Berry Pink Eyes Feat. Urban Decay Born to Run Palette

Saya lagi suka banget, nih, sama eyeshadow palette dari Urban Decay, yaitu Born to Run. Sebenarnya punya eyeshadow palette ini sudah lama dan saya punya beberapa palette tapi memang jarang (atau malah ga pernah ya) me-review eyeshadow palette (padahal pengen juga, sih).

Urban Decay – Born to Run

Anyway, eyeshadow palette ini menurut saya cocok banget buat orang-orang yang suka dengan eyeshadow natural, tapi ingin juga sesekali mencoba warna-warna terang lainnya tanpa terkesan berlebihan.

Jadi menurut saya, warna-warna terang, seperti biru, hijau, bahkan pink di eyeshadow palette ini tetap wearable bahkan untuk dipakai sehari-hari (saat ke kantor or jalan-jalan bareng teman).

Saya sendiri pun tidak menyangka bakalan suka (atau merasa percaya diri) memakai eyeshadow berwarna pink berry/fuchsia.

Untuk makeup saya ini, saya menggunakan warna Wildheart di bagian kelopak, Hell Ride untuk di bagian crease (lipatan kelopak) sekaligus untuk membaurkan warna Wildheart. Lalu untuk di outer corner, saya memakai warna Punk. Warna tersebut dan warna Hell Ride juga saya pakai di bagian bawah mata. Untuk highlight, saya memakai warna Stranded.

Daftar produk yang saya gunakan untuk makeup ini:

EYESHADOW: Urban Decay Born to Run Palette

EYELINER: Urban Decay 24/7 Glide-on Pencil in “Alkaline”

MASCARA: Essence I ❤️ Extreme waterproof

BROWS: NYX Precision Brow Pencil in Charcoal

FACE: Smashbox Camera Ready CC Cream, MAC Select Moisture Cover Concealer, Chanel Le Beiges Healthy Glow Sheer Powder, Essence Matt Touch Blush in Berry Me Up, Benefit Hoola Bronzer, Essence Baked Highlighter

LIPSTICK: Essence Velvet Matte in 04 Hungry Pink

Untuk mini tutorialnya bisa dicek di akun Instagram saya @bluestellar_

Essence Velvet Matte Lipstick Review

Kali ini saya akan me-review lipstik matte keluaran drugstore, yaitu Essence Velvet Matte Lipstick.

Kalau dilihat dari tulisan terakhir saya ternyata sudah lama juga ya nggak ngisi blog. Kayaknya saya jadi lebih sering mengisi Instagram dibanding blog, padahal ide banyak tapi keinginan menulisnya, kok, seperti tidak ada.

Anyway, akhir-akhir ini saya lagi sering hunting produk-produk drugstore yang harganya terjangkau banget, tapi kualitasnya oke. Memang, sih, produk drugstore kadang punya beberapa kekurangan, tapi tiba-tiba suka aja tuh nemu yang bagus.

Nah, salah satu produk yang menurut saya kualitasnya bagus ini adalah velvet matte lipstick dari Essence ini. Buat yang nggak tahu, Essence ini adalah produk kosmetik dari Jerman, satu perusahaan dengan Catrice dan L.O.V.

Kalau dari packagingnya, saya melihat Essence ini lebih untuk remaja atau mereka yang baru pertama kali coba makeup (habis packagingnya lucu-lucu banget dan banyak warna). Ditambah lagi harganya yang murah (banget!). Contoh, lipstik saja kisaran harganya €2.50 sampai €3, bedak dan foundation harganya di bawah €5, maskara sekitar €3, murah kan? Yah, walaupun saya bukan remaja dan nggak pertama kali pake makeup juga, tapi nggak apa-apa juga lah pakai Essence.. hehe.

Saya sebenarnya sudah pernah mencoba lipstick Matt Matt dari Essence, tapi menurut saya tekstur matte-nya terlalu kering. Makanya begitu saya coba yang Velvet Matte ini, wow.. teksturnya creamy tapi lama-lama jadi matte dan tetap nyaman di bibir bahkan setelah beberapa jam.

Kalau di website-nya, deskripsi lipstik Velvet Matte seperti ini:

The innovative texture unites matte colour with a pleasant feeling on the lips. Thanks to the high pigmentation, the lipstick has a strong colour-dispersion, while the creamy texture offers semi-matte results without drying out the lips.

  • Matte finish
  • Feels pleasant on the lips
  • Strong colour-dispersion

Oh iya, satu lagi, warnanya memang opaque banget, jadi benar-benar menutupi warna asli bibir. Hal ini penting banget terutama buat saya yang warna bibirnya two-tone gitu dan bagian pinggirnya lebih gelap. Jadi kalau pakai lipstik ini warnanya rata menutupi semua bagian bibir.

