Urban Decay Opens Its First Flagship Store in Indonesia (Also Some Reviews on The Matte Revolution Lipsticks)


urban decay indonesia
Urban Decay store at Kota Kasablanka, Jakarta
Kamis malam beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saya mendapat email yang mengundang saya untuk datang ke acara pembukaan toko Urban Decay pertama di Indonesia. Whaaattt??? Akhirnya Urban Decay masuk juga ke Indonesia. Brand asal Amerika ini merupakan salah satu brand yang saya harapkan masuk ke sini. Saya sendiri suka banget dengan produk eyeliner, lip pencil, dan tentu saja eyeshadow palette UD yang paling terkenal, yaitu seri Naked Palette. Kebetulan saya cuma punya Naked 3, yang nuansanya warnanya rose gold.

Anehnya (iya.. anehnya) saya tidak punya satu pun lipstik Urban Decay. Sebenarnya, karena saya belum menemukan warna yang sreg di hati (hehe..). Selain itu, dulu Urban Decay hanya punya lipstik jenis cream, tapi sekarang sudah ada yang matte (bahkan Urban Decay baru-baru ini meluncurkan 100 warna baru, yang belum di ada di Indonesia tentunya).

Nah, ketika Urban Decay berkolaborasi dengan Gwen Stefani (which is one of my favorite artist and style icon), saya pun menitip kakak saya di US untuk dibelikan salah satu lipstik kolaborasinya. Tapi karena kakak saya baru akan ke Jakarta Juli nanti, jadi ya.. lipstiknya belum ada di tangan saya.

Jadi, kembali lagi ke toko Urban Decay pertama di Jakarta, Indonesia. Ternyata toko ini terletak di Kota Kasablanka, yang kebetulan sangat dekat dengan tempat saya tinggal (yippee). Saya pikir, tadinya Urban Decay ini akan gabung bersama Sephora, ternyata dia malah punya toko sendiri–huwooww.

Setelah merayu-rayu Yudo untuk mentraktir saya lipstik (hehe) akhirnya weekend kemarin saya menyempatkan diri ke sana.

Tokonya memang nggak terlalu besar, tapi lumayan laahh. Apalagi koleksi andalan Urban Decay ternyata cukup lengkap, mulai dari eyeshadow palette seri Naked 1,2,3 hingga Smoky, eyeliner, lip liner, eyeshadow primer, setting spray, Urban Decay x Gwen Stefani, hingga koleksi lipstik matte revolution.

Karena saya pencinta lipstik (dan belum pernah punya lipstik keluaran Urban Decay) jadilah saya memilih-milih warna lipstik yang kira-kira menarik. Seperti biasa kalau datang ke counter kosmetik, tangan saya habis dicorat-coret berbagai warna lipstik.

Setelah mencoba beberapa warna lipstik UD x Gwen, saya tidak menemukan yang saya sukai. (Yang saya suka sebenarnya warna Rock Steady, tapi itu sudah dibeliin sama Teteh). Akhirnya, saya mencoba beberapa warna lipstik seri Matte Revolution.

Seri yang satu ini disebut juga comfort matte, karena tekstur matte-nya memang sangat nyaman, creamy, mudah dioleskan ke bibir, dan nggak terasa kering.

Ada sembilan warna untuk seri ini, yaitu Stark Naked (nude), 1993 (brown), Bittersweet (ungu), Menace (fuchsia), Bad Blood (deep red), Tilt (orange), Blackmail (berry gelap cenderung hitam), After Dark (berry pink), dan Temper (orange-red).

urbandecay 1993 after dark
Urban Decay Matte Revolution Lipstick: After Dark & 1993
Saya langsung tertarik dengan 1993, karena memang lipstik warna cokelat yang pernah tren di era 90s sekarang kembali lagi. Warna cokelatnya tidak nude, tidak juga terlalu gelap. Malah kalau di bibir saya (yang kebetulan agak gelap di pinggir) warnanya seperti darker nude. Warna cokelatnya hampir mirip dengan MAC Whirl, tapi 1993 lebih cokelat–and I love it!

Setelahnya, saya coba Menace, tapi entah kenapa formulanya terasa berbeda dibanding lipstik yang lainnya. Menace terasa kering di bibir dan susah dipulaskan, teksturnya mirip dengan tektur lipstik Retro Matte dari MAC.

urban decay after dark
Urban Decay – After Dark

urban decay 1993
Urban Decay 1993
Kemudian saya coba After Dark. Dari beberapa review yang saya baca, warna ini banyak jadi pilihan (selain tentu saja 1993). Saya pikir warnanya berry pink dengan tone yang agak merah, ternyata di bibir saya malah jadi ungu gelap yang bagus banget. Mungkin karena lipstik ini juga unik, ada warna violet iridescent, sehingga saat dipakai di bibir yang gelap seperti saya, warnanya jadi lebih ke ungu, ketimbang berry pink.

urban decay 1993, after dark, swatch
Urban Decay 1993 & After Dark (swatches on my hand)

Urban Decay 1993, After Dark, swatch on my lips
Urban Decay 1993 & After Dark (on my lips)
Akhirnya, saya belilah dua lipstik itu (eh, Yudo yang beliin sih, hehe). Di toko harga retailnya Rp330.000, sementara kalau di US harganya sekitar US$22, jadi yaa lebih pasti mahalan beli di Jakarta.

Menurut saya, Matte Revolution ini memang seri lipstik yang memang nyaman di bibir. Untuk 1993, warnanya tidak terlalu tahan lama, mungkin sekitar 4-5 jam. Setelah makan yang berminyak, warnanya mulai pudar terutama di bagian dalam bibir. Warna After Dark agak bertahan lama, karena meski setelah makan masih ada stain di bibir. Namun untuk pemakaian kembali nggak akan bikin bibir kering.

Untuk lipstik ini saya beri nilai 9/10, karena saya suka packaging, formula, dan warnanya, tapi saya  mengharapkan rangkaian warna yang lebih banyak lagi.

Ssstt.. setelah saya tanya-tanya dengan penjaga tokonya, Urban Decay Vice Lipstick (seri terbaru yang punya 100 warna dan 6 formula itu) bakal tersedia di toko pada bulan Juli nanti setelah Lebaran. Asyiiikk…habis dapat salam tempel bisa langsung belanja 🙂

 

Advertisements

One thought on “Urban Decay Opens Its First Flagship Store in Indonesia (Also Some Reviews on The Matte Revolution Lipsticks)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s