NYX Soft Matte Lip Cream New Shades Review

Saya merasa bersalah nggak pernah membicarakan tentang NYX Soft Matte Lip Cream (SMLC) di blog saya, padahal liquid lipstick yang satu ini merupakan salah satu favorit saya. Bahkan bisa dibilang, pertama kalinya saya berkenalan dengan liquid lipstick ya dengan NYX SMLC. Warna pertama yang saya beli adalah Antwerp, lalu saya beli warna Prague, Monte Carlo, Addis Ababa, dan Ibiza.

Berhubung baru-baru ini saya borong beberapa warna baru NYX SMLC, jadi saya pikir sekalian saja review warna-warnanya sebelum saya kelupaan lagi.

Sebenarnya warna-warna baru NYX SMLC ini sudah ada sejak awal tahun ini. Ada 12 warna baru, mulai dari berbagai macam nuansa cokelat hingga warna biru. Jadi total ada sekitar 34 warna NYX SMLC digabung dengan warna-warna lama yang semuanya dinamakan berdasarkan nama kota di dunia (sayangnya tidak ada Jakarta dan Vienna).

Ada empat warna yang saya beli, yaitu Rome, Budapest, Paris, dan Seoul.

nyx-smlc-new-colors-on-my-lips

 

Rome dideskripsikan sebagai warna “warm nude with red undertone“. Warnanya cukup natural di bibir saya. Nude tapi tidak terlihat pucat. Ini merupakan warna yang saya rekomendasikan untuk mereka yang suka warna-warna natural.

Budapest adalah warna “deep mauve with red undertone“. Ini merupakan warna favorit saya dibanding tiga warna lainnya yang saya beli. Warna-warna earthy seperti ini, menurut saya, merupakan warna yang jadi favorit di akhir tahun ini (dan sepertinya akan terus jadi favorit hingga awal tahun depan).

Paris merupakan warna “hot pink”. Saya beli karena saya suka kota Paris (guilty!). Warnanya sendiri menurut saya lebih ke arah fuchsia, sementara warna Addis Ababa yang dideskripsikan sebagai “bright fuchsia” malah lebih cocok jika disebut sebagai “hot pink”. But then again, it’s just my opinion.

Seoul adalah warna “violet“. Bisa dibilang lipstik warna violet adalah kelemahan saya (hehe..). Jadi saya harus banget punya warna Seoul ini di koleksi saya. Warna violet ini sangat wearable, karena menurut saya tidak terlalu ungu. Dibanding warna lainnya, saya merasa warna ini agak sheer dan tidak terlalu pekat seperti yang lainnya, which is a downside, karena saya ingin warna ini terlihat lebih opaque.

Di bawah ini saya membandingkan warna-warna NYX Soft Matte Lip Cream dengan beberapa lipstik yang saya miliki. Seperti dapat dilihat, warna Paris mirip banget dengan MAC Girl About Town, hanya formulanya saja yang berbeda. Sedangkan Budapest memiliki warna undertone lebih merah dibanding Wardah Choco Town dan MAC Del Rio.

nyx-smlc-new-color-3

nyx-smlc-new-color-4

Secara keseluruhan saya suka koleksi ini dan saya suka karena NYX menambah banyak warna-warna baru (yang tentunya bikin saya bingung ingin memilih yang mana). Saya beri nilai 9/10 untuk NYX Soft Matte Lip Cream.. I love the formula, the range of colors, and it’s really affordable.

Advertisements

My Top 10 Fall Lipsticks 2016

Finally… I can talk about fall! Haha.. karena biasanya di Indonesia kan cuma ada dua musim, musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan kalau kita mengikuti tren di negara barat yang punya empat musim, kita jadi mengenal tren berdasarkan musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Personally, saya suka banget musim gugur alias fall alias autumn. Musim ini udaranya mulai sejuk (nggak panas dan belum terlalu dingin), warna-warna daunnya cantik (mulai dari kuning, oranye, hingga merah kecokelatan, koleksi busananya pun lebih menarik (scarf, boots, dan coat sudah mulai bisa dipakai, nih..).

