MAC x Nicopanda Lipsticks Review (Toung ‘N’ Chic & Pop Babe)

I love MAC lipsticks! Pilihan warna lipstik MAC banyak banget, belum lagi formulanya pun berbeda-beda, tergantung preferensi masing-masing orang. Apakah suka yang matte, creamy, atau justru sheer? Semuanya ada.

Saya juga mulai suka mengoleksi kemasan lipstik MAC yang limited edition. Tapi saya tetap pilih-pilih. Saya beli bukan hanya kemasannya yang lucu, tapi karena saya juga suka warnanya.

Ketika saya tahu tentang kolaborasi MAC dengan brand Nicopanda, saya langsung tertarik. Nicopanda adalah brand yang diciptakan oleh Nicola Formichetti. Saya sebenarnya sudah ngefans sama Nicola sejak dia menjadi stylist Lady Gaga. Saya bahkan follow blog miliknya cuma untuk siapa desainer yang bajunta dipakai Lady Gaga di setiap video klipnya.

Setelah itu, Nicola juga sempat jadi Creative Director di rumah mode Mugler dan akhirnya dia mengembangkan brand busana street wear sendiri, Nicopanda.

Tadinya saya pikir koleksi kolaborasi ini nggak akan masuk Austria (fyi, biasanya koleksi limited edition ini nggak masuk di semua negara), ternyata saya salah. Begitu saya menemukan koleksi ini di counter MAC, saya langsung coba, dong.

Ada 6 lipstik di koleksi ini, mulai dari warna pink, ungu lavender, hijau mint, hingga hitam kebiruan. Sebenarnya koleksi MAC x Nicopanda juga punya produk lainnya, seperti full face kit, lipglass, dan face powder, tapi seperti biasa saya hanya tertarik pada koleksi lipstik.

Ada dua warna yang saya pilih, yaitu Toung ‘N’ Chic (matte deep plum) dan Pop Babe (matte bright clean pink).

Kalau dilihat memang sepertinya dua warna ini mirip dengan beberapa lipstik yang telah saya miliki sebelumnya. Ah well, namanya juga kolektor lipstik (hehe.. pembenaran).

Warna Toung ‘N’ Chic ini bagus banget. Saya coba swatch (saat di toko) dengan warna Rebel. Memang mirip, tapi Rebel agak sedikit lebih muda dan teksturnya satin. Menurut saya formula matte lipstik Toung ‘N’ Chic ini nyaman banget (overall, lipstik matte keluaran MAC memang nyaman, tapi ada pula beberapa warna yang juga bikin kering. Jadi kadang tergantung warnanya juga). Lipstik ini juga cukup tahan lama. Saya pernah makan-makanan yang berminyak saat pakai lipstik ini, saat mau touch up, ternyata warnanya masih nempel banget.

Akhir-akhir ini saya jadi sering banget pakai lipstik Toung ‘N’ Chic, karena warna gelapnya pas banget di kulit saya dan formula matte-nya nyaman di bibir. Memang, sih, nggak termasuk warna spring/summer, tapi saya suka banget banget sama warna ini 😍.

Saya coba bandingkan lipstik ini dengan beberapa lipstik yang saya miliki. Warna Toung ‘N’ Chic sepertinya paling mirip dengan lipstik Art Deco – Wild Berry Sorbet. Tapi lipstik Art Deco menurut saya teksturnya lebih matte dan lebih kering. Warnanya di bibir pun lebih gelap dibanding Toung ‘N’ Chic.

Sementara warna Pop Babe merupakan warna pink terang, yang menurut saya memang cocok banget buat summer. Warnanya memang agak neon, tapi nggak berlebihan (not as neon as Candy Yum Yum). Warna ini juga cantik banget, tapi saya merasa teksturnya lebih kering dibanding Toung ‘N’ Chic.

Saya bandingkan warna Pop Babe dengan dua lipstik pink dari MAC yang menurut saya warnanya mirip. Ternyata hasilnya, tidak terlalu mirip, hehe.

