Favorite Fall Lipsticks 2017

Hello, saya sepertinya sudah membiarkan blog ini terbengkalai selama dua bulan lebih. Oops.. my bad. Akhir-akhir ini saya memang lagi suka bikin vlog dan kebetulan juga ibu saya sedang berkunjung ke Wina, jadi kami memang beberapa kali pergi keluar kota. Silakan cek YouTube channel saya jika tertarik 🙂

Oke, sekarang saya akan membahas tentang lipstik lagi.. yeah! Tak terasa sudah masuk ke musim gugur lagi dan ini merupakan musim gugur kedua saya di Austria. I always love autumn… dan suasana musim gugur selalu membuat saya ingin pakai warna lipstik dengan nuansa musim gugur (warna kecokelatan, oranye, dan merah).

fall lipsticks 2017 (2)

Kalau dilihat-lihat warna lipstik favorit saya kali ini memang serupa dan senada, serta tidak ada sama sekali warna nude. Yaa.. karena saya tidak begitu suka warna nude. Sering kali lipstik warna nude malah membuat wajah saya tampak pucat dan saya juga lebih sering memilih memakai lipstik warna intens tanpa riasan wajah tebal.

Ini dia 6 lipstik (termasuk liquid lipstik) yang jadi favorit saya di musim gugur kali ini.

MAC – Chili

Sepertinya bukan rahasia lagi kalau lipstik matte dari MAC merupakan salah satu lipstik favorit saya. Warna Chili ini juga merupakan salah satu warna favorit saya. Chili dideskripsikan sebagai warna “brownish orange-red”. Menurut saya, ini merupakan warna yang cocok banget buat orang-orang yang memiliki warm skintone seperti saya. Perpaduan warna oranye dan merahnya sangat unik, sekaligus bisa membuat warna kulit tampak cerah. Kadang-kadang warnanya tampak lebih merah, tapi kadang bisa terlihat oranye kecokelatan. Selain itu tekstur matte-nya nyaman banget, creamy, dan tahan lama.

mac chili

Urban Decay Vice Lipstick – Moshpit

Setiap kali saya membeli Urban Decay Vice Lipstick, saya tidak pernah menyesal. Moshpit dideskripsikan sebagai warna “berry plum” dengan tekstur cream. Meski teksturnya cream, lipstik ini sangat opaque, nyaman di bibir, nggak bikin bibir kering, dan warnanya tahan lama. Awalnya saya pikir warna lipstik ini gelap banget, tapi ternyata nggak terlalu, kok. It is dark, but not too dark. Warnanya sangat wearable dan nggak akan bikin kita terlihat gothic.

urban decay moshpit

Sephora Cream Lip Stain – No.25 Coral Sunset

Sejak saya berkenalan dengan liquid lipstick dari Sephora ini saya langsung jatuh cinta! Hasilnya dry matte, tapi sama sekali nggak bikin bibir kering. Pilihan warnanya banyak, bagus-bagus, dan harganya cukup terjangkau (tidak semahal liquid lipstick dari MAC, tapi kualitasnya hampir sama.. atau bahkan lebih bagus). Warna yang saya pilih adalah Coral Sunset. Dari namanya saja sudah ketebak ya warnanya seperti apa, campuran antara oranye dan cokelat yang bagus banget. Memang agak mirip dengan MAC Chili, tapi warna Chili lebih ke arah merah sementara Coral Sunset lebih ke arah burnt orange.

sephora coral sunset

Rollover Reaction – Maxwell

Sudah sejak lama saya ingin mencoba liquid lipstick lokal asli dari Indonesia. Sayangnya, saya selalu kehabisan saat ingin membeli di website-nya. Ternyata.. sepupu saya membelikan ini dan menitipkan untuk dibawa ke Austria, huaaa terharu. Pas banget pula warnanya memang yang saya mau. Warna ini dideskripsikan sebagai “brown-ish red”. Di bibir saya, sih, lebih kentara warna cokelatnya ya. Namun yang bikin saya kagum adalah formula liquid lipstick ini yang nyaman banget di bibir, nggak kalah dengan lipstik-lipstik buatan luar negeri. Teksturnya mirip mousse, jadi agak kental, tapi saat dipakai di bibir agak sheer, sehingga harus dipakai beberapa kali agar warnanya pekat. Liquid lipstick ini sama sekali nggak bikin bibir kering, cukup tahan lama, dan meninggalkan stain setelah beberapa jam. Suka banget dengan produk ini!