Nggak cuma warna busana saja yang mengikuti musim, warna lipstik juga. Untuk musim gugur kali ini, ada beberapa  warna lipstik yang menjadi pilihan saya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
My top 10 fall lipsticks 2016
1. Maybelline Creamy Matte Lipstick – Touch of Spice

I love love love this lipstick from Maybelline. I think this one is the best matte formula from Maybelline. Sayangnya, rangkaian koleksi creamy matte ini nggak masuk ke Indonesia dan saya pun harus membelinya secara online.

Touch of Spice merupakan warna rosy plum dengan sedikit unsur warna cokelat yang cantik. Warnanya pas banget untuk sehari-hari dan menurut saya pas banget buat fall (walaupun masih cocok juga sih dipakai saat spring atau summer).

Oh iyaa.. lipstik ini juga tahan lama. It lasts all day (even after heavy eating) and still feels comfortable on my lips. 

2. Essence Matt Matt Matt Lipstick – 03 Wow Effect

Lipstik yang satu ini baru saja saya beli setelah sampai di Wina. Selain suka lihat-lihat counter kosmetik, saya juga suka banget ke drugstore untuk melihat berbagai macam kosmetik drugstore dengan harga terjangkau.

Salah satu merek yang sepertinya cukup oke (kualitas bagus dan harga murah) adalah Essence. Saya memilih rangkaian lipstik matte-nya, yang kayaknya juga belum lama ini diluncurkan. 

Dengan harga di bawah €3, lipstik ini oke banget. Warnanya memang tidak terlalu opaque, tapi saya suka warna mauvy pink ini yang pas banget di bibir saya.

3. MAC Matte Lipstick – Velvet Teddy

Kadang-kadang saya pengen juga pakai lipstik warna nude, jadilah pilihan saya jatuh ke Velvet Teddy ini, salah satu warna lipstik yang jadi favorit di kalangan pencinta lipstik MAC.

Buat mereka yang berkulit putih dengan bibir pucat, pasti warna lipstik yang dideskripsikan sebagai “deep-tone beige” ini bakal terlihat jelas. Tapi di bibir saya yang agak gelap, warnanya jadi beige muda yang sangat pucat. Saya biasanya mengakali dengan memakai lip liner. Pilihan saya antara MAC lip pencil Chiccory atau Whirl, supaya warnanya lebih keluar.

4. MAC Satin Lipstick – Del Rio

Satu lagi lipstik MAC yang menurut saya cocok untuk suasana musim gugur adalah Del Rio. Lipstik ini memiliki perpaduan warna plum dan cokelat, jadi berbeda dengan Retro (yang lebih peach) dan Whirl (yang lebih pink), walaupun ketiganya sama-sama punya unsur warna cokelat.

Del Rio menurut saya lebih gelap dibanding Retro dan Whirl, tapi tetap wearable. Lipstik ini memiliki formula satin yang nyaman di bibir, bahkan menurut saya lebih nyaman dibanding matte dan warnanya sama pekatnya.

5. Ofra Cosmetics Liquid Lipstick – Miami Fever

Ini dia salah satu liquid lipstick favorit saya. Memang, sih, saya tidak pernah membicarakannya di blog ini (karena kebanyakan yang mau ditulis tapi waktunya nggak ada, hiks). Makanya sekalian saja saya tulis di sini review soal Ofra Cosmetics ini.

Tekstur liquid lipstick dari Ofra ini menurut saya adalah yang paling nyaman di antara semua liquid lipstick yang pernah saya coba. Teksturnya kayak mousse dan sama sekali nggak bikin bibir kering, tapi warnanya tahan lama banget!

