Euro Trip 2017: The Gorgeous Interlaken and Lucerne

Setelah menghabiskan waktu di Venice, akhirnya kami melaju ke Kota Lucerne (Luzern) di Swiss. Saya sendiri juga pernah ke kota tersebut dua tahun lalu saat pergi bersama Yudo dan kota ini cukup berbekas di memori kami, karena kecantikan pemandangan di kota tuanya. Jalan-jalan berbatu, deretan toko, serta danau di tengah kota yang dipenuhi kawanan angsa dan bebek memang punya magnet tersendiri bagi kami.

Makanya ketika perjalanan ini juga akan singgah di Kota Lucerne (bahkan kami menginap selama tiga malam), saya sangat excited. Sayangnya, ada beberapa tempat yang tak sempat kami kunjungi, karena ada beberapa perubahan rencana di tengah jalan. Cuaca saat itu di Swiss cukup dingin, padahal sebelumnya kami sudah merasa nyaman dengan cuaca yang sejuk dan cerah di Budapest, Zagreb, dan Venice.

Perjalanan dari Venice menuju Lucerne juga memakan waktu cukup lama, hampir 6 jam. Kami pun sampai sangat malam di Lucerne, sekitar pukul 10.30 malam. Esoknya, kami berjalan-jalan di Grindelwald dan Interlaken.

Sebenarnya, dari Interlaken ini banyak turis yang naik ke atas dengan menggunakan kereta di Jungfraujoch. Tapi entah kenapa, kami tidak melakukannya (mungkin karena cuaca dingin dan ibu-ibu yang lainnya sepakat tidak naik ke atas). Ya sudah, jadilah kami berjalan-jalan di pusat kota Interlaken dan habis itu sempat berfoto-foto di Brienz Lake yang cantik.

Menurut informasi yang saya dapatkan, Interlaken ini sendiri terletak di antara dua danau, yaitu Brienz Lake di bagian timur dan Thun Lake di bagian barat. Selain itu, ada pula Aare River yang mengalir di antara kedua danau tersebut. Jadi buat yang mau pergi berjalan-jalan ke sini, sebaiknya baca-baca dulu tentang berbagai tempat wisata di Interlaken, supaya tidak banyak membuang waktu.

Saya sendiri, sih, lebih tertarik dengan kota tua Lucerne, yang akhirnya baru kami kunjungi keesokannya lagi. Awalnya, rombongan ibu-ibu ini mau ke Mount Titlis, tapi begitu sampai di sana malah nggak ada yang mau naik karena kedinginan (hehe). Kalau saya, sudah pernah naik hingga ke ketinggian 3000an meter saat dua tahun lalu ke Swiss, ketika usia kehamilan saya baru 8 minggu. Alhasil, karena oksigen yang tipis di atas gunung itu, saya pun pusing dan muntah-muntah (bukan kenangan yang asyik, ya).

Setelah batal ke Mount Titlis, baru deh ibu-ibu sepakat ke kota tua Lucerne. Salah satu landmark terkenal di sini adalah Kapellbrucke (Chapel Bridge), yang merupakan jembatan kayu tertua di Eropa. Jika berjalan di jembatan kayu ini, kita bisa menemukan lukisan-lukisan kuno dari abad ke-17 yang diletakkan di langit-langit jembatan.

Namun, menurut informasi yang saya baca, jembatan ini sempat mengalami sejumlah musibah, salah satunya kebakaran. Jadi dari sekitar 150an lukisan, kini cuma ada 47 lukisan yang ada. Selain jembatan kayu, ada pula Wasserturm atau Water Tower yang menjadi ikon unik di Lucerne. Dinamakan seperti itu bukan karena isinya air, tapi karena tower tersebut didirikan di atas air.

Setelah puas berjalan-jalan di kota tua Lucerne. Masuk ke dalam jalan-jalan batu setapak dan cuci mata di dalam beberapa toko, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Lion Monument. Ini juga salah satu tempat ikonik di kota Lucerne. Monumen ini dibangun pada tahun 1820-1821 untuk mengenang tentara Swiss yang dibantai dalam perang Revolusi Prancis tahun 1792. Sosok singa digambarkan sebagai sosok yang pemberani. Jika diperhatikan, patung singa itu sendiri terlihat sedang sekarat dengan tombak menembus tubuhnya.

Sebenarnya, masih banyak lokasi-lokasi menarik lainnya di Lucerne. Cuma lagi-lagi, waktu kami memang sempit. Semoga suatu saat nanti, kami bisa kembali lagi ke sini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Brienz Lake
mealannainterlaken
Bersama si happy baby di Brienz Lake
mealannagrindelwald
Wefie di Grindelwald
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Interlaken
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Chapel Bridge dan Water Tower, Lucerne

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

mealannalucerne

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Lion Monument

(all photos taken by me.. except when I’m in it)

Next Destination: Paris

Advertisements