Del Rey, Spektor, and Stone


Saya mencoba beralih sejenak dari musik R&B, Hip-hop, dan dance yang mainstream. Saat ini ada tiga musisi yang albumnya sedang saya dengarkan berulang-ulang.

Lana Del Rey – Born To Die

Pertama, album Born To Die milik Lana Del Rey. Saat dengar lagu Video Games, saya merasa biasa saja dan mulai jatuh cinta dengan musiknya saat mendengar lagu Blue Jeans.

You were sorta punk rock, I grew up on hip hop
But you fit me better than my favourite sweater, and I know
That love is mean, and love hurts
But I still remember that day we met in december, oh baby!

I will love you ’til the end of time
I would wait a million years
Promise you’ll remember that you’re mine
Baby can you see through the tears
Love you more
Than those bitches before” (Blue Jeans)

Baru, deh, setelah itu sadar, pantas saja cewek yang namanya Elizabeth Grant ini jadi pembicaraan di media-media luar negeri. Musiknya terkesan oldies, suaranya juga, tapi musiknya diolah dengan gaya modern. Gaya musiknya pun lain daripada yang lain, di mana semua penyanyi cewek berlomba-lomba untuk tampil maksimal di panggung dengan pamer tubuh dan tari-tarian, dia malah nyanyi dengan malas-malasan (haha!).

Karena wajahnya yang cantik (walaupun menurut saya bentuknya terlalu sempurna dan aneh, jadi terkesan palsu) dan gaya berpakaiannya yang eklektik, dia langsung masuk jajaran musisi yang penampilannya di red carpet jadi pusat perhatian. Baru-baru ini rumah mode Mulberry saja meluncurkan tas yang diberi nama Del Rey bag.

Lagu-lagu lainnya juga tidak kalah bagus, walaupun memang kebanyakan liriknya sedih dan didukung dengan musik yang bernuansa gloomy juga. Ada Born To Die, Summertime Sadness, Carmen, Radio, Diet Mountain Dew, dan Dark Paradise.

All my friends tell me I should move on
I’m lying in the ocean, singing your song
Ahhh, that’s how you sang it
Loving you forever, can’t be wrong
Even though you’re not here, won’t move on
Ahhh, that’s how we played it

And there’s no remedy for memory your face is
Like a melody, it won’t leave my head
Your soul is haunting me and telling me
That everything is fine
But I wish I was dead” (Dark Paradise)

Regina Spektor – What We Saw From The Cheap Seats

Kedua, tentu saja dari salah satu penyanyi wanita favorit saya, Regina Spektor yang baru meluncurkan album terbarunya akhir Mei 2012. Sebenarnya saya sudah mendengarkan single terbarunya All The Rowboats beberapa waktu lalu dan langsung jatuh cinta. Regina Spektor memang paling jagonya memainkan nada-nada unik di atas piano dan dipadukan dengan vokalnya yang khas. Lagu lainnya yang saya suka Small Town Moon, How, Don’t Leave Me (Ne Me Quitte Pas), dan Ballad Of A Politician.

When no one’s looking I fetch a sculpture
Marble, gold, and soft as satin
But the most special are the most lonely
God, I pity the violins
In glass coffins they keep coughing
They’ve forgotten, forgotten how to sing, how to sing

First there’s lights out, then there’s lock up
Masterpieces serving maximum sentences
It’s their own fault for being timeless
There’s a price to pay and a consequence” (All The Rowboats)

 

Angus and Julia Stone

Ketiga, adalah dua album dari Angus and Julia Stone. Mereka adalah kakak beradik dari Australia dan sebenarnya sudah merilis album sejak 2006. Tapi, saya baru mengenal mereka sejak dengar lagu Love Will Take You di album OST Breaking Dawn dan lagu itu masuk playlist “Mood Soother” saya karena musiknya yang saya anggap mampu menenangkan hati saya.

Kemudian saya mendengar lagu mereka lagi di serial televisi Revenge (serial favorit drama favorit saya yang benar-benar bikin saya terobsesi bahkan setelah berulang kali menontonnya). Lagu itu berjudul For You yang akhirnya membuat saya langsung mendownload semua album mereka yang pernah ada.

If you love me with all of your heart
If you love me
I’ll make you a star in my universe
You’ll never have to go to work
You’ll spend every day
Shining your light my way” (For You)

Lagu itu diambil dari album Down The Way tahun 2010 dan didalamnya ada beberapa lagunya yang saya suka, seperti Big Jet Plane, Yellow Brick Road, Hold On, The Devil’s Tears, serta I’m Not Yours. Sedangkan di album A Book Like This tahun 2007 saya suka lagu The Beast, Wasted, Soldier, dan Here We Go Again. Musik yang tenang tapi nggak membosankan serta vokal mereka berdua yang unik memang jadi kekuatan lagu-lagu mereka. Really love them!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s