Greetings From Yogyakarta


image (1)

Saya sempat berpikir, kalau saya tidak bekerja di dunia media, mungkin saya tidak akan pernah punya kesempatan untuk berjalan-jalan keluar kota. Sebenarnya, sih, banyak pekerjaan lainnya yang memungkinkan karyawannya untuk pergi keluar kota atau bahkan keluar negeri. Either way, I’m still feel grateful for my job.

Perjalanan terakhir saya adalah ke Yogyakarta (atau orang lebih sering mengucapkan Jogja, untuk lebih singkat). Ini bukan pertama kalinya saya ke Jogja untuk bekerja. Kali ini, saya diundang oleh sebuah hotel dan diajak berjalan-jalan. Sayangnya, rencana jalan-jalan sempat terhambat oleh derasnya hujan selama dua hari berturut-turut.

Di hari kedua, sempat berencana untuk mengunjungi Candi Ratu Boko untuk melihat sunset, namun terpaksa harus dibatalkan–hiks! Untungnya, di hari itu masih sempat mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Meski saya bukan orang Jawa, tapi mendengar cerita tentang Sultan dan Putri Keraton menarik juga. Termasuk melihat-lihat lukisan, koleksi batik, foto, dan berbagai macam dokumentasi lainnya.

at Museum Ullen Sentalu
at Museum Ullen Sentalu

Pada hari itu pula, saya dan rombongan media lainnya makan siang di sebuah restoran yang menyajikan aneka menu jamur, bernama Jejamuran. Saya, sih, suka jamur untuk side dish bukan sebagai menu utama. Jadi agak kaget juga ketika melihat semuanya menu jamur tanpa ada ayam atau daging. Tapi untuk rasa, cukup oke, kok, terutama sate jamur (karena dalam pikiran saya terus-menerus mengatakan “ini ayam”–haha!).

Di hari ketiga, saya pun diajak pergi ke sebuah air terjun. Sempat berpikir bahwa tempatnya tidak terlalu jauh, tapi ternyata di Gunung Kidul. Setelah 1,5 jam perjalanan, kami belum sampai juga di tempat tujuan. Sempat menempuh jalan berkelok-kelok, jalan yang rusak, pepohonan yang rindang, tanpa ada rumah bahkan kehidupan. We were in the middle of nowhere.

Tapi akhirnya setelah sampai dan naik-turun tangga batu yang tinggi-tinggi, saya pun melihat air terjun yang dinamakan Sri Gethuk itu. Hmm.. Setelah menghabiskan waktu demikian panjangnya untuk mencapai tempat ini, saya merasa tidak sebanding. Kami pun cuma sekitar 10 menit di sana dan harus buru-buru untuk mengejar pesawat.

Mungkin ini merupakan cerita perjalanan yang cukup singkat, tapi lagi-lagi saya mensyukuri masih sempat keluar sejenak dari kota Jakarta. Menjauh sedikit dari layar monitor komputer di kantor. Jadi ya.. anggap saja sebagai liburan singkat untuk menyegarkan diri sebelum kembali bekerja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s