My Top 10 Fall Lipsticks 2016

Finally… I can talk about fall! Haha.. karena biasanya di Indonesia kan cuma ada dua musim, musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan kalau kita mengikuti tren di negara barat yang punya empat musim, kita jadi mengenal tren berdasarkan musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Personally, saya suka banget musim gugur alias fall alias autumn. Musim ini udaranya mulai sejuk (nggak panas dan belum terlalu dingin), warna-warna daunnya cantik (mulai dari kuning, oranye, hingga merah kecokelatan, koleksi busananya pun lebih menarik (scarf, boots, dan coat sudah mulai bisa dipakai, nih..).

Nggak cuma warna busana saja yang mengikuti musim, warna lipstik juga. Untuk musim gugur kali ini, ada beberapa  warna lipstik yang menjadi pilihan saya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
My top 10 fall lipsticks 2016
1. Maybelline Creamy Matte Lipstick – Touch of Spice

I love love love this lipstick from Maybelline. I think this one is the best matte formula from Maybelline. Sayangnya, rangkaian koleksi creamy matte ini nggak masuk ke Indonesia dan saya pun harus membelinya secara online.

Touch of Spice merupakan warna rosy plum dengan sedikit unsur warna cokelat yang cantik. Warnanya pas banget untuk sehari-hari dan menurut saya pas banget buat fall (walaupun masih cocok juga sih dipakai saat spring atau summer).

Oh iyaa.. lipstik ini juga tahan lama. It lasts all day (even after heavy eating) and still feels comfortable on my lips. 

2. Essence Matt Matt Matt Lipstick – 03 Wow Effect

Lipstik yang satu ini baru saja saya beli setelah sampai di Wina. Selain suka lihat-lihat counter kosmetik, saya juga suka banget ke drugstore untuk melihat berbagai macam kosmetik drugstore dengan harga terjangkau.

Salah satu merek yang sepertinya cukup oke (kualitas bagus dan harga murah) adalah Essence. Saya memilih rangkaian lipstik matte-nya, yang kayaknya juga belum lama ini diluncurkan. 

Dengan harga di bawah €3, lipstik ini oke banget. Warnanya memang tidak terlalu opaque, tapi saya suka warna mauvy pink ini yang pas banget di bibir saya.

3. MAC Matte Lipstick – Velvet Teddy

Kadang-kadang saya pengen juga pakai lipstik warna nude, jadilah pilihan saya jatuh ke Velvet Teddy ini, salah satu warna lipstik yang jadi favorit di kalangan pencinta lipstik MAC.

Buat mereka yang berkulit putih dengan bibir pucat, pasti warna lipstik yang dideskripsikan sebagai “deep-tone beige” ini bakal terlihat jelas. Tapi di bibir saya yang agak gelap, warnanya jadi beige muda yang sangat pucat. Saya biasanya mengakali dengan memakai lip liner. Pilihan saya antara MAC lip pencil Chiccory atau Whirl, supaya warnanya lebih keluar.

4. MAC Satin Lipstick – Del Rio

Satu lagi lipstik MAC yang menurut saya cocok untuk suasana musim gugur adalah Del Rio. Lipstik ini memiliki perpaduan warna plum dan cokelat, jadi berbeda dengan Retro (yang lebih peach) dan Whirl (yang lebih pink), walaupun ketiganya sama-sama punya unsur warna cokelat.

Del Rio menurut saya lebih gelap dibanding Retro dan Whirl, tapi tetap wearable. Lipstik ini memiliki formula satin yang nyaman di bibir, bahkan menurut saya lebih nyaman dibanding matte dan warnanya sama pekatnya.

5. Ofra Cosmetics Liquid Lipstick – Miami Fever

Ini dia salah satu liquid lipstick favorit saya. Memang, sih, saya tidak pernah membicarakannya di blog ini (karena kebanyakan yang mau ditulis tapi waktunya nggak ada, hiks). Makanya sekalian saja saya tulis di sini review soal Ofra Cosmetics ini.

Tekstur liquid lipstick dari Ofra ini menurut saya adalah yang paling nyaman di antara semua liquid lipstick yang pernah saya coba. Teksturnya kayak mousse dan sama sekali nggak bikin bibir kering, tapi warnanya tahan lama banget!

