YSL Tatouage Couture Liquid Matte Lip Stain Review

Halo, saya kembali lagi dengan review lipstik. Kali ini saya akan mengulas tentang lipstik terbaru keluaran YSL (Yves Saint Laurent), salah satu merek kosmetik high-end favorit saya.

Dari dulu saya memang selalu suka dengan produk-produk lipstik keluaran YSL. Alasannya, mereka punya formula yang nyaman banget di bibir, pilihan warnanya pun bagus-bagus, meski range warnanya nggak sebanyak MAC, tetap saja mereka punya pilihan warna yang oke banget.

Nah, sekarang mereka mengeluarkan liquid lipstick yang mereka sebut liquid matte lip stain atau nama panjangnya YSL Tatouage Couture Liquid Matte Lip Stain.

YSL Tatouage Couture Lip Stain (3)

Deskripsi produk ini di situsnya:

A lightweight lip stain with a revolutionary formula for ultra-matte, high impact color and a lightweight, naked-lip feel.

This formula gives lips matte tattoo-like color that is lightweight and non-drying, making it ultra-comfortable to wear. The high-pigment color dries instantly, stays fresh, and moves with your lips for up to eight hours of wear. The exclusive liner-like applicator allows for precision outlining and filling in—creating perfectly defined lips every time. The color never feathers or spills over the lip line.

Tekstur matte-nya memang beda dengan liquid lipstick kebanyakan, karena terasa “satin” alias lembut dan nyaman di bibir, meski begitu warnanya tahan lama (banget!).

Ada dua warna yang saya miliki (padahal ada beberapa warna yang saya taksir, hehe). Saya memilih warna No. 8 Black Red Code dan No. 19 Fuchsia Intime.

Black Red Code didefinisikan sebagai warna “deep burgundy“. Saat mencoba beberapa warna, saya jatuh cinta dengan warna merah gelap ini, yang secara instan bikin wajah saya tampak lebih cerah. (Memang buat orang-orang yang kulitnya agak cokelat seperti saya, lebih baik pakai warna yang “bold” supaya kulit tidak terlihat kusam).

YSL Tatouage Black Red Code

Fuchsia Intime didefinisikan sebagai warna “true fuchsia“. If you read my blog, than you know that I have a soft spot for fuchsia lipstick and that I have several fuchsia lipstick from YSL. (Read this and this) Makanya ketika mencoba warna ini, saya pikir, “Aduh, saya sudah punya terlalu banyak warna fuchsia.” Tapi di sisi lain, “Aduh, warna ini bagussss banget di kulit saya.” Dan akhirnya saya beli lah warna ini, hahaha…

YSL Tatouage Fuchsia Intime

Ada beberapa kelebihan dari liquid lipstick ini. Pertama, formulanya yang unik dan nyaman di bibir. Teksturnya memang cair banget, jadi saat pertama diaplikasikan tampak glossy di bibir. Setelah beberapa menit, tampilannya berubah menjadi satin-matte. Memang, sih, masih agak transfer (saat makan dan minum), tapi warnanya menjadi stain di bibir dan benar, mirip seperti tato.

Kedua, aplikatornya yang berbeda dengan aplikator liquid lipstick kebanyakan. Bentuk aplikator ini memudahkan pengaplikasian lipstik di bibir dan sesuai dengan teksturnya yang cair.

YSL Tatouage Couture Lip Stain (2)

Kelemahannya, tentu saja harganya yang mahal. Di sini, kisaran harganya antara €34-35, tergantung beli di mana.

Untuk yang suka koleksi, bolehlah coba liquid lipstick yang satu ini. Saya memberi nilai 9/10 untuk liquid lipstick keluaran YSL ini.

 

 

Advertisements

Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick – Mother & Lolita II (Review & Swatches)

Saya sebenarnya agak telat berkenalan dengan liquid lipstick dari Kat Von D ini. Awalnya, saya agak skeptis, sih, meskipun banyak juga yang memuji liquid lipstick ini. Saya pikir, ah palingan sama saja seperti liquid lipstick lainnya. Ternyata saya salah….

Rangkaian liquid lipstick dari Kat Von D ini sebenarnya punya banyak pilihan warna (sampai saya bingung mau pilih yang mana). Akhirnya saya pilih warna Mother dan Lolita II.

kat von d mother lolita ii

Mother dideskripsikan sebagai “dusty mauve pink“, namun saya melihatnya sebagai warna “cool pink” yang tidak tergolong terang, tapi juga bukan warna pucat. Jadi pink-nya berada di tengah-tengah dan menurut saya, tipe warna seperti ini yang bisa membuat kita terlihat “dandan” namun tidak berlebihan.