Saya punya tiga warna, yaitu:

No. 04 Hungry Pink (warna mauve pink yang cantik banget–dan ternyata saya nggak pernah punya warna yang menyerupai warna ini di koleksi saya)

No. 06 Unredsistible (warna bright reddish pink–yang secara instan bikin wajah kelihatan lebih cerah)

No. 10 Greedy Coffee (warna warm brown–warna cokelat yang dijamin nggak akan bikin kulit terlihat kusam)

Saya beri nilai 9.5/10 untuk koleksi ini, karena formulanya dan harganya yang oke banget!

My Favorite Lipsticks for Spring/Summer 2018

Spring sudah datang.. sebenarnya datangnya sudah lama, sih, hehe. Malah cuaca di Wina sekarang sudah mulai agak panas, jadi tampaknya summer sudah di depan mata nih.

Supaya nggak ketelatan, saya mau share beberapa lipstik pilihan saya untuk spring/summer tahun ini.

Art Deco – Rosewood

Art Deco Cosmetics merupakan brand kosmetik asal Jerman. Masih termasuk drugstore makeup karena harga-harga kosmetiknya cukup terjangkau. Menurut saya, sih, harganya tengah-tengah lah, tidak tergolong mahal alias high-end, tapi tidak bisa dibilang murah banget. Menurut saya kualitasnya sesuai dengan harganya (meski saya baru mencoba produk lipstiknya saja).

Ada beberapa lipstik Art Deco yang saya miliki, tapi favorit saya adalah warna Rosewood ini. Teksturnya matte tapi nyaman banget dan cukup tahan lama. Rosewood ini kalau saya coba deskripsikan adalah warna mid-tone rosy pink, jadi warnanya tidak tergolong nude tapi juga bukan warna terang. It’s an easy everyday color. Jadi buat orang yang nggak suka dengan warna ngejreng dan punya medium skin tone seperti saya, pasti akan suka dengan warna ini.

Marc Jacobs Le Marc Lip Crème – Strawberry Girl

Sudah lama sebenarnya saya tertarik dengan lipstik keluaran Marc Jacobs ini, tapi saya bingung ingin pilih warna apa. Akhirnya beberapa minggu lalu, saat ke Jerman dan menemukan Sephora saya pun memutuskan untuk membeli lipstik ini.

Pilihan saya jatuh ke warna Strawberry Girl, yang saya deskripsikan sebagai warm pink coral. Warnanya cantik banget! Cocok untuk suasana spring/summer. Selain itu, formulanya yang creamy nyaman banget dan cukup melembapkan. Ketahanannya juga oke, karena setelah makan dan minum, warnanya masih tetap nempel. Saya juga coba membandingkan warna lipstik ini dengan beberapa warna coral yang saya miliki dan tidak ada satu pun yang warnanya mirip. Yes..! Nggak nyesal, deh, pilih warna ini.

L’Oreal x Balmain – Confession

Satu lagi warna lipstik dengan nuansa coral, tapi kali ini warnanya tampak lebih nude di bibir saya. Mungkin di bibir orang yang kulitnya lebih putih dari saya, warnanya tidak akan terlihat nude.

Saya juga coba membandingkan dengan beberapa lipstik nude serupa yang saya miliki dan warna ini cukup unik. I love this lipstick, karena formulanya yang nyaman di bibir, creamy meski teksturnya matte, dan cukup tahan lama.

Estee Lauder – Stronger

Kayaknya kurang seru kalau koleksi lipstik spring/summer tanpa warna pink keunguan favorit saya. Saya melihat koleksi lipstik Estee Lauder makin berkembang, karena makin banyak warna-warna bold yang keren banget.

Soal formula matte-nya juga nyaman di bibir dan sama sekali nggak bikin bibir jadi kering. Ketahanan lipstik ini di bibir juga oke banget, bahkan setelah makan dan minum, warnanya masih tampak jelas di bibir.

Maybelline x Gigi Hadid – Khair

Kalau soal lipstik matte keluaran drugstore, sudah pasti pilihan saya jatuh ke Maybelline. Saya selalu merasa cocok dengan formula matte dari lipstik Maybelline yang lembut, creamy, serta tahan lama (banget!).

