Rouge Dior Lipstick Review: Classic Matte & Mysterious Matte

Halo.. sepertinya sudah lama saya tidak mengulas seputar lipstik. Masih banyak lipstik yang ingin saya review, tapi kadang-kadang belum mood untuk menulis atau tidak sempat (kayak sibuk aja, hehe..).

Kali ini saya akan mengulas lipstik matte keluaran Dior. Sama seperti Chanel, YSL, dan sebagainya, merek yang satu ini memang tergolong high-end. Kosmetik Dior dan produk kecantikannya juga sebenarnya sudah ada sejak lama.

rouge dior lipstick (7)

Saya masih ingat dulu waktu saya masih kecil, ibu saya sering memakai kosmetik keluaran merek tersebut. Tapi kemudian namanya seperti meredup (atau mungkin di Jakarta saja yang tidak ada ya, I don’t know). Begitu kosmetik (khususnya lipstik menjadi makin tren), muncul lagi deh koleksi Dior dan tentu produknya pun lebih beragam.

Waktu di Jakarta, saya nggak begitu tertarik untuk membeli lipstik Dior. Alasannya, tentu karena mahal dan saya merasa pilihan warnanya kurang menarik (beda dengan YSL yang sepertinya punya pilihan warna lipstik yang berbeda). Tapi begitu di Wina, saya memiliki “privilege” untuk membeli lipstik ini dengan harga miring di bawah harga retail (tenang saja, barangnya asli, kok, bukan KW or replika).

Jadilah saya membeli dua lipstik jenis matte dari Dior ini. Kenapa jenis matte? Karena memang saya paling suka lipstik jenis matte dibanding jenis creamy apalagi glossy. Alasan kedua, karena ketika saya beli, produk tersebut tergolong baru.

Ada dua warna yang menjadi pilihan saya, yaitu No. 772 Classic Matte dan No. 897 Mysterious Matte.

Classic Matte merupakan warna “rosy pink” yang natural. Ini merupakan warna universal yang menurut saya bisa dipakai oleh siapa saja, apa pun warna kulit mereka. Saya pun sudah beberapa kali merekomendasikan warna lipstik ini ke beberapa teman saya.. and they all love it! Ada teman saya merasa warna lipstik ini lebih ke cokelat, namun di bibir saya warnanya lebih cenderung pink.

rouge dior lipstick classic matte
Rouge Dior Lipstick No. 772 Classic Matte

Mysterious Matte merupakan warna “berry pink” yang juga cocok untuk siapa saja. Bagi saya yang memiliki warna kecokelatan, warna ini membuat penampilan wajah saya lebih segar (karena saya nggak suka dengan lipstik yang justru membuat wajah saya tampak kusam).

rouge dior lipstick mysterious matte
Rouge Dior Lipstick No. 897 Mysterios Matte

Untuk formulanya, saya lebih suka formula lipstik Dior ini ketimbang Chanel, yang menurut saya setelah dipakai beberapa lama akan terasa kering. Lipstik matte Dior ini memiliki tekstur matte yang nyaman dan nggak bikin bibir kering. Warnanya pun cukup tahan lama, sekitar 5-6 jam warnanya masih melekat di bibir.

Jika dilihat dari packaging-nya, menurut saya koleksi Rouge Dior Lipstick ini cenderung biasa, jika dibandingkan dengan lipstik high-end lainnya. But then again, yang penting kan isinya bukan cuma kemasannya.

Secara keseluruhan saya beri nilai lipstik ini: 9/10.

(PS: Di foto swatch lipstik ini saya memberi watermark @bluestellar_ yang merupakan akun Instagram baru saya, yang isinya tentang lipstik, lipstik, dan lipstik 😀 akun ini sekaligus jadi pengingat buat saya, kalau saya sudah punya beberapa lipstik dengan warna serupa dan mungkin bisa menjadi referensi buat siapa saja yang mau beli lipstik warna tertentu. Silakan dicek jika tertarik).

Best of the Haute Couture Spring/Summer 2015

Pekan busana couture atau Paris Haute Couture Fashion Week baru saja usai digelar. Pekan mode yang berlangsung sejak Minggu, 25 Januari 2015 hingga Kamis, 29 Januari 2015 itu menghadirkan koleksi dari sejumlah desainer papan atas.

Berbeda dengan koleksi busana ready-to-wear, koleksi busana haute couture merupakan tipe busana high-end yang mengedepankan detail rumit. Jahitan tangan dan penggunaan bahan yang eksklusif juga merupakan ciri dari busana ini.

Berikut ini adalah tujuh koleksi terbaik di peragaan busana haute couture yang digelar di Paris, Prancis, musim Spring Summer 2015.

1. Armani Prive

Armani Prive - haute couture Spring/Summer 2015
Armani Prive – haute couture Spring/Summer 2015

Desainer Giorgio Armani kembali menampilkan keahliannya dalam merancang busana yang kaya akan detail. Bambu, yang menjadi inspirasi koleksi ini, hadir dalam motif, model celana, ikat pinggang obi, lengan kimono, hingga deretan gaun cantik.

Koleksi gaunnya sangat elegan dengan permainan detail manik-manik yang lembut. Sementara model plunging necklines atau belahan dada yang rendah, menambah kesan seksi dalam koleksinya.

Bisa dipastikan, koleksi Armani Prive ini akan menjadi favorit para selebriti untuk dipakai di ajang karpet merah.

