Maybelline Matte Lipsticks: My Favorite Drugstore Lipstick!

I always love matte lipsticks.. tapi kadang lipstik seperti ini bisa bikin bibir kering, terutama saat cuaca dingin dan kering seperti di Wina sekarang ini. Walaupun sudah pakai lip balm, bibir bisa saja terasa sangat kering dan akhirnya kulit bibir mengelupas–very unacttractive indeed.

img_4844

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang koleksi matte lipstick dari Maybelline ini. Saya pertama kali membelinya pada awal tahun 2015, saat itu Maybelline meluncurkan 10 warna baru yang semuanya matte. Formulanya disebut creamy matte dan dari sejumlah beauty vlogger yang mengulasnya, mereka semua merekomendasikan lipstik ini. Tentu saja saya penasaran, dong.

Sayangnya, lipstik tersebut tidak keluar di Indonesia dan hanya di AS serta Kanada. Sebal kan, kenapa, sih, rangkaian lipstik Maybelline yang bagus nggak keluar di Indonesia? Jadilah saya beli online, via toko di Instagram, dan itu pun harus PO alias nunggu lama.

Begitu akhirnya lipstik itu ada di tangan, ya ampun senangnya saya. Lipstiknya benar-benar sesuai dengan bayangan saya. Tekstur creamy matte yang nyaman, tahan lama, dan ada wangi lembut seperti kue yang saya suka. Beda dengan beberapa lipstik Maybelline di Indonesia yang wanginya menyengat kayak permen karet.

img_4843

Dua warna yang saya beli adalah Touch of Spice dan Mesmerizing Magenta. Warna Touch of Spice ini merupakan warna favorit saya. Warna ini keluar pas zamannya warna mauve, plum, dan cokelat sepertinya mulai jadi favorit untuk warna lipstik. Nah, Touch of Spice itu perpaduan semua warna itu. Pas banget dan saya rasa bakal cocok dipakai oleh siapa saja.

maybelline-touch-of-spice

Sedangkan warna Mesmerizing Magenta tentu saja saya pilih, because I have a thing with fuchsia/magenta lipsticks. Saya juga suka warna ini. Warna magenta terang yang bikin wajah saya lebih cerah–seriously! Dan lagi, lipstik ini benar-benar tahan lama, bahkan setelah saya makan, masih ada sisa warnanya di bibir.

maybelline-mesmerizing-magenta

Mungkin karena lipstik ini cukup sukses (I don’t know, saya cuma berspekulasi), Maybelline mengeluarkan lagi warna-warna baru (yang lagi-lagi tentu saja tidak dirilis di Indonesia). Ketika saya pindah ke Austria, saya tentunya berharap rangkaian creamy matte ini bisa saya dapatkan di drugstore di sini. Well, saya nggak sepenuhnya benar.

Saya memang menemukan beberapa warna, tapi tidak banyak (huhu..). Sepertinya Maybelline memang membedakan koleksinya berdasarkan pasar, apakah itu pasar Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Anyway, saya menemukan dua warna yang saya suka, yaitu Clay Crush dan Red Sunset.

Warna Red Sunset saya beli waktu saya pergi ke Frankfurt. Jangan tertipu dengan namanya, karena warnanya sama sekali bukan merah. Warnanya pink terang dengan sedikit coral (sepertinya). This color is very bright, but it looks good against my skin.

maybelline-red-sunset

Selanjutnya adalah warna Clay Crush. Saya membelinya gara-gara saya melihat video salah satu vlogger yang bilang kalau warna nude ini bakal cocok untuk mereka yang memiliki kulit cokelat. Jadilah saya coba dan ternyata benar. Saya memang nggak terlalu suka warna nude, tapi warna ini sepertinya warna nude yang cocok untuk saya. Warnanya tidak membuat muka saya pucat, karena masih ada sedikit warna peach dan cokelat di dalamnya. Kalau warna Velvet Teddy dari MAC bagi saya terlalu nude, maka warna Clay Crush ini lebih cocok untuk saya.

maybelline-clay-crush

Nah, dua warna terakhir adalah koleksi terbaru dari Maybelline. Baru ada di drugstore di sini dan ditulisnya New Collection. Bukan dari seri creamy matte, tapi disebutnya Inti-matte nudes.