Warna Pink Pigeon sedikit lebih gelap bila dibandingkan dengan Pop Babe, sedangkan warna Pink Nouveau lebih banyak blue undertone-nya.

Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk Toung ‘N’ Chic dan 8/10 untuk Pop Babe.

Menurut kamu, warna mana yang paling bagus?

Advertisements

NYX Soft Matte Metallic Lip Cream vs. Liquid Suede Metallic Matte (Review & Swatches)

Liquid lipstick dalam warna-warna metalik sepertinya makin merajalela (haha.. lebay, ya). Tapi memang benar, kok, buktinya makin banyak brand-brand kosmetik yang mengeluarkan liquid lipstick dengan jenis metallic matte.

Salah satu brand yang nggak mau ketinggalan tren ini adalah NYX. Of course, saya pun nggak mau ketinggalan mencobanya, karena saya menyukai beberapa liquid lipstick keluaran brand tersebut.

Ada dua jenis metallic liquid lipstick dari NYX yang akan saya bahas. Pertama adalah NYX Liquid Suede Metallic Matte. Lipstik ini diluncurkan pada pertengahan 2017 lalu.

Ini deskripsinya di website NYX:

Wrap your lips in high-impact metallic color with Liquid Suede Metallic Matte, a striking new lip inspired by our best-selling Liquid Suede Cream Lipstick. Available in 12 statement-making shades, these shockingly creamy lippies deliver instant dimension and incredible color payoff. In other words, get ready to slay.

NYX sebelumnya memang pernah memiliki rangkain NYX Liquid Suede Cream (hasilnya matte nggak pakai metallic). Pilihannya warnanya cukup banyak, ada 24 warna, namun saya cuma pernah coba satu warna dan kurang begitu suka. Meski dibilangnya formula Liquid Suede ini lembut dan nggak bikin kering, di bibir saya malah terasa kering banget dan patchy.

Nah, ternyata hal itu berbeda dengan NYX Liquid Suede Metallic Matte ini. Tiga warna yang saya miliki ini bagus semua. Formulanya nyaman banget di bibir, pigmentasinya bagus, dan tahan lama.

Warna yang saya miliki adalah:

  • Buzzkill dideskripsikan sebagai warna “magenta”
  • Acme dideskripsikan sebagaiwarna “strawberry red”
  • Biker Babe dideskripsikan sebagai warna”burgundy”

Saya pernah pakai dan tahan sampai lebih dari 6 jam (bahkan setelah saya makan dan minum). Setelah warnanya agak pudar (biasanya di bagian tengah bibir), saya aplikasikan ulang pun tak ada masalah, tetap terasa nyaman.

Dari tiga warna ini, yang terasa lebih kering adalah warna Biker Babe (padahal warna ini keren banget lho).

Oke, lanjut ke liquid lipstick yang kedua, yaitu NYX Soft Matte Metallic Lip Cream, yang baru saja diluncurkan awal tahun ini.

Ini deskripsi di website NYX:

Now available in 12 statement-making metallics, our new Soft Matte Metallic Lip Cream shades deliver a burst of pearly color and set to a stunning matte finish. These little beauties are just as lightweight, delightfully creamy, and sweetly scented as all the shades you know and love!

The original NYX Soft Matte Lip Cream (SMLC) adalah liquid lipstick pertama yang pernah saya beli dan menjadi salah satu favorit saya hingga sekarang. NYX SMLC punya 46 warna, yang nama-namanya diambil dari nama kota-kota di dunia.

Nah, kalau yang metallic, nama-namanya juga sama disesuaikan dengan NYX SMLC, namun saat ini baru ada 12 warna.

Untuk seri metallic, saya punya warna Budapest dan Seoul (dua warna yang juga saya miliki di seri original matte).

Budapest merupakan warna “brick with pearl”, warna merah kecokelatan, dan Seoul adalah warna “berry pearl”, warna ungu dengan pink undertone.