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (5)

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (4)
Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick – Mother

What I love about this color is…. I don’t have the same color in my collection. Padahal saya punya banyaaaaak banget lipstik pink, tapi ternyata tidak ada warna yang benar-benar mirip dengan warna Mother ini. So, I’m happy with my choice!

Sementara warna Lolita II dideskripsikan sebagai warna “terracotta nude“. Awalnya saya pikir warna ini akan tampak nude di bibir saya, tapi ternyata nggak sama sekali. Pas banget, memang warna ini yang saya cari-cari dan belum ada di koleksi saya. Warnanya juga cocok banget di kulit saya yang agak kecokelatan.

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (6)

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (3)
Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick – Lolita II

Selain pilihan warnanya yang banyak, ada beberapa hal yang saya suka dari liquid lipstick ini. Pertama, formulanya yang nyaman di bibir. Teksturnya agak cair dan setelah diaplikasikan di bibir akan terlihat sangat matte. Meski begitu, bibir saya tidak terasa kering (tapi tetap, ya, harus banget pakai lip balm sebelum pakai lipstik ini).

Kedua, liquid lipstick ini juga tahan lama. Setelah 6 jam dan makan-minum, warnanya memang agak memudar, namun stain-nya tetap ada. Hal terpenting lainnya, setelah warnanya agak pudar, pengaplikasian ulangnya pun tetap nyaman dan nggak bikin terasa kering.

Sayangnya, Kat Von D ini tidak ada di Austria (hiks!). Jadi saya harus ke Sephora di Praha untuk membelinya. Harganya sekitar €20, yang menurut saya cukup oke dengan kualitas lipstik seperti itu.

Untuk liquid lipstick ini, saya beri nilai 9/10.

kat von d liquid lipstick mother lolita ii (2)

 

*For more swatches, head on to my second Instagram account @bluestellar_

My Current Skincare Routine

Sudah sejak lama sebenarnya saya mau sharing seputar produk perawatan kulit yang saya pakai. Dulu, saya nggak pernah mau gonta-ganti produk. Setia banget sama 3-step skincare dari Clinique. Namun sejak di Wina, saya jadi penasaran mencoba berbagai macam produk, mulai dari produk drugstore hingga yang high-end (alias agak mahal).

Oke, langsung saja ya, saya cerita beberapa produk perawatan kulit (khususnya wajah) yang sedang saya pakai saat ini.

skincare routine andhina (1)

Neutrogena Hydro Boost Cleanser Water Gel

Pertama kali sampai di Wina akhir Agustus 2016 lalu, saya langsung membeli produk pembersih wajah Neutrogena (tapi beda jenis dengan yang ini.. namanya saya lupa). Saya sudah tahu soal brand Neutrogena ini memang punya banyak macam-macam produk perawatan kulit yang berkualitas, meski dijual di drugstore. Jangan salah, drugstore itu memang gudangnya macam-macam perawatan kulit yang bagus dengan harga terjangkau.

Nah, setelah pembersih itu habis, saya beli produk terbaru Neutrogena yang ini, deh, dari seri Hydro Boost yang katanya cocok untuk kulit kering. Karena kulit saya cenderung kering dan saya ingin mencari pembersih yang nggak bikin kulit terasa makin kering, saya pilih Hydro Boost Cleanser Water Gel ini.

What I love about this product adalah… kulit saya terasa bersih sesudah memakainya, tapi nggak terkesan kesat atau kulit terasa ditarik. Benar-benar nyaman dipakainya dan tidak menimbulkan iritasi. Saya biasanya hanya menggunakan sedikit saja (satu kali pump) dan itu sudah cukup untuk membersihkan wajah serta bagian leher.

Clinique Pep-start Hydrorush Moisturizer SPF 20

Saya memilih pelembap yang satu ini, karena memiliki kandungan SPF 20. Saat Summer seperti sekarang ini, Wina memang panas banget dan matahari juga cukup terik. Karena saya malas memakai moisturizer dan sunscreen secara terpisah, saya lebih memilih moisturizer yang mengandung SPF seperti punya Clinique ini.

Janjinya, moisturizer ini menjaga kelembapan kulit sepanjang hari. Memang, sih, saya merasa kulit saya tetap lembap dan saya juga nyaman memakainya. Tidak ada masalah iritasi atau jerawat. Jadi buat mereka yang suka pelembap yang praktis, saya sarankan pakai Clinique Pep-start Hydrorush ini. Sebenarnya ada beberapa jenis produk dari rangkaian Clinique Pep-start, termasuk pembersih dan primer. Namun bagi saya, produk yang menarik perhatian hanya si moisturizer ini.

Lancome Hydra Zen Nuit

Pakai pelembap di siang hari saja nggak cukup. Saat malam hari, ketika tubuh beristirahat dan kulit berregenerasi, kita juga perlu krim malam. Sebenarnya saya sudah lama memakai krim malam dari Lancome ini. Bahkan krim ini sangat membantu kulit saya sepanjang Winter kemarin (di mana kulit terasa sangat kering).

