The Joy of Breastfeeding


The Joy of Breastfeeding… Saya kerap melihat kalimat itu di berbagai produk yang memang diperuntukkan bagi para ibu. Saya juga sering mendengar para ibu yang bercerita, indahnya menyusui anaknya, tapi pada saat itu saya tak bisa membayangkan rasanya seperti apa.

Di awal-awal menyusui saja saya sempat berpikir, “Di mana letak joy-nya, sih? Orang sakit begini.” Namun setelah melewati beberapa minggu dan akhirnya melewati dua bulan, baru deh saya merasakannya. Di awal menyusui, saya sempat merasa ketakutan saat akan menyusui, karena selalu merasa sakit. Tapi, ya, saya paksakan juga (meski lecet) karena begitu melihat bagaimana Alanna menyusu, saya jadi trenyuh.

Kasihan ya bayi ini, begitu tergantung pada saya. Kalau saya menolak, dia hanya bisa menangis. Huhu, saya jadi kebayang anak-anak bayi yang dibuang begitu saja oleh orangtuanya, kok tega ya..

Di minggu-minggu pertama, bayi juga lebih sering menangis. Mungkin karena memang cuma itu yang bisa dia lakukan. Saya pada awalnya malah merasa tidak bisa menenangkan Alanna. Habisnya, setiap saya gendong dia pasti nangis terus. Beda saat dia gendong oleh ibu saya atau Yudo. Sampai pernah satu saat Alanna menangis saat saya gendong, saya bisikkan saja ke telinga dia, “Hei, ini mama kamu, yang perutnya kamu tempatin selama 9 bulan, bukan nini, bukan eyang, bukan bapak.” Entah dia mengerti atau nggak, tapi akhirnya nggak nangis lagi, sih, hehe..

Setelah lewat dari sebulan, ketika berat badan Alanna sudah melebihi berat badan dia saat lahir, baru deh saya bisa agak sedikit santai (sedikit saja). Setidaknya, saya nggak harus bangun tengah malam lagi, karena Alanna sudah mulai panjang tidurnya saat malam. Akhirnya mulai terprogram, deh, jam tidur dia. Mulai ngantuk setiap jam 8 atau setengah 9 malam, sekali nyusu, terus langsung tidur.

Saya juga mengajarkan dia kalau malam itu waktunya tidur. Makanya saat menyusu terakhir di malam hari, saya matikan saja lampu di kamar dan pasang lampu tidur, supaya dia tahu itu saat tidurnya dia. Kemudian saat mulai terang, sekitar pukul 6 pagi, adalah saatnya dia bangun. Memang, sih, kadang dia suka kebangun pas malam (mungkin mimpi atau apa), tapi nggak lama langsung tidur lagi.

Soal menyusu, sekarang pun saya lebih percaya diri, bahkan jika harus menyusui di depan umum (ya pakai nursing cover tentunya). Malah kadang-kadang, saya yang merasa lebih tergantung untuk menyusui Alanna secara langsung. Walaupun sudah dipompa, saya merasa lebih enak jika menyusui langsung.

Sebelum kembali kerja, saya juga mulai mengajarkan Alanna untuk minum pakai botol susu. Ada yang bilang, nanti “bingung puting” lho.. tapi Alhamdulillah, itu tidak terjadi pada Alanna. Kalau kata sepupu saya yang bayinya hanya dua bulan lebih tua dari Alanna, “Yang penting kita pede, kalau anak kita nggak akan bingung puting. Pasti bisa, kok.”

Beberapa waktu yang lalu, saya juga sempat bertemu dengan salah seorang teman yang anaknya berusia 1,5 tahun. Dia bercerita, setelah satu tahun, anaknya mulai dikasih susu lain selain ASI. Eh tiba-tiba saja dia jadi nggak mau nyusu lagi. Memang, sih, jadinya nggak sulit menyapih, tapi dia mengaku jadi sedih. “Kok dia nggak mau nyusu lagi ya, malah aku yang sedih,” begitu katanya.

Saya jadi kebayang, jangan-jangan nanti pas mau disapih malah saya yang kesulitan (alias nggak rela) bukan Alanna.

Sekarang Alanna sudah masuk usia lima bulan dan sebentar lagi dia akan mulai makan. Tanda-tandanya sudah mulai kelihatan. Dia sudah mulai melototin saya kalau saya lagi makan dan kadang mulutnya kayak ngunyah-ngunyah (padahal cuma lidahnya yang dikunyah).

Beneran, deh, sekarang saya baru ngerasain betapa menyenangkannya menjadi seorang ibu, betapa bahagianya, betapa indahnya. Mama saya suka komentar, “Ih, anak manja sekarang punya anak.” Saya hanya ketawa sambil mikir, “Iya, sekarang malah ada anak kecil yang manja sama saya.”

Semoga sehat selalu ya, Alanna… Jadi anak yang baik dan sayang orangtuanya.

alanna-me-2

Advertisements

8 thoughts on “The Joy of Breastfeeding

  1. Cantik yah alana. 🙂 Betul awal2 nyusuin kayanya sakit yah. tapi kalo udah ketemu posisi yang pas bener2 berasa bergantung banget.. 🙂 hihihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s