Di bibir saya, kedua warna itu cantik banget! Teksturnya memang agak sheer jika dibandingkan Liquid Suede Metallic Matte, jadi harus dioleskan beberapa kali untuk mendapatkan warna yang pekat. Formulanya sama seperti NYX SMLC, lembut, ringan, tapi tetap matte dan ada wangi lembutnya. Ketahanannya memang tidak selama Liquid Suede Metallic Matte, tapi secara keseluruhan tetap oke, kok.

Kalau disuruh memilih, saya juga jadi bingung, karena dua-duanya sama bagusnya. Dua-duanya saya kasih nilai 9/10, karena selain pilihan warnanya menarik semua, formulanya juga nyaman di bibir. Nggak perlu takut juga dengan warna metaliknya, karena menurut saya sangat wearable dan tetap cocok untuk dipakai sehari-hari.

For more swatches, don’t forget to check my Instagram beauty account @bluestellar_

Maybelline x Gigi Hadid Collection Review

Hello, I’m back with another makeup review. Kali ini saya akan membahas tentang koleksi Maybelline x Gigi Hadid yang lagi jadi perbincangan di beberapa media sosial (iya, nggak sih?..hehe sok tau aja nih).

Anyway, ketika pertama kali kabar tentang kolaborasi antara Maybelline dan Gigi Hadid ini, saya juga penasaran, sih. Akhirnya begitu koleksi ini mendarat di Austria, langsung, deh, saya beli beberapa. Pada saat saya beli saja, semua lipstik warna nude-nya sudah sold out.

Saya memutuskan membeli warm eyeshadow palette, lipstik warna Khair, dan lip liner warna Austyn. Tadinya saya sempat bingung memilih di antara tiga lipstik yang ada, yaitu Lani (bluish red), Austyn (bright orange), dan Khair yang menurut saya warnanya berada di antara kedua warna sebelumnya.

Sementara untuk lip liner, pilihannya juga ada tiga, sesuai dengan warna lipstiknya. Namun saya tidak memilih warna Khair, karena melihat warnanya cenderung ke arah pink-merah. Sementara saya tidak punya lip liner oranye dan akhirnya saya pilih warna Austyn, yang ternyata cocok juga untuk dipadankan dengan lipstik Khair.

Oke, mari bicara soal eyeshadow palette-nya terlebih dahulu. Hal pertama yang saya suka adalah bentuknya kecil dan praktis, jadi cocok banget buat traveling. Namun sayangnya palette ini tidak punya kaca dan brush.. but it doesn’t matter.

maybellinexgigi (1)

Saya suka banget pilihan warna-warnanya yang cocok banget buat saya. Kalau kamu punya warna kulit kecokelatan atau tone kulit kamu cenderung hangat, makanya eyeshadow palette ini akan cocok untuk kamu.

Soal pigmentasi menurut saya cukup oke. Saya dulu pernah punya eyeshadow palette dari Maybelline dan saya nggak suka banget. Teksturnya chalky, pigmentasinya nggak bagus, dan susah banget di-blend.

Nah, eyeshadow palette ini cukup mudah kok di-blend dan walaupun pigmentasinya kalah dari produk-produk high-end, saya tetap merasa eyeshadow palette ini worth it. Sesuai dengan harganya.

Oh iya, satu lagi, saya sempat membaca beberapa review bahwa eyeshadow ini tidak tahan lama. Tapi saya merasa warnanya tetap tahan lama, kok, bahkan setelah saya pakai seharian (padahal saya punya kelopak mata yang berminyak). Intinya, jangan lupa untuk pakai eyeshadow primer, supaya warna eyeshadow-nya tahan lama.