Saya suka banget efek dingin saat memakai krim ini dan sangat melembapkan tanpa membuat kulit terlihat berminyak. Saat pagi hari, kulit terasa lebih segar dan tetap lembap. Sayangnya, krim ini sudah hampir habis (hiks). Mungkin saya akan membelinya lagi nanti, tapi setelah habis saya ingin coba produk krim malam lainnya dulu.

L’Occitane Immortelle Precious Serum

Di usia kepala 3 seperti saya, kayaknya penting banget masukin serum ke dalam rangkaian perawatan kulit sehari-hari. Masalah kulit saya semakin banyak saja, sepertinya, mulai dari garis keriput tipis, noda hitam di pipi, warna nggak merata, dan kering.

Saya pilih serum ini karena punya kandungan anti-aging yang sudah dipatenkan, yaitu ekstrak bunga Immortelle, yang dikenal sebagai bunga yang kekal, bahkan setelah dikeringkan warna dan bentuknya tetap sama. Minyak yang diekstrak dari bunga tersebut juga katanya memiliki kandungan anti-radikal bebas dan anti-kerut.

Saya suka dengan serum ini yang mudah banget meresap ke dalam kulit dan membuat kulit terasa lebih lembap. Sayangnya, baru sekitar beberapa bulan memakainya, Alanna menumpahkan hampir semua isi serum tersebut (huhuhu). Jadi sekarang sedang saya hemat-hemat pemakaiannya, sampai saya membeli serum yang baru.

Origins Ginzing Refreshing Eye Cream

Masalah lingkaran hitam pada mata kayaknya hampir dimiliki semua orang, termasuk saya. Makanya, saya juga memasukkan produk krim mata ke dalam perawatan kulit sehari-hari saya.

Saat Winter kemarin, kulit di area mata saya sempat terasa kering dan perih. Mungkin karena setiap habis cuci muka, saya selalu melewatkan pemberian pelembap di area mata. Saya sempat coba beberapa produk krim mata, tapi akhirnya malah terasa perih. Akhirnya, saya menemukan salah satu remedy paling pas, yaitu Vaseline Petroleum Jelly, yang saya oleskan tipis-tipis di area mata. Setelah rasa perihnya hilang, saya pakai krim mata dari Biotherm yang punya efek mendinginkan.

Setelah krim dari Biotherm itu habis, saya beralih ke krim mata milik Origins ini. Saya tertarik karena krim ini menawarkan efek mencerahkan dan mengempiskan kantung mata. Kandungannya terdiri dari Panax Ginseng dan Ekstrak Magnolia untuk menyegarkan bagian mata sekaligus mengurangi kesan mata lelah.

Selain itu, krim ini juga tidak mengandung Paraben, Phthalate, Propylene Glycol, Mineral Oil, Pewangi Sintetis, Paraffin, dan kandungan lainnya yang berbahaya.

Untuk memakainya, saya hanya perlu sedikit saja untuk disapukan di bagian bawah dan atas mata. So far, saya menyukainya karena nyaman dipakai dan mata saya terasa terjaga kelembapannya. Nggak ada lagi, deh, kulit mata kering dan iritasi.

L’Oreal Detox Pure Clay Mask

Terakhir, adalah produk masker yang biasanya saya pakai setiap 2-3 hari sekali (kalau tidak lupa, hehe..). Masker yang terbuat dari Pure Clay dan Charcoal ini katanya bisa mendetoksifikasi kulit, membuatnya tampak lebih cerah, mengangkat kotoran dari pori-pori kulit, dan memperbaiki warna kulit wajah agar lebih merata.

Saya memang suka hasilnya setiap kali memakai masker ini. Cukup dengan 10 menit saja, wajah saya terasa lebih bersih dan segar. Masker ini juga terasa nyaman di kulit, karena kadang ada beberapa masker yang justru membuat kulit terasa perih atau iritasi. Nilai plusnya lagi, masker ini harganya cukup terjangkau karena dijual di drugstore.

Sekian sharing saya seputar produk perawatan kulit. Jika perawatan yang ini sudah habis semua, saya akan lanjut hunting produk perawatan kulit lainnya. Menurut saya, nggak usah takut untuk mencoba beberapa produk perawatan kulit, karena kita harus menyesuaikan kondisi kulit dengan produk yang kita pakai. Saat kulit terasa kering, cari produk dengan ekstra pelembap. Begitupula saat kulit sedang berjerawat, saya lebih memilih produk perawatan bebas minyak.

Jika ada yang mau sharing seputar produk yang dipakai, silakan tulis di kolom comment yaa.. terima kasih 😀