Chanel Rouge Coco Stylo 212 Recit (Review)

Huwoo.. lipstik baru lagi. Entah lagi dapat pencerahan apa tiba-tiba suami membelikan saya ini, hehe. Katanya buat dibikin review di blog. Baiklah kalau begitu, langsung saya tulis, deh.

Perkenalan dulu deh sama koleksi terbarunya Chanel ini. Well, nggak baru-baru amat, sih, karena sebenarnya diluncurkan pada Spring 2016 kemarin. Ah well, masih dalam satu tahun yang sama toh, jadi bisa dianggap baru juga.

Kalau menurut deskripsi di website Chanel, Rouge Coco Stylo ini perpaduan antara lipstik dan perawatan untuk bibir.

chanel-rouge-coco-stylo-212-1

The intensity of a lipstick, the shine of a lipgloss and the comfort of a lip balm — all in one creamy yet lightweight formula. This innovative formula is enriched with nourishing Apple Seed Extract and hydrating Jojoba Oil and Coconut Oil. Silk Powder, Beeswax and special ingredients help visibly smooth, plump and add brilliant 3D shine to the lips. A spectrum of eight irresistible shades features pinks, reds, nudes and corals. In a convenient, twist-up ‘stylo’ form to write your colour signature.

Kalau lipstik matte, saya sudah punya terlalu banyak, jadi lipstik yang glossy dan lembap merupakan sesuatu yang jarang saya gunakan. Namun saat udara dingin sepertinya lipstik dengan kandungan moisturizer kayak gini memang sangat penting.

Ada 8 pilihan warna untuk koleksi Rouge Coco Stylo ini, yaitu:

  • Conte (202): baby pink
  • Article (204): bright warm tangerine
  • Histoire (206): bright coral
  • Roman (208): bright fuchsia pink
  • Recit (212): reddish plum
  • Message (214): warm raspberry pink
  • Lettre (216): soft rose pink
  • Script (218): nude pink-brown

Saya memilih warna Recit, karena melihat bahwa warna itu yang cocok untuk warna kulit saya. Saya juga naksir warna Roman dan Message, tapi takutnya sudah banyak lipstik saya yang warnanya mirip-mirip seperti itu. Lagipula saya pikir warna Recit ini juga akan cocok dipakai saat musim gugur.

chanel-rouge-coco-stylo-212-3

Oke, sekarang saya review soal formulanya. Saat dipulaskan memang terasa ringan, glossy, nyaman di bibir dan melembapkan, tapi warnanya tetap opaque. Karena teksturnya yang bukan matte, makanya lipstik ini cepat pudar. Setelah makan mungkin masih ada stain, tapi setelah beberapa jam kemudian warnanya cepat hilang.

chanel-rouge-coco-stylo-212-4

Selain itu, hati-hati saat memutar lipstik stylo ini, karena teksturnya yang creamy lipstiknya gampang sekali tercungkil atau bahkan patah (hiii.. tragedi banget itu).

Satu hal yang paling saya suka adalah packagingnya yang sleek, mirip seperti bolpen. Memang kalau lipstik high-end selalu menang di kemasan yang mewah. Secara keseluruhan saya beri lipstik ini nilai 8,5/10. 

Advertisements

My Top 10 Fall Lipsticks 2016

Finally… I can talk about fall! Haha.. karena biasanya di Indonesia kan cuma ada dua musim, musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan kalau kita mengikuti tren di negara barat yang punya empat musim, kita jadi mengenal tren berdasarkan musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Personally, saya suka banget musim gugur alias fall alias autumn. Musim ini udaranya mulai sejuk (nggak panas dan belum terlalu dingin), warna-warna daunnya cantik (mulai dari kuning, oranye, hingga merah kecokelatan, koleksi busananya pun lebih menarik (scarf, boots, dan coat sudah mulai bisa dipakai, nih..).

