampak begitu lembut dengan pemakaian kain halus dan transparan.

Motif-motif bunga tampak seperti lukisan di atas kain dan memberikan kesan feminin nan elegan. Detail embroidery juga menjadi kekuatan koleksi ini, yang hadir dalam model gaun panjang hingga gaun pendek dengan model A-line.

Elie Saab merupakan salah seorang couturier (desainer couture) yang konsisten dalam merancang busananya. Maka tak heran, koleksi busananya juga sangat sering menjadi pilihan selebriti di karpet merah.

Detail manik-manik, embroidery, dan renda berpadu dengan gaun bermodel feminin yang menonjolkan keindahan wanita, merupakan ciri khasnya.

4. Dior

Dior - haute couture Spring/Summer 2015
Dior – haute couture Spring/Summer 2015

Raf Simons dari rumah mode Dior terus-menerus menampilkan inovasi dalam setiap rancangannya. Desainer asal Belgia itu mampu mengubah citra Dior menjadi lebih trendi, edgy, namun tetap mengedepankan kesan mewah.

Dalam rancangan couture-nya kali ini, Raf menghadirkan inspirasi dari berbagai perpaduan gaya 1950-an dan 1960-an. Koleksinya terdiri dari mini dress yang dihiasi manik-mani, ada pula gaun floral dengan model busana mengembang, serta koleksi bodysuit dalam motif psychedelic.

Warna-warna cerah, seperti hijau, kuning, pink, merah, tampak bercampur dengan aneka motif menarik. Selain busana yang tampak trendi, Raf juga menghadirkan deretan sepatu boots kulit berbagai model dengan model hak transparan yang unik.

5. Chanel

Chanel - haute couture Spring/Summer 2015
Chanel – haute couture Spring/Summer 2015

Karl Lagerfeld tak pernah tanggung-tanggung dalam menggelar peragaan busana. Kali ini, dia mengubah Grand Palais Paris menjadi sebuah taman bunga di musim dingin.

Bunga juga tampaknya menjadi inspirasi Lagerfeld untuk rumah mode Chanel. Masih dengan ciri khasnya menampilkan bahan tweed, koleksinya kali ini juga dihiasi aplikasi bunga dalam beragam warna terang.

Busana model crop top juga terlihat mendominasi koleksi Chanel. Tidak hanya berbentuk blus crop top, karena hadir pula jaket dan bolero yang dipadukan dengan rok berbahan tweed.

6. Valentino

Valentino - haute couture Spring/Summer 2015
Valentino – haute couture Spring/Summer 2015

Romantisme tampaknya menjadi inspirasi duo desainer Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli untuk rumah mode Valentino.

Kedua desainer itu menampilkan koleksi gaun panjang dengan detail sulaman tradisional yang terkesan antik. Ada pula scarf dress berbahan sutra, gaun biru berbahan tulle yang berhiaskan glitter, hingga gaun berbahan beludru yang mewah.

Glamor selalu menjadi ciri khas Valentino. Namun kesan itu kemudian berpadu dengan kelembutan dan keanggunan wanita. Penggunaan bahan yang lembut dan terkesan melayang, tampaknya mengambil inspirasi dari perasaan jatuh cinta yang bisa membuat siapa saja merasa ‘terbang’.

7. Giambattista Valli

Giambattista Valli – haute couture Spring/Summer 2015

Gaun-gaun cantik dan feminin dengan bahan tulle yang ditumpuk-tumpuk menjadi fokus utama rancangan Giambattista Valli.

Desainer asal Italia itu rupanya menggabungkan inspirasi dari dua ikon fashion yang berseberang, yaitu Coco Chanel dan Janis Joplin.

Pengaruh desain Coco Chanel direpresentasikan lewat jaket kecil warna hitam, sementara semangat Janis hadir lewat permainan layer pada koleksi dress cocktail yang dipadankan dengan celana panjang.

Koleksi ini juga kaya akan kesan edgy yang elegan, yang merupakan ciri khas Valli. Detail ruffle pada bahu, kerah Victoria yang anggun, serta rok bervolume tampak berpadu dengan cape berbahan bulu atau mantel dengan aplikasi bunga.

Sumber artikel: Lifestyle.bisnis.com

Sumber foto: Reuters