Ubud and Bebek Bengil


Di hari kedua liburan saya di Bali, saya, Tya, dan Becky memulai perjalanan kami ke Ubud. Saya belum pernah ke Ubud sebelumnya, jadi ini merupakan pengalaman pertama saya. Kita bertiga sampai di Ubud, pas saat waktunya makan siang, atau mungkin pas di saat kami benar-benar lapar. Sepertinya liburan ini membuat saya jadi mudah lapar. Akhirnya, Becky mengajak kami ke Bebek Bengil (The Dirty Duck Diner). Resto ini memang sangat terkenal dan walaupun saya jarang makan bebek, kalau untuk mencoba menu di resto ini saya pasti tidak akan menolaknya. Masuk ke resto ini, kita disambut dengan warna hijau pohon dan padi di sawah yang membuat suasana terasa sejuk (padahal hari ini matahari bersinar cukup terik).

Bebek Bengil (Dirty Duck Diner) - Ubud

Kami pun memilih tempat duduk lesehan, supaya suasana makan terasa lebih santai. Saya dan Becky memesan nasi campur bali dengan bebek goreng crispy yang terkenal. Sedangkan, Tya memilih menu nasi dan setengah ekor bebek, haha, biar kurus ternyata makannya banyak juga. Untuk harga sekitar 70-80 ribu, porsi makanan disini cukup besar. Saya saja hampir kewalahan menghabiskan nasi campur pesanan saya, yang berisikan bebek goreng, sayuran, bakwan jagung, daging, telur, sate, dan sambal matah khas Bali. Benar saja, bebek gorengnya gurih dan garing, sambalnya pedas enak, pokoknya semuanya.. LEZAT!

Nasi Campur with a deep fried crispy duck

Setelah selesai memakan itu semua, Becky menyarankan untuk memesan dessert. Oke, sepertinya perut kami semua masih ada sisa sedikit untuk pencuci mulut. Akhirnya, kami memesan Black Russian Pie, salah satu dessert terkenal di resto ini, yaitu pie dengan campuran vodka, kahlua, dan chocolate topping. Rasanya… YUUMMMM, enak banget (walaupun saya sempat kaget dengan rasa panas di tenggorokan, hehe, mungkin itu rasa dari vodka).

Black Russian Pie

Setelah selesai makan, kami sempat berjalan-jalan ke bagian lebih dalam dari resto ini dan menikmati pemandangan sawah (sambil berfoto-foto tentunya). Kami pun sempat berjalan ke Pasar Ubud, sebuah pasar tradisional dengan berbagai macam kerajinan khas Bali. Tapi, karena tidak ada niat berbelanja, kami pun tidak berlama-lama disana. Karena itu perjalanan pun dilanjutkan menuju Starbucks Ubud. Memang, sih, Starbucks ada dimana-mana, tapi tempat yang satu ini belum lama dibuka dan lagi-lagi Becky mempromosikan kalau yang ini “beda sama yang di Jakarta, deh”.

Taking a couple of photos after lunch
In front of Starbucks in Ubud

Sesampainya di Starbucks, kami memesan minuman dan memilih tempat duduk di bagian luar, karena udara saat itu cukup sejuk. Tak berapa lama hujan mulai turun, yang menyebabkan kami tidak bisa kemana-mana, hanya duduk, menikmati kopi, dan mengobrol panjang lebar (kalaupun diminta untuk diceritakan kembali saya lupa kami mengobrol apa saja, haha, but I enjoyed every minute of it).

 

Chit-chat over coffee
With my grande ice caramel macchiato plus extra whip cream
Lotus pond

Setelah hujan berhenti dan hari mulai sore, kami pun kembali pulang ke rumah. Malamnya, Becky mengajak salah seorang temannya, Mia, untuk makan malam di Ultimo, sebuah resto Italia di Seminyak. Saya memesan Filetto Mignon dengan tingkat kematangan medium well-done. Saya tidak suka yang terlalu mentah atau terlalu matang, dengan medium well, daging terlihat matang dengan sedikit warna pink didalamnya, sehingga rasanya akan lebih empuk. Setelah mencoba gigitan pertama, mmm… this is the best steak I’ve ever had! Daging tenderloin ini empuknya pas (karena kalau terlalu empuk saya juga tidak akan suka, makanya saya lebih sering memesan sirloin steak ketimbang tenderloin), rasanya enak banget, apalagi ketika dimakan bersamaan dengan puree kentang yang creamy dan gurih. Mmmm.. benar-benar meleleh di mulut. Sayang, saya tidak berhasil memfoto makanan ini karena suasananya agak gelap, tapi resto yang satu ini sangat saya rekomendasikan. Setelah itu, makan malam kami pun ditutup dengan tiramisu berukuran besar. I’m soooo full and very grateful for the food.

Ultimo (Italian Restaurant) - Seminyak

And.. that’s the end of the day.

Advertisements

4 thoughts on “Ubud and Bebek Bengil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s