Lipstik ini merupakan kolaborasi antara Maybelline dan Gigi Hadid. Saya memilih warna Khair, warna merah-oranye yang pas banget untuk spring/summer. Saya suka menggabungkan lipstik ini dengan lip liner dalam warna Austyn (juga dari koleksi Maybelline x Gigi Hadid) yang warnanya oranye terang. Dengan cara ini, warna bibir saya akan terlihat lebih intens warna oranye-nya.

Too Faced Melted Matte – It’s Happening

Hanya satu liquid lipstick yang masuk jadi favorit saya musim ini, yaitu Too Faced Melted Matte dalam warna It’s Happening (a bright magenta color).

Kalau suka pakai lipstik warna ngejreng, harus banget coba warna ini. Warnanya bold, intense, super pigmented, and super long wearing. Suka banget, deh, sama liquid lipstick yang satu ini.

MAC x Nicopanda – Toung ‘N’ Chic

Oke, oke.. warna plum seharusnya memang nggak masuk hitungan saat spring/summer ya. Tapi masalahnya saya lagi suka banget sama lipstik ini dan akhir-akhir ini lagi sering saya pakai.

Toung ‘N’ Chic merupakan warna plum yang sebenarnya menurut saya nggak terlalu gelap (nggak terkesan gothic atau vampy gitu), jadi masih oke untuk dipakai sehari-hari dan akan sangat cocok untuk dipakai saat pesta. Selain warnanya keren, saya juga suka banget formula matte-nya yang enak banget, bahkan terasa seperti nggak pakai lipstik. Ketika saya pikir warnanya sudah hilang pun, eh ternyata masih ada. Saatnya warnanya memudar, pengaplikasian ulangnya juga gampang dan nggak bikin bibir kering.

Oke itu dia pilihan lipstik saya untuk spring/summer kali ini. Saya nggak swatch lipstik-lipstik ini di bibir, karena sudah banyak swatches-nya di Instagram saya.

Silakan cek saja @bluestellar_

Thanks for reading this blog ❤️

MAC x Nicopanda Lipsticks Review (Toung ‘N’ Chic & Pop Babe)

I love MAC lipsticks! Pilihan warna lipstik MAC banyak banget, belum lagi formulanya pun berbeda-beda, tergantung preferensi masing-masing orang. Apakah suka yang matte, creamy, atau justru sheer? Semuanya ada.

Saya juga mulai suka mengoleksi kemasan lipstik MAC yang limited edition. Tapi saya tetap pilih-pilih. Saya beli bukan hanya kemasannya yang lucu, tapi karena saya juga suka warnanya.

Ketika saya tahu tentang kolaborasi MAC dengan brand Nicopanda, saya langsung tertarik. Nicopanda adalah brand yang diciptakan oleh Nicola Formichetti. Saya sebenarnya sudah ngefans sama Nicola sejak dia menjadi stylist Lady Gaga. Saya bahkan follow blog miliknya cuma untuk siapa desainer yang bajunta dipakai Lady Gaga di setiap video klipnya.

Setelah itu, Nicola juga sempat jadi Creative Director di rumah mode Mugler dan akhirnya dia mengembangkan brand busana street wear sendiri, Nicopanda.

Tadinya saya pikir koleksi kolaborasi ini nggak akan masuk Austria (fyi, biasanya koleksi limited edition ini nggak masuk di semua negara), ternyata saya salah. Begitu saya menemukan koleksi ini di counter MAC, saya langsung coba, dong.

Ada 6 lipstik di koleksi ini, mulai dari warna pink, ungu lavender, hijau mint, hingga hitam kebiruan. Sebenarnya koleksi MAC x Nicopanda juga punya produk lainnya, seperti full face kit, lipglass, dan face powder, tapi seperti biasa saya hanya tertarik pada koleksi lipstik.

Ada dua warna yang saya pilih, yaitu Toung ‘N’ Chic (matte deep plum) dan Pop Babe (matte bright clean pink).

Kalau dilihat memang sepertinya dua warna ini mirip dengan beberapa lipstik yang telah saya miliki sebelumnya. Ah well, namanya juga kolektor lipstik (hehe.. pembenaran).

Warna Toung ‘N’ Chic ini bagus banget. Saya coba swatch (saat di toko) dengan warna Rebel. Memang mirip, tapi Rebel agak sedikit lebih muda dan teksturnya satin. Menurut saya formula matte lipstik Toung ‘N’ Chic ini nyaman banget (overall, lipstik matte keluaran MAC memang nyaman, tapi ada pula beberapa warna yang juga bikin kering. Jadi kadang tergantung warnanya juga). Lipstik ini juga cukup tahan lama. Saya pernah makan-makanan yang berminyak saat pakai lipstik ini, saat mau touch up, ternyata warnanya masih nempel banget.

