The Script: Together We Cry


It was really a heartbreaking (and amazing) night with The Script. Saya akui dari dulu saya memang suka dengan lagu-lagu mereka, walaupun tidak bisa dikategorikan suka banget seperti saat mendengarkan Incubus atau Linkin Park. Apalagi lagu-lagu mereka (entah kenapa) sebagian besar bercerita tentang kesedihan dan patah hati. Ketika mereka akan datang ke Jakarta pun saya masih belum tertarik untuk datang ke konsernya. Sampai ketika saya mulai mendengarkan lagu-lagu mereka, yang sedikit banyak berkaitan dengan apa yang saya rasakan sekarang, dan tiba-tiba saya ingin menonton konsernya. Sayangnya, ketika saya mulai mencari tiket, pada H-4 semua tiket sudah sold out dimana-mana. Ada beberapa yang menjual tiket konsernya dengan harga yang sangat tinggi. Tapi pada saat itu saya hanya berkata, kalau memang saya ditakdirkan untuk menontonnya, maka nanti akan diberikan jalan. Benar saja, ketika saya bertanya pada beberapa teman, kebetulan ada seorang teman saya yang punya satu tiket gratis tapi dia tidak bisa datang karena harus keluar kota, dan tiket itu pun diberikan ke saya–woohoo!!

Malam itu, saya datang sendiri, padahal saya nggak pernah datang konser sendirian dan menyetir sendiri pula. Ya, berhubung tempat konsernya sendiri dekat dengan rumah saya, jadi kenapa tidak? Sempat agak menyesal datang sendirian di antara orang-orang yang datang berpasangan. Untungnya saya juga janjian dengan salah seorang Mellon, yaitu Muning (bahkan sebelum The Script mulai nyanyi, kita sudah siap-siap nangis bersama-sama..hehe). Setelah menunggu cukup lama, sekitar 3 jam, akhirnya The Script masuk ke panggung dan mulai menyanyikan You Won’t Feel A Thing (di akhir lagu Danny menyapa “Selamat malam, apa kabar?”) kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu hits mereka lainnya, Talk You Down, We Cry, dan bahkan pada lagu The Man Who Can’t Be Moved, semua penonton kompak menyanyikan bait pertama yang sempat membuat Danny sang vokalis sedikit kaget (bahkan dia mengaku sedikit merinding). Btw, saya dan Muning sibuk berkomentar kalau Danny ganteng banget (hehehe) dan menurut saya dia mirip Orlando Bloom.

Bagi saya, salah satu hal yang menyenangkan dari sebuah konser bukan cuma bagaimana sang penyanyi tampil memukau, tapi juga bagaimana mereka berinteraksi dengan penonton. Danny beberapa kali turun ke bawah dan bernyanyi di depan para penonton serta mengucapkan “Terima Kasih” berkali-kali, kemudian Mark (gitaris) juga sempat bercerita kalau sepuluh tahun yang lalu dia dan Danny datang ke Jakarta sebagai backpacker, nggak nyangka juga ketika datang kesini lagi mereka sudah terkenal. Setelah lagu ke-12, mereka menutup konser malam itu dengan lagu For The First Time dari album terbaru mereka Science & Faith, Danny menyanyi di depan keyboard dengan melingkarkan bendera merah putih di lehernya. Bahkan setelah selesai bernyanyi dan mereka mengucapkan selamat tinggal, Mark sekali lagi mengajak penonton untuk ikut bernyanyi lirik terakhir dari lagu tersebut, “Oh, these times are hard, yeah, they’re making us crazy. Don’t give up on me, baby..” Lalu diakhiri dengan tepuk tangan meriah. What a great night!

Foto ini diambil oleh Mark dan dimasukkan ke twitpic

The Script Concert Setlist 12 November 2011:
1. You Won’t Feel A Thing
“Cause I will take it on the chin, eh, for you. So lay your cuts and bruises over my skin, I promise you won’t feel a thing. Cause everything the world could throw, I’ll stand in front, I’ll take the blow for you. For you”
2. Talk You Down
“We’re standing on a tiny ledge, before this goes over the edge. Gonna use my heart and not my head and try to open up your eyes. This is Relationship suicide”
3. We Cry
“There comes a time when every bird has to fly. At some point every rose has to die”
4. The Man Who Can’t Be Moved
“How can I move on when I’m still in love with you… So, I’m not moving.”
5. If You Ever Come Back
“And I wish you could give me the cold shoulder, And I wish you could still give me a hard time, And I wish I could still wish it was over. But even if wishing is a waste of time, Even if I never cross your mind”
6. Before The Worst
“Before the worst, before we met, Before our hearts decide It’s time to love again. Before too late, before too long Let’s try to take it back, Before it all went wrong”
7. The End Where I Begin
“Sometimes tears say all there is to say, Sometimes your first scars wont ever fade away”
8. Science & Faith
“You won’t find faith or hope down a telescope, You won’t find heart and soul in the stars. You can break everything down to the chemicals, But you can’t explain a love like ours”
9. Nothing
“And I know that I’m drunk but I’ll say the words, And she’ll listen this time even though their slurred. Dial her number and confess to her, I’m still in love but all i heard was nothing”
10. Dead Man Walking
“Already broken, already gone. Already know you’re moving on. Already see it in your face, Already someone in my place”
11. Rusty Halo
“Now I’m running for the light in the tunnel but it’s just the train, Yeah I’m looking for the right type of pleasure but all I find is pain. Now there’s no light to guide me on my way home, Now there’s no time to shine my rusty halo…”
12. Breakeven
“What am I supposed to do when the best part of me was always you, And what am I supposed to say when I’m all choked up and you’re okay”

Encore:
13. For The First Time
“We’re smiling but we’re close tears, even after all these years. We just now got the feeling that we’re meeting for the first time”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s