rollover reaction maxwell

NYX Liquid Suede Metallic Matte – Biker Babe

Awalnya saya sempat ragu dengan warna metallic. Tapi beberapa tahun terakhir setelah liquid lipstick jadi tren, muncul juga tren liquid lipstick dengan warna metallic matte. Saya pun penasaran dengan koleksi terbaru NYX yang baru diluncurkan pertengahan 2017 kemarin. Saya pun kaget ternyata produk ini melebihi ekspektasi saya. Teksturnya nyaman banget di bibir dan ternyata warna metallic matte itu keren juga ya. Saya pilih warna Biker Babe yang dideskripsikan sebagai warna “burgundy”. Warnanya cukup vampy dan saya pikir cocok banget untuk musim gugur.

nyx biker babe

Estee Lauder Pure Color Envy Matte – Raw Edge

Dibandingkan dengan warna-warna lipstik sebelumnya, warna lipstik yang satu ini cenderung netral. Di bibir saya, lipstik ini tampak memiliki perpaduan warna cokelat dan pink, sehingga bisa dipakai kapan saja dan dipadankan dengan riasan mata warna apa pun. Saya baru pertama kali membeli lipstik Estee Lauder Pure Color Envy Matte ini, and I’ve gotta say, I really like it. Tekstur matte-nya nyaman banget dan nggak bikin bibir kering. Saya jadi penasaran banget dengan warna-warna lainnya, karena ada beberapa warna bold yang sangat menarik (menurut saya).

estee lauder raw edge

Berikut ini swatches lipstik-lipstik tersebut di tangan saya.

fall lipsticks 2017 (3)fall lipsticks 2017 (4)fall lipsticks 2017 (5)

Oke.. itu dia enam lipstik yang lagi sering saya pakai akhir-akhir ini, untuk menyesuaikan dengan warna-warna dedaunan musim gugur di Wina, hehe. Semoga terhibur dengan isi blog ini.. dan semoga nggak bosan dengan pembahasan soal lipstik 😄<<<<<<<<<<<
<<<<<<

Advertisements

Bright Bold Lipsticks for Summer

I hope it's not too late to talk about summer lipsticks! 

I always love bright and bold lipsticks.. makanya summer tuh pas banget, deh, buat saya pakai lipstik warna-warna terang.

summer lipsticks 2017 (1)

Oke, ini dia beberapa lipstik warna terang yang menjadi favorit saya di musim panas 2017.

Anastasia Beverly Hills liquid lipstick – Madison

Lipstik pilihan pertama saya adalah liquid lipstick dari Anastasia Beverly Hills (ABH). Sudah sejak lama saya penasaran dengan liquid lipstick ini dan akhirnya saya mendapatkannya dari kakak saya di US beberapa minggu lalu. Langsung saja liquid lipstick ini jadi favorit saya!

Suka banget sama warnanya yang bold, formulanya yang nyaman banget di bibir, dan tahan lama. Well, setelah makan makanan yang berminyak, memang warnanya akan pudar, tapi pengaplikasian ulangnya mudah dan bibir pun nggak kering, so big thumbs up for this one!

ABH Madison

Madison ini warnanya dideskripsikan sebagai "vibrant plum magenta". Kalau saya bilang, warnanya mirip-mirip dengan MAC Flat Out Fabulous, salah satu lipstik MAC favorit saya. Jadi warna ini (menurut saya) cocok banget untuk warna kulit saya. Di sebagian orang, warna ini mungkin terlihat lebih ungu, sementara di bibir saya warnanya pink-nya justru lebih kentara. Either way, this is such a gorgeous color!

MAC – Men Love Mystery

I loooooove purple lipsticks! Koleksi lipstik warna ungu saya juga sudah cukup banyak. Menurut saya, warna ini juga cocok banget dipakai saat summer, terutama warna ungu seperti ini.

MAC Men Love Mystery

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "Lavender Violet" dan di bibir saya warnanya memang tidak terlalu terang atau ngejreng, namun tetap menjadi warna yang stand out.

YSL Rouge Pur Couture The Mats No.215 Lust For Pink

Saya juga suka banget mengoleksi lipstik warna pink. Dari warna pink pucat, pink terang, hingga pink keunguan, semuanya ada.