Akhir-akhir ini saya jadi sering banget pakai lipstik Toung ‘N’ Chic, karena warna gelapnya pas banget di kulit saya dan formula matte-nya nyaman di bibir. Memang, sih, nggak termasuk warna spring/summer, tapi saya suka banget banget sama warna ini 😍.

Saya coba bandingkan lipstik ini dengan beberapa lipstik yang saya miliki. Warna Toung ‘N’ Chic sepertinya paling mirip dengan lipstik Art Deco – Wild Berry Sorbet. Tapi lipstik Art Deco menurut saya teksturnya lebih matte dan lebih kering. Warnanya di bibir pun lebih gelap dibanding Toung ‘N’ Chic.

Sementara warna Pop Babe merupakan warna pink terang, yang menurut saya memang cocok banget buat summer. Warnanya memang agak neon, tapi nggak berlebihan (not as neon as Candy Yum Yum). Warna ini juga cantik banget, tapi saya merasa teksturnya lebih kering dibanding Toung ‘N’ Chic.

Saya bandingkan warna Pop Babe dengan dua lipstik pink dari MAC yang menurut saya warnanya mirip. Ternyata hasilnya, tidak terlalu mirip, hehe.

Warna Pink Pigeon sedikit lebih gelap bila dibandingkan dengan Pop Babe, sedangkan warna Pink Nouveau lebih banyak blue undertone-nya.

Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk Toung ‘N’ Chic dan 8/10 untuk Pop Babe.

Menurut kamu, warna mana yang paling bagus?

Favorite Fall Lipsticks 2017

Hello, saya sepertinya sudah membiarkan blog ini terbengkalai selama dua bulan lebih. Oops.. my bad. Akhir-akhir ini saya memang lagi suka bikin vlog dan kebetulan juga ibu saya sedang berkunjung ke Wina, jadi kami memang beberapa kali pergi keluar kota. Silakan cek YouTube channel saya jika tertarik 🙂

Oke, sekarang saya akan membahas tentang lipstik lagi.. yeah! Tak terasa sudah masuk ke musim gugur lagi dan ini merupakan musim gugur kedua saya di Austria. I always love autumn… dan suasana musim gugur selalu membuat saya ingin pakai warna lipstik dengan nuansa musim gugur (warna kecokelatan, oranye, dan merah).

fall lipsticks 2017 (2)

Kalau dilihat-lihat warna lipstik favorit saya kali ini memang serupa dan senada, serta tidak ada sama sekali warna nude. Yaa.. karena saya tidak begitu suka warna nude. Sering kali lipstik warna nude malah membuat wajah saya tampak pucat dan saya juga lebih sering memilih memakai lipstik warna intens tanpa riasan wajah tebal.

Ini dia 6 lipstik (termasuk liquid lipstik) yang jadi favorit saya di musim gugur kali ini.

MAC – Chili

Sepertinya bukan rahasia lagi kalau lipstik matte dari MAC merupakan salah satu lipstik favorit saya. Warna Chili ini juga merupakan salah satu warna favorit saya. Chili dideskripsikan sebagai warna “brownish orange-red”. Menurut saya, ini merupakan warna yang cocok banget buat orang-orang yang memiliki warm skintone seperti saya. Perpaduan warna oranye dan merahnya sangat unik, sekaligus bisa membuat warna kulit tampak cerah. Kadang-kadang warnanya tampak lebih merah, tapi kadang bisa terlihat oranye kecokelatan. Selain itu tekstur matte-nya nyaman banget, creamy, dan tahan lama.

mac chili

Urban Decay Vice Lipstick – Moshpit

Setiap kali saya membeli Urban Decay Vice Lipstick, saya tidak pernah menyesal. Moshpit dideskripsikan sebagai warna “berry plum” dengan tekstur cream. Meski teksturnya cream, lipstik ini sangat opaque, nyaman di bibir, nggak bikin bibir kering, dan warnanya tahan lama. Awalnya saya pikir warna lipstik ini gelap banget, tapi ternyata nggak terlalu, kok. It is dark, but not too dark. Warnanya sangat wearable dan nggak akan bikin kita terlihat gothic.

urban decay moshpit

Sephora Cream Lip Stain – No.25 Coral Sunset

Sejak saya berkenalan dengan liquid lipstick dari Sephora ini saya langsung jatuh cinta! Hasilnya dry matte, tapi sama sekali nggak bikin bibir kering. Pilihan warnanya banyak, bagus-bagus, dan harganya cukup terjangkau (tidak semahal liquid lipstick dari MAC, tapi kualitasnya hampir sama.. atau bahkan lebih bagus). Warna yang saya pilih adalah Coral Sunset. Dari namanya saja sudah ketebak ya warnanya seperti apa, campuran antara oranye dan cokelat yang bagus banget. Memang agak mirip dengan MAC Chili, tapi warna Chili lebih ke arah merah sementara Coral Sunset lebih ke arah burnt orange.