Oke, lanjut ke lipstik. Kalau lipstik Maybelline, sih, saya sudah suka banget dari dulu. Apalagi tekstur creamy matte dari Maybelline, tuh, nyaman banget, tahan lama, dan nggak bikin bibir kering.

maybellinexgigi (2)

Warna Khair ini ternyata memang cantik banget. Kalau saya bilang warnanya mirip warna tomat, merah-oranye yang segar, dan pas banget untuk warna kulit saya. Sama juga dengan lip liner-nya yang menurut saya teksturnya creamy dan mudah diaplikasikan.

Untuk lipstik, saya beri nilai 9/10.

Kalau mau lihat swatches dan mini tutorial koleksi ini, coba cek saja Instagram saya: @bluestellar_.

Chanel Rouge Coco Stylo 212 Recit (Review)

Huwoo.. lipstik baru lagi. Entah lagi dapat pencerahan apa tiba-tiba suami membelikan saya ini, hehe. Katanya buat dibikin review di blog. Baiklah kalau begitu, langsung saya tulis, deh.

Perkenalan dulu deh sama koleksi terbarunya Chanel ini. Well, nggak baru-baru amat, sih, karena sebenarnya diluncurkan pada Spring 2016 kemarin. Ah well, masih dalam satu tahun yang sama toh, jadi bisa dianggap baru juga.

Kalau menurut deskripsi di website Chanel, Rouge Coco Stylo ini perpaduan antara lipstik dan perawatan untuk bibir.

chanel-rouge-coco-stylo-212-1

The intensity of a lipstick, the shine of a lipgloss and the comfort of a lip balm — all in one creamy yet lightweight formula. This innovative formula is enriched with nourishing Apple Seed Extract and hydrating Jojoba Oil and Coconut Oil. Silk Powder, Beeswax and special ingredients help visibly smooth, plump and add brilliant 3D shine to the lips. A spectrum of eight irresistible shades features pinks, reds, nudes and corals. In a convenient, twist-up ‘stylo’ form to write your colour signature.

Kalau lipstik matte, saya sudah punya terlalu banyak, jadi lipstik yang glossy dan lembap merupakan sesuatu yang jarang saya gunakan. Namun saat udara dingin sepertinya lipstik dengan kandungan moisturizer kayak gini memang sangat penting.

Ada 8 pilihan warna untuk koleksi Rouge Coco Stylo ini, yaitu:

  • Conte (202): baby pink
  • Article (204): bright warm tangerine
  • Histoire (206): bright coral
  • Roman (208): bright fuchsia pink
  • Recit (212): reddish plum
  • Message (214): warm raspberry pink
  • Lettre (216): soft rose pink
  • Script (218): nude pink-brown

Saya memilih warna Recit, karena melihat bahwa warna itu yang cocok untuk warna kulit saya. Saya juga naksir warna Roman dan Message, tapi takutnya sudah banyak lipstik saya yang warnanya mirip-mirip seperti itu. Lagipula saya pikir warna Recit ini juga akan cocok dipakai saat musim gugur.

chanel-rouge-coco-stylo-212-3

Oke, sekarang saya review soal formulanya. Saat dipulaskan memang terasa ringan, glossy, nyaman di bibir dan melembapkan, tapi warnanya tetap opaque. Karena teksturnya yang bukan matte, makanya lipstik ini cepat pudar. Setelah makan mungkin masih ada stain, tapi setelah beberapa jam kemudian warnanya cepat hilang.

chanel-rouge-coco-stylo-212-4

Selain itu, hati-hati saat memutar lipstik stylo ini, karena teksturnya yang creamy lipstiknya gampang sekali tercungkil atau bahkan patah (hiii.. tragedi banget itu).

Satu hal yang paling saya suka adalah packagingnya yang sleek, mirip seperti bolpen. Memang kalau lipstik high-end selalu menang di kemasan yang mewah. Secara keseluruhan saya beri lipstik ini nilai 8,5/10. 

CoverGirl x Katy Perry Lipsticks Review – Cosmo Kitty, Cat Call, Catoure, Kitty Purry

Ahhh.. Sudah sejak lama saya ingin menulis review lipstik ini. Sejak awal kemunculannya, saya langsung mengabari kakak saya yang tinggal di US untuk membelinya, karena kakak saya kebetulan akan pulang ke Jakarta.