Lipstik matte dari YSL ini merupakan salah satu favorit saya, karena formulanya yang nyaman banget di bibir. Hasil matte-nya memang terlihat sedikit creamy, jadi bukan dry matte kayak lipstik retro matte dari MAC.

YSL Lust For Pink

Warna Lust for Pink ini merupakan warna "cool fuchsia", yang kayaknya mirip-mirip dengan beberapa lipstik di koleksi saya. Ah well, saya suka banget formulanya. Makanya begitu ketemu warna pink yang pas, langsung saya beli, deh, hehe

Smashbox Be Legendary Lipstick – Matte Fireball

Saya baru-baru ini membeli produk lipstick dari Smashbox dan nggak menyangka kalau kualitasnya oke juga. Seri Be Legendary Lipstick ini sebenarnya hadir dalam dua formula, yaitu cream dan matte. Warnanya pun banyaaaaak banget. Sayangnya di toko kosmetik di Wina, saya hanya menemukan beberapa warna saja.

Awalnya saya nggak yakin memakai warna oranye terang, tapi kayaknya saat summer memang pas banget pakai lipstik warna seperti ini.

Smashbox Fireball

Fireball dideskripsikan sebagai warna "bright red orange", yang sebenarnya mirip dengan warna MAC Lady Danger. Namun menurut saya, Fireball sedikit lebih intens warnanya. Selain itu, formula matte-nya pun nyaman banget dan tahan lama. Sepertinya ini merupakan lipstik favorit saya saat ini, karena saya juga cukup sering memakainya.

Selain itu, warna red-orange seperti ini benar-benar ampuh membuat wajah saya terlihat lebih cerah.

MAC – Si, Si, Me! (Fruity Juicy Collection)

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi limited edition yang dirilis MAC musim panas tahun ini. Ada beberapa warna, mulai dari nude hingga warna yang agak gelap, yaitu warna Si, Si, Me! yang saya beli ini.

MAC Si Si Me

MAC mendeskripsikan warna ini sebagai "deep violet", namun di bibir saya warnanya justru terlihat seperti "deep berry". Warnanya memang bagus banget dan formulanya yang satin terasa lebih nyaman dibanding matte yang kadang-kadang terasa kering di bibir.

Estee Lauder Pure Color Love lipstick – Shock & Awe

Saya sebenarnya tidak pernah tertarik dengan lipstik keluaran Estee Lauder, karena image dari brand ini seperti untuk ibu-ibu (iya, sih, saya ibu-ibu, tapi brand ini merupakan brand kesayangan ibu saya, jadi ibu-ibunya lebih mature gitu).

Namun kayaknya brand ini ingin memudakan diri (terlihat dengan pemilihan modelnya) dan produk-produk makeup-nya pun dibuat lebih modern.

Contohnya, ya, koleksi Pure Color Love lipstick ini, yang terdiri dari beberapa formula, yaitu matte, cream, dan metalik. Saya memilih warna Shock & Awe, karena saya suka dengan warnanya yang bold. Sayangnya juga, pilihan warna koleksi ini sangat terbatas di sini (hiks!), padahal di US pilihan warnanya jauh lebih banyak.

Estee Lauder Shock & Awe

Shock & Awe di bibir saya seperti perpaduan warna pink dan merah yang intens. Warna ini cocok banget buat mereka yang ingin coba warna merah, tapi belum berani memakai warna "true red". Nah, lipstik perpaduan warna pink-merah ini bisa jadi pilihan.

Nars Audacious lipstick – Angela

Lipstik Nars yang satu ini bisa dibilang formula lipstik favorit saya. Teksturnya creamy, namun setelah beberapa saat bisa menjadi matte. Pigmentasinya oke banget dan tahan lama.

Nars Angela

Warna Angela dideskripsikan sebagai warna "pink orchid". Warnanya sangat terang, nyaris neon, dan perpaduan pink-ungu yang sangat feminin. Lipstik ini wajib banget saya pakai saat summer.

Kalau kamu sendiri, lipstik apa yang jadi favorit saat Summer?

MAC Lipstensity Review (Smoked Almond, Lobster, Ambrosial)

September 2016 lalu, MAC meluncurkan rangkaian lipstik baru yang dinamakan Liptensity. Warna lipstik yang ditawarkan lebih intens dan pekat, namun teksturnya sendiri creamy dan bukan matte.