Saat saya pakai liquid lipstick ini, warnanya nggak hilang bahkan setelah saya makan steak berlumurkan butter dan kentang goreng dan setelahnya saya bersihkan bibir pakai tisu. Mama saya saja sampai bingung, kok lipstik saya masih utuh seperti tak tersentuh (hehe).

Warna Miami Fever ini dideskripsikan sebagai warna burnt terracotta. Warna ini diciptakan berkat kerja sama Ofra bareng Kathleen Lights (seorang YouTuber/Beauty Vlogger yang cukup terkenal). Warnanya memang unik banget dan saya suka karena warnanya mengingatkan saya dengan warna dedaunan di musim gugur.


6. YSL Rouge Pur Couture – 04 Rouge Vermillon

Apakah saya pernah bilang bahwa tekstur lipstik YSL Rouge Pur Couture merupakan yang paling nyaman? Jika belum, saya akan bilang sekarang. Saya memang suka banget dengan lipstik YSL, karena formulanya nyaman, tahan lama, nggak bikin bibir kering, dan pilihan warnanya banyak.

Salah satu lipstik YSL Rouge Pur Couture yang jadi favorit saya adalah warna Rouge Vermillon. Memang sepertinya warna ini jarang dibicarakan, ya nggak seheboh warna Rosy Coral, Le Fuchsia, atau seikonik warna Le Rouge.

Namun menurut saya, warna Rouge Vermillon ini cantik banget. Di bibir saya, warnanya terlihat seperti warna merah raspberry. Warna merah yang nggak ‘ngejreng’, sangat wearable untuk daytime, tapi tetap terkesan bold.

7. Chanel Rouge Allure Velvet – 58 Rouge Vie

Lipstik yang satu ini merupakan bagian dari koleksi Chanel Fall 2016, Le Rouge Collection N°1. Ada beberapa warna lipstik, dari merah oranye hingga cokelat gelap. Pilihan saya jatuh ke warna Rouge Vie, yang dalam website Temptalia dideskripsikan sebagai “muted medium-dark reddened plum”. Namun di bibir saya tidak kelihatan warna plum-nya, yang ada hanya warna merah dengan unsur warna cokelat.

Saya suka dengan Chanel Rouge Allure Velvet, karena teksturnya yang nyaman di bibir. Sayangnya, saya juga punya masalah dengan lipstik ini, karena setelah beberapa jam dipakai bibir akan terasa kering. Jadi perlu ekstra lip balm saat pakai lipstik ini. With that said, I still love this color and I think it’s perfect for fall.

8. Urban Decay x Gwen Stefani – Rock Steady

Saat tahu Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (salah satu penyanyi favorit saya..and I love her style) saya pun langsung mengontak kakak saya di US untuk membeli lipstik ini (karena waktu itu Urban Decay belum masuk ke Indonesia).

Warna Rock Steady ini menurut saya warna yang paling bagus di antara koleksi UD x Gwen. Warna lipstik ini dideskripsikan sebagai warna “deep wine red” dengan tekstur cream. Bagi pemilik kulit sawo matang atau kecokelatan seperti saya, wajib punya deh warna merah gelap seperti ini. 

Selain itu, tekstur cream-nya juga sangat nyaman. Memang, sih, mudah bleeding alias pas dipakai bisa keluar dari garis bibir dan sangat transferable alias gampang nempel di gelas atau tangan. Tapi tetap saja warnanya sangat sangat tahan lama dan tetap nyaman di bibir.

9. Urban Decay Matte Revolution Lipstick – Afterdark

Another one from Urban Decay, kali ini dari rangkaian lipstik Matte Revolution. Meski matte, tekstur lipstik ini sangat nyaman di bibir. Saya suka banget warna ini yang memiliki percampuran warna dark purple and pink berry.

Maaf kalau di foto swatch di bawah, warnanya jadi tidak kelihatan jelas. Tapi saya sudah pernah me-review lipstik Matte Revolution ini, jadi bisa lihat lebih jelas warna lipstiknya saat dipulaskan di bibir saya.

10. Lancome L’absolu Rouge Definition – 393 Le Prune

Fall kurang lengkap tanpa vampy lipstick.  Well, sebenarnya warna Le Prune ini nggak vampy banget, sih, tapi paling gelap di antara semuanya.

