My New York Sightseeing (Part 1)


My adventure starts here…

Selama berada di New Jersey, saya, mama, teteh bolak-balik ke New York untuk jalan-jalan. Tapi karena perjalanan yang jauh (dengan mobil sekitar 1,5 jam) dan banyaknya rombongan kami (teteh dan tiga anaknya), akhirnya waktu kami lebih banyak habis di jalan ketimbang menikmati tempat-tempat menarik di New York. Saya pun memutuskan untuk pergi sendiri dengan naik kereta dari New Jersey ke New York. Tanpa pengetahuan yang banyak tentang tempat-tempat di New York, cuma bermodalkan blackberry dan aplikasi Google maps didalamnya, saya pun nekat pergi sendiri.

Trump International Hotel&Tower in front of Central Park West

Hari pertama, saya sampai di Penn Station, New York sekitar pukul 11.30 siang. Tujuan pertama saya kali ini sudah jelas, yaitu American Museum of Natural History. Saya ini pencinta dinosaurus, entah kenapa dari kecil saya selalu tertarik membaca buku-buku tentang dinosaurus sampai menghafal nama-namanya. Museum ini juga merupakan museum yang ada di film Night at the Museum yang dibintangin Ben Stiller dan terletak di 81st Central Park West. Begitu sampai di New York, hal pertama yang harus saya lakukan adalah membeli metrocard untuk bisa naik bus, akhirnya saya masuk ke subway untuk mencari vending machine. Untungnya saya dibantu polisi yang mungkin menebak kalau saya ini turis dan tidak tahu cari membeli metrocard. Dari sana, mulai, deh, saya mencari bus yang kira-kira bisa mengantarkan saya ke Central Park. Tapi, karena tidak ketemu (dan karena saya juga tidak tahu), saya terus berjalan mengikuti panduan Google maps. Sampai di Columbus Circle, saya melihat ada bus yang langsung melewati museum tersebut, tapi karena saya pikir sudah tidak terlalu jauh, saya tetap saja jalan. Saya pun salah! Ternyata museum itu masih jauh. Jadilah saya berjalan sekitar 50 blok dari Penn Station ke Central Park West dan itu sangat melelahkan, kaki saya pun rasanya sudah mau rontok.

American Museum of Natural History

Masuk ke museum ini saya langsung ternganga dengan betapa megahnya tempat itu dan tentu saja kerangka dinosaurus yang berada di pintu masuk. By the way, sebelum perjalanan saya ini, saya sudah membeli New York City Pass terlebih dahulu, hanya dengan $79 kita sudah bisa pergi ke beberapa tempat, mulai dari museum hingga patung Liberty. Jadi saya hanya tinggal menunjukkan buklet NYC Pass saya dan langsung masuk kedalamnya. Tempat ini sangat luas dan terbagi menjadi beberapa bagian, makanya sebelum kesini sebaiknya kita sudah menentukan tempat yang menjadi prioritas. Exhibition halls di sini terbagi menjadi: Akeley Hall of African Mammals (berisi diorama yang menampilkan kehidupan binatang di alam bebas), Arthur Ross Hall of Meteorites (untuk pencinta antariksa bisa mendapatkan banyak informasi di sini), Bernard and Anne Spitzer Hall of Human Origins (kita bisa mengenal manusia termasuk mengenai suku, ras, dan adat istiadat mereka), Harry Frank Guggenheim Hall of Gems and Minerals (berbagai jenis bebatuan langka dan permata dipamerkan di sini), Milstein Hall of Ocean Life (satu hal yang menonjol di sini adalah patung ikan paus biru yang mengikuti ukuran aslinya), dan Fossil Halls (beragam fosil berumur jutaan tahun dipamerkan di sini).

The great Tyrannosaurus Rex

Yang menjadi tujuan utama saya tentu saja Fossil Halls, jadi setelah berjalan-jalan sebentar di Akeley Hall, Ross Hall, dan Anne Spitzer Hall, saya langsung menuju ke tempat kerangka dinosaurus tersebut. Di sini ada fossil dinosaurus paling terkenal (dan paling kejam), Tyrannosaurus Rex. Fosil T-rex yang dipamerkan di sini ternyata merupakan gabungan dari dua kerangka T-rex yang ditemukan di dua tempat yang berbeda. Selain T-rex, tentu saja ada fosil lainnya, seperti Triceratops, Apatosaurus (Brontosaurus–yang dianggap sebagai dinosaurus terpanjang dan terbesar di daratan), Stegosaurus, dan lain sebagainya. Karena pergi sendiri, saya pun harus memberanikan diri untuk minta bantuan orang lain untuk mengambil foto saya dengan T-rex–dan hasilnya bagus!

Setelah dari museum ini, tujuan saya berikutnya adalah The Museum of Modern Art (MoMA) yang terletak di 53rd street antara fifth dan sixth avenue. Kali ini saya sudah tahu bus apa yang akan saya naiki. Dari depan museum, saya naik bus ke arah Columbus Circle, dari sana saya tinggal mencari bus yang menuju arah Times Square. Sampai di MoMa, saya hanya punya waktu sekitar satu jam sebelum museum itu tutup, jadi saya langsung menuju lantai teratas yang merupakan tempat karya-karya utama dari museum ini. Beberapa lukisan ternama diantaranya, The Starry Night (Vincent Van Gogh), Bather (Paul Cézanne), dan Les Demoiselles d’Avignon (Pablo Picasso). Selain lukisan, di sini kita juga bisa melihat galeri luar ruangan yang memamerkan patung-patung. Enaknya, kita bisa duduk-duduk di pinggir kolam sambil menikmati teh atau kopi.

Inside The Museum of Modern Art (MoMA)
Vincent Van Gogh "The Starry Night"
The sculpture gallery

Setelah dari sana, saya pun mencari Starbucks terdekat melalui Google maps, karena saya harus me-recharge handphone saya dan juga beristirahat–pinggang dan kaki saya bukan main pegalnya! Setelah puas minum Caramel Macchiato dan makan walnut banana cake, saya pun menuju Penn Station untuk kembali pulang ke New Jersey. Tapi, di pikiran saya sudah merencanakan perjalanan saya kembali ke New York esok harinya.

Afternoon coffee

Photos by: BlueStellar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s