Saat saya pakai liquid lipstick ini, warnanya nggak hilang bahkan setelah saya makan steak berlumurkan butter dan kentang goreng dan setelahnya saya bersihkan bibir pakai tisu. Mama saya saja sampai bingung, kok lipstik saya masih utuh seperti tak tersentuh (hehe).

Warna Miami Fever ini dideskripsikan sebagai warna burnt terracotta. Warna ini diciptakan berkat kerja sama Ofra bareng Kathleen Lights (seorang YouTuber/Beauty Vlogger yang cukup terkenal). Warnanya memang unik banget dan saya suka karena warnanya mengingatkan saya dengan warna dedaunan di musim gugur.


6. YSL Rouge Pur Couture – 04 Rouge Vermillon

Apakah saya pernah bilang bahwa tekstur lipstik YSL Rouge Pur Couture merupakan yang paling nyaman? Jika belum, saya akan bilang sekarang. Saya memang suka banget dengan lipstik YSL, karena formulanya nyaman, tahan lama, nggak bikin bibir kering, dan pilihan warnanya banyak.

Salah satu lipstik YSL Rouge Pur Couture yang jadi favorit saya adalah warna Rouge Vermillon. Memang sepertinya warna ini jarang dibicarakan, ya nggak seheboh warna Rosy Coral, Le Fuchsia, atau seikonik warna Le Rouge.

Namun menurut saya, warna Rouge Vermillon ini cantik banget. Di bibir saya, warnanya terlihat seperti warna merah raspberry. Warna merah yang nggak ‘ngejreng’, sangat wearable untuk daytime, tapi tetap terkesan bold.

7. Chanel Rouge Allure Velvet – 58 Rouge Vie

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi Chanel Fall 2016, Le Rouge Collection N°1. Ada beberapa warna lipstik, dari merah oranye hingga cokelat gelap. Pilihan saya jatuh ke warna Rouge Vie, yang dalam website Temptalia dideskripsikan sebagai “muted medium-dark reddened plum”. Namun di bibir saya tidak kelihatan warna plum-nya, yang ada hanya warna merah dengan unsur warna cokelat.

Saya suka dengan Chanel Rouge Allure Velvet, karena teksturnya yang nyaman di bibir. Sayangnya, saya juga punya masalah dengan lipstik ini, karena setelah beberapa jam dipakai bibir akan terasa kering. Jadi perlu ekstra lip balm saat pakai lipstik ini. With that said, I still love this color and I think it’s perfect for fall.

8. Urban Decay x Gwen Stefani – Rock Steady

Saat tahu Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (salah satu penyanyi favorit saya..and I love her style) saya pun langsung mengontak kakak saya di US untuk membeli lipstik ini (karena waktu itu Urban Decay belum masuk ke Indonesia).

Warna Rock Steady ini menurut saya warna yang paling bagus di antara koleksi UD x Gwen. Warna lipstik ini dideskripsikan sebagai warna “deep wine red” dengan tekstur cream. Bagi pemilik kulit sawo matang atau kecokelatan seperti saya, wajib punya deh warna merah gelap seperti ini. 

Selain itu, tekstur cream-nya juga sangat nyaman. Memang, sih, mudah bleeding alias pas dipakai bisa keluar dari garis bibir dan sangat transferable alias gampang nempel di gelas atau tangan. Tapi tetap saja warnanya sangat sangat tahan lama dan tetap nyaman di bibir.

9. Urban Decay Matte Revolution Lipstick – Afterdark

Another one from Urban Decay, kali ini dari rangkaian lipstik Matte Revolution. Meski matte, tekstur lipstik ini sangat nyaman di bibir. Saya suka banget warna ini yang memiliki percampuran warna dark purple and pink berry.

Maaf kalau di foto swatch di bawah, warnanya jadi tidak kelihatan jelas. Tapi saya sudah pernah me-review lipstik Matte Revolution ini, jadi bisa lihat lebih jelas warna lipstiknya saat dipulaskan di bibir saya.