Buat yang pengen mencoba lipstik warna gelap, tapi nggak mau terlalu gelap nyaris hitam bisa mencoba warna plum gelap dari Lancome ini. Saya juga pernah membuat review tentang koleksi Lancome L’absolu Rouge Definition ini kalau mau tahu lebih banyak tentang tekstur dan formulanya.


Okay… I think that’s all. Hope you all enjoy reading this. And tell me, what’s your favorite lipstick for fall?

xoxo

Advertisements

CoverGirl x Katy Perry Lipsticks Review – Cosmo Kitty, Cat Call, Catoure, Kitty Purry

Ahhh.. Sudah sejak lama saya ingin menulis review lipstik ini. Sejak awal kemunculannya, saya langsung mengabari kakak saya yang tinggal di US untuk membelinya, karena kakak saya kebetulan akan pulang ke Jakarta.

CoverGirl sendiri sayangnya tidak ada di Indonesia, padahal produk-produknya lumayan oke dan karena termasuk produk drugstore harganya terjangkau banget. Salah satu lipstik fuchsia pertama saya keluaran CoverGirl namanya Spelbound, dan itu salah satu lipstik fuchsia favorit saya.

Oke, kembali ke kolaborasi CoverGirl dan Katy Perry. Saya sendiri bukan fans berat Katy, tapi saya memang suka musiknya dan I love the fact that she’s a cat lover–like me! Makanya pas lihat nama-nama warna lipstiknya yang punya unsur kucing, saya pun langsung tertarik.

Katy Kat Matte lipstik ini katanya punya tekstur demi-matte alias lipstik matte yang tetap lembut dan creamy. Kalau soal ketahanan, menurut saya sih tergantung warna.

Berdasarkan beberapa review yang saya baca, ada yang bilang formulanya kurang bagus tapi ada juga yang bilang bagus. Kalau saya sendiri suka dengan formulanya, cocok di bibir saya, dan nggak bikin kering. Tapi ada teman saya yang bibirnya cenderung lebih kering bilang bahwa dia nggak cocok dengan formulanya, karena membuat bibirnya kelihatan pecah-pecah. Ah well.. Ternyata memang cocok-cocokkan ya sama formulanya.

Ada 12 warna dalam rangkaian lipstik ini, yaitu:

  1. Sphnyx
  2. Kitty Purry
  3. Pink Paws
  4. Purrsian Pink
  5. Magenta Minx
  6. Cat Call
  7. Crimson Cat
  8. Catoure
  9. Coral Cat
  10. Maroon Meow
  11. Cosmo Kitty
  12. Perry Panther

Saya cuma punya empat warna: Kitty Purry, Cosmo Kitty, Catoure, dan Cat Call.

covergirl x katy perry lipstick

Saya memilih warna Kitty Purry karena namanya yang lucu, yaitu nama kucing milik Katy Perry. Padahal, sih, membaca deskripsi warnanya saya merasa bahwa warna ini kurang cocok dengan warna bibir saya yang agak gelap.

Benar saja, di bibir saya warnanya jadi terlihat pucat. Mirip dengan warna MAC Brave kalau menurut saya. Warna nude pink dengan sedikit campuran warna lilac. Untuk memakainya, biasanya saya campurkan dengan lip liner yang warnanya agak lebih gelap tone-nya.

Cosmo Kitty merupakan warna favorit saya. Akhir-akhir ini saya memang suka banget sama lipstik warna ungu. I don’t know why! Mungkin karena sudah punya terlalu banyak lipstik pink dan fuchsia, akhirnya saya beralih ke lipstik warna ungu.

Cosmo Kitty merupakan warna vibrant purple, yang menurut saya pas banget di kulit saya yang agak sawo matang ini. Cuma satu kekurangan warna ini, yaitu setelah makan makanan yang berminyak, warnanya agak memudar sebagian saja, di bibir bagian bawah. Akhirnya, warna bibir saya jadi two-tone gitu, di atas ungu bawahnya pink..haha.

Catoure, menurut saya, adalah warna yang cukup unik, yakni mauve brown. Tahu sendiri warna kecokelatan lagi tren tahun ini, jadilah saya memilih warna tersebut. Walaupun di bibir saya kadang terlihat seperti warna peach-cokelat. Warna lipstik ini cocok buat sehari-hari atau buat mereka yang nggak terlalu suka warna terlalu ngejreng.