CoverGirl sendiri sayangnya tidak ada di Indonesia, padahal produk-produknya lumayan oke dan karena termasuk produk drugstore harganya terjangkau banget. Salah satu lipstik fuchsia pertama saya keluaran CoverGirl namanya Spelbound, dan itu salah satu lipstik fuchsia favorit saya.

Oke, kembali ke kolaborasi CoverGirl dan Katy Perry. Saya sendiri bukan fans berat Katy, tapi saya memang suka musiknya dan I love the fact that she’s a cat lover–like me! Makanya pas lihat nama-nama warna lipstiknya yang punya unsur kucing, saya pun langsung tertarik.

Katy Kat Matte lipstik ini katanya punya tekstur demi-matte alias lipstik matte yang tetap lembut dan creamy. Kalau soal ketahanan, menurut saya sih tergantung warna.

Berdasarkan beberapa review yang saya baca, ada yang bilang formulanya kurang bagus tapi ada juga yang bilang bagus. Kalau saya sendiri suka dengan formulanya, cocok di bibir saya, dan nggak bikin kering. Tapi ada teman saya yang bibirnya cenderung lebih kering bilang bahwa dia nggak cocok dengan formulanya, karena membuat bibirnya kelihatan pecah-pecah. Ah well.. Ternyata memang cocok-cocokkan ya sama formulanya.

Ada 12 warna dalam rangkaian lipstik ini, yaitu:

  1. Sphnyx
  2. Kitty Purry
  3. Pink Paws
  4. Purrsian Pink
  5. Magenta Minx
  6. Cat Call
  7. Crimson Cat
  8. Catoure
  9. Coral Cat
  10. Maroon Meow
  11. Cosmo Kitty
  12. Perry Panther

Saya cuma punya empat warna: Kitty Purry, Cosmo Kitty, Catoure, dan Cat Call.

covergirl x katy perry lipstick

Saya memilih warna Kitty Purry karena namanya yang lucu, yaitu nama kucing milik Katy Perry. Padahal, sih, membaca deskripsi warnanya saya merasa bahwa warna ini kurang cocok dengan warna bibir saya yang agak gelap.

Benar saja, di bibir saya warnanya jadi terlihat pucat. Mirip dengan warna MAC Brave kalau menurut saya. Warna nude pink dengan sedikit campuran warna lilac. Untuk memakainya, biasanya saya campurkan dengan lip liner yang warnanya agak lebih gelap tone-nya.

Cosmo Kitty merupakan warna favorit saya. Akhir-akhir ini saya memang suka banget sama lipstik warna ungu. I don’t know why! Mungkin karena sudah punya terlalu banyak lipstik pink dan fuchsia, akhirnya saya beralih ke lipstik warna ungu.

Cosmo Kitty merupakan warna vibrant purple, yang menurut saya pas banget di kulit saya yang agak sawo matang ini. Cuma satu kekurangan warna ini, yaitu setelah makan makanan yang berminyak, warnanya agak memudar sebagian saja, di bibir bagian bawah. Akhirnya, warna bibir saya jadi two-tone gitu, di atas ungu bawahnya pink..haha.

Catoure, menurut saya, adalah warna yang cukup unik, yakni mauve brown. Tahu sendiri warna kecokelatan lagi tren tahun ini, jadilah saya memilih warna tersebut. Walaupun di bibir saya kadang terlihat seperti warna peach-cokelat. Warna lipstik ini cocok buat sehari-hari atau buat mereka yang nggak terlalu suka warna terlalu ngejreng.

