How to Choose the Perfect Decoration for Your Wedding


Tampilan dekorasi di SMESCO dengan gebyok cokelat, hiasan daun, bunga peach-pink-putih, dan taman kecil di depan
Tampilan dekorasi di SMESCO dengan gebyok cokelat, hiasan daun, bunga peach-pink-putih, dan taman kecil di depan

Heyho.. Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin berbagi tip seputar pernikahan berdasarkan pengalaman saya, tapi sepertinya menulis di blog selalu saja tertunda.

Salah satu hal yang ingin saya bahas adalah tentang cara memilih dekorasi yang tepat untuk pernikahan. Saat masih menyiapkan pernikahan, saya makin jeli ketika datang ke pernikahan orang lain. Satu hal yang paling saya lihat adalah dekorasi. Kadang saya tidak melihat adanya kesatuan warna, atau bunga yang diperlihatkan tampak layu, dan lain sebagainya.

Karena saya tipe orang yang sangat memperhatikan detail, saya pun ingin agar dekorasi pernikahan saya terlihat cantik hingga ke detailnya (astaga.. saya bicara seperti bridezilla, hehe). Anyway, ada beberapa hal (menurut saya) yang perlu diperhatikan saat memilih dekorasi pernikahan.

1. Pilih warna utama

Pertama, tentukan tema warna pernikahan. Pada pernikahan saya tahun lalu, saya memilih warna gold sebagai tema besar. Walaupun saya pencinta warna biru, saya tidak menganggap biru sebagai warna untuk pernikahan. Sebaliknya, gold terkesan mewah, megah, dan glamor, sehingga cocok untuk pernikahan (terutama untuk pernikahan tradisional).

Setelah memilih gold sebagai tema besar, tentunya baju saya akan berwarna gold. Kemudian untuk dekorasi, saya memilih kombinasi warna gold, cokelat cappuccino, dan broken white untuk hiasan kain. Tiga warna itu merupakan tiga warna turunan dari gold yang akan serasi dengan cokelat. Jangan lupa untuk berikan satu warna pucat/natural, contohnya putih, untuk menambah gradasi. Jika gold digunakan untuk semua warna dekorasi, tentunya akan terlihat berlebihan, bukan?

Jika memungkinkan, lihat juga suasana gedung. Apa warna karpetnya? Apakah sudah sesuai dengan pemilihan warna kita? Untungnya, di SMESCO (tempat saya menggelar pernikahan), karpetnya berwarna gold dan merah–cocok.

2. Sesuaikan dengan pemilihan bunga

Dekorasi dari jarak lebih dekat
Dekorasi dari jarak lebih dekat

Untuk bunga, saya juga memilih warna yang tidak terlalu ramai. Ada beberapa orang yang mencampurkan semua warna, mulai dari merah, pink, putih, kuning, hingga biru. Akibatnya, dekorasi jadi terlihat ramai.

Karena itu, untuk menyelaraskan warna, saya memilih bunga mawar dengan warna putih, peach, dan pink. Warna itu akan cukup lembut dan berpadu dengan warna hijau dalam hiasan gebyok cokelat. Jadi, lagi-lagi ada keselarasan antara warna bunga, hiasan kain, dan dekorasi secara keseluruhan.

Kadang, pemilihan warna bunga yang sederhana akan terlihat lebih mewah dan eksklusif. Misalnya saja, dengan perpaduan bunga putih dan warna hijau daun, akan terlihat lebih cantik ketimbang mencampurkan berbagai macam bunga untuk dekorasi. Think..less color is more awesome!

3. Jangan lupa bicarakan dengan pihak catering

dekorasi3
Dekorasi dari catering, taplak off white dan skirting warna gold

 

Biasanya, pihak dekorasi akan bertanggung jawab atas semua jenis dekorasi di acara pernikahan, kecuali dekorasi di meja catering.

Untuk itu, kita sebagai calon pengantin juga harus mengkomunikasikan tema besar dari acara pernikahan kita ke pihak catering. Pastikan warna bunga dan warna skirting mereka senada dengan warna dari pihak dekorasi. Jika memungkinkan, minta mereka menghubungi pihak dekorasi agar lebih mudah berkoordinasi.

Untungnya, ketika pernikahan saya, catering dari Caterindo dan dekorasi dari Aarya Decoration sudah cukup sering kerja sama. Jadi mereka sangat profesional dalam hal ini.

4. Undangan yang senada

Menurut saran saya, tema atau warna yang telah ditentukan untuk dekorasi, juga hadir di undangan. Misalnya, saya memilih undangan berwarna gold karena itu adalah tema besar pernikahan saya. Mungkin bagi sebagian orang tidak penting, tapi bagi saya “matching” itu penting.

5. Tidak usah ragu untuk cerewet

Last but not least, tidak usah ragu untuk cerewet ke pihak dekorasi. Kita bayar mahal, jadi kita juga harus dapat servis yang oke, dong.

Sebisa mungkin lakukan survei ke acara-acara pernikahan yang memakai jasa vendor dekorasi yang kita pilih. Cek seperti apa dekorasinya. Jika bagus, katakan Anda ingin seperti itu. Jika buruk, maka dokumentasikan dan katakan pada pihak dekorasi.

Dengan Aarya Decoration ini, saya sempat ke salah satu pernikahan yang menurut saya dekorasinya buruk. Bunganya layu, cat di pot terlihat mengelupas, dan warna gebyok yang pudar.

Saya pun selalu mengingatkan mereka, jangan sampai ada bunga layu, jangan sampai ada hiasan yang terlihat rusak, dan lain sebagainya. Intinya, ingatkan mereka bahwa kita adalah bridezilla yang sangat memperhatikan detail. Hasilnya, saya puas dengan hasil dekorasi mereka. Flawless!

Tambahan Tip: pemilihan warna untuk tema pernikahan

Seperti tadi saya bilang, saya suka warna gold karena terkesan mewah, yang menurut saya sangat cocok untuk pesta pernikahan di malam hari. Warna gold ini akan cocok dipasangkan dengan merah maroon, cokelat, cokelat muda, beige, atau kuning.

Warna lainnya, yaitu perak, juga terkesan mewah. Tapi perak lebih cocok dipakai untuk pesta siang hari. Warna perak cocok dipasangkan dengan warna-warna dingin lainnya, seperti ungu, lavender, pink pastel, dan lainnya.

Saran saya, lakukan gradasi warna untuk dekorasi, dengan menggunakan warna turunan, warna senada, dan warna netral. Cara ini juga bisa dilakukan untuk pemilihan baju seragam keluarga (jika memang mau).  Semoga saran ini bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s