Euro Trip 2017: Tulip Season in Keukenhof

Selesai dari Paris, kami pun melanjutkan perjalanan ke Negara Kincir Angin alias Belanda. Tujuan kami cuma satu, melihat tulip-tulip yang sedang bermekaran di Keukenhof.

Awalnya, kami kesulitan mencari penginapan yang masuk bujet, karena saat musim tulip hampir semua hotel di Belanda penuh atau harganya mahal banget. Kami pun akhirnya menginap di budget hotel di Den Haag, yang jaraknya sekitar 40 menit dari kota Lisse, tempat di mana taman Keukenhof berada.

Saya juga pernah ke sini dua tahun lalu, tapi karena saya dan Yudo datang di akhir bulan Maret, cuacanya masih sangat dingin, angin kencang, dan sering hujan. Selain itu, masih banyak bunga tulip yang belum mekar. Waktu terbaik untuk menikmati musim tulip ini memang pada pertengahan bulan April.

Jika tertarik ke sini, jangan lupa untuk merencanakan sejak jauh hari, terutama untuk booking hotel. Sedangkan untuk tiket masuk Keukenhof, selain bisa dibeli secara online, kita juga bisa beli secara langsung dan antreannya pun nggak terlalu panjang karena loketnya banyak.

Benar saja, begitu sampai di Keukenhof, deretan mobil dan bus turis tampak memadati sepanjang jalan menuju taman bunga tersebut. Di dalamnya pun sangat ramai, tapi tetap nyaman, karena kita masih bisa berjalan-jalan santai dan berfoto-foto (nggak sampai berdesak-desakan kayak di Dufan kalau lagi hari libur.. hehe).

Berbagai macam tulip tampak bermekaran. Warnanya macam-macam, jenisnya macam-macam, sampai saya bingung mau foto yang mana (kamera saya pun dipenuhi foto bunga!). Memang cantik-cantik banget, sih, bunganya. Susunannya pun menarik dengan mengombinasikan warna-warna kontras. Untungnya lagi, hari itu juga cukup cerah. Memang, sih, kadang ada awan mendung yang datang, tapi nggak sampai hujan deras. Puas, deh, jalan-jalan di sini.

Keesokan harinya, kami ke Volendam, yang dikenal sebagai desa nelayan, karena letaknya yang dekat dengan laut. Nah, di Volendam inilah tempat orang-orang (turis) berfoto memakai baju adat daerah tersebut.

Saya juga sudah pernah berfoto bareng Yudo dua tahun lalu, jadi tahun ini saya malas foto lagi. Kalau ke sini, ada beberapa studio foto yang menawarkan jasa tersebut, tinggal pilih saja paketnya yang mana. Biasanya tergantung jumlah dan besar foto yang akan dicetak. Jangan heran juga kalau menemukan sejumlah foto selebriti dan tokoh politik Indonesia digantung di etalase studio-studio foto tersebut. Mungkin karena orang Indonesia sering banget ke sini kali ya…

Tujuan saya ke Volendam sebenarnya cuma satu, yaitu makan poffertjes (haha). Saya ingat banget waktu ke sini dua tahun lalu, saya sedang mual-mualnya, tapi tetap semangat makan poffertjes. Sekarang, kan, sudah nggak mual lagi, jadi terasa enaknya dua kali lipat 😀

Di Volendam ini, karena dikenal sebagai desa nelayan, maka restorannya pun menawarkan aneka menu seafood yang enak. Jadi jangan sampai nggak mencoba calamary, ikan, udang, dan makanan seafood lainnya kalau di sini.

Oh ya, saya juga nggak punya foto-foto selama di Volendam, karena saat ke sana cuaca lagi nggak bersahabat banget. Hujan sepanjang saya di sana, jadilah saya ngumpet terus di bawah payung. Sambil dorong stroller, sambil bawa payung, jadi susah mau foto-foto.

Foto-foto yang sempat saya ambil selama di Belanda, ya hanya di Keukenhof. Siap-siap saja di bawah ini bakal banyak foto tulip. Enjoy! 😀

andhinalannakeukenhof

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

(all photos taken by me, except when I’m in it)

Next destination: Hamburg, Germany.