sephora coral sunset

Rollover Reaction – Maxwell

Sudah sejak lama saya ingin mencoba liquid lipstick lokal asli dari Indonesia. Sayangnya, saya selalu kehabisan saat ingin membeli di website-nya. Ternyata.. sepupu saya membelikan ini dan menitipkan untuk dibawa ke Austria, huaaa terharu. Pas banget pula warnanya memang yang saya mau. Warna ini dideskripsikan sebagai “brown-ish red”. Di bibir saya, sih, lebih kentara warna cokelatnya ya. Namun yang bikin saya kagum adalah formula liquid lipstick ini yang nyaman banget di bibir, nggak kalah dengan lipstik-lipstik buatan luar negeri. Teksturnya mirip mousse, jadi agak kental, tapi saat dipakai di bibir agak sheer, sehingga harus dipakai beberapa kali agar warnanya pekat. Liquid lipstick ini sama sekali nggak bikin bibir kering, cukup tahan lama, dan meninggalkan stain setelah beberapa jam. Suka banget dengan produk ini!

rollover reaction maxwell

NYX Liquid Suede Metallic Matte – Biker Babe

Awalnya saya sempat ragu dengan warna metallic. Tapi beberapa tahun terakhir setelah liquid lipstick jadi tren, muncul juga tren liquid lipstick dengan warna metallic matte. Saya pun penasaran dengan koleksi terbaru NYX yang baru diluncurkan pertengahan 2017 kemarin. Saya pun kaget ternyata produk ini melebihi ekspektasi saya. Teksturnya nyaman banget di bibir dan ternyata warna metallic matte itu keren juga ya. Saya pilih warna Biker Babe yang dideskripsikan sebagai warna “burgundy”. Warnanya cukup vampy dan saya pikir cocok banget untuk musim gugur.

nyx biker babe

Estee Lauder Pure Color Envy Matte – Raw Edge

Dibandingkan dengan warna-warna lipstik sebelumnya, warna lipstik yang satu ini cenderung netral. Di bibir saya, lipstik ini tampak memiliki perpaduan warna cokelat dan pink, sehingga bisa dipakai kapan saja dan dipadankan dengan riasan mata warna apa pun. Saya baru pertama kali membeli lipstik Estee Lauder Pure Color Envy Matte ini, and I’ve gotta say, I really like it. Tekstur matte-nya nyaman banget dan nggak bikin bibir kering. Saya jadi penasaran banget dengan warna-warna lainnya, karena ada beberapa warna bold yang sangat menarik (menurut saya).

estee lauder raw edge

Berikut ini swatches lipstik-lipstik tersebut di tangan saya.

fall lipsticks 2017 (3)fall lipsticks 2017 (4)fall lipsticks 2017 (5)

Oke.. itu dia enam lipstik yang lagi sering saya pakai akhir-akhir ini, untuk menyesuaikan dengan warna-warna dedaunan musim gugur di Wina, hehe. Semoga terhibur dengan isi blog ini.. dan semoga nggak bosan dengan pembahasan soal lipstik 😄<<<<<<<<<<<
<<<<<<

Why Do You Need Lip Liner and How to Use It

Dulu, saya sebenarnya tidak percaya dengan fungsi lip liner. Bagi saya lip liner hanyalah pemborosan dan membuat dandanan jadi lebih rumit. Apalagi pas tahun 1990an dulu sempat ada tren memakai lip liner yang warnanya lebih tua (warna hitam ya kalau nggak salah?) dan saya nggak suka banget melihatnya.

Setelah kecanduan nonton video para beauty guru di YouTube, saya pun akhirnya mendapat pencerahan tentang fungsi lip liner sesungguhnya. Akhirnya, koleksi lip liner saya bertambah banyak dan kadang (saat tidak malas) saya pun menggunakan lip liner untuk mendapatkan polesan lipstik yang lebih maksimal.

Mau tahu apa saja fungsi lip liner?

1. Lebih rapi saat memakai lipstik

Ada beberapa jenis lipstik yang saat dipakai warnanya malah bleeding atau bleber ke mana-mana. Biasanya lipstik jenis creamy susah dipakai, karena sering keluar dari garis bibir. Untuk mengatasinya, bisa memakai lip liner. Jadi garisi dulu bibir, baru pakai lipstik supaya tampilannya rapi. Selain itu, lipstik dalam warna-warna bold, seperti merah atau warna gelap lainnya, akan terlihat lebih rapi jika pakai lip liner terlebih dulu.