10. Lancome L’absolu Rouge Definition – 393 Le Prune

Fall kurang lengkap tanpa vampy lipstick.  Well, sebenarnya warna Le Prune ini nggak vampy banget, sih, tapi paling gelap di antara semuanya.

Buat yang pengen mencoba lipstik warna gelap, tapi nggak mau terlalu gelap nyaris hitam bisa mencoba warna plum gelap dari Lancome ini. Saya juga pernah membuat review tentang koleksi Lancome L’absolu Rouge Definition ini kalau mau tahu lebih banyak tentang tekstur dan formulanya.


Okay… I think that’s all. Hope you all enjoy reading this. And tell me, what’s your favorite lipstick for fall?

xoxo

CoverGirl x Katy Perry Lipsticks Review – Cosmo Kitty, Cat Call, Catoure, Kitty Purry

Ahhh.. Sudah sejak lama saya ingin menulis review lipstik ini. Sejak awal kemunculannya, saya langsung mengabari kakak saya yang tinggal di US untuk membelinya, karena kakak saya kebetulan akan pulang ke Jakarta.

CoverGirl sendiri sayangnya tidak ada di Indonesia, padahal produk-produknya lumayan oke dan karena termasuk produk drugstore harganya terjangkau banget. Salah satu lipstik fuchsia pertama saya keluaran CoverGirl namanya Spelbound, dan itu salah satu lipstik fuchsia favorit saya.

Oke, kembali ke kolaborasi CoverGirl dan Katy Perry. Saya sendiri bukan fans berat Katy, tapi saya memang suka musiknya dan I love the fact that she’s a cat lover–like me! Makanya pas lihat nama-nama warna lipstiknya yang punya unsur kucing, saya pun langsung tertarik.

Katy Kat Matte lipstik ini katanya punya tekstur demi-matte alias lipstik matte yang tetap lembut dan creamy. Kalau soal ketahanan, menurut saya sih tergantung warna.

Berdasarkan beberapa review yang saya baca, ada yang bilang formulanya kurang bagus tapi ada juga yang bilang bagus. Kalau saya sendiri suka dengan formulanya, cocok di bibir saya, dan nggak bikin kering. Tapi ada teman saya yang bibirnya cenderung lebih kering bilang bahwa dia nggak cocok dengan formulanya, karena membuat bibirnya kelihatan pecah-pecah. Ah well.. Ternyata memang cocok-cocokkan ya sama formulanya.

Ada 12 warna dalam rangkaian lipstik ini, yaitu:

  1. Sphnyx
  2. Kitty Purry
  3. Pink Paws
  4. Purrsian Pink
  5. Magenta Minx
  6. Cat Call
  7. Crimson Cat
  8. Catoure
  9. Coral Cat
  10. Maroon Meow
  11. Cosmo Kitty
  12. Perry Panther

Saya cuma punya empat warna: Kitty Purry, Cosmo Kitty, Catoure, dan Cat Call.

covergirl x katy perry lipstick

Saya memilih warna Kitty Purry karena namanya yang lucu, yaitu nama kucing milik Katy Perry. Padahal, sih, membaca deskripsi warnanya saya merasa bahwa warna ini kurang cocok dengan warna bibir saya yang agak gelap.

Benar saja, di bibir saya warnanya jadi terlihat pucat. Mirip dengan warna MAC Brave kalau menurut saya. Warna nude pink dengan sedikit campuran warna lilac. Untuk memakainya, biasanya saya campurkan dengan lip liner yang warnanya agak lebih gelap tone-nya.

Cosmo Kitty merupakan warna favorit saya. Akhir-akhir ini saya memang suka banget sama lipstik warna ungu. I don’t know why! Mungkin karena sudah punya terlalu banyak lipstik pink dan fuchsia, akhirnya saya beralih ke lipstik warna ungu.