Kalau di website-nya, rangkaian lipstik ini dideskripsikan sebagai berikut:

A brilliant new Lipstick formula that pushes the boundaries of colour. Each Lipstick holds intense amounts of pigment, resulting in extreme colour intensity, clarity and vibrancy. This luxurious gelled base melts on contact, providing fully saturated colour with a satin finish in one stroke.

Ada 24 warna MAC Lipstensity, dari warna-warna nude, cokelat, pink, merah, hingga warna-warna unik, seperti abu-abu, biru, dan hitam.

Pilihan pertama saya jatuh pada warna Smoked Almond. Saya sebenarnya selalu merasa kesulitan mencari warna nude, karena biasanya nude bisa menjadi sangat pucat sementara saya ingin nude yang agak berwarna (if that makes any sense) supaya wajah saya nggak ikutan pucat.

Smoked Almond ini didefinisikan sebagai warna “bright rosebrown”. Kalau saya sendiri melihatnya warna cokelat muda yang hangat dengan sedikit campuran warna peach. Di bibir saya, warna ini sangat pas untuk tampilan sederhana, terutama saat saya lagi nggak kepengen pakai lipstik warna mencolok. And I think this is the perfect nude/neutral lipstick for me.

Lalu, saya juga punya Ambrosial, yang didefinisikan sebagai warna “bright plum pink“. Benar saja jika disebut “bright”, karena warnanya memang terang banget di bibir. Entah kenapa di bibir saya warna plum-nya tidak begitu kelihatan, lebih ke warna bright fuchsia. Tapi saya memang selalu suka lipstik dengan campuran warna pink dan ungu seperti ini.

Terakhir, warna yang saya miliki adalah Lobster. Sebenarnya saya ingin mengoleksi beberapa warna lainnya, tapi saya bingung memilih yang mana. Akhirnya pilihan saya jatuh ke warna yang didefinisikan sebagai “burnt orange” ini, dengan anggapan saya tidak memiliki cukup banyak lipstik oranye. Saya malah melihat warna ini sebagai bright orange, karena memang warnanya sangat terang.

mac-lipstensity-swatches-on-lips

Secara keseluruhan, saya suka rangkaian MAC Lipstensity ini, karena pigmentasinya warnanya yang bagus dan pilihan warnanya yang beragam. Teksturnya yang creamy juga nyaman banget di bibir dan nggak bikin bibir kering. Tentu saja, karena bukan lipstik matte, lipstik ini mudah banget nempel di mana-mana dan ketahanannya nggak lebih dari 5 jam. Rangkaian lipstik ini saya beri nilai 8/10.

 

Brown Lipstick Trend: MAC Whirl & MAC Retro

Lipstik warna cokelat ala tahun ’90-an kembali menjadi tren. Sebenarnya lipstik warna ini sudah mulai diminati sejak tahun lalu (atau dua tahun lalu, yaa..), tapi sekarang makin banyak selebriti dan fashion show yang memamerkan bibir kecokelatan, baik yang berwarna nude maupun gelap.

Saya sebenarnya tidak pernah tertarik memakai lipstik warna cokelat, karena takut wajah saya terlihat kusam dan tidak menarik. Namun lama-lama, saya jadi tertarik juga untuk mempunyai lipstik warna cokelat.

Setelah mencoba beberapa lipstik warna cokelat, pilihan saya akhirnya jatuh pada koleksi lipstik MAC (no surprise!), karena memang MAC memiliki beragam lipstik warna cokelat.

Lipstik cokelat pun sebenarnya jika dilihat-lihat tidak benar-benar cokelat seperti cokelat yang bisa dimakan (walaupun ada juga yang seperti itu). Lipstik berwarna cokelat yang wearable (alias bisa dipakai oleh cewek dengan skintone seperti saya) biasanya memiliki campuran warna pink, peach, orange, atau bahkan merah.

Pilihan pertama saya adalah MAC Retro (in satin finish). Saya tadinya membandingkan warna MAC Retro dengan Del Rio. Warna Retro tampak lebih hangat di kulit saya ketimbang Del Rio, itulah mengapa saya memilih warna tersebut.

MAC Retro didefinisikan sebagai warna “muted peach-pinky brown“. Warna cokelat dengan perpaduan peach dan pink ini terlihat sangat menarik. Cocok untuk dipakai sehari-hari. Tekstur satin juga terasa nyaman di bibir, karena tidak sekering lipstik matte. Saya tidak tahu kenapa tidak banyak orang yang merekomendasikan warna ini, padahal warnanya baguuuus banget. I love this one!