Cat Call merupakan warna bright pink, yang di bibir saya terlihat seperti warna pink terang dengan unsur warna merah. Dibanding warna-warna yang lain, warna ini merupakan warna yang paling tahan lama di bibir saya.

covergirl x katy perry swatches

Saya tidak tahu kenapa ada beberapa teman saya yang nggak cocok dengan formulanya, tapi ada juga yang suka banget dengan lipstik ini. Bagi saya sendiri, saya suka formulanya yang tidak super-matte, tapi lebih ke creamy matte. Untuk warna Catoure, saya melihat warnanya sedikit shiny.

Soal ketahanan, memang tidak terlalu lama, tidak seperti lipstik-lipstik matte lainnya. Setelah saya pakai, lipstiknya bisa tahan 4-5 jam, tanpa makan dan minum. Kalau sudah makan, kayaknya harus dipulas ulang. Namun untuk yang Cat Call, warnanya lebih tahan lama walaupun sudah makan dan minum.

Overall, saya memberi nilai 8/10 untuk rangkaian lipstik ini.

Wardah Exclusive Lipstick No.21 Orchid Pink (Review)

Akhir-akhir ini saya kayaknya jadi suka hunting lipstik merek lokal. Ada beberapa yang saya beli, tapi belum sempat bikin review-nya.

Kemarin, seorang reporter memberi saya lipstik Wardah. Ahhh.. Tau saja sih saya suka lipstik, hehe. Jadilah saya coba dan sekarang sekalian saja saya buat reviewnya.

wardah pink orchid2

Wardah ini salah satu merek lokal yang mengklaim bahwa produk mereka halal. Menurut saya, sih, branding Wardah ini memang keren. Mereka sejak awal konsisten dengan brand kosmetik halal dengan model berhijab. Sekarang pun mereka merambah pasar ke konsumen yang lebih luas lagi alias nggak harus pakai hijab kok untuk pakai kosmetik ini.

Packaging-nya dibikin lebih feminin dan modern, iklan-iklannya juga dibuat lebih trendi, dan tentu saja produknya mengikuti minat pasar saat ini.

Produk Wardah favorit saya sebenarnya adalah Olive Oil, baik yang pure olive oil maupun olive oil yang untuk massage. Dua-duanya sudah sering saya beli. Saya juga penasaran dengan lipstik matte keluaran Wardah, tapi karena dapatnya yang jenis lain, ya nggak apa-apa juga.

Lipstik yang saya punya ini adalah jenis Exclusive Lipstick, mengandung Squalane, Vit. E, Olive Oil, dan Jojoba Oil. Jadi saya langsung tahu kalau lipstik ini akan terasa creamy sekaligus melembapkan.

wardah pink orchid4

Formulanya menurut saya agak sheer, tapi bisa tetap terlihat pekat setelah beberapa kali pulas. Rasanya memang lembap di bibir, namun tidak terlalu tahan lama. Setelah makan, warnanya agak pudar meski meninggalkan sisa-sisa warna di bibir.

wardah pink orchid3

Di tubenya tertulis No.21 warna Orchid Pink. Tadinya saya berharap warnanya pink agak keunguan, sesuai dengan namanya (dan sesuai dengan warna lipstik favorit saya). Namun setelah dipakai, warnanya justru pink coral. Warnanya cantik dan memang warna sehari-hari yang cukup aman dipakai ke kantor atau kuliah (buat mahasiswa yang suka dandan).

wardah pink orchid-swatch

Overall, menurut saya lipstik ini punya kualitas yang oke. Bagus, tapi nggak bagus atau wah banget. Dengan harga sekitar Rp30.000 an, jelas ini lipstik dengan kualitas bagus yang harganya terjangkau.

Tapi karena warnanya menurut saya nggak unik, saya kasih nilai 7,5/10 saja.

ColourPop Ultra Matte Liquid Lipstick (Review): Bumble, Cheap Thrills, Bad Habit

There’s just so many liquid lipsticks out there…. Merek lipstik juga, kok, rasanya makin banyak ya. Toko-toko di Instagram makin berjamur, semuanya menawarkan beragam macam lipstik, liquid lipstick, lip tint, dan apalah segala segala macam makeup yang membuat hati ini lemah ingin berbelanja (hehehe..)