Cosmo Kitty merupakan warna vibrant purple, yang menurut saya pas banget di kulit saya yang agak sawo matang ini. Cuma satu kekurangan warna ini, yaitu setelah makan makanan yang berminyak, warnanya agak memudar sebagian saja, di bibir bagian bawah. Akhirnya, warna bibir saya jadi two-tone gitu, di atas ungu bawahnya pink..haha.

Catoure, menurut saya, adalah warna yang cukup unik, yakni mauve brown. Tahu sendiri warna kecokelatan lagi tren tahun ini, jadilah saya memilih warna tersebut. Walaupun di bibir saya kadang terlihat seperti warna peach-cokelat. Warna lipstik ini cocok buat sehari-hari atau buat mereka yang nggak terlalu suka warna terlalu ngejreng.

Cat Call merupakan warna bright pink, yang di bibir saya terlihat seperti warna pink terang dengan unsur warna merah. Dibanding warna-warna yang lain, warna ini merupakan warna yang paling tahan lama di bibir saya.

covergirl x katy perry swatches

Saya tidak tahu kenapa ada beberapa teman saya yang nggak cocok dengan formulanya, tapi ada juga yang suka banget dengan lipstik ini. Bagi saya sendiri, saya suka formulanya yang tidak super-matte, tapi lebih ke creamy matte. Untuk warna Catoure, saya melihat warnanya sedikit shiny.

Soal ketahanan, memang tidak terlalu lama, tidak seperti lipstik-lipstik matte lainnya. Setelah saya pakai, lipstiknya bisa tahan 4-5 jam, tanpa makan dan minum. Kalau sudah makan, kayaknya harus dipulas ulang. Namun untuk yang Cat Call, warnanya lebih tahan lama walaupun sudah makan dan minum.

Overall, saya memberi nilai 8/10 untuk rangkaian lipstik ini.

Wardah Exclusive Lipstick No.21 Orchid Pink (Review)

Akhir-akhir ini saya kayaknya jadi suka hunting lipstik merek lokal. Ada beberapa yang saya beli, tapi belum sempat bikin review-nya.

Kemarin, seorang reporter memberi saya lipstik Wardah. Ahhh.. Tau saja sih saya suka lipstik, hehe. Jadilah saya coba dan sekarang sekalian saja saya buat reviewnya.

wardah pink orchid2

Wardah ini salah satu merek lokal yang mengklaim bahwa produk mereka halal. Menurut saya, sih, branding Wardah ini memang keren. Mereka sejak awal konsisten dengan brand kosmetik halal dengan model berhijab. Sekarang pun mereka merambah pasar ke konsumen yang lebih luas lagi alias nggak harus pakai hijab kok untuk pakai kosmetik ini.

Packaging-nya dibikin lebih feminin dan modern, iklan-iklannya juga dibuat lebih trendi, dan tentu saja produknya mengikuti minat pasar saat ini.

Produk Wardah favorit saya sebenarnya adalah Olive Oil, baik yang pure olive oil maupun olive oil yang untuk massage. Dua-duanya sudah sering saya beli. Saya juga penasaran dengan lipstik matte keluaran Wardah, tapi karena dapatnya yang jenis lain, ya nggak apa-apa juga.

Lipstik yang saya punya ini adalah jenis Exclusive Lipstick, mengandung Squalane, Vit. E, Olive Oil, dan Jojoba Oil. Jadi saya langsung tahu kalau lipstik ini akan terasa creamy sekaligus melembapkan.

wardah pink orchid4

Formulanya menurut saya agak sheer, tapi bisa tetap terlihat pekat setelah beberapa kali pulas. Rasanya memang lembap di bibir, namun tidak terlalu tahan lama. Setelah makan, warnanya agak pudar meski meninggalkan sisa-sisa warna di bibir.

wardah pink orchid3

Di tubenya tertulis No.21 warna Orchid Pink. Tadinya saya berharap warnanya pink agak keunguan, sesuai dengan namanya (dan sesuai dengan warna lipstik favorit saya). Namun setelah dipakai, warnanya justru pink coral. Warnanya cantik dan memang warna sehari-hari yang cukup aman dipakai ke kantor atau kuliah (buat mahasiswa yang suka dandan).

wardah pink orchid-swatch

Overall, menurut saya lipstik ini punya kualitas yang oke. Bagus, tapi nggak bagus atau wah banget. Dengan harga sekitar Rp30.000 an, jelas ini lipstik dengan kualitas bagus yang harganya terjangkau.

