The End Is The Beginning


Every ending has a beginning….

Bulan September ini banyak kejadian penting dalam hidup saya, yaitu dua kali wisuda di saat yang berdekatan. Wisuda pertama adalah wisuda gelar master program pascasarjana Manajemen Komunikasi, Universitas Indonesia. Untuk kedua kalinya, saya hadir di balairung, lengkap dengan kebaya dan toga (kali ini dengan 2 garis oranye di bagian lengan). Sebuah pencapaian yang membanggakan buat diri saya, apalagi melihat nama saya di big screen sebagai salah satu lulusan dengan predikat cum laude. Bahkan disebutkan juga di website Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia.

Me and My Mom

Wisuda kali ini saya tidak hanya ditemani mama, karena kebetulan sekali Tante Jane (adik papa yang tinggal di Perth) juga hadir di acara tersebut. Selain itu, sahabat saya sejak SD, Kiky, juga di wisuda di saat yang bersamaan. Dulu pun ketika S1 kita wisuda bersama-sama. Lebih hebatnya lagi, kuliah selama 2 tahun terakhir ini dia lakukan bersamaan dengan menikah, hamil, melahirkan hingga akhirnya lulus sidang tesis. Saya benar-benar salut padanya. Saya saja yang hanya kerja dan kuliah kadang-kadang rasanya sudah sangat lelah. Apalagi banyak kejadian selama kuliah S2 ini yang menyita waktu, pikiran, dan energi saya. Bukan sebuah perjalanan yang mudah, namun akhirnya perjuangan saya tidak sia-sia dan semua cobaan pun bisa saya lewati.

Me and Kiky
Me, Mom, and Tante Jane

Wisuda kedua adalah kelulusan saya dari majalah Cita Cinta, Femina Group. Sudah menjadi impian saya sejak dulu untuk menjadi seorang jurnalis, bekerja di majalah perempuan, dan menjadi seorang fashion stylist bagaikan sebuah kesempatan langka bagi saya yang tidak pernah mengenyam pendidikan di bidang fashion. Selama 3,5 tahun saya merasa belajar dari nol, hingga saya benar-benar paham akan dunia ini. Bukan hanya ilmu yang saya dapat, tapi juga pertemanan, persahabatan dengan rekan-rekan kantor, suasana kekeluargaan yang menyenangkan di lingkungan ini. Lalu mengapa saya memutuskan resign? Memang, saya belum mendapatkan pekerjaan baru saat ini, saya hanya ingin memberikan sedikit kesenangan untuk diri pribadi. Rasa jenuh, stress, dan lelah kadang tak tertahankan. Makanya saya memutuskan untuk keluar dan berlibur bersama keluarga.

Good Bye, Cita Cinta Magazine

Setelah itu, langkah selanjutnya tentu saja mencari pekerjaan baru. Sebenarnya saya cukup khawatir akan hal ini, pekerjaan memang sulit dicari, tapi untungnya keluarga dan teman-teman mendukung saya. Selama ini saya belum pernah menganggur, karena begitu lulus langsung bekerja. Bahkan saya sering berkata, rasanya lebih berat tidak punya pekerjaan daripada tidak punya pacar.

Yang saya tahu, setiap akhir pasti memiliki awal. Setelah selesai meraih mimpi saya kuliah S2 dan bekerja di media, saya akan menyusun mimpi-mimpi baru saya, kemudian kembali mengejarnya. This is my time…

Advertisements

2 thoughts on “The End Is The Beginning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s