Makanya jangan heran kalau blog saya sebagian besar isinya review soal lipstik. Ini semua karena saya punya banyak banget. Dari yang tadinya cuma satu, jadi lima, sepuluh, dua puluh, dan sekarang sudah tidak terhitung lagi.

Orang-orang terdekat saya selalu bingung. Buat apa, sih, lipstik sebanyak itu? Emangnya buat dimakan? Daripada mubazir (kalau misalnya lipstiknya nggak sampai habis terpakai) jadilah hobi belanja lipstik saya kombinasikan dengan hobi menulis, yang hasilnya review di blog ini… (Ih, panjang banget ya pembukaannya).

Langsung saja, deh, cerita soal si ColourPop Cosmetics ini. Sebenarnya sudah sejak lama saya naksir dengan produk Lippie Stix dari mereka. Warnanya beragam dan harganya tergolong murah, kurang dari $10 di US. Tapi saya akhirnya baru mulai belanja produk mereka belum lama ini. Itu pun produk yang saya beli adalah Ultra Matte Lip, liquid lipstik jenis matte (mereka juga punya yang jenisnya satin).

colourpop ultra matte 3

Warnanya macam-macam banget dan kayaknya mereka terus update warna, yang bikin saya bingung mau milih yang mana. Akhirnya saya pilih tiga warna, yaitu Bumble (yang katanya, sih, warna best seller), Cheap Thrills (hanya karena saya lagi suka lagunya Sia feat. Sean Paul berjudul sama), dan Bad Habit (mungkin ini karena saya merasa belanja lipstik adalah ‘kebiasaan buruk’ saya, hihi).

colourpop ultra matte 2

Bumble didefinisikan sebagai “dusty warm terracota“. Awalnya saya nggak yakin dengan warna ini, tapi setelah dipakai saya jadi tahu kenapa warna ini jadi best seller. Di kulit saya, warna ini bagus banget. Kayaknya, sih, di setiap orang tampilannya pun bisa terlihat berbeda, but I think this colour will make your skintone look warmer. I love love love it…

Cheap Thrills didefinisikan sebagai “dusty lilac“. Saya melihatnya sebagai dusty lavender. Saya pilih warna ini karena unik dan saya pernah lihat ada YouTube vlogger yang pakai hasilnya bagus banget. Pas saya pakaiiiii… kok warnanya jadi abu-abu??? huhuhu… Akhirnya saya akalin dengan memakai lip liner warna pink-keunguan. Hasilnya mendingan, sih, tapi saya masih belum berani untuk pakai sehari-hari (pakainya di kamar sambil selfie).

Bad Habit didefinisikan sebagai “dusty mauve pink“. Kalau di bibir saya, warnanya malah jadi warna berry. I don’t know.. mungkin saya juga kurang pandai mendefinisikan warna. Tapi warna ini baguuuss juga, kok, dan bikin wajah saya terlihat makin cerah.

colourpop ultra matte 4
Swatches: ColourPop Bumble, Cheap Thrills, Bad Habit
colourpop ultra matte bumble
ColourPop Ultra Matte Lip – Bumble on my lips
Oke, sekarang bicara soal formula. Menurut saya, formulanya oke, hasilnya benar-benar matte tapi nggak flaky. Saya memang memakai lip balm dulu sebelum pakai liquid lipstick ini, jadi sepanjang hari rasanya nyaman banget. Warnanya juga tahan lama, saya pernah pakai lebih dari lima jam dan setelah makan-minum, warnanya masih ada. Memang kalau makan yang berminyak, warna di bibir bagian dalam akan sedikit memudar.

Overall, saya suka dengan produk ini. Saya kasih nilai 9/10 untuk pilihan warna yang beragam, formula yang nyaman, tahan lama, pigmentasi bagus, dan harga terjangkau. I love ColourPop!

Sariayu Duo Lip Color 07: Beautiful Peachy Brown

Lagi iseng-iseng masuk ke toko Sariayu Martha Tilaar, saya jadi tertarik mencoba beberapa lipstik. Tahu sendiri, deh, saya nggak bisa yang namanya ke mall nggak mampir ke counter kosmetik dan oles-oles lipstik di tangan, hehe.. Suprisingly, warna-warnanya beragam dan cantik-cantik.

Sebenarnya, menurut saya Sariayu merupakan produk lokal yang memiliki kualitas bagus. Saya masih ingat, kok, pertama kali saya berkenalan dengan lipstik itu saat SMP atau SMA, saya pakai lipstik merek Belia, keluaran dari Martha Tilaar juga.

