I’m a Free Bitch, Baby!


Apa yang terlintas di kepala ketika mendengar kata ‘Bitch’? Perempuan jalang, pelacur, atau sederet ungkapan kasar lainnya yang merendahkan perempuan. Tapi bagi saya kata yang satu ini punya makna yang lebih luas lagi. Seperti yang diungkapkan dalam buku “Why Men Love Bitches”, kata ‘Bitch’ justru digunakan bukan untuk menggambarkan perempuan jahat, namun digambarkan sebagai perempuan berani dan penuh percaya diri. Dalam sebuah review mengenai buku ini dijelaskan, “She (Sherry Argov the author of this book) uses the term ‘Bitch’ sarcastically, as she is not referring to a woman who is mean, but a woman who doesn’t give up her life for a man.

Saya jadi teringat sebuah lagu yang berjudul Life’s a Bitch dengan lirik, “Life’s a bitch, and then you die“. Tapi, saya mengubahnya menjadi “Life’s a Bitch… and so am I“. Bagi saya kalau hidup terasa menyebalkan atau berat, saya tahu saya kuat untuk menghadapinya. Semua yang menjalani hidup pasti merasakan berbagai macam masalah, ada yang bisa mengatasinya, ada yang tidak. Lain masalah yang dialami laki-laki, lain pula dengan perempuan.

Oke, memang sebagai perempuan, tidak jarang kita mendapatkan hak istimewa akan hal-hal tertentu. Perempuan dianggap wajar jika menangis, perempuan disediakan tempat parkir khusus di beberapa pusat perbelanjaan, perempuan boleh bersolek, dan lain sebagainya. Tapi, nggak jarang juga banyak hal yang merendahkan perempuan, seperti banyak sekali larangan untuk perempuan, sedangkan laki-laki dimaklumi. Atau misalnya perempuan selalu dianggap lemah, dianggap tidak pantas melakukan hal tertentu, dianggap tidak mampu melakukan banyak hal.

Perempuan ‘dikodratkan’ melakukan hal-hal domestik, menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak-anak, dan memasak di dapur. Setinggi apa pun pendidikan seorang perempuan, pada akhirnya pekerjaan mereka seputar dapur. Namun, kini makin banyak perempuan yang punya pendidikan tinggi, karier yang bagus, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada laki-laki. Sekarang mereka mengejar kemandirian, kemapanan, bukan lagi status sebagai istri seseorang.

Saya sendiri bukan orang yang berencana untuk hidup sendiri dan tidak menikah, tapi saya memutuskan bahwa diri saya tidak mau dikekang oleh siapa pun. Bukankah setiap manusia di dunia ini berhak akan kebebasan? Saya ingin bisa pergi tanpa rasa takut, saya ingin melakukan berbagai hal tanpa takut dicurigai atau dimata-matai, saya ingin membuat keputusan yang saya tahu terbaik untuk saya, dan masih banyak lagi lainnya.

Jadi dengan bangga saya bisa mengatakan: Life’s a Bitch and so am I. Life is tough, but I’m tougher…

Advertisements

2 thoughts on “I’m a Free Bitch, Baby!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s