Nggak cuma warna busana saja yang mengikuti musim, warna lipstik juga. Untuk musim gugur kali ini, ada beberapa  warna lipstik yang menjadi pilihan saya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
My top 10 fall lipsticks 2016
1. Maybelline Creamy Matte Lipstick – Touch of Spice

I love love love this lipstick from Maybelline. I think this one is the best matte formula from Maybelline. Sayangnya, rangkaian koleksi creamy matte ini nggak masuk ke Indonesia dan saya pun harus membelinya secara online.

Touch of Spice merupakan warna rosy plum dengan sedikit unsur warna cokelat yang cantik. Warnanya pas banget untuk sehari-hari dan menurut saya pas banget buat fall (walaupun masih cocok juga sih dipakai saat spring atau summer).

Oh iyaa.. lipstik ini juga tahan lama. It lasts all day (even after heavy eating) and still feels comfortable on my lips. 

2. Essence Matt Matt Matt Lipstick – 03 Wow Effect

Lipstik yang satu ini baru saja saya beli setelah sampai di Wina. Selain suka lihat-lihat counter kosmetik, saya juga suka banget ke drugstore untuk melihat berbagai macam kosmetik drugstore dengan harga terjangkau.

Salah satu merek yang sepertinya cukup oke (kualitas bagus dan harga murah) adalah Essence. Saya memilih rangkaian lipstik matte-nya, yang kayaknya juga belum lama ini diluncurkan. 

Dengan harga di bawah €3, lipstik ini oke banget. Warnanya memang tidak terlalu opaque, tapi saya suka warna mauvy pink ini yang pas banget di bibir saya.

3. MAC Matte Lipstick – Velvet Teddy

Kadang-kadang saya pengen juga pakai lipstik warna nude, jadilah pilihan saya jatuh ke Velvet Teddy ini, salah satu warna lipstik yang jadi favorit di kalangan pencinta lipstik MAC.

Buat mereka yang berkulit putih dengan bibir pucat, pasti warna lipstik yang dideskripsikan sebagai “deep-tone beige” ini bakal terlihat jelas. Tapi di bibir saya yang agak gelap, warnanya jadi beige muda yang sangat pucat. Saya biasanya mengakali dengan memakai lip liner. Pilihan saya antara MAC lip pencil Chiccory atau Whirl, supaya warnanya lebih keluar.

4. MAC Satin Lipstick – Del Rio

Satu lagi lipstik MAC yang menurut saya cocok untuk suasana musim gugur adalah Del Rio. Lipstik ini memiliki perpaduan warna plum dan cokelat, jadi berbeda dengan Retro (yang lebih peach) dan Whirl (yang lebih pink), walaupun ketiganya sama-sama punya unsur warna cokelat.

Del Rio menurut saya lebih gelap dibanding Retro dan Whirl, tapi tetap wearable. Lipstik ini memiliki formula satin yang nyaman di bibir, bahkan menurut saya lebih nyaman dibanding matte dan warnanya sama pekatnya.

5. Ofra Cosmetics Liquid Lipstick – Miami Fever

Ini dia salah satu liquid lipstick favorit saya. Memang, sih, saya tidak pernah membicarakannya di blog ini (karena kebanyakan yang mau ditulis tapi waktunya nggak ada, hiks). Makanya sekalian saja saya tulis di sini review soal Ofra Cosmetics ini.

Tekstur liquid lipstick dari Ofra ini menurut saya adalah yang paling nyaman di antara semua liquid lipstick yang pernah saya coba. Teksturnya kayak mousse dan sama sekali nggak bikin bibir kering, tapi warnanya tahan lama banget!

Saat saya pakai liquid lipstick ini, warnanya nggak hilang bahkan setelah saya makan steak berlumurkan butter dan kentang goreng dan setelahnya saya bersihkan bibir pakai tisu. Mama saya saja sampai bingung, kok lipstik saya masih utuh seperti tak tersentuh (hehe).

Warna Miami Fever ini dideskripsikan sebagai warna burnt terracotta. Warna ini diciptakan berkat kerja sama Ofra bareng Kathleen Lights (seorang YouTuber/Beauty Vlogger yang cukup terkenal). Warnanya memang unik banget dan saya suka karena warnanya mengingatkan saya dengan warna dedaunan di musim gugur.