2. Membuat warna lipstik jadi lebih pekat dan tahan lama

Dengan memilih warna lip liner yang senada dengan warna lipstik, maka warna lipstik pun jadi lebih pekat. Selain itu, lip liner juga bisa membuat lipstik lebih tahan lama. Caranya dengan tidak hanya menggarisi pinggir bibir saja, tapi juga mengaplikasikan lip liner di keseluruhan bibir. Baru setelah itu ditumpuk dengan lipstik.

3. Meratakan warna bibir

Nah, ini salah satu alasan saya suka pakai lip liner. Warna bibir saya tidak rata (gelap di pinggir dan warna pink-kemerahan di dalam). Saya paling nggak suka ketika pakai lipstik warnanya jadi nggak rata, karena ada perbedaan warna bibir saya itu. Jadilah saya akali dengan memakai lip liner yang warnanya senada bibir, sehingga hasilnya warna lipstik di bibir terlihat lebih oke.

4. Pengganti lipstik

Lip liner juga bisa menjadi pengganti lipstik. Caranya, ya, cukup garisi bibir lalu sapukan lip liner di keseluruhan bibir. Tapi cara ini nggak pernah saya pakai, sih, karena saya tetap suka memakai lip liner + lipstik dan bukan lip liner sendiri.

5. Menonjolkan warna tertentu

Ada beberapa lipstik yang merupakan pencampuran dua warna atau bahkan lebih. Misalnya saja ada lipstik dengan perpaduan warna pink-coral, red-orang, peach-pink, atau pink-brown. Nah, kalau kita mau menonjolkan satu warna tertentu saja, bisa menggunakan lip liner yang dengan warna tersebut. Misalnya, pilih lip liner dengan warna nude pink untuk lipstik warna pink-coral atau pink-brown. Hasilnya, warna pink akan lebih intens, tapi masih ada sedikit warna lainnya. Semoga penjelasan saya mudah dipahami, ya.. hehe. Soalnya saya suka banget eksperimen dengan cara ini, terutama ketika memakai lipstik yang warnanya kurang keluar di bibir saya.

Setelah tahu beberapa fungsinya, sekarang saya akan bicara aturan tentang memakai lip liner (ini menurut saya, ya, kalau ada yang tidak setuju, maaf saja.. hehe)

  • Jangan pernah memakai lip liner dengan warna lebih tua

Kalau nggak ingin kembali ke tren lip liner gelap di era 1990an, maka jangan memakai lip liner yang lebih tua untuk menggarisi pinggir bibir saja. Pilih lip liner warna senada atau warna yang setingkat lebih tua masih oke buat saya. Kalaupun ingin membuat warna bibir ombre (seperti yang lagi tren), sebaiknya warnai juga bibirnya sedikit, jadi bukan hanya di garis bibirnya saja.

  • Jangan menggarisi bibir secara berlebihan

Bibir penuh dan seksi memang jadi tren. Makanya, kan, Kylie Jenner yang tadinya punya bibir super tipis, tiba-tiba bibirnya membesar. Dulu dia sempat berkilah kalau itu hanya trik makeup dan dia memakai lip liner melebihi garis bibirnya. Ternyata itu semua bohong, saudara-saudara! Akhirnya dia ngaku, kan, kalau dia pakai lip filler atau menginjeksi bibirnya hingga bengkak kayak disengat tawon.

Makanya, kalau ada yang bilang pakai lip liner melewati garis bibir agar bibir kelihatan lebih seksi, menurut saya, sih, jangan. Karena hasilnya nanti malah kayak bibir Joker. Benar-benar tidak menarik.

Memakai lip liner pas di garis bibir, kemudian menumpuknya dengan lipstik, menurut saya sudah cukup membuat tampilan bibir terlihat lebih penuh, kok.

lipliner2

Lip liner favorit saya

Setelah mencoba beberapa merek lip liner atau lip pencil, saya punya beberapa merek yang jadi favorit.

NYX

Merek yang satu ini memang punya beberapa beauty products dengan kualitas oke dan harga terjangkau. Ada dua macam lip liner yang dijual di NYX (Indonesia), yaitu lip pencil dan retractable lip liner.

Untuk produk lip pencil, menurut saya kualitasnya beda-beda tergantung warnanya. Misalnya, saya punya warna fuchsia yang teksturnya creamy dan gampang dipakai. Tapi warna lainnya, yaitu warna coral, malah rasanya kaku dan susah dipulaskan.