Selanjutnya, saya juga punya MAC Whirl (in matte finish) yang didefinisikan sebagai warna “dirty rose“. Jika dilihat, warnanya memang merupakan pencampuran antara cokelat dan rose pink. Warnanya sedikit greyish alias keabu-abuan, tapi masih bisa dipakai oleh saya. Teksturnya yang matte membuat lipstik tahan lama, meski terlihat lebih kering dibanding lipstik jenis satin.

Saya memberi nilai 9/10 untuk MAC Retro (just because I love the color and texture), sedangkan untuk MAC Whirl saya beri nilai 8/10.

See the comparison below…

mac retro whirl swatches
MAC Retro and Whirl (swatches on my hand)

mac retro and whirl
Left: MAC Retro (in satin finish), Right: MAC Whirl (in matte finish)
 

MAC Lady Danger: Bright Orangey-Red Lipstick to Brighten Up Your Day

Saya biasanya tidak tertarik dengan lipstik warna oranye, karena saya pikir warna tersebut bisa membuat gigi saya terlihat lebih kuning. Tapiii… akhirnya saya menemukan warna yang tepat untuk saya. It’s orange-red!

Oke, saya tahu kalau MAC Lady Danger dideskripsikan sebagai “vivid bright coral-red (with a matte finish)“. Saya tidak pernah tertarik untuk mencobanya, meski review tentang lipstik ini cukup bagus. Bahkan banyak pula yang mengatakan bahwa this is a must have MAC lipstick! Dan benar saja…

Saya sepertinya belum pernah memiliki warna seperti ini dalam koleksi saya, karena sebagian besar lipstik saya berwarna pink, fuchsia, dan merah. Saat disapukan ke bibir, lipstik ini terasa lembut meski hasilnya matte dan tahan lama.

It’s a really bright orange-red that brighten up my complexion. Terutama untuk cewek yang memiliki kulit berwarna kecokelatan seperti saya, warna ini akan terlihat bagus.

Satu lagi, warna lipstik ini tidak membuat gigi saya terlihat kuning, so that’s another good thing. Lalu, meski teksturnya matte, tapi lipstik ini tidak membuat garis kering di bibir saya, berbeda dengan lipstik matte dalam warna-warna nude atau warna yang lebih muda.

Setelah 4-5 jam dipakai atau setelah makan, warnanya agak memudar sedikit di bagian dalam bibir, karena bagian tersebut biasanya lebih basah. Namun untuk mengaplikasikannya kembali tetap mudah, padahal saya tidak memakai lip balm.

Secara keseluruhan, I love love this lipstick. 

Rating: 9/10

 

MAC Lady Danger on my lips

MAC Lady Danger – Look at that gorgeous color

Note: Kemasan lipstik Lady Danger saya ini merupakan kemasan dari edisi Magic of the Night yang diluncurkan pada 2015 lalu. Tapi ini warna permanen, jadi tetap bisa didapat dalam bentuk kemasan lipstik MAC yang biasa, yaitu berwarna hitam.

Beautiful Coral Lipstick

IMG_6304-0

Saya memang lebih suka lipstik berwarna pink dan fuchsia ketimbang warna lainnya. Mama saya sejak dulu selalu menyarankan saya untuk memakai lipstik berwarna orange, karena menurutnya warna itu sangat cocok untuk kulit sawo matang. Well, jika harus memilih, maka saya lebih memilih warna coral ketimbang oranye. Warna oranye (atau lipstik dengan yellow based tone) biasanya membuat gigi terlihat lebih kuning, that’s why saya lebih suka lipstik dengan blue undertone (baik untuk warna pink, fuchsia, maupun merah).

Namun sesekali tentunya perlu juga lipstik dalam warna selain pink, dan coral bisa menjadi pilihan yang tepat–terutama untuk kulit perempuan Indonesia yang cenderung berwarna sawo matang atau kecokelatan. Coral merupakan perpaduan warna antara pink dan oranye. Untuk lipstik, perpaduan warna ini pun bisa macam-macam, ada peach coral, pink coral, atau bahkan red coral.