Saya langsung tertarik dengan warna Brown Sugar. Iya, akhir-akhir ini entah kenapa lagi suka lipstik warna cokelat. Saya melihatnya sebagai warna cokelat dengan campuran sedikit warna abu-abu, namun tidak membuat wajah saya jadi kusam–and I love it! Saya dulu beranggapan bahwa lipstik cokelat akan membuat kulit wajah saya terlihat gelap, tapi terbukti saya salah. Warna lipstik cokelat seperti ini ternyata juga cocok di kulit saya.

maybelline-brown-sugar

Terakhir adalah warna Smoky Rose. Sebenarnya saya sempat kepikiran ingin membeli warna Mehr dari MAC, yang lebih pink daripada Brave (karena Brave di bibir saya terlihat pucat). Tapi saya agak ragu dengan tekstur matte-nya yang terasa kering di bibir (nggak semua lipstik matte dari MAC formulanya terasa sama di bibir, ada yang kering, ada juga yang nyaman dipakai).

Untung saja saya nggak jadi beli Mehr, karena saya melihat warna Smoky Rose ini agak mirip. Well, saya tidak pernah membandingkannya, sih, tapi warna Smoky Rose merupakan warna pink muda yang saya cari-cari. Soft pink blue pink, dan yang pasti nggak bikin muka saya pucat. (Update: setelah saya bandingkan dengan MAC Mehr, ternyata warnanya memang mirip, tapi Mehr memiliki sedikit warna cokelat dibanding Smoky Rose)

maybelline-smoky-rose

Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk lipstik ini. Formulanya nyaman dipakai, tahan lama, matte, pilihan warnanya banyak (sayang tidak semuanya masuk ke Austria, I mean come on…), dan harganya di bawah 10 euro.

So, what do you think? Which one is your favorite?

Advertisements

Wardah Longlasting Lipstick Review (Stylish Mocca & Lustrous Red)

Oh.. It’s Wardah lipsticks again. Sebenarnya rangkaian Longlasting Lipstick dari Wardah ini keluar sebelum seri Intense Matte Lipstick yang juga pernah saya tulis di blog ini. Namun saya baru-baru ini mendapat kiriman lipstik tersebut dari mama saya. Entah kenapa mama mengirimi saya lipstik ini dan awalnya saya pun merasa tidak tertarik dengan warnanya. Setelah saya coba, hmm.. ternyata warnanya bagus juga!

Mirip dengan seri Wardah Intense Matte Lipstick, seri Longlasting Lipstick ini juga merupakan lipstik jenis matte. Lipstik ini juga diklaim memiliki kandungan jojoba oil, sehingga nggak bikin bibir kering, meskipun jenisnya matte.

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-2

Mari bicara soal warna pertama yang saya miliki, yaitu No.10 Stylish Mocca. I love this color! Like I said in some of my posts about lipsticks, warna-warna kecokelatan atau earthy colors, sepertinya akan jadi warna yang masih terus diminati. Warna ini kalau menurut saya adalah warna terracotta yang cantik. Pas banget dengan warna kulit saya, tidak terlalu cokelat, dan punya sedikit unsur warna oranye gelap. Warnanya juga mengingatkan saya akan warna MAC Retro. Jadi jika ingin punya warna mirip dengan harga jauh lebih murah, bisa memilih lipstik Wardah ini.