Tapi karena warnanya menurut saya nggak unik, saya kasih nilai 7,5/10 saja.

Glowy Flawless Skin, Thanks to Laneige BB Cushion

Memang, sih, saya agak telat untuk menulis ulasan tentang produk yang satu ini. Sudah banyak sekali orang (dan para beauty blogger) yang merekomendasikan produk BB Cushion dari Laneige.

Saya tidak tahu (so correct me if I’m wrong), tapi sepertinya ini salah satu produk BB Cushion yang pertama. Setelahnya, banyak sekali produk BB or foundation cushion, mulai dari YSL, Lancome, L’Oreal, hingga Maybelline.

Karena saya lebih percaya dengan produk BB dari Korea, makanya saat Yudo dinas ke Negeri Ginseng itu, barang yang pertama kali saya titip adalah Laneige BB Cushion. Jenisnya ada beberapa, ada yang untuk whitening, pore control, anti-aging, dan saya nggak tahu lagi apa. Saya cuma titip yang biasa saja, karena tulisannya cuma Laneige BB Cushion SPF 50+ PA +++.

laneige bb cushion

BB Cushion ini sepertinya cocok untuk kulit normal dan kering. Punya efek menenangkan dan terasa dingin di kulit, mencerahkan warna kulit, melembapkan, dan memiliki natural coverage. Sedangkan untuk yang memiliki kulit berminyak, bisa pilih jenis Pore Control karena mampu mengontrol sebum dan memiliki tampilan yang semi-matte, serta memiliki cooling sensation dan tentu saja melembapkan.

Oh iya, BB Cushion ini juga memiliki beberapa warna berbeda. Berikut ini lima warna yang saya tahu, tapi sepertinya beda negara beda juga pilihan warnanya. Kakak saya yang tinggal di US sempat bingung mau beli BB Cushion karena pilihan warnanya berbeda.

#11 Light Beige: Pink tone light beige shade for pale skin
#13 True Beige: Transparent and clear yellow-tone beige for reddish white skin
#14 Pink Beige: Gorgeous pink beige to turn pale and white skin into ruddy color
#21 Natural Beige: Medium natural beige of subdued mid-tone
#23 Sand Beige: Sand beige that matches well with the suntanned skin of summer with dark-tone beige
Saya memilih warna #21 Natural Beige, yang tadinya sempat saya kira akan terlalu putih di kulit, namun ternyata hasilnya cukup natural dan pas untuk warna kulit saya. Sejak pertama kali dipakai, saya langsung jatuh cinta dengan produk ini.

Berikut ini beberapa hal yang bikin saya suka dengan Laneige BB Cushion:

1.Efek dingin menenangkan. Saat pertama kali dipakai, memang ada efek dingin. Bukan seperti dingin menthol, ya.. tapi kayak sejuk gitu.

2.Coverage bagus. Saya nggak suka pake foundation karena terkesan ‘berat’ dan saya lebih suka produk BB cream yang tampilannya lebih natural. BB Cushion ini pun punya coverage yang bagus, noda hitam dan bekas jerawat di wajah tersamarkan, warna kulit lebih rata, dan rasanya lebih ringan seperti tanpa makeup.

3.Glowy but not greasy. Tampilan wajah tampak lebih glowy, tapi nggak greasy. Bahkan setelah seharian pakai produk ini, tampilannya tetap oke. Nggak berminyak, nggak mudah luntur juga, karena produk ini katanya sweatproof dan waterproof. Memang, sih, kulit saya nggak langsung kelihatan kinclong kayak Song Hye Kyo..hehe, tapi tetap oke lah.

