Wonderful D.C.


8-9 Oktober 2011

Bunyi alarm itu benar-benar mengganggu dan jam di handphone saya menunjukkan pukul 5 pagi. Walaupun masih dengan mata setengah terpejam saya bangun dari tempat tidur lalu menuju dapur untuk menghangatkan air dan membuat secangkir teh. Udara pagi itu dingin sekali. Tidak lama setelah saya bangun, mama pun ikut bangun. Hari itu kami sekeluarga akan pergi ke Washington D.C., the capital of United States, dengan perjalanan selama 4 jam menyetir dari New Jersey. Rencana awalnya adalah kami berangkat tepat pukul 6, tapi karena persiapan ini dan itu, kita pun baru benar-benar meninggalkan cabin sekitar pukul 8 lewat. Tujuan kami saat itu sudah jelas, yaitu mengunjungi Georgetown Cupcake, sebuah toko cupcake terkenal yang acaranya bernama DC Cupcake ditayangkan di Starworld. Saya dan mama selalu rajin menontonnya, sambil berangan-angan bahwa kita suatu saat nanti harus ke sana. Saya sendiri bukan orang yang suka makan cupcake, entah kenapa di Jakarta jarang sekali melihat cupcake yang menggugah selera.

Dengan bantuan GPS, akhirnya kami sekeluarga sampai juga ke Washington dan melihat toko tersebut di pojokan jalan, persis seperti yang saya ingat melalui acara televisinya. Sama seperti di acara itu pula, saya harus mengantri sebelum bisa masuk dan memesan cupcake yang diinginkan. Saya diberi selembar menu yang berisi macam-macam rasa cupcake yang dijual tiap hari, lalu ada juga rasa spesial hari itu atau rasa spesial berdasarkan bulan. Begitu masuk ke dalam, saya juga sempat berfoto-foto dan ternyata bukan saya saja, kok. Banyak yang datang ke sana, membeli cupcake, duduk sebentar di bangku yang disediakan khusus untuk berfoto-foto. Saya tentu saja memilih red velvet, rasa andalan di toko ini, dan benar saja rasanya memang enak banget! Icing-nya terasa lembut dan walaupun secara kasat mata terlihat padat, ketika digigit langsung meleleh di mulut.. yumm.

Georgetown Cupcake
The famous and super yummy red velvet
The Embassy Inn

Setelah dari sana, kita langsung menuju hotel Embassy Inn. Hotel ini persis penginapan atau apartemen kuno, tapi terasa nyaman. Memang beda rasanya berada di sini dibanding dengan New York atau New Jersey, di sini tampak rapi, bersih, dengan orang-orang yang lebih ramah. Saya langsung bisa mengenali bahwa Georgetown merupakan daerah yang paling ramai, selain banyak resto, banyak pula tempat perbelanjaan khusus turis. Esok paginya, saya dan mama pergi tur keliling Washington yang berlangsung sekitar 4 jam. Dengan menggunakan bus, kita berputar-putar mengunjungi beberapa tempat yang menjadi atraksi para turis. Sekadar informasi, menurut sang tour guide, ada 3 industri utama di Washington, yang pertama adalah turis, lalu pemerintahan, baru kemudian edukasi (pantas saja kotanya rapi, karena banyak orang terpelajar). Beberapa tempat yang sempat saya kunjungi, yaitu: White House (gedung putih alias rumahnya Obama), Thomas Jefferson Memorial, Martin Luther King Memorial, Lincoln Memorial, dan sebagainya. Sayangnya, ketika sampai di Lincoln Memorial, Reflection Pool atau kolam panjang di hadapan patung Lincoln sedang direnovasi–hiks! Padahal ketika kita berdiri di depan patung tersebut, kita bisa melihat kolam dan monumen George Washington jauh di depannya dalam satu garis lurus. Persis seperti yang sudah sering saya lihat di berbagai film, mulai dari National Treasure, Night at the Museum 2, atau Transformers 2: Dark of the Moon.

George Washington Monument - taken from Thomas Jefferson Memorial
Lincoln Memorial
Martin Luther King Memorial

Selain memorial akan presiden terdahulu, di sini juga banyak memorial peperangan, seperti Korean War, Vietnam War, World War II, dan lainnya. Setelah dipikir-pikir, orang Amerika ini senang sekali perang ya. Ada lagi tempat yang wajib banget dikunjungi saat datang ke sini, yaitu The Smithsonian, yang merupakan kompleks museum yang jumlahnya lebih dari 10 museum–wow! Untuk masuknya, kita sama sekali tidak harus mengeluarkan biaya apa pun (tapi biaya makan di dalam sangat mahal, lho). Ada beberapa museum yang menjadi favorit, yaitu Museum of Natural History, Museum of American History, dan ada juga Air and Space Museum. Sayangnya lagi, saya nggak sempat melihat semuanya, hanya sempat masuk ke Museum of Natural History (itu pun hanya di lantai bawahnya saja).

Iwo Jima Memorial -- remember the movie "Flags of Our Father"?
The Smithsonian - Museum of Natural History

Setelah dari sana, kita melanjutkan perjalanan ke U.S. Capitol, gedung tempat anggota konggres berkumpul dan mengadakan rapat. Gedung berwarna putih dengan kubah besar ini juga merupakan salah satu ciri khas dari Washington D.C. Untungnya hari itu langit berwarna biru cerah dan udara yang panas (padahal pagi harinya terasa dingin), membuat kita bisa bersantai, duduk-duduk di rumput, di depan U.S. Capitol. Ah, seandainya bisa lebih lama di sini dan menikmati suasana Washington. Rasanya perlu waktu beberapa hari untuk bisa menjelajahi kota ini, belum lagi keluar masuk museum Smithsonian, atau menikmati beberapa resto di Georgetown. Lain kali.. Mungkin saja.

Enjoying the afternoon in front of US Capitol

Photos by: Blue Stellar (and my mom)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s