My Wish for 2016


OMG… It’s already February! Biasanya saya selalu me-review ulang berbagai momen saya di tahun sebelumnya begitu memasuki tahun baru. Tapi yaa.. Sepertinya saya masih kesulitan untuk meluangkan waktu menulis blog, padahal banyak banget ide tulisan, terutama review seputar beauty products.

Karena ini tulisan pertama di tahun 2016, jadi saya mau flashback sedikit tentang momen terbaik pada tahun 2015 lalu. Sepertinya highlight tahun lalu bagi saya cuma dua, yaitu pergi jalan-jalan ke Eropa (akhirnya bisa foto di depan Eiffel) dan memiliki Alanna.

Tahun ini, harapan saya cuma satu. Saya ingin Alanna bisa tumbuh sehat dan bahagia. Soal karir, sepertinya saya tidak mau muluk-muluk. Saya tentunya masih ingin bekerja, baik itu kantoran maupun freelance, tapi soal karir sepertinya saya kesampingkan dulu. Bukannya apa-apa, saya melihat di tempat saya kerja saat ini, tidak ada jenjang karir untuk saya. Jangankan naik jabatan, saya saja melihat ada atasan saya yang turun jabatan.

Saya tidak mau bicara panjang lebar soal pekerjaan, karena lagi-lagi fokus saya saat ini hanya Alanna. Saya mungkin tidak cerita di tulisan sebelumnya, tapi Alanna lahir dengan kelainan bawaan yang dokter bilang sebagai “defect” di bagian kepalanya. Saat lahir, Alanna memiliki benjolan kecil berwarna keabu-abuan di kepalanya. Sekarang agak membesar, tapi kalau sekilas mungkin tidak kelihatan.

Bayangkan saja, sehari setelah melahirkan Alanna, dokter menyarankan USG kepala. Hari keduanya, dokter mengatakan Alanna sebaiknya di-MRI untuk melihat lebih lanjut. Namun akhirnya MRI itu baru dikerjakan saat usianya 3 bulan, karena dokter melihat kondisi Alanna saat itu baik dan sehat, sehingga dia merasa MRI bukan sesuatu yang urgent.

Saat Alanna mau MRI saja, pada bulan Januari kemarin, saya panik dan stressnya bukan main. Biasanya anak kecil atau bayi yang akan di-MRI harus dibius karena kepalanya tidak boleh gerak sama sekali. Namun untungnya dokter mencoba pakai obat penenang yang bisa membantu dia tidur lebih nyenyak. Alhamdulillah cara itu berhasil, karena kalau sampai Alanna harus dianestesi saya nggak bakal tega.

Setelah MRI, dokter melihat kondisi kepala Alanna sebagai Meningokel Posterior, tapi ukurannya kecil sehingga tidak perlu tindakan segera. Dia hanya perlu diobservasi dan usia setahun harus di CT scan untuk dilihat perkembangannya. Saya tidak akan menjelaskan secara detail apa itu meningokel, karena saya juga tidak terlalu paham. Yang pasti di bagian tulang kepalanya tidak sempurna, seperti ada rongga. Kelainan seperti ini katanya biasa dimiliki bayi, tapi karena lokasinya di kepala jadi saya harus ekstra hati-hati dan waspada. Sekarang pun saya harus memeriksakan Alanna lagi ke dokter spesialis anak hematologi, karena ada dugaan hemangioma di bagian kepalanya. Apa pula itu? Sejujurnya istilah-istilah itu baru sekali ini saya dengar. Kalau cari-cari di internet malah jadi takut sendiri, jadi lebih baik saya memang bertanya langsung ke dokter.

Jadi.. Doa dan harapan saya tahun ini hanya untuk Alanna. Semoga dia selalu diberi kesehatan. Semoga saya dan Yudo pun selalu diberi kesehatan, ketabahan, dan kesabaran. Bagaimanapun ini menjadi cobaan pertama kita sebagai orangtua. Saya juga sadar setiap orangtua tentunya selalu dihadapkan oleh berbagai permasalahan anak. Bismillah.. Semoga kita bisa melalui setiap masalah dengan baik.

Selamat datang 2016.. Let’s create some more beautiful memories. 

My 2015

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s