4.Perlindungan dari sinar matahari. Nggak perlu lagi pakai krim tabir surya, karena BB Cushion ini sudah memiliki kandungan SPF yang cukup tinggi. SPF dimaksudkan untuk menghalau sinar UV B, sedangkan PA+++ itu berguna untuk melindungi kulit dari sinar UV A. Jadi lengkap banget perlindungannya.

Harga Laneige BB Cushion ini di Indonesia sekitar Rp400.ooo – Rp500.000an, tergantung beli di mana dan jenisnya apa. Oh iya, dengan harga segitu lumayan juga sebenarnya, karena kita dapat refill juga. Jadi begitu sudah habis, tinggal masukkan refill-nya saja. Kalau nanti mau beli lagi juga bisa beli refill-nya, nggak usah pakai kotaknya lagi. Lebih hemat…

Image source: Laneige.com

 

Purple Lipstick That I Love, YSL Rouge Pur Couture #58 Mauve Nihiliste

Saya suka sekali lipstik berwarna ungu, entah kenapa. Padahal saya juga sebenarnya jarang memakai lipstik warna itu. Saat membeli lipstik warna pink, saya pun selalu memilih warna pink keunguan. Itulah mengapa saya juga suka lipstik warna fuchsia.

Salah satu lipstik keunguan (karena tidak bisa dibilang pure purple) adalah YSL Rouge Pur Couture #58 Mauve Nihiliste.

ysl rpc mauve nihiliste 1
YSL Rouge Pur Couture #58 Mauve Nihiliste
Bicara soal lipstik YSL, saya memang punya beberapa dan terdiri dari berbagai macam tekstur. Ada yang glossy, creamy, semi-matte, hingga matte. Nah, YSL Rouge Pur Couture ini disebut memiliki tekstur semi-matte. Kalau saya bilang, sih, teksturnya creamy banget dan setelah beberapa lama memang terlihat matte.

Meski gampang banget menempel di gelas, lipstik ini tetap tergolong tahan lama di bibir. Setelah 4-5 jam pun, warnanya masih ada, tidak bikin bibir kering, dan bekasnya merata di bibir. Plusnya lagi, pemakaian ulangnya pun mudah, nggak perlu pakai pelembap lagi.

Saat pertama kali melihat warna lipstik Mauve Nihiliste ini, saya langsung tertarik. Warna ungunya masih memiliki campuran pink, sehingga tetap bisa dipakai oleh seseorang yang memiliki kulit kecokelatan seperti saya. Lipstik ini saya beri nilai 9/10.

ysl rpc mauve nihiliste on my lips
YSL Rouge Pur Couture #58 Mauve Nihiliste on my lips
Waktu saya posting foto lipstik ini di Instagram, seorang teman saya bertanya, “Lipstik ungunya dipakai untuk ke mana?”, saya jawab, “Ya, ke kantor, hehe”. Menurut saya, sih, kalau memang kantornya tidak terlalu formal, bebas-bebas saja mau pakai lipstik warna apa. Setiap hari saya selalu pakai lipstik dalam warna berbeda (ya, habis beli lipstik melulu, hihi), kadang nude, kadang pink, kadang merah, kadang warna gelap.

Tip dari saya, kalau mau pakai lipstik warna ungu, sebaiknya pilih riasan wajah yang nggak terlalu menor. Untuk blush on, pakai warna pale pink atau rosy pink saja, sapukan tipis-tipis. Untuk mata, juga pilih warna eyeshadow yang natural. Kalau saya, sih, saat ke kantor tidak suka pakai eyeshadow (nggak punya banyak waktu dandan soalnya) lebih suka memakai eye liner warna cokelat dan maskara. Karena riasan matanya simpel, jadi pilihan lipstiknya bisa bebas, deh.