Cat Call merupakan warna bright pink, yang di bibir saya terlihat seperti warna pink terang dengan unsur warna merah. Dibanding warna-warna yang lain, warna ini merupakan warna yang paling tahan lama di bibir saya.

covergirl x katy perry swatches

Saya tidak tahu kenapa ada beberapa teman saya yang nggak cocok dengan formulanya, tapi ada juga yang suka banget dengan lipstik ini. Bagi saya sendiri, saya suka formulanya yang tidak super-matte, tapi lebih ke creamy matte. Untuk warna Catoure, saya melihat warnanya sedikit shiny.

Soal ketahanan, memang tidak terlalu lama, tidak seperti lipstik-lipstik matte lainnya. Setelah saya pakai, lipstiknya bisa tahan 4-5 jam, tanpa makan dan minum. Kalau sudah makan, kayaknya harus dipulas ulang. Namun untuk yang Cat Call, warnanya lebih tahan lama walaupun sudah makan dan minum.

Overall, saya memberi nilai 8/10 untuk rangkaian lipstik ini.

Wardah Exclusive Lipstick No.21 Orchid Pink (Review)

Akhir-akhir ini saya kayaknya jadi suka hunting lipstik merek lokal. Ada beberapa yang saya beli, tapi belum sempat bikin review-nya.

Kemarin, seorang reporter memberi saya lipstik Wardah. Ahhh.. Tau saja sih saya suka lipstik, hehe. Jadilah saya coba dan sekarang sekalian saja saya buat reviewnya.

wardah pink orchid2

Wardah ini salah satu merek lokal yang mengklaim bahwa produk mereka halal. Menurut saya, sih, branding Wardah ini memang keren. Mereka sejak awal konsisten dengan brand kosmetik halal dengan model berhijab. Sekarang pun mereka merambah pasar ke konsumen yang lebih luas lagi alias nggak harus pakai hijab kok untuk pakai kosmetik ini.

Packaging-nya dibikin lebih feminin dan modern, iklan-iklannya juga dibuat lebih trendi, dan tentu saja produknya mengikuti minat pasar saat ini.

Produk Wardah favorit saya sebenarnya adalah Olive Oil, baik yang pure olive oil maupun olive oil yang untuk massage. Dua-duanya sudah sering saya beli. Saya juga penasaran dengan lipstik matte keluaran Wardah, tapi karena dapatnya yang jenis lain, ya nggak apa-apa juga.

Lipstik yang saya punya ini adalah jenis Exclusive Lipstick, mengandung Squalane, Vit. E, Olive Oil, dan Jojoba Oil. Jadi saya langsung tahu kalau lipstik ini akan terasa creamy sekaligus melembapkan.

wardah pink orchid4

Formulanya menurut saya agak sheer, tapi bisa tetap terlihat pekat setelah beberapa kali pulas. Rasanya memang lembap di bibir, namun tidak terlalu tahan lama. Setelah makan, warnanya agak pudar meski meninggalkan sisa-sisa warna di bibir.

wardah pink orchid3

Di tubenya tertulis No.21 warna Orchid Pink. Tadinya saya berharap warnanya pink agak keunguan, sesuai dengan namanya (dan sesuai dengan warna lipstik favorit saya). Namun setelah dipakai, warnanya justru pink coral. Warnanya cantik dan memang warna sehari-hari yang cukup aman dipakai ke kantor atau kuliah (buat mahasiswa yang suka dandan).

wardah pink orchid-swatch

Overall, menurut saya lipstik ini punya kualitas yang oke. Bagus, tapi nggak bagus atau wah banget. Dengan harga sekitar Rp30.000 an, jelas ini lipstik dengan kualitas bagus yang harganya terjangkau.

Tapi karena warnanya menurut saya nggak unik, saya kasih nilai 7,5/10 saja.

Glowy Flawless Skin, Thanks to Laneige BB Cushion

Memang, sih, saya agak telat untuk menulis ulasan tentang produk yang satu ini. Sudah banyak sekali orang (dan para beauty blogger) yang merekomendasikan produk BB Cushion dari Laneige.

