Hello, Baby Alanna…


 


Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Bayi kecil yang selama sembilan bulan saya bawa kemana-mana di dalam perut akhirnya lahir dengan selamat dan sehat. Bayi kecil ini pun kami namakan Alanna Latishia Wibowo, si cantik yang penuh suka cita, karena kami juga menyambutnya dengan suka cita dan kebahagiaan luar biasa.

Perjalanan persalinan saya dimulai dari Jumat pagi, tanggal 23 Oktober 2015. Pukul 04.30 pagi, saya merasakan ada cairan di bagian bawah yang saya pikir adalah air ketuban. Ketika saya ke kamar mandi, muncul pula flek darah yang membuat saya berpikir, “Oke, ini saatnya.”

Saya dan suami pun langsung melesat ke RSIA Bunda di Menteng. Untungnya karena masih pagi, jalan sangat lengang. Sesampainya di sana saya mulai merasa mulas, persis seperti saat sedang haid, tapi itu semua masih bisa saya tahan.

Saya kemudian masuk ruang observasi untuk mengecek kontraksi dan detak jantung si bayi. Bidan juga memeriksa saya dan mengatakan saya sudah bukaan 1. Sekitar pukul 7, dokter kandungan saya datang dan memeriksa saya dengan usg. Menurutnya, air ketuban saya belum pecah dan masih banyak. Jadi saya diminta bersabar karena ini bisa jadi proses yang panjang.

Jam demi jam berlalu, saya merasakan kontraksi yang makin kuat dan makin sering. Sebelum makan siang, saya minta dicek lagi dan ternyata masih juga bukaan satu. Tak lama bidan mengatakan bahwa dokter membolehkan saya pulang, karena sepertinya pembukaan saya masih akan lama. Tapi masalahnya, sakitnya bukan main, jarak antara kontraksi semakin dekat, dan saya terus mengeluarkan flek darah.

Saya pun memutuskan tetap berada di kamar observasi, karena toh kami sudah membayar kamar tersebut untuk semalam. Semakin sore, saya semakin lelah karena sakit dan saya sulit makan. Saya bahkan sempat muntah, karena asam lambung yang naik.

Ketika menjelang malam, saya ingin menyerah saja dan operasi caesar karena tidak tahan sakitnya. Mama saya dan ibu mertua saya terus menemani hingga malam sambil menguatkan saya. Saya mulai merasa down ketika jam 9 malam, bidan kembali mengecek dan hasilnya masih tetap bukaan satu.

Saya merasa kelelahan dan kesakitan. Apalagi pas malam itu saya malah ketemunya sama bidan yang senior dan galak. Dia dengan tegas bilang, “Ibu kalau mau memang mau lahir normal memang harus kuat, karena yang dicari rasa sakitnya. Semakin sakit, berarti semakin dekat persalinan. Ibu juga tidak mungkin melahirkan malam ini, jadi coba bersabar saja.” Huhu langsung nangis saya dibilang seperti itu..

Saya pikir mau sakit kayak gimana lagi. Katanya kontraksi bukaan 1 itu jaraknya berjauhan, sementara saya dalam 10 menit bisa merasakan 3-4 kali kontraksi yang rasanya sakittt banget. Apalagi flek darah saya terus-terusan keluar. Sebelum pulang, ibu mertua saya menyarankan saya untuk minum kuning telur ayam kampung mentah dan madu. Untungnya mama punya persediaan di rumah dan minta tolong saudara saya untuk membawanya. Katanya, sih, ini resep kuno untuk membawa stamina sekaligus mengurangi rasa sakit kontraksi. Saya yang biasanya menolak, langsung iya saja, dan diminum pun tidak terasa amis sama sekali. Saya cuma berpikir, semoga memang ini memberi sedikit tenaga buat tubuh saya yang rasanya makin terasa lelah.

Saya, ditemani suami, akhirnya menginap di sana. Saya benar-benar tidak bisa tidur karena merasa kesakitan setiap saat. Dalam hati saya membatin, “Kalau sampai besok jam 6 pagi masih juga bukaan 1, saya ingin operasi caesar saja.”

Lewat jam 12 malam, saya merasa sakitnya makin menjadi-jadi. Akhirnya saya memanggil bidan pada pukul 00.30 untuk kembali mengecek. Ternyata benar saja, saya sudah bukaan 3. Sedikit lega, karena setidaknya ada kemajuan. Saya pun menanyakan soal epidural ke bidan dan menurutnya saya bisa memakainya di atas bukaan 4. Dia juga mengatakan akan langsung menghubungi dokter anestesi.

Pada pukul 01.30, saya kembali kesakitan. Saya  memanggil bidan lagi, tapi ketika dicek masih juga bukaan 3 menuju bukaan 4. Namun mendadak 15 menit setelah dicek, saya merasa ada air yang keluar. Sepertinya ketuban saya sudah pecah. Saya kembali memanggil bidan, yang kemudian mengecek ternyata saya sudah bukaan 6 menuju 7. Dia pun langsung meminta bidan yang lain untuk menyiapkan kamar bersalin.

Saya panik dan berteriak minta epidural, namun bidan tersebut mengatakan bahwa waktunya tidak sempat. “Nanti dokternya datang, ibu juga sudah lahiran,” katanya.

Dari situ, semuanya terasa cepat. Saya diajarkan cara mengejan setiap kali kontraksi datang. Tak lama, dokter datang dan membantu persalinan. Dalam beberapa kali mengejan, akhirnya si mungil itu muncul. Alanna dilahirkan pada tanggal 24 Oktober 2015, pukul 02.40 WIB, dengan berat 3,21 kg dn panjang 49 cm. Saya masih ingat rasa lega yang saya rasakan dan pelukan pertama bayi saya di dada. Tidak berhentinya saya mengucap syukur pada Allah.

Sekarang, Alanna sudah berumur 1 bulan. Selama sebulan ini, emosi saya sebenarnya sempat naik turun. Namanya juga ibu baru yang sedang beradaptasi, saya merasa kewalahan pada awalnya. Padahal saya sudah punya banyak bala bantuan, ada mama, tante saya, dan suami saya, yang sering turun tangan untuk menjaga Alanna.

Babak baru pun dimulai, terutama ketika saya baru tahu bahwa menyusui dengan ASI itu ternyata tak semudah yang dibayangkan. Mulai dari masalah puting lecet sampai susu yang membeku dan bikin meriang, ditambah lagi kurang tidur, tentunya sempat membuat saya pusing. But everything was worth it.. apalagi pas melihat perkembangan Alanna.

Semoga saja, Alanna bisa menjadi anak yang sehat dan bahagia. We all love you, little baby… 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Hello, Baby Alanna…

  1. Alanna kamu cantik sekali 💖 Neng gue ngikik pas baca ini bukaan 1 aja sakit bgt.. Iya!! Gue bukaan 2 ga maju2 akirnya besokannya di induksi. Ehhh udh 4 jam cm maju ke bukaan 3:( Mana di Belanda mana bs minta caesarean gt huhu. Sok mau natural birth tp astaga kontraksi induksi tu ga bgt deh.

    Betulll ngasih ASI itu banyak cobaannya ya neng semoga bs lancar yah, love reading your baby story too! Berasa ada temennya hehehe xoxo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s