Jadi, berani pakai lipstik ungu? 🙂

 

Purbasari Matte Lipstick No. 86 – Topaz (Review)

Lipstik matte keluaran Purbasari ini memang sering dibicarakan, bahkan sempat menjadi salah satu “lipstik yang paling dicari” beberapa waktu lalu. Namun entah kenapa, saya nggak pernah tertarik untuk membelinya. Bukan karena ini merek lipstik lokal, tapi saya kurang begitu yakin saja dengan produknya.

Ketika saya cerita tentang lipstik ke mama saya, dia bilang, “Jangan cuma beli lipstik merek luar aja, dong. Kalau memang pencinta lipstik harusnya punya dari berbagai merek dan harga.”

Okay, challenge accepted!

Akhirnya, saya membeli lipstik Purbasari itu di Guardian dengan harga Rp35.900 saja. Kalau saya lihat di beberapa blog, harganya sepertinya beragam tergantung kita beli di mana.

Sebelum membelinya pun saya harus browsing dulu warnanya, karena lipstik ini dijualnya di dekat kasir, tidak ada mbak-mbak beauty advisor yang membantu kita, tidak punya tester, tidak ada tulisan warna di kemasannya, yang ada hanya angka–susah juga ya..

Saya memutuskan untuk membeli lipstik No. 86 – Topaz (yang setelah saya buka kemasannya, baru deh ada nama warnanya di bawah tube lipstik).

Kesan pertama saya, memang harga nggak bisa bohong, ya. Kemasannya terlihat ringkih, tapi saya, sih, sudah tahu kalau lipstik drugstore atau lipstik dengan harga di bawah Rp100.000 biasanya punya kemasan yang lebih rapuh. Ketika saya buka tubenya, ada sisa-sisa lipstik yang menempel di tutupnya dan bentuk lipstiknya juga tidak rapi.

purbasari lipstick matte no.86
Purbasari Lipstick Color Matte No. 86 – Topaz
Saya coba sapukan ke bibir dan rasanya sangat kering. Memang teksturnya creamy, tapi tetap rasanya kering di bibir (padahal di kemasannya ada klaim bahwa lipstik ini “melembabkan bibir”). Selain itu, saya juga kesulitan memakainya, malah jadi berantakan ke mana-mana.

Oke, sepertinya kesan pertama kurang baik. Saya coba lagi memakainya hari ini. Kali ini saya memakai pelembap bibir lebih dulu dan menggunakan pensil bibir warna natural dari Make Up For Ever supaya lebih rapi. Tetap saja susah memakai lipstik Purbasari ini ke bibir (hiks!). Mungkin lebih baik jika menggunakan lip brush (tapi, kok, ya repot banget.. saya, kan, suka lipstik yang pemakaiannya praktis).

purbasari lipstick matte no.86 topaz
Purbasari Matte Lipstick No. 86 – Topaz lip swatch.. Lihat saja betapa keringnya bibir saya, ouch!
Anyway, Topaz ini memiliki warna yang sebenarnya cukup bagus. Warnanya itu cokelat kemerahan dengan sedikit warna oranye (atau merah kecokelatan.. tapi lebih banyak cokelatnya menurut saya). Warnanya lebih gelap dari MAC Retro milik saya, tapi tone warnanya senada.

Sayang saja, warna lipstik yang bagus tidak didukung dengan formula yang oke, karena tekstur matte-nya sama sekali tidak nyaman. I’m so sorry Purbasari dan para penggemar lipstik ini, I’m just not a fan.

Saya rasa seharusnya formula matte-nya diperbaiki lagi. Banyak, kok, lipstik dengan harga terjangkau yang punya formula lebih nyaman. You can do better than this, Purbasari!(soalnya dulu saya suka dengan produk lulurnya.. hehe).

Untuk warna saya beri nilai 8/10, tapi untuk keseluruhan lipstik rasanya saya beri nilai 5/10. Tekstur lipstiknya terlalu kering dan terasa ‘berat’ di bibir.