My (Short) Holiday with Besties


20140220-171729.jpg

Sudah sejak lama saya merencanakan liburan lagi bersama Tya, sahabat saya. Setelah dua kali pergi berdua saja ke Bali, kami berencana trip selanjutnya bisa ke Singapore. Akhirnya rencana itu kesampaian juga tahun ini. Bedanya, kali ini saya pergi bertiga dengan Tya dan Manda.

Memang, sih, perjalanan kami kali ini cukup singkat. Hanya weekend, selama 3 hari 2 malam saja. Kita pun sudah menyusun rencana dengan baik. Membeli tiket pesawat, memesan hotel, dan tiket Universal Studios. Tapi mendekati hari H, ada saja yang membuat kita deg-degan.

Dimulai dari penerbangan kita yang diundur (meskipun dikasih tahu beberapa hari sebelumnya dan bukan dadakan), kemudian tiba-tiba Gunung Kelud meletus yang membuat sejumlah penerbangan dibatalkan. Untungnya juga, kami memilih penerbangan Singapura yang ternyata tidak terpengaruhi. Sementara ada beberapa penerbangan maskapai lainnya yang walaupun terbang ke luar Indonesia tetap dibatalkan, karena pesawat terhambat di bandara daerah Jateng dan Jatim.

Setelah melewati itu semua, kami pun berhasil sampai ke Singapura–yeay! Kami menginap di hotel V Lavender, yang ternyata tempatnya sangat strategis. Letaknya berada di line hijau, yang artinya sejalan dengan Changi Airport. Selain itu, stasiun MRT Lavender berada tepat di bawah hotel, jadi kami tak perlu terlalu repot menyeret-nyeret koper.

Sesampainya di sana, saya lapar bukan main (hehe..), dan ternyata di sekitar hotel dipenuhi tempat makan. Ada Kopitiam 24 jam, Wendy’s, Toko Roti, Kedai makanan halal, Kedai bubble tea, dan gerai Old Chang Kee. Tentu saja pilihan saya jatuh ke Old Chang Kee yang menyajikan menu street food on a stick.. Nyam nyam.

Karena kami sudah terlalu sore sampai di sana, akhirnya hari pertama kami habiskan di Orchard Road. Esok harinya kami bangun pagi agar bisa langsung menuju Universal Studios.

Enaknya, hotel kami ini benar-benar strategis karena tidak terlalu jauh perjalanannya jika menggunakan MRT menuju Vivo City untuk menyeberang ke Sentosa Island.

Sebelum ke USS, kami sempatkan dulu sarapan di ToastBox. Saya pun selalu memesan menu yang sama, yaitu Traditional Kaya Toast. Roti bercampur selai srikaya dan lelehan butter, rasanya hmmm.. Tapi yang paling saya suka justru Ice Coffee (Kopi Peng), yaitu kopi dan susu yang rasanya enak banget! Pahit dan manisnya pas, rasa pekat kopinya pun terasa.

Dari Vivo City kami naik monorail menuju Sentosa dengan membayar SG$4 (buat yang punya kartu EZlink untuk MRT juga bisa menggunakannya). Sampai di USS, kami langsung menuju wahana, supaya tidak membuang waktu. Untungnya juga antrian tidak terlalu panjang. Tidak seperti terakhir kali saya ke sana yang harus mengantri berjam-jam demi menaiki satu wahana.

Wahana yang sudah pasti seru adalah Transformers dan The Mummy. Puas teriak-teriaknya (atau mungkin saya saja yang terlalu dramatis..hehe).

Kami selesai bermain di sana pukul 3 sore, karena masih ingin lihat-lihat di Vivo City. Malamnya kami makan malam di Bugis Junction. Sempat mutar-mutar, sampai akhirnya memutuskan makan di restoran Jepang.

Besoknya, dengan kaki yang agak pegal setelah berjalan seharian, kami memutuskan untuk pergi brunch di Stranger’s Reunion yang terletak di Kampong Bahru. Hanya dengan mengandalkan Google Maps, akhirnya kami sampai juga di kafe kecil yang nyaman ini.

Sayangnya waktu kami tidak banyak di hari terakhir, karena kami ingin cepat-cepat sampai Changi. Semua orang yang pernah ke Singapore pasti setuju kalau Changi tidak kalah serunya dengan semua mall yang ada di sana.

Meski singkat, liburan akhir pekan ini terasa padat. Agak sedih juga liburan yang sepertinya dinantikan sejak beberapa bulan sebelumnya, seperti berakhir dalam sekejap. Semoga saja saya masih bisa menikmati liburan seperti ini juga nantinya.

Oh iya, satu lagi.. Ini beberapa tips yang saya pelajari saat jalan-jalan di Singapore:

1. Pakai sepatu yang nyaman. Pilihan saya jatuh pada Wakai! Benar-benar cocok buat perjalanan jauh.
2. Jangan lupa minum vitamin C.
3. Siapkan itinerary, mau ke mana saja selama di sana. Seandainya tiba-tiba ada bencana alam, pasrah saja (habis mau bagaimana lagi). 😀
4. Pilih lokasi hotel yang strategis, karena bisa menghemat waktu perjalanan.
5. Survei harga barang sebelum akhirnya belanja di sana. Dengan nilai dollar yang gila-gilaan seperti sekarang, belanja di Singapore tidak selalu lebih murah.
6. Tebal muka untuk minta tolong orang tak dikenal supaya mau fotoin kita (sambil perhatikan jangan sampai kamera atau ponsel kita dibawa kabur..hehe).
7. Enjoy every minute of it!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s