6. YSL Rouge Pur Couture – 04 Rouge Vermillon

Apakah saya pernah bilang bahwa tekstur lipstik YSL Rouge Pur Couture merupakan yang paling nyaman? Jika belum, saya akan bilang sekarang. Saya memang suka banget dengan lipstik YSL, karena formulanya nyaman, tahan lama, nggak bikin bibir kering, dan pilihan warnanya banyak.

Salah satu lipstik YSL Rouge Pur Couture yang jadi favorit saya adalah warna Rouge Vermillon. Memang sepertinya warna ini jarang dibicarakan, ya nggak seheboh warna Rosy Coral, Le Fuchsia, atau seikonik warna Le Rouge.

Namun menurut saya, warna Rouge Vermillon ini cantik banget. Di bibir saya, warnanya terlihat seperti warna merah raspberry. Warna merah yang nggak ‘ngejreng’, sangat wearable untuk daytime, tapi tetap terkesan bold.

7. Chanel Rouge Allure Velvet – 58 Rouge Vie

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi Chanel Fall 2016, Le Rouge Collection N°1. Ada beberapa warna lipstik, dari merah oranye hingga cokelat gelap. Pilihan saya jatuh ke warna Rouge Vie, yang dalam website Temptalia dideskripsikan sebagai “muted medium-dark reddened plum”. Namun di bibir saya tidak kelihatan warna plum-nya, yang ada hanya warna merah dengan unsur warna cokelat.

Saya suka dengan Chanel Rouge Allure Velvet, karena teksturnya yang nyaman di bibir. Sayangnya, saya juga punya masalah dengan lipstik ini, karena setelah beberapa jam dipakai bibir akan terasa kering. Jadi perlu ekstra lip balm saat pakai lipstik ini. With that said, I still love this color and I think it’s perfect for fall.

8. Urban Decay x Gwen Stefani – Rock Steady

Saat tahu Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (salah satu penyanyi favorit saya..and I love her style) saya pun langsung mengontak kakak saya di US untuk membeli lipstik ini (karena waktu itu Urban Decay belum masuk ke Indonesia).

Warna Rock Steady ini menurut saya warna yang paling bagus di antara koleksi UD x Gwen. Warna lipstik ini dideskripsikan sebagai warna “deep wine red” dengan tekstur cream. Bagi pemilik kulit sawo matang atau kecokelatan seperti saya, wajib punya deh warna merah gelap seperti ini. 

Selain itu, tekstur cream-nya juga sangat nyaman. Memang, sih, mudah bleeding alias pas dipakai bisa keluar dari garis bibir dan sangat transferable alias gampang nempel di gelas atau tangan. Tapi tetap saja warnanya sangat sangat tahan lama dan tetap nyaman di bibir.

9. Urban Decay Matte Revolution Lipstick – Afterdark

Another one from Urban Decay, kali ini dari rangkaian lipstik Matte Revolution. Meski matte, tekstur lipstik ini sangat nyaman di bibir. Saya suka banget warna ini yang memiliki percampuran warna dark purple and pink berry.

Maaf kalau di foto swatch di bawah, warnanya jadi tidak kelihatan jelas. Tapi saya sudah pernah me-review lipstik Matte Revolution ini, jadi bisa lihat lebih jelas warna lipstiknya saat dipulaskan di bibir saya.

10. Lancome L’absolu Rouge Definition – 393 Le Prune

Fall kurang lengkap tanpa vampy lipstick.  Well, sebenarnya warna Le Prune ini nggak vampy banget, sih, tapi paling gelap di antara semuanya.

Buat yang pengen mencoba lipstik warna gelap, tapi nggak mau terlalu gelap nyaris hitam bisa mencoba warna plum gelap dari Lancome ini. Saya juga pernah membuat review tentang koleksi Lancome L’absolu Rouge Definition ini kalau mau tahu lebih banyak tentang tekstur dan formulanya.


