Becoming 26!


Wow…saya merasa bersalah dengan blog yang sudah saya tinggalkan beberapa bulan ini. Bahkan saya melewatkan cerita saat ulang tahun dan detik-detik mendekati tahun baru 2010. Baiklah.. saya akan memulai dengan menjadi 26 di tanggal 26 November 2009 lalu. Ketika tahun 2008 dan menginjak usia 25 tahun (alias seperempat abad) saya mulai berpikir, wah.. saya tua juga yah? Tapi ketika tahun lalu menjadi 26, saya berpikir lagi, Oh..dear God, saya makin tua, haha!

Dulu ketika masih kecil, saya melihat perempuan seusia saya sekarang ini sepertinya tampak dewasa, mulai dari cara berpakaian sampai cara berbicara dan cara pandang mereka pasti dewasa. Sekarang.. saya bercermin pada diri sendiri, dan merasa dari segi penampilan dan sikap, saya masih serupa dengan anak baru gede (alias ABG) — walaupun saya tetap merasa setidaknya sedikit lebih dewasa dari mereka.
Sindrom kepanikan di usia ini, sepertinya juga dialami oleh teman-teman seusia saya dengan nasib yang sama. Karier, biasa-biasa saja. Punya pacar atau tidak punya pacar, tapi marital status tetap single alias belum menikah — padahal sebagian besar teman sudah menikah bahkan sahabat terdekat. Keuangan, kadang masih lebih besar pasak daripada tiang — masih nggak bisa tahan godaan sale di Zara dan Mango, sih. Belum lagi harus menghadapi pertanyaan dan pernyataan dari orang tua. Misalnya, soal pernikahan (betapa membosankannya) atau soal pencapaian orang tua di usia kita dulu. Kalimat seperti “Pas seusia kamu, mama tuh, udah…bla bla bla” Intinya adalah mereka, para orang tua, jauh lebih baik dari kita. Ok, I get that..

Tapi, yah, bukan berarti di sepanjang usia 25 hingga 26 saya tidak punya pencapaian. Setidaknya di tahun 2009 kemarin banyak hal-hal yang membanggakan dari diri saya. Mulai dari diangkat menjadi pegawai tetap (dan masih bertahan hingga sekarang), bebas dari obat-obatan (untuk sakit paru-paru dan berharap tetap sehat kedepannya), hingga akhirnya kembali ke bangku kuliah untuk mengambil gelar pascasarjana di bidang komunikasi. Memang akan menjadi dua tahun yang berat untuk saya, apalagi harus kerja dari pagi disambung kuliah malam. Capek, sudah pasti. Makanya yang paling penting adalah bisa jaga kesehatan, tetap bekerja dengan baik dan harus bisa dapat nilai bagus. Waduh.. setelah ditulis, kok jadi terlihat berat banget yah?
Melewati semester pertama, cukup senang juga dengan hasilnya (walaupun sempat berharap dapat straight A’s). Tapi dengan IPK 3,7 saya sudah sangat senang. Mudah-mudahan saya bisa menjaga nilai-nilai saya sampai menyelesaikan kuliah, apalagi ketika mengerjakan tesis nanti. Saya nggak mau mengulang kesalahan di kuliah S1, terlalu banyak main, malas-malasan, hingga akhirnya dapat IPK pun pas-pasan.

Yup.. di usia 26 ini saya masih punya banyak mimpi yang ingin diraih. Bukan soal pernikahan, karena bagi saya ada banyak hal yang lebih penting dari itu (tapi tidak menolak juga kalau ada yang melamar, hehe). Saya ingin bisa menyelesaikan S2 dengan sebaik-baiknya, saya ingin berkarier yang sebaik-baiknya, saya ingin bisa mandiri, bisa punya penghasilan yang lebih, dan tentu saja semua itu tidak bisa saya lakukan kalau saya tidak sehat dan tidak bahagia. Jadi, kesehatan dan kebahagiaan saya juga jadi prioritas. Oke, saya punya satu tahun sebelum menginjak usia 27 (wow, tua!!) kita lihat saja apa pencapaian saya di usia ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s