One Lovely Evening With Feist


Wah… Saya jadi jarang mengisi blog ini, karena seharian sudah berkutat di depan komputer dan terus-terusan mengetik di kantor rasanya jadi malas menulis di blog lagi. Anyway, saya bela-belain menulis lagi, karena saya baru saja menonton konser FEIST! Yup, tepatnya Rabu, 15 Februari kemarin.

Saya ini memang pencinta konser, tapi sayangnya belum pernah sama sekali menonton konser penyanyi perempuan. Padahal kebanyakan penyanyi favorit saya itu, ya penyanyi perempuan. Lalu, dulu saya juga sempat terpikir, kalau sampai Feist datang ke Jakarta, pokoknya harus banget nonton. Akhirnya, kesempatan itu datang juga dan menurut saya ini konser terbaik yang pernah saya tonton.

Konser diawali oleh penampilan Erlend Øye, vokalis Kings of Convenience, yang katanya dadakan. Jadi, dia cerita kalau sedang di Jakarta selama beberapa minggu dan tahu soal kabar Feist akan manggung di Jakarta. Karena mereka bersahabat, Feist pun mengajak Erlend untuk jadi opening act konsernya–as simple as that.

Lalu setelah menyanyikan beberapa lagu, diantaranya lagu milik The Smiths, lagu dalam bahasa Norwegia (yang saya yakin cuma dia yang mengerti), dan lagu KOC, Erlend pun mundur ke belakang panggung. Sekitar 30 menit kemudian, baru Feist muncul, lengkap dengan band dan tiga penyanyi latar (Mountain Man–yang menurut saya seperti hippies..hehe).

Sayangnya.. saya tidak menemukan foto yang lebih baik dari ini--diambil dari Yahoo! OMG
Suasana konsernya kurang lebih seperti ini

Feist langsung menyanyikan lagu Undiscovered First dari album terbarunya, Metals. Lagu-lagu yang dinyanyikan di awal memang diambil dari album tersebut, seperti A Commotion, How Come You Never Go There, dan tentu saja lagu favorit saya Graveyard (yang selalu mengingatkan akan suasana kantor saya yang bersebelahan dengan kuburan).

Kalau mendengar setiap album Feist pasti akan menduga konsernya bakal tenang dan santai, tapi ternyata Feist tampil penuh semangat, musiknya kadang diubah (seperti saat menyanyikan Mushaboom), dan suaranya bahkan lebih bagus saat tampil live. Feist juga sesekali mengucapkan “Terima Kasih, Jakarta” dan “Saya Cinta Kamu, Jakarta” sambil melirik kartu contekan yang saya duga berisi tulisan itu.

Feist juga sangat komunikatif, menegur para penonton, bercerita soal musiknya, dan mengaku senang banget bisa ke Jakarta. Dia sempat bilang, berada di Jakarta seperti berada di dimensi lain (hehe.. mungkin orangnya aneh-aneh). Anyway, karena Feist baru saja berulang tahun 2 hari sebelumnya (13 Februari), ada seorang penonton memberi kado padanya dan serentak semuanya menyanyikan lagu Happy Birthday. Tapi, kemudian dia meminta penonton untuk menyanyikan lagu dalam Bahasa Indonesia (seru banget..).

Dengan menyanyikan sekitar 20 lagu, Feist pun sampai melakukan 2 kali encore. Di encore pertama dia menyanyikan Sealion dan Let It Die, lalu pada encore kedua dia berduet dengan Erlend Øye menyanyikan lagu The Build Up. Katanya, sih, lagu ini mereka ciptakan bersama sekitar 9 tahun yang lalu. Dan selama itu, baru sekitar 8-9 kali pernah mereka nyanyikan bersama di atas panggung–wow!

Setelah itu, Feist menyanyikan Intuition hanya dengan iringan gitarnya sendiri (karena semua anggota band dan penyanyi latarnya sudah masuk ke balik panggung setelah encore pertama) dan Erlend duduk di pinggir panggung sambil mendengarkan. Terakhirnya, ini adalah bagian favorit saya, karena Feist mengajak drummernya untuk mengiringi musik di lagu When I Was A Young Girl, salah satu lagu yang paling saya suka dan nggak nyangka akan dinyanyikan. Musiknya pun berbeda, lebih menghentak, apalagi ditambah penampilan Erlend yang ikut-ikutan menari sambil bawa kecrekan.

Benar-benar konser yang menyenangkan, dari segi musik dan penampilan, semuanya menghibur. Feist sempat bilang kalau dia nggak menolak kalau harus konser di Jakarta lagi. Kalau itu terjadi lagi, saya pun pasti akan datang untuk menontonnya. Setelah ini, masih banyak daftar penyanyi perempuan lainnya yang harus (kalau bisa) saya tonton konsernya, antara lain Lady Gaga, Beyonce, dan tentu saja Adele.

Feist Concert Setlist 15 Februari 2012:
1. Undiscovered First
2. A Commotion
3. How Come You Never Go There
4. Graveyard
5. Mushaboom
6. The Circle Married The Line
7. So Sorry
8. Anti-Pioneer
9. My Moon, My Man
10. I Feel It All
11. The Bad In Each Other
12. Honey Honey
13. Comfort Me
14. Caught A Long Wind
15. Get It Wrong, Get It Right

Encore 1:
16. Sealion
17. Let It Die
Encore 2:
18. Build It Up
19. Intuition
20. When I Was A Young Girl

Advertisements

2 thoughts on “One Lovely Evening With Feist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s