Saya pernah berbicara tentang koleksi lipstik saya merupakan kombinasi  nude peachy coral, karena itu sekarang saya akan me-review tiga lipstik dengan warna coral terang yang saya miliki.

Maybelline – Rock the Coral, Nars Audacious – Kelly, MAC – Vegas Volt

Maybelline – Rock the Coral

Saya lagi jatuh cinta dengan koleksi Maybelline Color Show Creamy Matte. Setelah membeli warna Pink of Pop, saya kemudian membeli warna Rock the Coral. Warnanya merupakan perpaduan pink-coral yang cantik, tidak terlalu terang, tapi juga bukan nude. Warnanya benar-benar pas dan membuat wajah saya jadi lebih berwarna (if that makes any sense.. hehe). Teksturnya juga bagus banget, matte tapi terasa moisturizing, dan tentu saja lipstik dengan kualitas oke ini bisa didapat dengan harga sangat terjangkau.

Nars Audacious – Kelly

Ketika Nars mengeluarkan koleksi Nars Audacious Lipstick, saya bingung ingin membeli yang mana. Pertama, karena lipstik ini tidak ada di Jakarta, jadi mau nggak mau harus beli secara online, which is saya tidak bisa mencoba warna mana yang cocok. Kedua, koleksi ini punya warna yang sangat banyak, beragam, dan bikin ngiler (terutama bagi lipstick addict seperti saya). Akhirnya pilihan saya jatuh pada warna Kelly, yang dideskripsikan sebagai “coral hibiscus”. Warna coralnya cukup terang, paling terang malah bila dibandingkan dengan dua lipstik coral saya yang lain. Lipstik ini punya warm undertone yang cocok untuk warna kulit saya. Selain itu, teksturnya pun bagus. Creamy, tapi setelah dipakai agak lama akan jadi matte or semi-matte, tidak mengilap, opaque alias pigmentasi warnanya bagus, dan tahan lama. Bisa dipakai selama 6-8 jam, bahkan setelah makan dan minum masih meninggalkan stain di bibir. But again, Nars ini cukup mahal, harga retailnya $32, kalau di toko online bisa sekitar Rp400.000- Rp450.000an.

MAC – Vegas Volt

Lipstik MAC yang satu ini bisa dibilang salah satu lipstik “must have”. Setiap kali saya menonton video youtube tentang koleksi lipstik MAC, sebagian besar dari para Beauty Guru ini pasti memiliki Vegas Volt. Sayangnya, warna ini tidak ditemukan di Indonesia–hiks! Entah kenapa di sini sulit sekali menemukan warna-warna lipstik MAC yang justru sangat populer. Akhirnya, saya menemukan lipstik warna ini saat trip ke Euro dan saya membelinya di airport Schiphol, Amsterdam. Sebenarnya sedang tidak berniat membeli lipstik, tapi begitu melihat Vegas Volt dan Girl About Town, rasanya pengen langsung dibeli. Harganya pun lebih murah ketimbang harga lipstik MAC di Indonesia. Untunglah, karena saya tidak menyesal membeli lipstik yang satu ini. Vegas Volt memiliki warna orange-coral yang cukup terang, tapi tidak neon, jadi menurut saya bisa dipakai sehari-hari. Lipstik ini memiliki amplified finish, yang artinya memiliki tekstur creamy, warna opaque, pigmentasi bagus, dan bisa meninggalkan stain setelah dipakai beberapa jam.

My Matte Pink Lipstick Collection + Swatches

Have I told you how I love pink lipsticks? Sepertinya belum ya.. Padahal saya punya banyak sekali lipstik warna pink, meski sebagian besar adalah fuchsia atau percampuran antara pink-fuchsia.

Anyway… Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit review tentang lipstik pink saya yang semuanya memiliki tekstur matte (yang merupakan tekstur lipstik favorit saya tentunya). Lima lipstik ini saya anggap benar-benar pink (atau porsi warna pinknya lebih banyak), jadi saya tidak memasukkan koleksi lipstik fuchsia.