Martha Tilaar sendiri punya beberapa brand dengan segmentasi yang beda-beda. Misalnya, PAC harganya sedikit mahal dan memang cocok buat mereka yang profesinya makeup artist, atau Sariayu yang harganya lebih terjangkau, dan ada Caring Colours juga yang produk makeup-nya juga punya kandung skincare. Saya juga dulu pernah pakai bedaknya, kalau nggak salah zaman masih kuliah dan awal-awal kerja dulu.

Nggak cuma makeup tentunya, karena berbagai macam produk kecantikan dan perawatan kulit juga ada di sini. Pokoknya lengkap banget.

Nah, setelah melihat deretan lipstik dengan warna-warna cantik dan packaging yang menarik itu, saya berniat membeli lipstik dari seri Reog, tapi ternyata kosong.. huhu.

Akhirnya, si mbak di toko Sariayu menyarankan koleksi terbaru Sariayu Duo Lip Color yang diambil dari Seri Krakatau trend 2016. Saya sebenarnya sudah sering mendengar tentang produk ini dari beberapa beauty blogger, tapi nggak terlalu tertarik karena saya lihat warnanya mirip-mirip.

Saya coba warna DLC 08 dan DLC 07, tapi akhirnya pilihan saya jatuh ke DLC 07. Sayangnya, di toko Sariayu itu lampunya berwarna kuning, jadi saya kurang jelas melihat warna apa sebenarnya si DLC 07 ini. Setelah akhirnya ke luar ruangan, barulah saya sadar DLC 07 itu adalah warna peachy brown yang natural alias bisa dipakai sehari-hari.

sariayu duo lip color 07 - swatch
Sariayu Duo Lip Color 07 on my lips
Warnanya pun cocok banget sama warna kulit saya, bahkan sepertinya bisa juga masuk ke daftar lipstik MLBB (my lips but better) saya. Iyalah ya, salah satu kelebihan produk lokal pastinya pilihan warnanya pun bakal cocok sama kulit perempuan Indonesia yang cenderung kecokelatan dengan yellow undertone.

Oh iya, Sariayu Duo Lip Color ini punya dua sisi berbeda. Satu matte dan yang satu lagi glossy. Untuk bagian matte-nya, teksturnya nyaman banget di bibir, pigmentasinya juga bagus, dan cukup tahan lama. Setelah makan memang agak memudar, tapi stain-nya masih cukup jelas, kok. Jadi menurut saya, produk lipstik ini pantas untuk direkomendasikan.

Sedangkan yang glossy, kayaknya sih bakal jarang saya pakai. Tapi lumayan juga, karena kalau bibir terasa agak kering, cukup disapukan tipis-tipis saja, jadi bibirnya terasa lembap lagi, tanpa terlihat terlalu glossy.

Hanya saja, ada hal yang saya kurang suka, sih. Kebanyakan produk lipstik Sariayu (termasuk duo lip color ini) hanya menuliskan nomor saja di packagingnya. Padahal, kan, nama warna lebih mudah diingat.

Terus, saya juga baca beberapa review yang komplain dengan packaging plastik di produk ini. Kalau plastiknya dilepas, tulisan Matte dan Glossy-nya pun hilang. Untungnya, sebelum saya keluar dari toko Sariayu itu, si mbaknya mengingatkan, nanti tube-nya diputar saja, plastiknya jangan dicopot. Ahh.. ternyata itu maksud dia, supaya tulisan Matte dan Glossy-nya tidak ikut terkelupas. Repot juga, kan, kalau nanti kita mau pakai yang matte, eh… tau-taunya malah glossy.

Saya beli produk ini seharga Rp79.000. Sebenarnya, harga aslinya di toko Rp99.000, tapi tadi sedang diskon. Yippee…

Untuk produk Sariayu Duo Lip Color ini saya beri nilai 8/10, karena tekstur, pilihan warna, dan pigmentasinya bagus, ditambah harganya yang di bawah Rp100.000.

