Euro Trip 2017: Strolling Through Venice


Setelah dari Zagreb, tujuan kami berikutnya adalah Venice, Italy. Perjalanan dari Zagreb ke Venice memakan waktu sekitar 4 jam. Kami pun sempat melewati negara Slovenia saat menuju Venice. Hanya numpang lewat saja, karena memang tidak punya rencana untuk menginap di sana.

Sampai di Venice, hari juga sudah menjelang malam. Jadi kami cuma sempat makan malam dan langsung istirahat. Besoknya, tepat pukul 9 kami langsung berangkat menuju pelabuhan tempat kapal yang akan membawa kami ke Venice.

Dua tahun lalu saat pergi jalan-jalan ke Eropa bersama Yudo, saya juga sudah pernah ke Venice. Tapi waktu itu kan bareng tur, jadi semuanya sudah diatur. Sekarang, kami masih meraba-raba, bagaimana ya caranya ke Venice. Ternyata, gampang banget. Kita cukup membeli tiket di loket yang terletak di tempat parkir mobil dan ada juga yang terletak di pelabuhan. Harga tiket one way sebesar €7.50 dan nanti kalau mau balik lagi tinggal beli seharga itu juga.

Tapi karena kami naik public transport alias water bus, jadilah perjalanannya agak makan waktu. Sama saja kayak bus di darat, haltenya banyak dan jalannya nggak ngebut. Tujuan kami adalah Saint Mark’s Square atau San Marco Square, spot turis yang paling ramai dikunjungi (kayaknya).

Balik lagi ke tempat ini untuk kedua kalinya, saya sebenarnya penasaran dengan lokasi yang ada di film Inferno (hehe). Saya ini fans berat film dan buku Dan Brown, yang selalu menggabungkan sejarah, mitos, dan teka-teki. Nah, di film Inferno itu, ada satu adegan yang pengambilan gambarnya di Venice, tempat di mana si Tom Hanks terjebak. Tapi saya cari-cari, kok, nggak ketemu ya.. haha, nggak penting.

Anywaaayy… saya cuma sempat berfoto-foto di Saint Mark’s Basilica, menyusuri gang-gang di dalam Venice yang dipenuhi toko dan restoran khas Italia, serta mengambil foto sekitar Venice. Kali ini saya tidak mau naik gondola, karena sudah pernah dan saya pikir agak overpriced. Setidaknya saya sudah pernah, jadi buat apa lagi.

Saat di Venice, jangan lupa untuk mengitari toko, kafe, dan restoran yang ada di dalam gang-gang, karena kita bisa menemukan banyak tempat menarik. Mertua saya, misalnya, menemukan toko-toko yang menjual tas berbahan kulit dengan harga yang miring, namun kualitasnya tetap oke. Kalau saya, sih, lebih tertarik dengan restoran yang menyajikan aneka menu pasta dan kopi khas Italia.

Berikut ini beberapa foto saya di Venice (dan Alanna yang senang banget dikelilingi burung di St. Mark’s Square). Note: all photos taken by me.. except when I’m in it

mealannavenice

mevenice

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

topeng venice

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Next destination: Lucerne, Switzerland

Advertisements

2 thoughts on “Euro Trip 2017: Strolling Through Venice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s