So here goes…

matte pink lipstick

Chanel Rouge Allure Velvet – La Diva (44)

Lipstik ini dideskripsikan sebagai “electric pink”. Menurut saya, lipstik ini memiliki warna pink yang terang, cool/blue undertone, dan memang memiliki sedikit campuran warna ungu/fuchsia, hanya sedikit. Teksturnya memang agak beda dengan lipstik matte lainnya. Sesuai dengan namanya, yaitu “velvet”, teksturnya terasa lembut tapi tampilannya tetap matte dan tahan lama. Namun sama seperti lipstik matte lainnya, akan lebih baik jika memakai lip balm sebelum mengaplikasikan lipstik ini. Satu hal lagi, karena lipstik ini masuk ke kategori high-end lipstick, maka packaging-nya pun dibuat mewah. Selain itu cara dibukanya pun cukup unik, tinggal ditekan dan tube lipstiknya langsung muncul.

MAC – Pink Pigeon

Lipstik ini sebenarnya sudah pernah saya review. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “bright cleanest pink”. Warnanya sangat terang, neon (tapi tidak seterang MAC Candy Yum Yum), blue undertone, dan jika dilihat dari foto di bawah warnanya lebih fuchsia ketimbang La Diva. Teksturnya matte dan lipstik MAC jenis ini selalu tahan lama. Hanya saja setelah dipakai lebih dari 6 jam, bibir saya mulai terlihat kering. Jadi untuk pengaplikasian ulang harus menghapus lipstiknya dulu hingga bersih, pakai lip balm, dan baru deh diaplikasikan lagi.

Nars – Carthage

Satu lagi lipstik high-end yang saya punya. Lipstik ini dideskripsikan sebagai “hot pink”. Warnanya juga pink terang dengan cool undertone, tapi jika berdasarkan foto swatch di bawah, pigmentasinya tidak seperti MAC. Warna pinknya pun lebih pink, less fuchsia, less bluish. Tekstur lipstik ini dinamakan “pure matte” jadi teksturnya sangat matte, less creamy. Jadi akan terasa kering di bibir dan pengaplikasiannya pun lebih susah. Tapi tenang saja, karena hasilnya tetap bagus, terutama bagi mereka yang memang menyukai lipstik matte. Kekurangannya menurut saya hanya satu, harganya cukup mahal (sekitar $27) untuk lipstik yang ukurannya kecil dan ramping ini.

NYX – Shocking Pink

Sesuai dengan namanya, lipstik ini memang memiliki warna pink yang sangat terang, almost neon. Jika diperhatikan warnanya mirip dengan La Diva, tapi NYX Shocking Pink ini lebih bluish alias blue undertone-nya lebih banyak. Teksturnya creamy matte, jadi terasa nyaman saat diaplikasikan ke bibir. Selain tahan lama, lipstik ini pun memiliki harga yang cukup terjangkau dibanding tiga lipstik sebelumnya. Kalau nggak salah harga retailnya saat ini Rp110.000 (correct me of i’m wrong, karena saya juga sudah cukup lama membeli lipstik ini). NYX pun terkenal sebagai merek kosmetik dengan harga terjangkau dan berkualitas bagus, terutama untuk koleksi lipstiknya. Jadi kalau ingin cari lipstik matte dengan harga murah, koleksi lipstik matte dari NYX bisa jadi pilihan (apalagi mereka punya range warna yang nggak kalah keren dari MAC).

Maybelline – Pop of Pink

Saya jarang banget punya warna nude pink. Bahkan warna pink yang muda pun tetap terlihat cukup berwarna dan tidak terlalu nude. Mungkin karena warna kulit saya yang berwarna dan bibirnya saya pun agak gelap, jadi saya tidak bisa benar-benar memakai lipstik berwarna nude. Setelah lama tidak melirik counter Maybelline (karena mereka jarang memiliki lipstik matte), baru-baru ini saya justru menemukan banyak lipstik matte dengan warna-warna menarik. Lipstik ini masuk dalam koleksi Color Show Creamy Matte. Teksturnya memang creamy, mudah diaplikasikan, terasa nyaman di bibir, dan lebih penting lagi nyaman di kantong, karena harganya hanya Rp 37.000. What??? Lipstik dengan kualitas seperti ini bisa didapat dengan harga kurang dari Rp 50.000–shocking! Saya suka dengan warnanya yang sangat feminin, natural, dan cocok untuk dipakai sehari-hari. Lipstik ini juga punya wangi seperti permen karet. Saya, sih, tidak bermasalah, tapi untuk mereka yang tidak menyukai lipstik dengan wangi menyengat mungkin tidak akan menyukainya.

Here are the swatches…

Chanel La Diva, MAC Pink Pigeon, Nars Carthage, NYX Shocking Pink, Maybelline Pop of Pink