MPASI… Oh.. MPASI


Sejujurnya, saya pengen banget seperti ibu-ibu hits di media sosial yang sering berbagi seputar menu MPASI (makanan pendamping ASI) anaknya. Dari mulai mencampurkan beragam jenis makanan sehat, trik memasak, hingga menceritakan betapa anaknya doyan banget makanan yang dia buat.

Sayangnya, saya punya berbagai masalah soal MPASI ini. Saya tahu, sih, banyak juga ibu-ibu yang punya masalah seputar memberikan MPASI pada anaknya. Jadi saya tahu saya tak sendirian. Hanya saja, kadang saya merasa terintimidasi jika melihat ibu-ibu lain sukses memberikan MPASI, sementara saya, kok, rasanya susah banget.

Oke, saya cerita dari awal MPASI Alanna. Setelah enam bulan lulus ASI eksklusif, saya mulai mencoba memberikan makanan. Awalnya, bubur beras yang disaring, jadi halus banget dan dicampur sama ASI. Pertama kali dikasih, lahap banget, sehingga membuat saya besar hati. Tapi besok-besoknya seperti melempem..dan GTM (alias Gerakan Tutup Mulut) pun dimulai.

Tidak terasa beberapa minggu lewat dan saat ditimbang, berat Alanna hanya naik 100 gram. Padahal saat masih ASI eksklusif per bulannya berat Alanna bisa naik 800 hingga 1000 gram. Saat itu, dokter menyarankan untuk mulai memberikan protein pada Alanna, yaitu ayam dan ikan, jadi jangan hanya bubur beras dan buah.

Sebulan berikutnya, berat Alanna cuma naik 200 gram (hiks!). Memberikan MPASI untuk Alanna juga perjuangan banget. Mulai dari disuapin pakai tangan, gonta-ganti sendok, dipangku, didudukin di kursinya, diubah menunya, bikin makanan fresh setiap hari, dan masih banyak lagi. Setelah tiga bulan memberikan MPASI, rasanya nafsu makan Alanna masih naik turun. Kalau saya berhasil memberinya makan cukup banyak, rasanya lega banget. Namun jika tidak, huhu, rasanya ingin menangis di pojokan.

Saya kemudian jadi banyak berpikir. “Apa jangan-jangan cara saya memperkenalkan MPASI pertama kali salah ya?”, “Apa makanan yang saya buat nggak enak ya?” (memang saya nggak jago bisa masak, sih), “Apa Alanna menjadi picky eater?”.

Namun kalau dilihat sejarah saya waktu kecil dulu, ibu saya juga bilang saya itu anak yang susah banget makannya. Sampai duduk di bangku SD saja, saya makannya diemut terus, sampai ibu saya kesal.. (ya, kan saya juga nggak tahu kenapa dulu nggak doyan makan, hehe).

Sekarang setelah memasuki usia 8 bulan +, Alanna saya kasih makan dengan menu campur-campur. Dimulai dari sarapan sereal atau bubur susu dan buah, sedangkan siang dan malam menunya sama (biasanya nasi, sayur, protein hewani, dan kadang-kadang protein nabati). Saya berikan juga unsalted butter untuk menambah rasa makanan, karena siapa juga yang akan suka makanan tak ada rasanya sama sekali. Kadang saya tambahkan pula tumisan bawang putih atau bisa juga garlic powder untuk menambah rasa sekaligus aroma. Tapi ya, tetap saja, keinginannya untuk makan masih naik-turun, tergantung mood si putri kesayangan yang satu itu.. hehe.

Kalau ditanya, “Apa sih makanan kesukaan Alanna?”, saya sendiri tidak tahu. Satu hari dia bisa lahap banget makan puree buah pir, besoknya bosan. Makan butternut pumpkin squash juga kadang lahap banget, besoknya biasa saja. Waktu itu pernah makan salmon, suka banget, eh.. pas minggu depannya malah nangis-nangis nggak mau makan.

Walaupun begitu, saya nggak pernah menyerah, kok. Apalagi, so far Alanna tidak punya alergi apa pun. Hanya waktu itu pernah dikasih pisang sedikit, pup-nya langsung keras. Jadi biasanya pisang saya gabungkan dengan pepaya atau pir, yang merupakan buah anti-sembelit. Anehnya juga, Alanna kayaknya nggak suka tomat, deh. Setiap kali makanannya saya campur dengan tomat (bahkan sedikit banget), dia langsung nggak mau makan dan akhirnya mewek.

alanna-makan
Awal-awal Alanna mencicipi MPASI, pipi masih gembil…

Untuk sekadar sharing, ini beberapa bahan makanan yang sudah pernah dicoba untuk Alanna. Boleh kalau ada yang mau sharing atau kasih masukan, bahan makanan apa lagi ya yang bisa saya coba..