Okay… I think that’s all. Hope you all enjoy reading this. And tell me, what’s your favorite lipstick for fall?

xoxo

Chanel Rouge Allure Velvet in L’Eclatante and La Malicieuse (Reviews & Swatches)

IMG_0796
Chanel Boutique – Plaza Indonesia, Jakarta
Chanel (finally) opens their first makeup boutique in Jakarta…tepatnya di Plaza Indonesia. Saya sebelumnya punya dua lipstik Chanel, dibelikan oleh Yudo saat dia pergi ke New York sekitar 1,5 tahun yang lalu. Dua lipstik itu adalah Chanel Rouge Allure Velvet dalam warna La Diva dan L’exuberante. Teksturnya matte, namun sesuai dengan namanya, tetap terasa lembut di bibir dan tidak sekering lipstik matte lainnya.

Ketika Chanel membuka butiknya ini beberapa waktu lalu, saya langsung penasaran ingin ke sana. Tadinya saya ingin membeli lipstik dengan tekstur yang berbeda, tapi entah kenapa pilihan saya kembali jatuh ke Rouge Allure Velvet yang teksturnya matte itu.

Dua lipstik yang bikin saya jatuh hati adalah L’Eclatante (dari koleksi Spring 2013) dan La Malicieuse (dari koleksi Spring 2014).

IMG_0801

L’Eclatante merupakan warna “vibrant pink“. Warnanya memang muda, tapi cukup terang. Warna ini, menurut saya, juga terkesan girly. Saya suka dengan warnanya yang cocok untuk dipakai sehari-hari.

La Malicieuse memiliki warna merah-pink, yang menurut saya seperti warna “strawberry red“. Buat yang nggak suka warna lipstik terlalu merah, mungkin bisa mencoba warna lipstik seperti ini. Entah kenapa di beberapa review menyebut warna ini memiliki campuran warna coral, sementara di bibir saya hanya terlihat perpaduan warna merah-pink yang terang.

IMG_1301
Swatches on my hand

IMG_1300
Swatches on my lips (Left: La Malicieuse, Right: L’Eclatante)
Untuk tekstur, keduanya terasa nyaman di bibir, hasil matte, dan cukup tahan lama. Setelah 5-6 jam atau setelah makan, warnanya akan menjadi stain di bibir. Namun untuk L’Eclatante, mungkin karena warnanya yang muda, akan menonjolkan garis-garis bibir yang kering. Jadi jika diminta untuk memilih salah satu di antara keduanya, La Malicieuse akan jadi pilihan saya.

Harga lipstik ini Rp490.000 (lebih murah Rp5.000 dibanding lipstik YSL, hehe..). I know.. I know.. It’s pricey, tapi ya namanya juga Chanel. Apalagi kebanyakan high-end lipsticks ini selalu menang di packaging. Sama seperti packaging lipstik satu ini yang sangat unik. Cara membukanya harus ditekan di bagian bawah. Dengan kemasan seperti ini, nggak perlu takut tutup lipstiknya terbuka di dalam tas dan akhirnya berantakan. Very classy indeed..

Rating: 8/10

 

My Matte Pink Lipstick Collection + Swatches

Have I told you how I love pink lipsticks? Sepertinya belum ya.. Padahal saya punya banyak sekali lipstik warna pink, meski sebagian besar adalah fuchsia atau percampuran antara pink-fuchsia.

Anyway… Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit review tentang lipstik pink saya yang semuanya memiliki tekstur matte (yang merupakan tekstur lipstik favorit saya tentunya). Lima lipstik ini saya anggap benar-benar pink (atau porsi warna pinknya lebih banyak), jadi saya tidak memasukkan koleksi lipstik fuchsia.

So here goes…

matte pink lipstick

Chanel Rouge Allure Velvet – La Diva (44)

Lipstik ini dideskripsikan sebagai “electric pink”. Menurut saya, lipstik ini memiliki warna pink yang terang, cool/blue undertone, dan memang memiliki sedikit campuran warna ungu/fuchsia, hanya sedikit. Teksturnya memang agak beda dengan lipstik matte lainnya. Sesuai dengan namanya, yaitu “velvet”, teksturnya terasa lembut tapi tampilannya tetap matte dan tahan lama. Namun sama seperti lipstik matte lainnya, akan lebih baik jika memakai lip balm sebelum mengaplikasikan lipstik ini. Satu hal lagi, karena lipstik ini masuk ke kategori high-end lipstick, maka packaging-nya pun dibuat mewah. Selain itu cara dibukanya pun cukup unik, tinggal ditekan dan tube lipstiknya langsung muncul.

