My Summer in New York


Hi… It’s been a while. Padahal mengisi blog sekarang sudah lebih mudah dengan bantuan smartphone, tapi tetap saja sulit sekali langsung menulis di sini kalau belum benar-benar ingin. Anyway, saya baru saja menyelesaikan liburan (hmm.. Sudah tidak baru lagi, sih, karena sudah lebih dari 3 bulan yang lalu), yang menurut saya sangat singkat, penuh cerita, dan tentu saja menyenangkan.

Setelah merasakan musim gugur di New York, sekarang saatnya menikmati musim panas. Untungnya saya datang di ujung musim panas, sehingga udaranya sudah mulai sejuk. Cuacanya lebuh sering cerah berawan dengan hembusan angin yang sejuk, benar-benar menyenangkan!

Saya tidak pernah menyangka bisa kembali menjejakkan kaki ke kota yang tidak pernah tidur ini. Bahkan kalau tidak ada bukti berupa foto, mungkin saya akan merasa bahwa pengalaman itu hanya mimpi. Walaupun banyak yang bilang New York itu kotor, ramai, bau, dengan kumpulan orang-orang yang tidak ramah, saya tetap cinta kota yang menjadi salah satu pusat mode dunia ini. Gedung-gedungnya, keramaiannya, makanan pinggir jalannya, deretan toko, hingga taman tengah kotanya selalu terlihat memukau di mata saya.

Perjalanan saya kali ini dimulai pada bulan Agustus, tepat setelah Lebaran. Karena jatah cuti yang singkat (hiks!), saya hanya bisa menghabiskan waktu selama 12 hari. Selama itu pula, saya non stop pergi.

Walaupun mama dan teteh sudah kecapekan, saya nekat saja naik kereta dari New Jersey ke New York sendirian. Lagipula naik kereta di sana cukup nyaman. Lalu di New York, saya berhenti di Penn Station, lanjut berjalan kaki sampai lecet (hehehe..).

Dalam liburan kali ini, saya dan keluarga juga sempat kembali ke Washington DC. Tujuan saya cuma satu, masuk ke dalam Butterfly Pavillion di Smithsonian. Enaknya masuk museum di DC ini adalah gratis. Termasuk juga Smithsonian Zoo, tinggal masuk tanpa dipungut biaya.

Selain DC, saya juga ke Boston, Salem, dan Cambridge yang berada di negara bagian Massachusetts. Salem merupakan tempat penyihir zaman dahulu kala, di Boston saya sempat ke Boston Public Garden, dan Cambridge adalah tempat Harvard University.

Saya juga sempat ke The Hamptons, New York, kawasan pinggir pantai yang merupakan daerah elit. Alasan datang ke sini cuma satu, pengen merasakan suasana seperti di serial televisi favorit saya, Revenge (haha!).

Memang, sih, keinginannya agak absurd. But even the silliest dreams can come true..

Anyway.. Liburan saya kali ini tetap menyenangkan dan seperti biasa selalu merasa tidak puas. Saya pun benar-benar menutup mata dari pekerjaan dan tidak mau membuka email kantor.

Bedanya dengan liburan yang dulu, saya pulang sendirian dan mama menetap di sana sampai beberapa minggu (iri..). Saya pun harus menjalani perjalanan selama 25 jam sendirian, kembali ke Jakarta, dengan 940 email kantor yang belum terbaca, dan jetlag yang baru hilang seminggu kemudian.

20131207-174529.jpg
At the famous red stairs, Times Square
20131207-174600.jpg
in front of the US Capitol, Washington D.C.
20131207-174622.jpg
Shopping at Kate Spade New York, Fifth Avenue.. Dream come true 🙂
20131207-174716.jpg
New York sightseeing with Yudo 🙂
20131207-174739.jpg
Boston, Massachusetts
20131207-174858.jpg
Welcome to the Hamptons..
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s