  • Beras putih
  • Beras merah
  • Kentang
  • Ubi Jepang
  • Quinoa
  • Jagung
  • Butternut Pumpkin Squash
  • Kabocha
  • Tomat (nggak suka)
  • Brokoli
  • Wortel
  • Bayam hijau
  • Bayam merah
  • Bok Choy
  • Buncis
  • Kapri manis
  • Tahu
  • Kacang polong
  • Pepaya
  • Pisang (jarang dikasih, karena pupnya jadi keras)
  • Pir (Packham)
  • Apel (Royal Gala)
  • Alpukat (nggak suka, mukanya langsung eneg kayak mau muntah, padahal menurut saya alpukatnya enak banget)
  • Daging sapi
  • Daging ayam
  • Ikan kakap
  • Ikan salmon
  • Telur ayam kampung (baru kuningnya saja)

Pelengkap:

  • Unsalted butter
  • Extra virgin olive oil (kadang dicampur langsung ke makanan, kadang jadi minyak untuk menumis bawang putih)
  • Bawang putih
  • Garlic powder
  • Cinnamon powder
  • Keju

Untuk masak, saya biasanya menggunakan slow cooker. Awalnya saya pakai slow cooker merek Takahi ukuran 0,7 liter. Ukuran ini memang paling ideal sih buat bikin MPASI, karena bisa dipakai untuk membuat makanan dalam porsi sedikit. Tapi kemudian slow cooker-nya rusak (hiks), jadi sekarang saya pakai yang ukuran 1,2 liter dengan harapan slow cooker ini bisa dipakai untuk masak menu makanan lainnya, bukan cuma MPASI (harapannya begitu).

Saya juga pakai Natural Steam Cooker dari Chicco, yang bisa untuk mengukus makanan sekaligus menggiling makanan, jadi steamer plus blender. Untungnya, perangkat ini saya dapat sebagai hadiah dari teman Yudo dan memang sangat berguna. Sampai sekarang saya masih mem-blender makanan Alanna, tapi teksturnya mulai agak kasar dan tidak disaring lagi.

Selain makanan yang dibuat sendiri, Alanna juga suka banget sama camilan kemasan berbentuk teething rusk (yang sering saya bilang kerupuknya Alanna). Gaya makannya memang kayak orang dewasa, makan bubur nggak enak kalau nggak pakai kerupuk. Jadi kalau Alanna mulai GTM, biasanya dipancing pakai ‘kerupuk’ itu, deh. Merek teething rusk yang pernah saya coba, di antaranya Yummy Bites, Bebenice, dan Baby Choice. Sekarang saya juga kasih camilan Gerber Graduates Puffs, karena dia memang senang banget yang bisa digigit-gigit.

Oke, segitu dulu sharing seputar MPASI Alanna. Silakan masukannya, ya, soal MPASI, baik soal pilihan menu, mengatasi GTM, dan jumlah atau porsi makanan yang pas itu seperti apa ya? Saya masih harus banyak belajar, nih…

Featured image source: here.

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “MPASI… Oh.. MPASI

  1. Hai, mbak. Anakku, Aya (masuk 11 bulan) jg sedang masa MPASI. Saya jg menggunakan slow cooker takahi 0,7 L yg alhamdulillah sampai sekarang kondisinya masih baik-baik saja meskipun dipake setiap hari. Hehe…

    Btw, saya disarankan DSA menggunakan metode MPASI standar WHO yg intinya semua makanan dicoba, termasuk sedikit garam dan gula utk perasa. Jd bukannya tidak boleh sama sekali. Tentang hal ini pernah saya tulis di blog saya:http://nilla.keritikentang.com/?p=4436

    Alhamdulillah anak saya makannya lahap banget. Meskipun sama, awal MPASI jg sempet susah makannya dan beratnya naik sedikit bgt lantaran pengolahan makanan yg salah (semuanya direbus lamaaa bgt sama yg jaga anak saya di rumah, jd curiga kalo nutrisi makanannya udh pd hilang) sampai akhirnya saya menggunakan slow cooker supaya nutrisi tetap terjaga.