Sementara itu, warna berikutnya adalah No. 12 Lustrous Red. Jika dilihat di foto, warnanya seperti tidak berbeda jauh dengan Stylish Mocca. Jadi warnanya merahnya nggak bisa dibilang true red, ada sedikit campuran warna cokelat dan oranye di dalamnya. Saya juga suka dengan warna ini, karena berbeda dengan lipstik warna merah saya lainnya. Saya coba bandingkan dengan beberapa lipstik merah milik saya dan tidak ada warna yang benar-benar mirip.

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-4

wardah-longlasting-lipstick-stylish-mocca-lustrous-red-1

Untuk formula, bisa dibilang mirip-mirip dengan Intense Matte Lipstick, yaitu matte dan nyaman di bibir. Namun saya nggak bisa bilang lipstik ini melembapkan, karena setelah lebih dari 5 jam, bibir saya terasa agak kering. Saya tidak tahu apakah karena bibir saya atau formulanya atau karena memang udara yang sangat sangat dingin di Wina ini bisa membuat segala macam jadi kering (termasuk bibir dan kulit saya).

Secara keseluruhan saya beri nilai 8,5/10 untuk seri lipstik ini. Saya suka banget pilihan warnanya yang menarik dan pigmentasinya yang bagus. Sekali swipe saja, warnanya sudah sangat pekat di bibir.

Brown Lipstick Trend: MAC Whirl & MAC Retro

Lipstik warna cokelat ala tahun ’90-an kembali menjadi tren. Sebenarnya lipstik warna ini sudah mulai diminati sejak tahun lalu (atau dua tahun lalu, yaa..), tapi sekarang makin banyak selebriti dan fashion show yang memamerkan bibir kecokelatan, baik yang berwarna nude maupun gelap.

Saya sebenarnya tidak pernah tertarik memakai lipstik warna cokelat, karena takut wajah saya terlihat kusam dan tidak menarik. Namun lama-lama, saya jadi tertarik juga untuk mempunyai lipstik warna cokelat.

Setelah mencoba beberapa lipstik warna cokelat, pilihan saya akhirnya jatuh pada koleksi lipstik MAC (no surprise!), karena memang MAC memiliki beragam lipstik warna cokelat.

Lipstik cokelat pun sebenarnya jika dilihat-lihat tidak benar-benar cokelat seperti cokelat yang bisa dimakan (walaupun ada juga yang seperti itu). Lipstik berwarna cokelat yang wearable (alias bisa dipakai oleh cewek dengan skintone seperti saya) biasanya memiliki campuran warna pink, peach, orange, atau bahkan merah.

Pilihan pertama saya adalah MAC Retro (in satin finish). Saya tadinya membandingkan warna MAC Retro dengan Del Rio. Warna Retro tampak lebih hangat di kulit saya ketimbang Del Rio, itulah mengapa saya memilih warna tersebut.

MAC Retro didefinisikan sebagai warna “muted peach-pinky brown“. Warna cokelat dengan perpaduan peach dan pink ini terlihat sangat menarik. Cocok untuk dipakai sehari-hari. Tekstur satin juga terasa nyaman di bibir, karena tidak sekering lipstik matte. Saya tidak tahu kenapa tidak banyak orang yang merekomendasikan warna ini, padahal warnanya baguuuus banget. I love this one!

Selanjutnya, saya juga punya MAC Whirl (in matte finish) yang didefinisikan sebagai warna “dirty rose“. Jika dilihat, warnanya memang merupakan pencampuran antara cokelat dan rose pink. Warnanya sedikit greyish alias keabu-abuan, tapi masih bisa dipakai oleh saya. Teksturnya yang matte membuat lipstik tahan lama, meski terlihat lebih kering dibanding lipstik jenis satin.

Saya memberi nilai 9/10 untuk MAC Retro (just because I love the color and texture), sedangkan untuk MAC Whirl saya beri nilai 8/10.

See the comparison below…

mac retro whirl swatches
MAC Retro and Whirl (swatches on my hand)

mac retro and whirl
Left: MAC Retro (in satin finish), Right: MAC Whirl (in matte finish)