Favorit saya sebenarnya yang jenis retractable lip liner dalam warna nude dan nude pink. Selain nggak perlu repot-repot menyerut pensilnya, lip liner dalam dua warna itu bisa dipakai untuk warna lipstik apa pun. Saya biasanya pakai lip liner tersebut untuk meratakan warna bibir.

Mavala

Merek yang satu ini bisa ditemukan di drugstore, seperti Guardian, dan harganya cukup terjangkau. Teksturnya creamy dan pigmentasinya bagus. Sayangnya saya cuma punya satu warna, yaitu warna fuchsia atau magenta (saya lupa), karena variasi warnanya terbatas.

MAC

MAC juga (yang saya tahu) punya dua jenis lip pencil, yaitu MAC Lip Pencil dan MAC Pro Longwear Lip Pencil. Saya pribadi merasa MAC Lip Pencil sudah memiliki kualitas yang sangat bagus.

Ada dua MAC Lip Pencil yang saya punya, yaitu Chiccory dan Soar. Chiccory bisa saya kombinasikan dengan MAC Retro, MAC Chili, atau bahkan MAC Kinda Sexy. Sedangkan Soar bisa dikombinasikan dengan MAC Brave.

Urban Decay

Nah, ini juga lip liner favorit saya, bahkan saya punya empat lip liner dari Urban Decay. Saya punya warna Anarchy, 1993, Bittersweet, dan Bad Blood. Teksturnya creamy, mudah dipakai, pigmentasinya bagus, dan bisa bikin warna lipstik jadi tahan lebih lama.

Tips Tambahan:

Oh iya, hampir lupa. Untuk lip pencil, biasanya harus diserut seperti pensil untuk menulis. Tapi jangan samakan lip pencil dengan pensil yang sebenarnya, ya. Jadi jangan gunakan serutan pensil untuk menyerut lip pencil. Saya pernah mencobanya dan akhirnya lip pencil saya jadi rusak, sering patah, dan akhirnya cepat habis, deh. Baiknya, sih, memang membeli serutan khusus untuk lip pencil itu. Bisa dibeli di berbagai counter kosmetik, harganya sekitar Rp50.000an kalau tidak salah. Sedangkan untuk lip pencil dari MAC katanya, sih, hanya bisa diserut dengan serutan keluaran MAC. Harganya nggak terlalu mahal, kok, sekitar Rp70.000 saja.

Selamat bereksperimen dengan lip liner/pencil!

 

 

My Nighttime Skin-care Routine

Selama hamil tahun lalu, saya malas banget merawat diri. Tiba-tiba saja malas dandan, malas pakai lipstik, malas pakai krim perawatan, bahkan malas pakai sunscreen. Sehari-hari cuma pakai pelembap wajah dan lip balm kalau bibir lagi kering banget.

Setelah melahirkan, saya mulai begadang, yang akibatnya kulit jadi kusam dan nggak menarik banget, deh. Mama saya kan paling cerewet banget soal perawatan diri, jadi dia meminta saya untuk mulai rajin pakai krim malam dan serum.

Akhirnya, setelah Alanna berumur 3 bulan dan saya mulai kerja lagi, saya pun mulai hunting produk perawatan kulit wajah untuk malam hari (karena kalau yang siang hari dan pembersih wajah, saya sudah pasti pakai 3-step dari Clinique).

Selama beberapa bulan terakhir, ini dia perawatan kulit saya saat malam hari. Sama sekali nggak ribet, tapi hasilnya cukup oke, kok.

The Body Shop Nutriganics Drops of Youth Pre-serum

thebodyshop preserum

Awalnya saya mencari serum, tapi malah beli pre-serum (yang sebenarnya menurut saya fungsinya kurang lebih sama, iya nggak ya.. correct me if I’m wrong). Menurut mbak di The Body Shop, produk ini cocok dengan semua jenis pelembap dan justru membantu pelembap itu bekerja lebih baik di kulit.

Produk ini juga bisa dipakai pada pagi dan malam hari. Pemakaiannya pun bisa cukup lama, karena cuma perlu sekitar 2-3 tetes untuk dioleskan di seluruh wajah. Diamkan beberapa saat (dan meresap ke kulitnya juga cepat banget, kok) lalu baru pakai pelembap yang biasa kita gunakan.