2. Atelier Versace

Versace - haute couture Spring/Summer 2015
Versace – haute couture Spring/Summer 2015

Donatella Versace mendapat kehormatan untuk membuka pekan mode couture tahun ini. Rancangannya pun meneriakkan kesan seksi, yang merupakan ciri khas rumah mode asal Italia tersebut.

Versace menampilkan gaun dengan potongan pas badan, yang memiliki detail cut out atau panel dengan garis meliuk berbahan transparan.

Lekukan tubuh tampaknya menjadi fokus pada koleksi Versace kali ini. Tak hanya itu, karena peragaan busana tersebut juga membawa kembali beberapa model senior, seperti Amber Valetta dan Eva Herzigova, yang membuktikan tubuh seksi bisa dimiliki wanita segala usia.

3. Elie Saab

Elie Saab - haute couture Spring/Summer 2015
Elie Saab – haute couture Spring/Summer 2015

Desainer asal Lebanon, Elie Saab, membawa keindahan negeri dongeng dalam koleksi busana couture-nya. Desain gaun panjang tampak begitu lembut dengan pemakaian kain halus dan transparan.

Motif-motif bunga tampak seperti lukisan di atas kain dan memberikan kesan feminin nan elegan. Detail embroidery juga menjadi kekuatan koleksi ini, yang hadir dalam model gaun panjang hingga gaun pendek dengan model A-line.

Elie Saab merupakan salah seorang couturier (desainer couture) yang konsisten dalam merancang busananya. Maka tak heran, koleksi busananya juga sangat sering menjadi pilihan selebriti di karpet merah.

Detail manik-manik, embroidery, dan renda berpadu dengan gaun bermodel feminin yang menonjolkan keindahan wanita, merupakan ciri khasnya.

4. Dior

Dior - haute couture Spring/Summer 2015
Dior – haute couture Spring/Summer 2015

Raf Simons dari rumah mode Dior terus-menerus menampilkan inovasi dalam setiap rancangannya. Desainer asal Belgia itu mampu mengubah citra Dior menjadi lebih trendi, edgy, namun tetap mengedepankan kesan mewah.

Dalam rancangan couture-nya kali ini, Raf menghadirkan inspirasi dari berbagai perpaduan gaya 1950-an dan 1960-an. Koleksinya terdiri dari mini dress yang dihiasi manik-mani, ada pula gaun floral dengan model busana mengembang, serta koleksi bodysuit dalam motif psychedelic.

Warna-warna cerah, seperti hijau, kuning, pink, merah, tampak bercampur dengan aneka motif menarik. Selain busana yang tampak trendi, Raf juga menghadirkan deretan sepatu boots kulit berbagai model dengan model hak transparan yang unik.

5. Chanel

Chanel - haute couture Spring/Summer 2015
Chanel – haute couture Spring/Summer 2015

Karl Lagerfeld tak pernah tanggung-tanggung dalam menggelar peragaan busana. Kali ini, dia mengubah Grand Palais Paris menjadi sebuah taman bunga di musim dingin.

Bunga juga tampaknya menjadi inspirasi Lagerfeld untuk rumah mode Chanel. Masih dengan ciri khasnya menampilkan bahan tweed, koleksinya kali ini juga dihiasi aplikasi bunga dalam beragam warna terang.

Busana model crop top juga terlihat mendominasi koleksi Chanel. Tidak hanya berbentuk blus crop top, karena hadir pula jaket dan bolero yang dipadukan dengan rok berbahan tweed.

6. Valentino

Valentino - haute couture Spring/Summer 2015
Valentino – haute couture Spring/Summer 2015

Romantisme tampaknya menjadi inspirasi duo desainer Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli untuk rumah mode Valentino.

Kedua desainer itu menampilkan koleksi gaun panjang dengan detail sulaman tradisional yang terkesan antik. Ada pula scarf dress berbahan sutra, gaun biru berbahan tulle yang berhiaskan glitter, hingga gaun berbahan beludru yang mewah.

Glamor selalu menjadi ciri khas Valentino. Namun kesan itu kemudian berpadu dengan kelembutan dan keanggunan wanita. Penggunaan bahan yang lembut dan terkesan melayang, tampaknya mengambil inspirasi dari perasaan jatuh cinta yang bisa membuat siapa saja merasa ‘terbang’.

7. Giambattista Valli

Giambattista Valli – haute couture Spring/Summer 2015

Gaun-gaun cantik dan feminin dengan bahan tulle yang ditumpuk-tumpuk menjadi fokus utama rancangan Giambattista Valli.

Desainer asal Italia itu rupanya menggabungkan inspirasi dari dua ikon fashion yang berseberang, yaitu Coco Chanel dan Janis Joplin.

Pengaruh desain Coco Chanel direpresentasikan lewat jaket kecil warna hitam, sementara semangat Janis hadir lewat permainan layer pada koleksi dress cocktail yang dipadankan dengan celana panjang.

Koleksi ini juga kaya akan kesan edgy yang elegan, yang merupakan ciri khas Valli. Detail ruffle pada bahu, kerah Victoria yang anggun, serta rok bervolume tampak berpadu dengan cape berbahan bulu atau mantel dengan aplikasi bunga.

Sumber artikel: Lifestyle.bisnis.com

Sumber foto: Reuters