Totally Wicked


Di posting saya yang berjudul Eat, Play, Love, saya pernah menyebutkan bahwa pergi ke New York dan menonton musical play (atau musical drama) di Broadway. Tepatnya tanggal 12 Oktober 2011, keinginan saya terwujudkan. Namun tampaknya hari itu, menonton drama pun juga diawali dengan drama yang terjadi antara saya, mama, dan teteh. Karena kita harus pergi bertiga saja, teteh harus mencari orang lain untuk menjaga ketiga anaknya. Tapi rencana tersebut tidak berjalan mulus, karena tiba-tiba orang yang harusnya menjadi babysitter hari ini tidak ada dirumahnya, makanya kami kelimpungan dan waktu terus berjalan. Hingga akhirnya kita sampai sedikit telat untuk menonton acara ini.

Gershwin Theatre

Wicked merupakan drama musikal yang didasari dari novel Wicked: The Life and Times of the Wicked Witch of The West yang merupakan novel paralel dari kisah klasik The Wizard of Oz. Kisahnya menceritakan perjalanan hidup Elphaba, penyihir berkulit hijau dan Galinda (yang nanti namanya akan berubah menjadi Glinda). Ketika drama musikal ini pertama kali ditampilkan di broadway, Idina Menzel berperan sebagai Elphaba dan Kristin Chenoweth sebagai Glinda. Kalau penonton Glee, pasti tahu mereka berdua. Dan di serial Glee pula saya jadi tahu lagu Defying Gravity yang merupakan lagu dari drama musikal ini. Ini dia yang membuat saya jadi penasaran untuk menonton Wicked, apalagi sejak pertunjukkan perdananya di tahun 2003, baru tahun inilah drama tersebut kembali hadir di Broadway dengan menampilkan Jackie Burns sebagai Elphaba dan Chandra Lee Schwartz sebagai Glinda.

Wicked

Begitu masuk ke dalam Gershwin Theatre, saya disambut oleh dekorasi ala Emerald City, tempat Wizard of Oz. Saya, mama, dan teteh terburu-buru masuk karena sayup-sayup terdengar suara musik yang sudah dimulai. Teater sudah penuh dan untung saja kami hanya telat beberapa menit. Posisi duduk kami lumayan enak juga, cukup untuk melihat para pemain, betapa cantik dan tampannya mereka, dan tentu saja betapa indah suara mereka. Saya benar-benar terbuai dengan drama yang berlangsung selama 4 jam ini dan terbagi menjadi 2 babak. Apalagi di akhir babak 1 ketika Elphaba menyanyikan “Defying Gravity” dan dia memakai gaun hitam serta topi lancip penyihir, melayang bersama sapu terbangnya, benar-benar bikin merinding. Keluar dari sana pun, saya masih terus bersenandung lagu-lagu yang sebelumnya dinyanyikan. Pengalaman yang nggak akan terlupakan buat saya. Mungkin kalau saya tinggal di New York, bisa tiap minggu datang ke teater untuk menonton drama musikal lainnya. Lain kali, mudah-mudahan ada kesempatan seperti ini lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s