Ini penjelasan menurut website The Body Shop:

This innovative concentrate helps to enhance skin condition, leaving it looking smoother, fresher, and healthier. Taking its technology from plant stem cells from Criste Marine and Beech Bud extract, Nutriganics Drops of Youth Concentrate works to help boost surface skin cell renewal. Skin feels immediately moisturized and instantly softer. This serum is perfect for anyone looking for a treatment product to improve a skincare regime. 

  • Silicone-free
  • Paraben-free
  • Contains 99% natural ingredients
  • Contains 20% organic ingredients
  • 84% of users said skin looked smoother after four weeks

Setelah lebih dari dua bulan memakainya, saya juga cukup puas dengan produk ini. Tidak ada reaksi alergi dan kulit terasa lebih lembut. Produk ini dijual dalam beberapa ukuran, yaitu 30 ml dan 50 ml. Saya beli yang 50 ml seharga Rp 649.000.

Meski terkesan mahal, sebenarnya cukup worthy, kok. Setelah tiga bulan saja (dan dengan pemakaiannya yang agak boros, hehe) produk ini belum berkurang sampai setengah botol. Jadi bisa dibilang cukup awet dan hemat.

Skinfood Miracle Food 10 Solution Cream

skinfood miracle cream

Salah satu brand asal Korea Selatan yang saya sukai adalah Skinfood. Selain produknya yang terbuat dari bahan-bahan alami, packaging yang menarik, dan wangi lembut yang enak, hampir semua produk Skinfood yang pernah saya pakai selalu cocok di kulit alias nggak pernah menimbulkan reaksi alergi.

Awalnya saya pakai bedaknya, lalu lip balm-nya, cleansing milk, BB Cream, hingga CC Cream. Tapi memang saya belum pernah memakai produk skin-care dari brand ini.

Setelah membeli pre-serum dari The Body Shop, sekarang saya membutuhkan krim malam yang fungsinya menghidrasi kulit. Kebetulan kulit saya kering, teksturnya tidak rata, dan warnanya agak kusam. Biasanya, saya memakai produk The Body Shop Shiso Whitening Night Treatment, dan saya merasa cocok. Bahkan saya sudah pernah menghabiskan dua kemasan.

Nah, karena saya orangnya bosenan dan sangat suka mencoba produk baru, akhirnya pilihan saya jatuh ke Skinfood Miracle Food 10 Solution Cream.

Kata si mbak Skinfood, krim malam itu bagus banget untuk mengatasi pigmentasi ringan atau noda hitam di wajah yang nggak terlalu parah, melembapkan sekaligus mencerahkan. Selain itu, krim ini memiliki kandungan 10 jenis bahan makanan yang memang bagus untuk kulit.

Kandungan 10 Miracle Food itu terdiri dari: Ganoderma, Raspberry Wine, Dark Green Tea, Macchie, Artemisia Capillaris, Spinach, White Ginseng, Quinoa, Honey, and Carrot.

Berikut ini penjelasan dari website Skinfood:

Alleviate ten different skin concerns with a single formula. This nutritive cream features the extracts of ten miracle foods to treat and restore skin. SKINFOOD’s PHYTO MIRACLE™ extraction process yields maximum extract efficiency, while SUBMICRON™ Technology ensures maximum skin cell penetration for comprehensive, total skincare.

Sebenarnya, rangkaian perawatan Miracle Food 10 ini terdiri dari macam-macam, mulai dari emulsion, serum, hingga eye cream. Tapi karena saya hanya butuh krim malam, jadi saya coba satu produk saja dulu.

Teksturnya sangat kental, mirip gel, dan tampak berminyak saat dioleskan. Bahkan setelah dipakai selama 15-20 menit, wajah masih tampak greasy. Awalnya, sih, saya kurang begitu yakin dengan krim ini. Sekarang, setelah lebih dari sebulan saya memakainya, baru deh kelihatan ada hasilnya.

skinfood miracle cream1

Kulit saya setiap bangun pagi terasa lebih lembap. Teksturnya memang belum mulus-mulus banget, karena saya masih harus rajin melakukan eksfoliasi. Namun yang saya lihat complexion wajah saya akhirnya membaik, tidak sekusam dulu. Noda-noda hitam ringan juga memudar or at least tidak bertambah banyak. Jadi pada akhirnya, saya menyukai produk ini. Two thumbs up buat Skinfood. Oh iya, harganya Rp 651.200. It is pricey, tapi namanya night cream dengan kualitas bagus, pastinya mahal.

Apa saya akan membeli produk ini kalau sudah habis? Hmm.. belum tahu, karena saya ingin juga coba-coba produk skin-care lainnya, tergantung pada kebutuhan kulit saya nanti. Kalau ada yang punya rekomendasi produk skin-care, share di kolom comment yaa….