 

Urban Decay Opens Its First Flagship Store in Indonesia (Also Some Reviews on The Matte Revolution Lipsticks)

urban decay indonesia
Urban Decay store at Kota Kasablanka, Jakarta
Kamis malam beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saya mendapat email yang mengundang saya untuk datang ke acara pembukaan toko Urban Decay pertama di Indonesia. Whaaattt??? Akhirnya Urban Decay masuk juga ke Indonesia. Brand asal Amerika ini merupakan salah satu brand yang saya harapkan masuk ke sini. Saya sendiri suka banget dengan produk eyeliner, lip pencil, dan tentu saja eyeshadow palette UD yang paling terkenal, yaitu seri Naked Palette. Kebetulan saya cuma punya Naked 3, yang nuansanya warnanya rose gold.

Anehnya (iya.. anehnya) saya tidak punya satu pun lipstik Urban Decay. Sebenarnya, karena saya belum menemukan warna yang sreg di hati (hehe..). Selain itu, dulu Urban Decay hanya punya lipstik jenis cream, tapi sekarang sudah ada yang matte (bahkan Urban Decay baru-baru ini meluncurkan 100 warna baru, yang belum di ada di Indonesia tentunya).

Nah, ketika Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (which is one of my favorite artist and style icon), saya pun menitip kakak saya di US untuk dibelikan salah satu lipstik kolaborasinya. Tapi karena kakak saya baru akan ke Jakarta Juli nanti, jadi ya.. lipstiknya belum ada di tangan saya.

Jadi, kembali lagi ke toko Urban Decay pertama di Jakarta, Indonesia. Ternyata toko ini terletak di Kota Kasablanka, yang kebetulan sangat dekat dengan tempat saya tinggal (yippee). Saya pikir, tadinya Urban Decay ini akan gabung bersama Sephora, ternyata dia malah punya toko sendiri–huwooww.

Setelah merayu-rayu Yudo untuk mentraktir saya lipstik (hehe) akhirnya weekend kemarin saya menyempatkan diri ke sana.

Tokonya memang nggak terlalu besar, tapi lumayan laahh. Apalagi koleksi andalan Urban Decay ternyata cukup lengkap, mulai dari eyeshadow palette seri Naked 1,2,3 hingga Smoky, eyeliner, lip liner, eyeshadow primer, setting spray, Urban Decay x Gwen Stefani, hingga koleksi lipstik matte revolution.

Karena saya pencinta lipstik (dan belum pernah punya lipstik keluaran Urban Decay) jadilah saya memilih-milih warna lipstik yang kira-kira menarik. Seperti biasa kalau datang ke counter kosmetik, tangan saya habis dicorat-coret berbagai warna lipstik.

Setelah mencoba beberapa warna lipstik UD x Gwen, saya tidak menemukan yang saya sukai. (Yang saya suka sebenarnya warna Rock Steady, tapi itu sudah dibeliin sama Teteh). Akhirnya, saya mencoba beberapa warna lipstik seri Matte Revolution.

Seri yang satu ini disebut juga comfort matte, karena tekstur matte-nya memang sangat nyaman, creamy, mudah dioleskan ke bibir, dan nggak terasa kering.

Ada sembilan warna untuk seri ini, yaitu Stark Naked (nude), 1993 (brown), Bittersweet (ungu), Menace (fuchsia), Bad Blood (deep red), Tilt (orange), Blackmail (berry gelap cenderung hitam), After Dark (berry pink), dan Temper (orange-red).

urbandecay 1993 after dark
Urban Decay Matte Revolution Lipstick: After Dark & 1993
Saya langsung tertarik dengan 1993, karena memang lipstik warna cokelat yang pernah tren di era 90s sekarang kembali lagi. Warna cokelatnya tidak nude, tidak juga terlalu gelap. Malah kalau di bibir saya (yang kebetulan agak gelap di pinggir) warnanya seperti darker nude. Warna cokelatnya hampir mirip dengan MAC Whirl, tapi 1993 lebih cokelat–and I love it!