    Sekarang tiap yg lihat anak saya makan, pasti heran kenapa anak saya lahap terus kalo makan apapun menunya. Meskipun badannya mungil sih utk ukuran anak 11 bulan. Tp selama dia sehat-sehat aja dan pertumbuhan berat badan masih dlm batas normal, dokter tidak pernah mempermasalahkan itu. Karena badan mungil jg bisa jd faktor keturunan.

    Just wanna share. 🙂

    1. Thank you buat sharing-nya.. oh iya, aku tuh masih kesusahan untuk naikin porsi. Katanya kan harusnya porsi naik sampai setengah mangkok atau 3/4 mangkok. Nah, kalau bentuk makanannya mulai bertekstur dan kental bgt (bukan agak encer seperti di awal), kayaknya kok banyak banget ya, anakku biasanya makannya nggak sebanyak itu..

      1. Dulu aku diajari DSA (yg kebetulan adalah kepala konselor laktasi di RS tempat anakku lahir) seperti ini:

        Seminggu coba makan porsinya hanya 3 sendok makan dan harus dgn menu yg sama selama seminggu. Kemudian dinaikkan bertahap. Setelah pakai slow cooker, biasanya aku bikin buburnya begini: 3 sendok makan beras ditambah macem-macem (yg paling sering labu kuning, protein hewaninya ikan lele atau daging kambing yg bagus, protein nabatinya kacang merah atau tempe, kemudian ditambah brokoli dan daun bawang plus seledri utk perasa). Nanti di akhir baru dicampur telur ayam kampung dan EVOO.

        Nah utk slow cooker takahi 0,7L itu bisa utk 4x makan kalo buat anakku. Sekali makan itu semangkok kecil bayi. Alhamdulillah selalu habis. Bedanya setelah 7-8 bulan udh ga aku saring lg. Cuma dibenyek-benyekin aja. Nanti setelah 12 bulan baru mulai dibiasain makan kyk orang dewasa (dgn porsi kecil tentu saja) karena giginya udh mulai tumbuh banyak. 🙂

  2. Beda ladang beda ilalang nih neng jd gw share aja pengalaman gw ya. MPASI disini mulai dr usia 4 bulan tp cm introduction aja jd klo mogok makan ya gpp krn asi memang masi utama s/d usia 1 tahun. Klo dsini dikasih pertama nya buah buat pagi dan sayur buat mkn sore. Tp harus sayur dulu yg dikasih krn bayi cenderung punya sweet tooth jd klo dikasih buah duluan nanti dia jd picky (soalnya manis ya buah) Trus menu nya harus sama selama 3 hari buat dia adaptasi sama rasa dan tekstur.

    Sekali lg ini cuma berbagi aja metode yg dipakai disini yah. Trus nanti klo udh 6 bulan baru dicampur ayam/daging/ikan. Tp still, klo baby nya gamau jgn berkecil hati. Alanna mungkin suka megang tekstur makanan? Bs dicoba methode Rapley? Jd bs gigit2 brokoli yg direbus lunak. Biasanya membantu biar dia suka eksplor dgn makanan. Sudah coba makan bareng2? Jd sembari nyuapin kamu jg sembari makan:)

    Memang susah2 gampang MPASI itu☹️ Pengalaman gw sm Tarou dia pertama mkn zucchini dan brokolli, lahap, dan kadang memang ga lahap mkn nya tp yah gw ga paksa…Gw ksh aja dia susu. Skrg dia genap 1 tahun & makannya ikutan gw (tp tanpa gula dan garam)…Semangat neng yaaa!!:) xx

    1. Thanks for sharing oppie.. Gue masih terus berjuang sih, cari2 resep makanan bayi yg enak, bangun pagi demi buat masak, tp emg Alanna makannya masih mood2an bgt. Udah coba dikasih brokoli yg bisa dipegang, mukanya lgs ga enak gitu haha.. Pernah jg kasih pir/apel buat dipegang, kdg mau makan kdg cuma dimain2in..

      1. Iya sabar aja neng Aan ya, gapapa biar dia biasa aja dl sama makanan solid😄 Gw juga kadang kena korban semburan neng hahaha! Makasih yaa ucapan nya, Alanna sehat2 terus ya cantik x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s