Saya tidak tahu (so correct me if I’m wrong), tapi sepertinya ini salah satu produk BB Cushion yang pertama. Setelahnya, banyak sekali produk BB or foundation cushion, mulai dari YSL, Lancome, L’Oreal, hingga Maybelline.

Karena saya lebih percaya dengan produk BB dari Korea, makanya saat Yudo dinas ke Negeri Ginseng itu, barang yang pertama kali saya titip adalah Laneige BB Cushion. Jenisnya ada beberapa, ada yang untuk whitening, pore control, anti-aging, dan saya nggak tahu lagi apa. Saya cuma titip yang biasa saja, karena tulisannya cuma Laneige BB Cushion SPF 50+ PA +++.

laneige bb cushion

BB Cushion ini sepertinya cocok untuk kulit normal dan kering. Punya efek menenangkan dan terasa dingin di kulit, mencerahkan warna kulit, melembapkan, dan memiliki natural coverage. Sedangkan untuk yang memiliki kulit berminyak, bisa pilih jenis Pore Control karena mampu mengontrol sebum dan memiliki tampilan yang semi-matte, serta memiliki cooling sensation dan tentu saja melembapkan.

Oh iya, BB Cushion ini juga memiliki beberapa warna berbeda. Berikut ini lima warna yang saya tahu, tapi sepertinya beda negara beda juga pilihan warnanya. Kakak saya yang tinggal di US sempat bingung mau beli BB Cushion karena pilihan warnanya berbeda.

#11 Light Beige: Pink tone light beige shade for pale skin
#13 True Beige: Transparent and clear yellow-tone beige for reddish white skin
#14 Pink Beige: Gorgeous pink beige to turn pale and white skin into ruddy color
#21 Natural Beige: Medium natural beige of subdued mid-tone
#23 Sand Beige: Sand beige that matches well with the suntanned skin of summer with dark-tone beige
Saya memilih warna #21 Natural Beige, yang tadinya sempat saya kira akan terlalu putih di kulit, namun ternyata hasilnya cukup natural dan pas untuk warna kulit saya. Sejak pertama kali dipakai, saya langsung jatuh cinta dengan produk ini.

Berikut ini beberapa hal yang bikin saya suka dengan Laneige BB Cushion:

1.Efek dingin menenangkan. Saat pertama kali dipakai, memang ada efek dingin. Bukan seperti dingin menthol, ya.. tapi kayak sejuk gitu.

2.Coverage bagus. Saya nggak suka pake foundation karena terkesan ‘berat’ dan saya lebih suka produk BB cream yang tampilannya lebih natural. BB Cushion ini pun punya coverage yang bagus, noda hitam dan bekas jerawat di wajah tersamarkan, warna kulit lebih rata, dan rasanya lebih ringan seperti tanpa makeup.

3.Glowy but not greasy. Tampilan wajah tampak lebih glowy, tapi nggak greasy. Bahkan setelah seharian pakai produk ini, tampilannya tetap oke. Nggak berminyak, nggak mudah luntur juga, karena produk ini katanya sweatproof dan waterproof. Memang, sih, kulit saya nggak langsung kelihatan kinclong kayak Song Hye Kyo..hehe, tapi tetap oke lah.

4.Perlindungan dari sinar matahari. Nggak perlu lagi pakai krim tabir surya, karena BB Cushion ini sudah memiliki kandungan SPF yang cukup tinggi. SPF dimaksudkan untuk menghalau sinar UV B, sedangkan PA+++ itu berguna untuk melindungi kulit dari sinar UV A. Jadi lengkap banget perlindungannya.

Harga Laneige BB Cushion ini di Indonesia sekitar Rp400.ooo – Rp500.000an, tergantung beli di mana dan jenisnya apa. Oh iya, dengan harga segitu lumayan juga sebenarnya, karena kita dapat refill juga. Jadi begitu sudah habis, tinggal masukkan refill-nya saja. Kalau nanti mau beli lagi juga bisa beli refill-nya, nggak usah pakai kotaknya lagi. Lebih hemat…

Image source: Laneige.com