Setelahnya, saya coba Menace, tapi entah kenapa formulanya terasa berbeda dibanding lipstik yang lainnya. Menace terasa kering di bibir dan susah dipulaskan, teksturnya mirip dengan tektur lipstik Retro Matte dari MAC.

urban decay after dark
Urban Decay – After Dark

urban decay 1993
Urban Decay 1993
Kemudian saya coba After Dark. Dari beberapa review yang saya baca, warna ini banyak jadi pilihan (selain tentu saja 1993). Saya pikir warnanya berry pink dengan tone yang agak merah, ternyata di bibir saya malah jadi ungu gelap yang bagus banget. Mungkin karena lipstik ini juga unik, ada warna violet iridescent, sehingga saat dipakai di bibir yang gelap seperti saya, warnanya jadi lebih ke ungu, ketimbang berry pink.

urban decay 1993, after dark, swatch
Urban Decay 1993 & After Dark (swatches on my hand)

Urban Decay 1993, After Dark, swatch on my lips
Urban Decay 1993 & After Dark (on my lips)
Akhirnya, saya belilah dua lipstik itu (eh, Yudo yang beliin sih, hehe). Di toko harga retailnya Rp330.000, sementara kalau di US harganya sekitar US$22, jadi yaa lebih pasti mahalan beli di Jakarta.

Menurut saya, Matte Revolution ini memang seri lipstik yang memang nyaman di bibir. Untuk 1993, warnanya tidak terlalu tahan lama, mungkin sekitar 4-5 jam. Setelah makan yang berminyak, warnanya mulai pudar terutama di bagian dalam bibir. Warna After Dark agak bertahan lama, karena meski setelah makan masih ada stain di bibir. Namun untuk pemakaian kembali nggak akan bikin bibir kering.

Untuk lipstik ini saya beri nilai 9/10, karena saya suka packaging, formula, dan warnanya, tapi saya  mengharapkan rangkaian warna yang lebih banyak lagi.

Ssstt.. setelah saya tanya-tanya dengan penjaga tokonya, Urban Decay Vice Lipstick (seri terbaru yang punya 100 warna dan 6 formula itu) bakal tersedia di toko pada bulan Juli nanti setelah Lebaran. Asyiiikk…habis dapat salam tempel bisa langsung belanja 🙂

 

Maybelline Vivid Matte Liquid Lipstick (Review)

Hari ini, seorang reporter memberi saya produk liquid lipstick dari Maybelline–yeay! Saya, sih, tidak pernah menolak beauty product gratis, hehe. Bicara soal liquid lipstick, setiap brand kosmetik sepertinya memang berlomba-lomba meluncurkan produk itu. Ada yang mengklaim tahan lama, tidak bikin bibir kering, hingga yang teksturnya velvety alias lembut.

Nah, kalau saya browsing soal Maybelline Vivid Matte ini, kok, sepertinya di beberapa negara lain bentuk botolnya beda ya, warnanya juga beda.

Saya mendapat warna MAT 10. Sejujurnya, saya paling tidak suka produk lipstik yang tidak punya nama dan cuma ada angka, karena kadang bisa bikin kita lupa dan tidak memberi gambaran tentang warnanya tuh seperti apa..

maybelline vivid matte mat 10

Kalau dilihat di tube, warnanya merah gelap, tapi ketika disapukan warnanya true red. Blue based red, sepertinya. Ketika disapukan dan didiamkan beberapa saat, lipstik ini tidak berubah menjadi matte, tidak seperti liquid lipstick lainnya.

Makanya untuk tampilan agak matte, saya tempel dulu bibir saya di tisu. Setelah beberapa jam, warnanya memang nempel terus di bibir. Bisa jadi karena warnanya yang juga cukup bold.

maybelline vivid matte mat 10 swatch
Foto Kiri: tampilan setelah diaplikasikan, Foto Kanan: setelah diserap oleh tisu
Soal tekstur, saya sebenarnya kurang suka. Memang, sih, nyaman, tapi tetap tidak terasa matte, karena masih nempel-nempel di gelas kalau saya minum atau di sendok kalau saya makan. Selain itu, aplikatornya juga membuat pengaplikasian jadi agak sulit, berbeda dengan lipstik cair dari brand kosmetik lainnya.

Bicara tentang warna, menurut saya juga warnanya so..so. Maksudnya, tidak ada yang istimewa dan warna serupa bisa ditemukan di brand lain. Itu dia mengapa saya tidak pernah tertarik untuk membeli lipstik cair ini di counter, jadi beruntung dikasih, hehe.

Secara keseluruhan, saya kasih nilai 6/10 saja, karena jujur saja saya kurang terkesan. Padahal Maybelline merupakan salah satu brand kosmetik favorit, karena punya banyak produk yang oke dengan harga terjangkau. Sayangnya, produk-produk yang dapat review bagus justru tidak tersedia di Indonesia, huhu..