MAC – Pink Pigeon

Lipstik ini sebenarnya sudah pernah saya review. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “bright cleanest pink”. Warnanya sangat terang, neon (tapi tidak seterang MAC Candy Yum Yum), blue undertone, dan jika dilihat dari foto di bawah warnanya lebih fuchsia ketimbang La Diva. Teksturnya matte dan lipstik MAC jenis ini selalu tahan lama. Hanya saja setelah dipakai lebih dari 6 jam, bibir saya mulai terlihat kering. Jadi untuk pengaplikasian ulang harus menghapus lipstiknya dulu hingga bersih, pakai lip balm, dan baru deh diaplikasikan lagi.

Nars – Carthage

Satu lagi lipstik high-end yang saya punya. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “hot pink”. Warnanya juga pink terang dengan cool undertone, tapi jika berdasarkan foto swatch di bawah, pigmentasinya tidak seperti MAC. Warna pinknya pun lebih pink, less fuchsia, less bluish. Tekstur lipstik ini dinamakan “pure matte” jadi teksturnya sangat matte, less creamy. Jadi akan terasa kering di bibir dan pengaplikasiannya pun lebih susah. Tapi tenang saja, karena hasilnya tetap bagus, terutama bagi mereka yang memang menyukai lipstik matte. Kekurangannya menurut saya hanya satu, harganya cukup mahal (sekitar $27) untuk lipstik yang ukurannya kecil dan ramping ini.

NYX – Shocking Pink

Sesuai dengan namanya, lipstik ini memang memiliki warna pink yang sangat terang, almost neon. Jika diperhatikan warnanya mirip dengan La Diva, tapi NYX Shocking Pink ini lebih bluish alias blue undertone-nya lebih banyak. Teksturnya creamy matte, jadi terasa nyaman saat diaplikasikan ke bibir. Selain tahan lama, lipstik ini pun memiliki harga yang cukup terjangkau dibanding tiga lipstik sebelumnya. Kalau nggak salah harga retailnya saat ini Rp110.000 (correct me of i’m wrong, karena saya juga sudah cukup lama membeli lipstik ini). NYX pun terkenal sebagai merek kosmetik dengan harga terjangkau dan berkualitas bagus, terutama untuk koleksi lipstiknya. Jadi kalau ingin cari lipstik matte dengan harga murah, koleksi lipstik matte dari NYX bisa jadi pilihan (apalagi mereka punya range warna yang nggak kalah keren dari MAC).

Maybelline – Pop of Pink

Saya jarang banget punya warna nude pink. Bahkan warna pink yang muda pun tetap terlihat cukup berwarna dan tidak terlalu nude. Mungkin karena warna kulit saya yang berwarna dan bibirnya saya pun agak gelap, jadi saya tidak bisa benar-benar memakai lipstik berwarna nude. Setelah lama tidak melirik counter Maybelline (karena mereka jarang memiliki lipstik matte), baru-baru ini saya justru menemukan banyak lipstik matte dengan warna-warna menarik. Lipstik ini masuk dalam koleksi Color Show Creamy Matte. Teksturnya memang creamy, mudah diaplikasikan, terasa nyaman di bibir, dan lebih penting lagi nyaman di kantong, karena harganya hanya Rp 37.000. What??? Lipstik dengan kualitas seperti ini bisa didapat dengan harga kurang dari Rp 50.000–shocking! Saya suka dengan warnanya yang sangat feminin, natural, dan cocok untuk dipakai sehari-hari. Lipstik ini juga punya wangi seperti permen karet. Saya, sih, tidak bermasalah, tapi untuk mereka yang tidak menyukai lipstik dengan wangi menyengat mungkin tidak akan menyukainya.

Here are the swatches…

Chanel La Diva, MAC Pink Pigeon, Nars Carthage, NYX Shocking Pink, Maybelline Pop of Pink