My Cousin’s (Fairy Tale) Wedding


Mulai dari awal tahun ini, sepertinya kegiatan saya tiap minggu hampir selalu sama, yaitu datang ke pesta pernikahan. Bahkan di bulan Maret ini, setiap minggu (benar-benar setiap minggu) saya menghabiskan akhir pekan di pesta pernikahan, mulai dari di Jakarta, Bandung, hingga Perth.

Yang terakhir merupakan pernikahan sepupu saya, Gracie. Pernikahan kali ini sangat berbeda dengan pernikahan yang pernah saya datangi sebelumnya. Mereka menggelar pernikahan di Yallingup, sebuah daerah sekitar 3,5 jam dari Perth. Daerahnya sendiri berada di tengah hutan, tapi juga dekat pantai.

Upacara pernikahannya digelar di bawah pohon besar yang dihiasi lampion putih. Beberapa tamu ada yang duduk di atas rumput hanya beralaskan kain. Ada pula tamu yang duduk di deretan kursi putih.

Acaranya sendiri cukup intim, karena sehari sebelumnya Gracie dan Bruno menggelar acara barbecue supaya tamu-tamu bisa saling mengenal. Hanya ada 5 orang Indonesia (jadi 6 termasuk tante saya), kemudian teman-teman Gracie dari Australia, dan keluarga Bruno dari Prancis. Jadilah kami saling mengobrol dan mereka semua sangat ramah, bahkan dengan halangan bahasa sekalipun. Saya pun baru tahu kalau sudah menjadi tradisi di Prancis ketika saling bertemu harus cium pipi kiri dan kanan, hehe.

Besoknya, upacara pernikahan digelar pukul 4 sore. Gracie terlihat sangat cantik dengan gaun minimalis warna putih dan mahkota bunga. Pernikahannya sederhana, simpel, casual, tapi justru terkesan romantis. Setelah pemberkatan, para tamu dijamu dengan segelas champagne dan baru pada pukul 6 sore pindah ke restoran yang terletak tak jauh dari sana untuk makan malam.

Di acara resepsi ini, ada kata sambutan dari orangtua mempelai, maid of honor dan best man, serta tentu saja dari kedua mempelai. Menurut saya bagian acara ini juga cukup unik, karena berbeda dengan tradisi di Indonesia. Karena lewat kata sambutan dan pidato itu, kita para tamu jadi mengenal kehidupan kedua mempelai sekaligus mengetahui perjalanan cinta mereka–awww, so sweet!

Tapi tentu saja yang paling saya nikmati dari acara ini adalah ketika melihat wajah bahagia sepupu. Dia bisa dibilang sepupu terdekat saya, bukan hanya karena usia kami berdekatan (dia lebih muda 1,5 tahun dari saya) tapi juga karena she’s one of the nicest person I’ve ever known.

Saya punya banyak kenangan bersama dia. Meski kita berada di dua benua berbeda dan tidak selalu bertemu setiap hari, kita tetap dekat sebagai keluarga. Meski kita berdua punya pandangan yang berbeda atau punya hobi yang berbeda pula, tak ada yang saling menghakimi.

Lucunya, ketika kemarin saya ke sana, kita pun masih bisa bercanda layaknya masih anak-anak dulu. We like to tease each other, singing “Part of Your World” from The Little Mermaid, and laughs a lot (which make our mothers confused what we’re laughing about).

I love her and wishing nothing but happiness for her. Semoga dia benar-benar bisa datang bulan September ini ke Jakarta.

20140331-155426.jpg
Look at those happy faces 🙂

20140331-155710.jpg
What a beautiful wedding, right?

20140331-155757.jpg
Me, Gracie, and my mom

20140331-155841.jpg
Gracie, my mom, me, and Bruno

20140331-155927.jpg
Ready for dinner 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s